[ After Practice ]

Haikyuu! (c) Furudate Haruichi. Tidak mengambil profit materiil dalam bentuk apapun.

Fast pace. Less desc. Typo. Super drabble(s). Etc.

For BokuAkaWeek 4

Day/Prompt : 5 – After Practice/Game

Bokuto Koutaro / Akaashi Keiji

Enjoy!


.

.

.


(1)


"Akaashi, bisa beri aku beberapa toss!?"

"Bokuto-san, waktu latihan sudah berakhir."

"Tapi aku masih bertenaga!?"

"Kalau begitu, Bokuto-san mau mengepel lantai?"

"NGGA."


.

.

.


(2)


Akaashi sibuk menali ikatan sepatu dengan hati-hati. Namun, suatu benda mendadak mengenai punggungnya dan memantul ke arah berlawanan. Pasti Bokuto-san, batin Akaashi sembari menata tali sepatu kupu-kupunya itu.

"Bokuto-san, simpan bola—"

"BOLANYA MENGGELUNDUNG DARI GEROBAK, AKAASHI!"

"Hah, geroba—"

"SERIUS, BOLANYA MENGGELUNDUNG!"

"Aku tahu—"

"AAAAAAAAA!"

Sementara Akaashi hanya mampu menatap datar Bokuto yang tengah ikut menggelundung bersama bola-bola voli.

Tolong kembalikan saja dia ke PAUD, Tuhan.


.

.

.


(3)


"Mau main jankenpon?"

Tawaran main dari Bokuto usai lelah berlatik mendadak menjadi trending topic dadakan dalam lingkup gedung indoor. Semua personil tim yang masih sibuk meneguk air putih hanya bisa spontan memilih antara batu, gunting, dan kertas kala Bokuto refleks meneriakkan, "JAN—KEN—PON!"

Banyak di antara lawan Bokuto kalah suit dan mendapat hukuman 'sentil jidat'.

Begitu giliran Akaashi,

"Ayo, Akaashi. JANKEN—" Bokuto siap mengeluarkan 'batu', "—PON!"

Sama seperti anggota voli lainnya, Akaashi gagal mengalahkan Bokuto Sang Raja Suit. Mata sipitnya spontan tertutup untuk menerima hukuman sentil jidat.

"Hehe, siap-siap, Akaashi!"

"Ya, ya."

CUP!—PLAK!

Akaashi spontan menampar Bokuto yang sukses mencium keningnya.


.

.

.


(4)


"Akaashi, Akaashi!"

Akaashi yang barusan menerima sebotol air putih dari manajer putri, menoleh kala Bokuto memanggilnya tanpa malu, "Ya, Bokuto-san?"

"Minta air, dong. Boleh?"

"Ambil sendiri. Toh satu orang satu botol."

"Tapi aku mau minta dari kamu, gimana?"

"Tidak mau. Ini jatahku."

"Yaaah, Akaashi, boleh, ya? Pliss!"

"Ogah."

"Lama-lama aku dehidrasiii—"

"...Ya sudah. Jangan dihabiskan, oke?"

"WAAH BENERAN, AKAASHI!?"

Setelah botol minuman dioper bak bola voli, Bokuto segera meminum air botol bekas kecup Akaashi sampai kerongkongannya basah.

"Pwuah, memang minum air gula sangat manjur mengembalikan tenaga!"

Konoha yang berdiri di samping Bokuto agak bingung, "Air gula? Bukannya itu air putih, ya?"

Bokuto, dengan senyum penuh kilau malu-maluin, menyahut, "Bibirnya Akaashi manis, lho—AAAAAAAHHHHH!"

Ternyata teriakan memilukan Bokuto diakibatkan injakan pada punggung kaki yang disengaja oleh Akaashi.

.

.

.


(5)


"Maaf, teman-teman. Tanganku keram. Aku belum bisa memberikan pass bagi yang ingin latihan tambahan."

"LOOOHHH KENAPA AKAAASHIIIII?" Jangan ditanya ini suara kekecewaan siapa.

"Tanganku keram, Bokuto-san."

"LOOOHHHH NGGA ADA PASSMU HARI INI RASANYA KURANG PASSS!"

"Salah siapa, coba."

"EMANG SALAH SIAPA!? SIAPA MONYET YANG BERANI MEMBUAT KERAM TANGAN AKAASHIKU!?"

"...Bokuto-san, ini gara-gara kamu tidur menyender lengan tanganku selama satu jam."

"HAH KURANG AJAR DIA—Lho, g-g-gara-gara aku?"

"Sekarang sudah tidak kurang tidur lagi, 'kan? Aku akan menunggu tanganku pulih, jadi, latihan individu saja dulu. Jangan mengacau, Bokuto-san."

"Lho... Akaashi..."

Diam-diam, Bokuto makin jatuh hati pada Akaashi yang baik hati.


a/n: ...maaf kawans hanya sanggup menulis kumpulan drabble minim deskripsi untuk hari ini uhuks

Mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam fanfiksi ini, serta, terima kasih telah berkenan untuk membaca!

[ sign, ffn user garekinclong ]