Cast:

Byun Baekhyun (female)

Park Chanyeol (male)

Xiao Lu Han (female)

Oh Sehun (male)

Do Kyungso (female)

Kim Kai (male)

Pairing: ChanBaek; HunHan; KaiSoo

Warning: typos; Genderswitch; EXO; DLDR; no bash.

*Happy Reading*


"sssssrrrrluuuuppppp... aaaahhhh" Baekhyun menegak jus strawberrynya dengan rakus. "kau tidak pernah minum just strawberry sebelumnya, eoh? Kau terlihat sangat rakus!" sewot gadis berambut cokelat bergelombang. "kau tidak bisa membiarkanku menikmati jus dengan diam saja, Lu? Lihat wajahmu yang tegang itu! Sesekali bersikaplah biasa dan tersenyum, jangan terlalu terikat dengan perilaku bak warga kerajaanmu itu! Etika pantatku! Disini bahkan tidak akan ada yang melihatku kecuali kau, begitu pula kau." Jawab Baekhyun tak kalah sewot.

"gadis bodoh! Turunkan rokmu! Lihat pakaian dalammu sampai terlihat! Kau yang seharusnya bertingkah seperti wanita dan berhentilah bertingkah layaknya kau masih gadis 7 tahun dengan dada rata! Keponakanku yang baru berusia 5 tahun saja tau namanya malu saat rok nya tersingkap!" gadis bernama Lu Han itu memukul paha mulus Baekhyun.

"Ya!" Baekhyun menepis tangan Luhan. "lagipula hanya kita berdua disini. Kau wanita, aku wanita. atau kau sudah merubah orientasi seksualmu, eoh? Kau menyukai wanita sekarang?!"

"bahkan otak mu pun tidak bekerja dengan baik!" Lu Han melempar bantal yang di pegangnya ke wajah Baekhyun kemudian berlalu ke kamarnya.

Dua gadis cantik yang bertengkar dan saling memaki setiap hari ini adalah sahabat tak terpisahkan sejak mereka kecil. Mereka bertengkar dan memaki bukan karena kebencian, tapi karena mereka saling menyayangi. Oh, jangan lupakan seorang lagi, gadis bermata bulat dengan rambut hitam legam, Kyungsoo, yang malam ini sedang keluar bersama kekasihnya. Ketiganya sekarang tinggal di satu rumah kontrakan di tengah kota Seoul.

Baekhyun mengintip dari balik kain gorden yang menutupi jendela ruang tengah rumahnya. Menatap rumah besar yang baru saja selesai di bangun 4 bulan yang lalu. Rumah itu besar dan bertingkat. Tidak pernah ada tanda-tanda akan ditinggali oleh seseorang. Hanya sesekali Baekhyun melihat seorang ahjussi datang untuk membersihkan rumah tersebut.

Saat pagi hari, rumah itu terlihat begitu mewah dengan design minimalis. Terdapat banyak jendela namun tak satupun membiarkan pandangan orang luar menerobos masuk ke dalam. Namun pada malam hari, rumah itu sangat gelap, terlihat sangat menyeramkan apalagi rumah itu sangat besar dan tidak berpenghuni. kamar Baekhyun berada tepat di samping rumah besar itu, dan jendela kamarnya berhadapan dengan salah satu jendela di lantai 2 rumah itu. Baekhyun merasa merinding kemudian berlari ke kamar Lu Han.

Baekhyun masuk ke kamar Lu Han tanpa mengetuk pintu, "Kyungsoo belum pulang? Apa ia bawa kunci?" tanya Lu Han tanpa menoleh ke arah Baekhyun. "ku rasa ia akan pulang malam. Besok 'kan libur. Kau tak ingin pulang, Lu? Bukankah liburan kali ini cukup panjang?"

"kuliahku memang libur. Tapi masih ada hal yang harus ku urus di kampus. Aaaahh menyebalkan sekali. Padahal aku sangat merindukan eomma dan appa." Lu Han menangkupkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan mendaratkan kedua sikunya ke meja rias miliknya.

"aigooo lihat wajahmu itu. Kau semakin tua dan keriput tapi tak juga mendapatkan seorang pacar hahahahahaha" baekhyun terbahak meledek Lu Han. Lu Han berbalik dan memandang Baekhyun tajam, "hei bodoh! Memangnya kau sendiri tak semakin tua dan sudah memiliki pacar, eoh?" jawabnya sinis. "sudah! Aku sudah menemukannya." Katanya mantap. "eoh?" Lu Han mendelik. "aku akan menunggu Oppa selesai wajib militer, kemudian kami akan menikah" katanya sambil menunjukkan photo aktor tampan, Kim Woo Bin. "jika kau akan menikah dengannya, maka Song Ji Hyo akan jadi pembantuku besok. oppa pantatku. Ia akan lebih memilih kembali ke lokasi wajib militer dibandingkan dengan menikahimu, Bacon! Hahahaha" gelak tawa Lu Han memenuhi ruangan.

"Lu, apa kau tidak pernah terpikirkan akan rumah besar itu?"

"mengapa aku harus memikirkannya? Aku bahkan tidak ingin tau mengenai rumah besar itu" jawab Lu Han cuek.

"tapi terkadang rumah itu terlihat menyeramkan, Lu. Terlebih pada saat malam hari."

"kau saja yang terlalu ingin tau, Baek. Rumah diam saja kau ganggu. Jangan kaget jika segala isi dalam rumah itu yang diam saja selama ini akan berbalik mengganggumu." Jawab Lu Han masih cuek, namun berusaha menahan tawanya.

"tapi Lu..."

"apa?" jawab Lu Han singkat.

"aku dengar para tetangga membicarakan rumah itu tadi pagi. Kudengar rumah itu milik pengusaha sukses yang berencana pindah 2 bulan lalu. Namun mereka tidak juga pindah. Apa terjadi sesuatu? Apa pengusaha besar itu dibunuh kemudian tidak jadi pindah kesini?"

"bukankah kau terlalu banyak menonton drama?"

"eeeeii Lu... mereka pasti membuatnya berdasarkan kisah nyata. Hanya dilebih-lebihkan sedikit. hanya sedikit. se-di-kit." Katanya menekankan kata-katanya.

"baiklah. Anggap saja begitu dan biarkan dia menghantuimu malam ini. atau mungkin ia akan datang ke dalam mimpimu dan memperingatimu agar tidak membicarakannya lagi dan mengancam akan membunuhmu."

Baekhyun adalah yang paling penakut di antara mereka bertiga. Ia bahkan pernah memukul Kyungsoo dengan panci saat ia mengira Kyungsoo kesurupan padahal Kyungsoo hanya mengigau di malam hari. Ah, pokoknya gadis ini benar-benar penakut.

"Lulu eonnie... aku tidur denganmu malam ini, ne? ne? ne?" rayu Baekhyun sambil menunjukkan aegyo nya.

"kemudian kau memanggilku eonnie. ku rasa aku sedang tidak ingin membagi ranjangku malam ini atau aku akan mimpi buruk karena tidur dengan kuntilanak."

"mana ada kuntilanak cantik!"

"dulu ia cantik tapi karena dibunuh dengan mengenaskan, ia menjadi menyeramkan." Lu Han membuat ekspressi yang menyeramkan.

"ah Lu Han!" Baekhyun melemparkan bantal yang dengan sigap di tangkap Lu Han. "pergilah ke kamarmu dan tidur. Kau sudah tua dan berhentilah bersikap kekanakan." Lu Han memukul pelan punggung Baekhyun dengan bantal, mengusirnya keluar dari kamar. "sana. Aku akan tidur."

"Lu Han... ayolah malam ini saja..." mohon Baekhyun.

"ini sudah 'malam ini saja' yang ke 99 sejak kita pindah ke rumah ini, Baek. Tidak! Sana sana aku mengantuk." Kata Lu Han mendorong Baekhyun turun dari ranjangnya.

Baekhyun berjalan gontai menuju kamarnya di lantai 2. Rumah yang mereka tempati ini punya 3 ruang tidur. 2 di lantai 1 dan 1 di lantai 2. Lu Han adalah yang paling tua di antara mereka bertiga, jadi Lu Han memilih kamar di bawah untuk bertanggung jawab menjaga rumah dan kedua roommate nya ini. Kyungsoo adalah yang termuda dan satu-satunya yang memiliki pacar, ia seringkali pulang malam setelah berkencan dengan kekasihnya, Kim Kai. Karena itu ia lebih memilih kamar di bawah agar derap langkah kakinya tidak berisik dan mengganggu saat pulang larut malam ketika yang lain sudah tidur.

Baekhyun membanting tubuhnya ke kasur empuknya. Aaaaaahhh ia benar-benar penasaran dan ketakutan secara bersamaan pada rumah besar yang berdiri kokoh di samping rumahnya itu. Angin kencang menggetarkan jendela kamar Baekhyun, membuatnya sedikit terkejut.

"sepertinya akan hujan." Monolognya ketika mendengar suara petir mengikuti suara angin yang berhembus kencang. Ia kembali pada pikiran mengenai rumah besar di samping rumahnya. Suasananya semakin mencekam sekarang. Baekhyun segera menggunakan masker wajahnya dan segera naik ke atas ranjangnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Berusaha untuk segera tidur dengan nyenyak.

Baekhyun tidak bisa tidur tenang. Meski matanya terpejam, ia masih bisa mendengar suara-suara malam itu. Ia bahkan dapat mendengar suara Hujan di luar begitu deras. Beruntung Kyungsoo pulang satu jam yang lalu sebelum hujan turun sangat deras. Jam di ruang tengah berdentang, membuat Baekhyun terkesiap. Aaaah... mengapa di keheningan seperti ini jamnya berdentang?! 'sial! Mengagetkanku saja!' gerutu Baekhyun dalam hati.

Semakin malam, hujan semakin deras dan suara petir menggelegar menggetarkan kaca jendela kamar Baekhyun. Ah, Baekhyun semakin tak bisa tidur di buatnya. Beruntung Baekhyun sedang libur.

Hujan sudah reda, dan Baekhyun mendengar suara kendaraan berhenti di depan rumahnya, atau mungkin... didepan rumah sebelah? Baekhyun berusaha tidak perduli dengan pendengarannya. Sekarang ia berharap ia tuli. Alih-alih tidak mendengarkan apapun, Baekhyun sekarang mendengar derap langkah di samping rumahnya. Ia memberanikan diri untuk mengintip melalui jendela kamarnya. Ia membuka sedikit tirai gordennya, mengintip ke bawah, namun ia tak dapat melihat apapun. Bahkan, setiap kali ia mencoba mengintip, suara derap langkah itu menghilang. Baekhyun takut, tapi penasaran. Kalian tau rasanya, 'kan?

Baekhyun kembali mengintip melalui tirai gordennya, dan... "KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" suara teriakan Baekhyun yang memekakkan telinga segera membangunkan Lu Han dan Kyungsoo yang segera berlarian menuju kamar Baekhyun.

Lu Han segera menyalakan lampu kamar Baekhyun. Baekhyun mengalihkan wajahnya ke arah Lu Han "ah lepas maskermu itu! Kau mengagetkanku!" kata Lu Han terkejut melihat Baekhyun dengan masker bergambar monster di wajahnya. "ada apa Baek?" tanya Lu Han kemudian.

"aku melihat seseorang di rumah sebelah, Lu. Ia menatapku." Lu Han segera mendekat ke jendela dan membuka gorden "apa? Tidak ada apa-apa! Kau itu penakut dan kau sendiri yang menakut-nakuti dirimu gadis bodoh!" kata Lu Han menjitak kepala Baekhyun. "segera tidur dan jangan membuat kegaduhan!"

"Baekkie, ku rasa kau harus berhenti menonton drama atau fim misteri, berhenti membaca novel misteri, dan berhenti gunakan masker itu kemudian tidurlah." Kata Kyungsoo yang merasa benar-benar ngantuk bercampur kaget.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya, "tapi aku benar-benar melihatnya! Salah satu dari kalian tidurlah denganku. Ku mohon." Mohon Baekhyun.

"Baek-"

"aku akan tidur denganmu. Sudah jangan cerewet dan tidur. Lu, kau turunlah dan segera tidur. Aku juga mengantuk." Potong Kyungsoo menengahi dan segera naik ke kasur milik Baekhyun.

"baiklah!" kata Lu Han segera mematikan lampu kamar Baekhyun dan turun menuju kamarnya.

.

Sementara itu, di rumah sebelah...

"AAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHH" suara berat pria bernama Chanyeol menggema ke seluruh ruangan yang masih kosong.

"eeeeiii Hyung, mengapa kau berteriak? Kau membuatku khawatir!" ujar anak lelaki yang biasa dipanggil Sehun itu.

"aku melihat monster dari rumah sebelah, Hun-ah." Jawab pria satunya.

"ah itu mungkin tetangga kita yang mengintip, Hyung. Kita sangat berisik tadi. Lagipula kenapa kita harus melakukan perjalanan di malam hari! Ah benar-benar!"

"kau mengomeliku, bocah?!" sewot Chanyeol.

"bukannya begitu, Hyung. Aku heran saja mengapa kau begitu senang melakukan perjalanan malam hari. Ah~" gerutu Sehun.

"aku tidak ingin menarik perhatian siapapun dengan kepindahan kita kemari. Aku yakin, gosip mengenai kita adalah cucu pengusaha besar di Korea sudah menyebar ke seluruh kompleks ini."

"aish kau benar-benar selalu saja berlebihan!"

Chanyeol mengabaikan Sehun dan kembali mencoba mengintip melalui jendela.

"Hyung, itu akan membuat tetangga kita merasa terganggu. Hentikan jika kau tak mau terganggu." Sehun menarik tubuh Chanyeol menjauh dari jendela. "baiknya segera unpack barangmu dan tidur."

"tapi Hun-ah, aku benar-benar melihat wajahnya yang buruk rupa."

"mungkin itu efek dari perjalanan jauh barusan. Aku tidur, Hyung. Selamat malam." Kata Sehun meninggalkan Chanyeol.

.

Pagi yang cerah di hari minggu, Baekhyun melakukan kegiatan rutinnya, lari pagi. Setelah berlari mengitari kompleks, Baekhyun berhenti didepan sebuah rumah, bukan rumahnya, melainkan rumah tetangganya. Rumah besar yang ada tepat di sebelah rumahnya.

Gerbang tinggi yang kokoh berdiri di hadapannya. Baekhyun mencoba mencari celah untuk mengintip ke dalam rumah itu, tapi nihil. Ia tak bisa melihat apapun. Semua kaca di rumah itu dilapisi kaca film berwarna hitam. Baekhyun mendekatkan dirinya ke pagar agar bisa melihat lebih jelas.

"YA!"

"kya!" Baekhyun terlonjak mendengar suara bass seseorang mengagetkannya. "kau mengagetkanku!"

"ah, kenapa tidak masuk saja jika kau ingin tau?"

"eeeii apa kau juga sedang mengintip? Diam dan tenanglah jika kita sama ingin taunya!" sewot Baekhyun.

"tekan saja belnya! Seseorang pasti akan membukakan pintu untukmu!"

"aish diam saja kau! Jika kau tidak tenang maka pulanglah sana! Ibumu akan mencarimu!" Baekhyun semakin sewot.

Pria itu kemudian menekan bel rumah tersebut.

"Ya!" Baekhyun menarik lengan pria itu dan mengajaknya bersembunyi di balik tembok. "kau ingin mati? Kita akan dibunuh oleh pemilik rumah itu!" kata Baekhyun memukul lengan si Pria.

"mengapa mereka akan membunuh kita?"

"karena kita sudah mengganggu mereka sepagi ini, bodoh!"

"kita? Bukankah itu kau?" pria itu menatap dalam mata Baekhyun.

"Kau yang menekan bel nya!" Baekhyun semakin sewot.

"tapi aku pemilik rumahnya." Jawab pria itu santai.

"APA?!"

.

.

TBC

.

Ehm, hallo... ehehehe aku lagi xD xD

FF ini terinspirasi dari "EXO Next Door", "You're Beautiful OST EXO Next Door yang di nyanyiin Baekhyun", rumah gede di samping rumah ku beserta penghuninya yang ganteng ganteng (muahahahahaha). Tapi sayangnya ini bukan cerita pengalaman pribadi saya karena seganteng-gantengnya tetangga di rumah, tetep aja Bang Chanyeol jauh lebih minta di bawa pulang xD

Semoga bisa dinikmati, akan segera aku delete jika tidak ada yang tertarik dan akan aku lanjutkan jika ada yang review. jadi review juseyoooooo...

kamsahabnida yeorobuuuunnnn...

-Lu Lu-