MY LOVE AND PROMISE

BY : WAISMANNN

ANIME : NARUTO

SASUKE & SAKURA

#

#

#

#

Berawal dari sebuah kata seorang gadis kecil yang meremehkan cinta saat mendengar kakaknya berbicara cinta pada sang ayah mereka. Gadis kecil itu berkata, "aku tidak akan jatuh cinta sebelum aku sukses dan kuliah, karna cinta itu hanya penghambat cita-cita dan masa depanku".

Sang ayah hanya tersenyum melihat tingkah gadis kecilnya, namun di dalam hati sang ayah dia berdoa agar gadis kecilnya ini tidak menangisi laki laki yang memberikannya apa itu cinta. Sang ayah hanya ingin gadis kecilnya ini menangis dan merengek hanya padanya untuk meminta membelikan boneka atau pun es krim.

Dia tidak pernah bisa membayangan kan jika gadis kecilnya ini lebih memilih laki laki lain daripada dirinya. Dia tau ini sangat egois tapi, tidak ada seorang ayah yang kuat melihat gadis kecilnya menangis oleh laki laki lain.

"ayah, kenapa..? padahal aku sudah bicara panjang lebar". Gadis kecil itu pun mengembungkan pipinya sambil menatap marah sang ayah. Sang ayah pun tersenyum melihat tingkah manis anaknya ini.

"ayah akan mengantar jemputmu sampai kau sma bahkan kuliah agar kau tidak pacaran". Sang ayah pun memeluk gadis kecilya. Gadis kecil itu pun tersenyum dan tertawa. "tenang saja, sakula tidak bakalan pacaran sampai sukses". Gadis kecil bernama sakura itu yang memeluk erat sang ayah.

###

Tak terasa matahari sudah datang untuk membangunkan makhluk hidup dari mimpinya. Perlahan lahan sinar matahari pun masuk dalam celah celah jendela kamar untuk membangunkan seorang gadis yang sedang di alam mimpi.

Tidak mempannya sang matahari membangunkannya datanglah seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Ketukkan yang keras dan omelan yang keras pun akhirnya membangunkan sang gadis yang mempunyai rambut merah muda lebat dan kulit putih ini.

"ya, ma.. sebentar lagi". Kata gadis itu setengah sadar sambil mencoba meraih hp nya yang berbunyi terus akbat alarm yang ia pasang.

"apa nya yang sebentar lagi ini sudah siang kau tidak sekolah..?". omel orang di balik pintu kamarnya dengan kesal.

"iya..iya". gadis itu pun mengambil handuk berwarna biru yang menggantung di pintu kamarnya dan berjalan keluar kamar.

Gadis itu atau bisa dipanggil sakura itu masuk kedalam kamar mandi malas malasan. Sungguh kondisi hati nya sekarang tidak lah baik. Karna dia mengingat momen yang sangat ingin dia lupakan.

Memang ingatan itu tak ingin ia hapus bahkan lupakan tapi, ini membuatnya takut, sedih bahkan ingin mati. Jika dia tak kuat mungkin.

Lima belas menit waktu yang cukup untuknya mandi dan bersiap siap. Sakura pun berjalan keluar rumah sambil memegang tasnya. Rambut merah muda panjangnya ia biarkan tak ia sisir, bisa dibilang dia tidak peduli penampilannya kesekolah.

Gadis yang dulu nya di panggil gadis kecil ini dangan sang ayahnya kini sudah menjadi gadis. Bahkan sekarang dia sudah duduk di bangku sma. Setiap ia berjalan kesekolahnya ia selalu ingat kata kata sang ayah kalau sang ayahnya mengantar nya.

Kini sudah enam tahun kematian ayah nya, waktu yang sudah sangat lama namun masih berasa kemarin. Butuh waktu lama untuknya untuk bisa seperti ini dan menerima semua ini. Bahkan tidak ada yang tau seberapa rasa penyesalan dan sedihnya dia setiap hari.

Sakura hanya bisa tersenyum pada semua orang bahkan dengan keluarga nya. Karna dia tak ingin ada yang tau apa yang dia rasakan bahkan sekalipun diceritakan tidak akan ada yang mengerti. Karna kebanyakkan orang hanya bisa prihatin tanpa memberikan semangat padanya. Untuk itu lah dia lebih suka cerita pada bulan dan matahari.

###

"ra…". Teriak seorang siswi dengan senyum khasnya sambil berlari dan memeluk sakura atau dipanggil ra oleh siswi ini.

"masih pagi juga, simpan saja energy mu untuk pelajaran nanti". Sakura yang melepas pelukkan siswi itu dan berjalan kearah tangga. Siswi itu pun cemberut dan berjalan mengikutinya.

"oh ya, sekarang kan ada pr ekonomi, kau sudah mengerjakan..?". Tanya siswi itu sambil melihat layar hpnya. Sakura pun hanya diam karna dia pikir temannya ini bicara pada orang lain.

"heiiii… berasa bicara sama tembok". Siswi itu yang cemberut sambil melihat sahabatnya ini. Namun sakura tetap mencuekkinnya. "ahh terserah lah.. baiklah aku yang salah".

"memang, maka nya kalau bicara jangan sambil melihat hp.. menjijikan sekali padahal nanti ketemu tapi masih saja sms an, virus cinta memang buruk". Sakura yang berjalan memasukki kelasnya diikuti siswi itu.

"maka nya pacaran dong, kau kan sebenarnya cantik.. coba deh lebih memperhatikan penampilanmu apalagi rambut mu ini, selalu saja aku yang merapikan". Siswi itu pun mengambil tempat duduk disebelah sakura.

"jangan membicarakan cinta pagi pagi padaku, bahkan kau saja menangis seharian akibat cinta itu". Sakura yang kesal sambil membuka tas nya dan mengambil buku tulis dan buku paket.

Sebenarnya dia juga merasakan jatuh cinta dengan seniornya, mungkin itu cinta pertamanya. Namun sora hanya diam dan mencoba menutup pintu hatinya terhadap cinta pertamanya itu. Dia selalu bahkan akhir akhir ini lebih sering ketemu pada senior atau kakak kelas nya itu.

Siswi yang duduk disebelahnya itu merupakan sahabatnya dari awal dia masuk sekolah ini dan dialah orang pertama yang berbicara padanya saat yang lain sudah punya kelompok masing masing.

Siswi ini bernama ino, ino sangat peduli dengan sora bahkan dia lah orang yang mengerti dibalik sikap sakura dari pertama kali ia kerumahnya dan melihat kamarnya dan buku harian sakura. Namun dia merahasiakannya dari sakura kalau dia tau semuanya.

"ya setidaknya kan aku sudah merasakan patah hati…". ino yang berdiri di belakang sakura dan menyisir rambut sakura. "oh ya, sebentar lagi festival sekolah, asikk kali ini aku punya pacar".

Sakura pun hanya mengerjakan soal dibuku sambil mendengarkan kata kata sahabatnya ini. Sakura walaupun diam tapi ia tetap mendengarkan perkataan temannya.

Tak terasa pembelajaran pun sudah selesai dan bel yang paling indah di telinga murid murid akhirnya berbunyi dan para murid dan guru pun berjalan keluar kelas.

Ada yang langsung pulang dan ada pula yang mengikuti kegiatan di luar pembelajaran sekolah atau biasa disebut eskul. Eskul hari ini adalah basket, cheerlader, sastra jepang, music dan modern dance.

"sakura, duluan ya, oh ya.. nanti pulang bareng yaaa..". ino yang berlari kearah teman teman yang satu eskulnya. Kebanyakkan teman temannya perempuan karna ia mengambil eskul cheerleader berbeda sekali dengan sakura.

"ya". Sakura pun berjalan keruang ganti. Sebenarnya dia malas untuk masuk eskul tapi entah kenapa hari ini dia ingin sekali eskul.

###

Lapangan sekolah yang besar ini terbagi menjadi tiga, yaitu untuk latihan basket, karate dan cheerleader. Kalau dilihat lihat hanya anggota klub karate yang sedikit dan tentunya yang paling diminati adalah klub basket yang berisi siswa siswa tampan dan klub cheerleader yang berisi siswi siswi cantik.

Sakura pun berjalan kelapangan sambil menguncir satu rambutnya. Banyak anggota klub basket yang berhenti untuk melihatnya. Ya karna jarang jarang sekali mereka melihat sakua rapih dan ini baru pertama kalinya dari sekian lama ia vakum dari eskulnya.

"yoo… ra, ada angin apa kau mau eskul..?". Tanya siswi berwarna rambut pirang dengan pakaian olahraga, siapa lagi kalau bukan ino yang memanggilnya ra.

"dari pada menunggumu di kelas lebih baik aku berlatih lagi pula banyak kejahatan akhir akhir ini". Sakura yang buru buru pergi dari kumpulan wanita itu karena dia sangat tidak suka bau wangi wangian.

"ra… aku hanya ingin bilang.. hati hati menendangnya nanti gaara senpai kau tendang lagi wajahnya.. hahaha". Tawa ino diikuti teman temannya.

Sakura hanya cemberut mendengar tawa dari siswi siswi bau parfum itu. Padahal kan mereka olahraga juga nanti dan pastinya keringatan lagi.

"wah haruno-chan datang, woi gaara, lihat lah sepertinya dia bakal menendang wajahmu lagi.. hahaha". Tawa laki laki yang mempunyai rambut jabrik dengan rambut yang diwarnai pirang.

"aku akan menendang otakmu senpai". Kesal sakura yang sudah memasang kuda kuda.

"sudahlah naruto, haruno akhirnya kau datang lagi, rasanya aku bisa gila latihan hanya dengan anak ini.. bahkan klub ini terancam di bubarkan". Siswa yang mempunyai rambut yang warna nya merah berjalan kearahnya.

"tapi kalau ada haruno-chan, kita bisa dapat anggota banyak… pokoknya saat festival kau harus ada". Naruto yang memegang kedua tangan sakura.

"baiklah kuizinkan senpai berdua memanggil nama ku". Sakura yang melepas pegangan naruto. "dan karna ini tahunku aku akan membantu senpai menambahkan anggota".

"bagus… dengan begitu klub ini tidak terancam bubar". Seru naruto yang mengarahkan tinjunya keatas yang membuat para siswi chers melihat kearahnya.

###

Tidak terasa matahari pun menghilang dan muncullah bulan untuk menggantikan cahaya sang matahari. Para siswa dan siswi yang mengikuti eskul pun berjalan keluar sekolah.

"huuh.. capek sekali, sumpah deh karin-senpai centil banget setiap uchiha-senpai melihat kearahnya". Ino yang memulai gosipnya. "tapikan belum tentu juga uchiha-senpai melihatnya dibelakangnya kan ada kau".

"biarlah peduli sekali..". sakura yang melepas ikat rambutnya dan melanjutkan meminum minumannya. "oh ya, bagaimana cara mengajak anggota ke klub kita?".

"ya kau, nanti kan ada brosur lalu kau ajak murid baru sambil mengasih brosur itu.. ya pokoknya kau harus menjelaskan apa saja yang klubmu lakukan dan jika ada yang tanya kau jawab". Ino yang melihat Sakura.

"merepotkan sekali". Sakura yang berjalan meninggalkan ino karna mereka berbeda kereta.

Ada seseorang yang berjalan mengikuti sakura. Didalam kereta memang sangat penuh. Karena jam segini adalah waktunya pulang kerja juga. Jadi mau tidak mau sakura harus berdesak desakkan.

Sakura pun berdiri didekat pintu sambil memakai hendsetnya dan membaca buku kecilnya. Namun orang yang mengikutinya daritadi pun berdiri di belakangnya.

Sakura pun melihat layar hp nya, sakura heran kenapa ino mengirmnya line padahal baru saja berpisah. Dan sakura pun membuka line ino betapa kagetnya ia saat membaca isi pesan line dari ino, bahwa ada orang yang mengikutinya.

#

#

#

Lanjut..?

wahh ini cerpen pertama, minna minta review nya yaaa...