ENVY
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, typo, alur kacau, dan banyak kekurangan lainnya
Author masih newbie jadi mohon bantuannya minna – san
' Ceklek' " Tadaima " seorang laki – laki bersurai raven yang diikat satu dan sedikit longgar membuka pintu lalu melepas sepatu kets yang digunakannya.
" Okaeri, Itachi " kini, seorang wanita paruh baya dengan celemek yang menempel di tubuhnya berjalan ke arah Itachi sambil tersenyum.
" Bagaimana dengan ujianmu ? " tanyanya sambil berjalan di belakang Itachi.
" saja " ucap Itachi singkat lalu berjalan ke arah tangga menuju lantai dua, meninggalkan wanita tadi yang masih terdiam di depan tangga dengan senyuman.
" Itachi, Sasuke makan malam sudah siap ! " teriak wanita tadi di depan tangga.
" Ha'i " jawaban dari dua orang yang berada di kamarnya masing – masing, kemudian mereka keluar dan berjalan menuju ruangan makan. Mereka berdua duduk di kursi yang bersebrangan. Dua kursi lainnya sudah diisi oleh wanita tadi yaitu ibunya Itachi dan Sasuke – Uchiha Mikoto – sedangkan kursi satu lagi diduduki oleh laki – laki berwajah kaku dan dingin. Dia adalah sang kepala keluarga yaitu Uchiha Fugaku, suami dari Mikoto dan ayah dari Itachi dan Sasuke. Mereka berempat duduk mengitari meja makan yang sudah penuh berisi makanan yang dibuat oleh Mikoto.
" Itadakimasu " ucap mereka kompak, lalu mulai memakan masakan Mikoto yang uapnya masih mengepul, sehingga menimbulkan aroma sedap yang membuat siapa saja yang menghirup aromanya meneteskan air liur. Mereka makan dalam diam. Tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Hanya terdengar dentingan suara sendok yang mengisi keheningan ruang makan keluarga Uchiha.
Setelah makan malam, Fugaku, Itachi, dan Sasuke duduk di ruangan keluarga, sementara Mikoto masih membereskan sisa makan malam tadi. Suasana hening masih berlanjut hingga Mikoto tiba dan duduk di sebelah Fugaku yang menghadap Sasuke, lalu disamping Sasuke ada Itachi.
" Sasuke, kau tahu apa yang telah kau lakukan ? " tanya Fugaku dengan nada datar dan ekspresi dingin.
" Hn " sahut Sasuke singkat, seolah tidak peduli.
" Kau membuat malu tou – san dan kaa- san, dan juga kau mengecewakan Itachi " kata Fugaku masih dengan wajah datarnya.
" Tou – san aku tidak merasa seperti itu. Dan jangan terlalu menyalahkan Sasuke. " Itachi ikut berbicara.
" Itachi, jangan terlalu membela Sasuke. Sebelumnya kau juga mengatakan Sasuke bisa memenangkan olimpiade ini dengan mudah dan menjadi ranking satu, sama seperti dirimu dulu. Dan inilah jadinya, kau terlalu memuji dan memanjakannya. " Mikoto berbicara panjang lebar yang membuat Sasuke tersinggung. Tangan Sasuke mengepal erat hingga ujung kuku – kukunya memutih.
" Hn. Masa bodo dengan olimpiade itu " desis Sasuke tajam. Sasuke berdiri. Berjalan menuju tangga tanpa mempedulikan panggilan kaa- sannya yang mulai marah, sedangkan Fugaku masih terdiam dengan wajah datarnya. Namun, jika lebih diteliti bola matanya menampakan sebersit emosi. Kesal.
Itachi mengejar otoutounya ke lantai dua. ' tok, tok, tok ' " Sasuke ini nii-san " Itachi berdiridi depan pintu kamar Sasuke yang tepat berada di depan kamarnya. Itachi kembali mengetuk pintu kamar Sasuke, namun tidak ada jawaban dari Sasuke.
" Sasuke, izinkan nii-san masuk ! " Itachi sedikit berteriak karena ketukan berkali –kali tidak berhasil. Itachi mencoba membuka pintu, tapi pintu itu dikunci dari dalam oleh sang pemilik kamar. Setelah berkali- kali mengetuk atau lebih tepatnya menggedor pintu sambil berteriak namun tidak ada jawaban. Sebuah ide gila melintas di pikiran Itachi ' dobrak pintunya' namun, ide gila tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Itachi masih waras untuk tidak membuat keributan yang memperparah keadaan.
Sauke terdiam di depan jendela kamarnya. Lagu kesukaannya terdengar dari earphone yang kini terletak di leher Sasuke. Iris onyx Sasuke menerawang jauh ke luar jendela.
FLASHBACK
2 minggu lalu...
" Uchiha Sasuke, siswa kelas XII – I IPA, kau dipilih untuk mewakili sekolah kita untuk mengikuti olimpiade matematika. Olimpiade itu akan dilaksanakan dua hari lagi di universitas Konoha. " seorang bersurai putih keperakan berdiri di depan Sasuke.
" Kau akan mengikuti olimpiade ini dengan seorang siswa kelas XI. Aku tahu ini cukup mendadak, dan juga kau siswa kelas XII yang baru saja menyelesaikan ujian akhir. Aku mohon bantuanmu ya, Sasuke " lanjut pria tadi sambil tersenyum dan menepuk pundak Sasuke.
" Ha'i sensei " jawab Sasuke sambil membungkuk. " Oh ya, dulu kakakmu, ehm.. kalau tidak salah namanya Itachi, juga mengikuti olimpiade ini kan ? " tanya Kakashi, nama dari pria bermasker tadi yang menjadi guru Sasuke.
" Ya " Sasuke menjawab sangat singkat. " kalau tidak ada yang diperlukan lagi, aku akan pergi, permisi " Sasuke membungkukkan badannya lalu berbalik pergi meninggalkan Kakashi sensei
2 hari kemudian...
" Itachi, Sasuke sarapan sudah siap ! " teriak Mikoto di depan tangga menuju antai 2. " Ha'i kaa- san " ucap keduanya bersamaan. Mereka berdua segera duduk di kursi yang masih kosong , karena 2 kursi lainnya sudah diduduki oleh Fugaku dan Mikoto.
" Kaa- san hari ini aku akan mengikuti olimpiade matematika . lokasinya di universitas Konoha " Sasuke berkata sambil mengoleskan selai kacang ke roti panggangnya.
" Benarkah ? sugoii ne otutou " belum sempat Mikoto menjawab, Itachi sudah berkomentar dengan senyum sumringah.
" Ah ! dulu Itachi juga pernah mengikuti olimpiade ittu dan Itachi mendapat ranking satu " perkataan Mikoto sukses membuat raut muka Sasuke yang datar sedikit mengerut . ' lagi – lagi Itachi ' batin Sasuke kesal.
" Aku sudah selesai. Ittekimasu " kata Sauke dingin, lalu pergi meninggalkan ketiga keluarganya yang memasang ekspresi berbeda. Fugaku masih dengan ekspresi datarnya, Mikoto yang terdiam dan Itachi yang merasa bersalah.
"Bagaimana menurutmu tentang olimpiade yang diikuti Sasuke ? " Fugaku memecah keheningan.
" Aku yakin olimpiade itu tidak sulit untuk Sasuke. Dia pasti mendapatkan ranking satu " Itachi menatap langsung ke mata tou – sannya
" Sama seperti dirimu dulu kan Itachi " Mikoto tersenyum ke arah Itachi. Sedangkan Itachi yang mendapat senyuman itu meringis dalam hati.
Itachi sadar kalau selama ini orang tuanya selalu membanggakan dan memuji Itachi. Tou – sannya akan berkata " kerja bagus " atau " kau hebat " saat Itachi memenangkan suatu perlombaan dan mendapat nilai tertinggi pada ujiannya. Sedangkan kaa- sannya selalu memuji Itachi di rumah maupun saat bersama teman – temannya. Tapi berbeda dengan Sasuke. Saat Sasuke berhasil meraih nilai tertinggi, Fugaku hanya menggumamkan " Hn ". Mikoto juga tidak begitu memperhatikan Sasuke. Ini yang membuat Itachi merasa bersalah, karena hanya dia yang diperhatikan dan seolah – olah Sasuke itu bukan bagian dari keluarga.
Itachi tidak bisa melakukan apa – apa, karena ini hanya pendapatnya saja. Dia takut untuk memberitahu orang tuanya apalagi Sasuke. Bagaimana jika Sasuke salah paham dan malah menganggap Itachilah yang tidak menganggap Sasuke ada di dalam keluarga. Mungkin masalahnya akan bertambah rumit jika Itachi menyampaikan isi pikirannya, karena itu, Itachi berusaha membuat orang tuanya sadar bahwa Sasuke itu hebat, sama seperti dirinya saat seumuran Sasuke . Saat Sasuke memenangkan lomba atau mendapat nilai tertinggi, Itachi akan memuji Sasuke d depan tou – san dan kaa-sanya. Itachi juga mengatakan kelebihan Sasuke dibandingkan dengan dirinya dulu saat seusia Sasuke, agar orang tua mereka sadar bahwa tidak hanya Itachi yang mampu, Sasuke juga.
" Itachi besok kau libur kan ? " tanya Mikoto yang membuyarkan lamunan Itachi. " Ya kaa- san. Aku libur satu bulan. Memangnya ada apa ? "
"Tidak apa, hanya ingin tahu saja " jawab Mikoto sambil membereskan bekas sarapan yang dibantu oleh Itachi.
" Oh ya, hari ini bagaimana kalau kau menemani kaa –san untuk menemui teman kaa – san ? " Mikoto menatap Itachi.
" Baiklah, jam berapa ? " Itachi berdiri di sebelah Mikoto sambil menaruh piring dan gelas kotor. " jam 12.00 siang, sekalian dengan makan siang "
" Eh ? kaa – san tidak akan membawakan Sasuke makan siang ? seingatku dulu, olimpiade itu dimulai pukul 9.00 – 16.00 lalu pukul 12.00 peserta istirahat selama 30 menit untuk makan siang "
" Sudahlah, lagipula Sasuke kan sudah besar dan bisa mengurus dirinya sendiri " kata – kata kaa – sannya menunjukan seolah – olah kaa – sannya tidak peduli dengan Sasuke. Yah, walaupun yang dikatakan kaa – sannya benar, apalagi sedikit memalukan anak SMA masih dibawakan bekal makan siang atau bento oleh kaa- sannya.
" Tapi kaa- san, dulu saat aku mengikuti olimpiade ini kaa – san datang membawa makan siang untukku, kenapa Sasuke tidak ? "
" Hn. " kata favourite khas keluarga Uchiha meluncur dari bibir Mikoto. Dia menatap dingin ke arah Itachi. Itachi yang tahu ibunya tidak suka dibantah memilih diam.
" Apa kalian siap ? "
" Ha'i sensei " kata Sasuke dan Shikamaru bersamaan dengan nada malas – malasan.
" Baiklah, ayo kita berangkat " kata Kakashi sensei. Mereka pun pergi ke Universitas untuk mengikuti olimpiade tersebut.
Pukul 9.00 tepat, olimpiade dimulai. Pertama, mereka akan menjawab pertanyaan berkelompok, sesuai dengan sekolah masing – masing dan dilanjutkan dengan menjawab sola tertulis secara individual.
' Sudah kuduga kaa- san tidak akan datang ' batin Sasuke sambil duduk di kursi taman yang ada di universitas Konoha. Sasuke duduk sambil sesekali menyesap kopi yang dibelinya tadi, sedangkan adik kelasnya yaitu Shikamaru asyik tidur di salah satu bangku taman. Sasuke memilih diam di taman dan menunggu kaa – sannya disana karena dia dan kaa- sannya pernah mengantar bento untuk Itachi kesini. Ya, Itachi adalah salah satu mahasiswa di universitas Konoha. Saat itu Itachi lupa membawa bentonya, lalu kaa – sannya mengajak Sasuke untuk mengantarkan bento untuk Itachi. Kebetulan Sasuke saat itu sedang libur. ' Bahkan kaa- san sempat membawa bento untuk Itachi sedangkan aku tidak ' batin Sasuke.
Sasuke kesal. Bukan karena kaa- sannya tidak membawa bento untuknya, lagipula Sasuke membeli makanan sendiri. Sasuke kesal karena selal saja Itachi. ' Itachi ini' ' Itachi itu' semuanya tentang Itachi. Dia merasa diasingkan. Ok, Sasuke sadar kalau dia iri dengan Itachi yang selalu medapat perhatian kaa –san dan tou – san, tapi mereka sudah kelewatan. Tanpa sadar, Sasuke sudah meremas kaleng kopinya yang telah kosong hingga tak berbentuk.
Entah kenapa Sasuke teringat kejadian 8 tahun lalu saat usianya 8 tahun. Saat itu, Itachi, Sasuke, dan Mikoto pergi ke sebuah super market. Disana, mereka bertemu dengan teman lama Mikoto. " sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu ? " tanya wanita itu yanag dijawab baik oleh Mikoto. " Are ? aku tidak tahu kau memiliki 2 anak, seingatku kau hanya menyebutkan Itachi " . " Benarkah ? kalau begitu perkenalkan ini putra sulungku Itachi dan ini adiknya Sasuke. " Mikoto tersenyum sambil menepuk kepala kedua putranya. Lalu mereka kembali membicarakan segala hal tentang Itachi, bahkan Mikoto tidak sadar jika Sasuke berada di belakang mereka dan hampir hilang ditelan keramaian. ' Bahkan saat itu pun kaa- san hanya membicarakan Itachi '
Sasuke tersenyum sinis. Sasuke sudah lelah dengan semua ini, dia hanya ingin diperhatikan sama seperti Itachi. Dia hanya ingin orang tuanya menganggap Sasuke itu ada. Selama ini Sasuke selalu mengikuti jejak Itachi. Masuk ke sekolah yang sama, mengikuti lomba yang sama, da berusaha mendapatkan nilai sempurna yang lagi – lagi sama dengan Itachi. Bahkan guru – guru di sekolahnya pun berkata "Oh, kamu adiknya Itachi ya ? " banyak yang tahu Sasuke dengan sebutan ' Adiknya Itachi ' Sasuke hanya ingin menjadi Sasuke, tanpa embel – embel nama Itachi. Nama Anikinya yang merebut segalanya. Selama ini sasuke hanya bayangan Itachi. Mengikuti langkah Itachi.' jika terus seperti ini, mereka tidak akan melihatku, sekarang aku akan lakuakan apapun yang aku inginkan ' batin Sasuke sambil berjalan keluar area universitas Konoha.
" Kakashi sensei, apa ada melihat Sasuke senpai? " tanya Shikamaru kepada guru pendamping mereka yaitu Kakashi.
" Bukankah dia bersamamu ? " Kakashi mengerutkan keningnya. " Tidak, saat aku bangun, Sasuke senpai tidak ada " kata Shikamaru sambil menguap lebar. " Kalau begitu aku akan mencarinya, kau masuk saja karena 5 menit lagi babak kedua akan dimulai " Kakashi mulai panic dan berlari mencari Sasuke, sedangka Shikamaru berjalan santai memasuki ruangan yanga akan menjadi tempat olimpiade berikutnya. Karena kejadian itu, sekolah Sasuke tidak berhasil menjadi juara pada olimpiade tersebut. Sasuke juga mendapat tatapan sinis dari orang – orang yang tidak dikenalnya, karena Sasuke sekolah mereka yang dulu sering memenangkan olimpiade itu,kalah dengan cara memalukan.
FLASHBACK END
Sasuke menghempaskan tubuhnya ke ranjang miliknya. ' Akhirnya mereka melihatku, walaupun dengan pandangan yang berbeda ' batin Sasuke sambil tersenyum miris. Tou – sannya menatap Sasuke dengan tatapan kekecewaan, kaa- saanya dengan raut marah yang terlihat jelas, dan Itachi dengan tatapan mengasihani. " Kuso! " umpat Sasuke kasar.
Sasuke benar – benar kesal dengan tatapan mengasihani milik Itachi. Dia tidak perlu dikasihani, dia tidak perlu Itachi mengalah karena mengasihaninya. Perasaan Sasuke semakin kacau. Marah, kecewa, sedih, kesal, dan senang (?) bercampur jadi satu. Oke, jika terus seperti ini Sasuke akan gila. Sasuke pun memutuskan untuk berjalan – jalan sebentar agar perasaannya normal, atau setidaknya membaik. Sasuke menyambar hoodie biru dongker yag terletak di meja belajarnya dan memakainya.
Sasuke terkejut melihat Itachi yang berada di samping pintu kamarya sambil melipat kedua tangannya di dada. " Sasuke kita perlu bicara "
Sasuke melewati Itachi seolah – olah Itachi tidak ada. " Sasuke ! " nada bicara Itachi meninggi. Dengan cepat, Itachi menarik pergelangan tangan Sasuke sebelum Sasuke menuruni tangga.
" Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi " Sasuke menghentakkan tanganya berusaha melepaskan cengkraman Itachi.
" Sasuke, nii- san tahu bagaimana perasaanmu, ja- " ' srek ' ' tud ' dengan geraka cepat, Sasuke mendorong tubuh Itachi hingga kepala dan punggung Itachi membentur dinding cukup keras, namun ekspresi Itachi tetap datar.
" Jangan berpura – pura baik. Kau tidak tahu perasaanku sedikit pun jadi tutup mulutmu Itachi" Sasuke menekankan setiap kata pada kalimatnya. Matanya menatap tajam ke arah Itachi yang terdiam dengan raut wajah datar seolah – olah tidak terpengaruh dengan tatapan tajam sang adik.
" Sasuke... " Itachi memanggilnya dengan nada tenang.
" Kau sama sekali tidak tahu perasaanku. Kau selalu mendapat perhatian dari tou – san dan kaa- san. Tou –san dan kaa – san selalu menyayangimu. Tou – san akan memujimu saat kau berhasil. Kaa – asan akan selalu membuatkanmu bento dan mengenalkanmu pada teman – temannya, bahkan guru – guru di sekolahku pun masih memanggilku ' adik Itachi '. Mereka semua tidak pernah melihatku sebagai Uchiha Sasuke. Hanya Sasuke tanpa embel – embel nama Itachi." Mata sasuke mulai berkaca – kaca.
" Aku hanya bayanganmu. Orang sepertimu, orang yang mendapat segalanya yang aku inginkan, tahu apa kau mengenai perasaanku HAH ! " Sasuke berteriak. Air mata menetes hingga jatuh ke lantai, Sasuke menghapus air matanya kasar dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya masih mencengkram baju itachi. Perlahan cengkraman Sasuke terlepas.
" Dan kau, aku tahu selama ini nii – san selalu memujiku di depan tou – san dan kaa- san, kumohon, hentikan itu. Aku tidak haus akan pujian. Aku juga tidak ingin belas kasihanmu. Aku hanya ingin mereka melihatku sabagai diriku sendiri, bukan bayangan dari sosok Uchiha Itachi. " Sasuke berlari menuruni tangga dengan memakai hoodienya, meninggalkan Itachi yang membeku di tempatnya.
TBC
A/N :
Terima kasih untuk minna – san yang sudah bersedia membaca fic hancur buatan saya hehehe... ini fic kedua saya dan dipersembahkan untuk ulang tahun Itachi. Outanjoubi Omedeto Itachi XD sebenarnya fic ini oneshoot, tapi karena saya kekurangan waktu, jadi saya publish dulu setengah. Karena saya masih newbie, mohon bantuannya minna –san . Dan juga terima kasih banyak untuk orang yang sudah mereview fic saya yang pertama. Hontou ni arigatou gozaimasu .
