Title: Bit Stupid, eh?
Author: aoora
Cast: HaeHyuk
Warning: boys love, boyXboy, typo, geje atc.
All Cast belong to God
.
.
.
.
.
.
Sebut aku aneh, karna aku selalu memperhatikannya dari jauh. Sebut aku penguntit, karna aku suka mengikutinya kemana pun ia pergi. Sebut aku gila, karna aku memang sangat menggilainya.
Gila? Aku masih waras hanya saja aku gila karna cinta. Aku gila sampai melakukan perbuatan kotor kepadanya yang membuatku merubah semua arahan tentang kisah cintaku. Dan sampai sekarang aku tidak akan prnah menyesal karna aku pernah melakukan itu kepadanya.
.
.
.
Saat itu aku sedang asik dengan kebiasaanku setiap harinya. Tidak pernah ada kata bosan saat aku menatap semua yang dilakukannya. Saat aku sedang asik memperhatikannya dari kejauhan, ada seorang lelaki tampan –tentunya tidak lebih tampan dari pada aku– mendekati pujaan hatiku yang imut dan lucu itu.
Dan betapa terkejutnya aku saat lelaki itu memeluk pujaanku dengan sayang lalu melumat bibir merahnya, yang bahkan aku belum pernah merasakannya. Tanganku mengepal erat, ingin rasanya aku mendatangi mereka. Lalu merebut Hyukkie-ku dari manusia kuda itu.
Aku mencoba menenangkan diriku. Serasa ada setan yang merasuki pikiranku saat itu. Aku memikirkan hal kotor untuk membuatnya menjadi miliku seutuhnya. Untuk menjalankan rencana kotorku itu, aku harus bersabar sampai ia dalam keadaan sendirian. Khukhukhu~ tunggu aku ya Hyukkie, sebentar lagi kau akan menjadi memilikku.
.
.
.
Waktu itu pun tiba, aku melihat Hyukkie-ku tersenyum dengan bibir merah menggodanya. Kulihat dari kejauhan ia sudah melambaikan tangannya saat ia mulai berpisah dari teman-temannya.
Dan saat itu juga aku bersiap ditempatku berdiri. Tepat saat ia berjalan mendekat, aku langsung keluar dari persembunyianku dan dengan cepat aku memberinya obat bius yang ada disaputangan yang sedari tadi memang sudah kusiapkan.
Aku tersenyum puas saat Hyukkie-ku dengan seketika jatuh dalam dekapanku. Lalu tanpa berpikir panjang, kugendong tubuhnya kedalam mobil seperti layaknya seorang mempelai wanita.
Dengan hati-hati kuletakkan ia dikursi penumpang. Kutatap wajahnya yang sempurna itu, lalu dengan perlahan kuarahkan tanganku kewajahnya, kusentuh setiap bagian dari wajah sempurnanya.
Saat perjalanan mataku sesekali melirik kearahnya. Melihatnya pikiranku menjadi liar kemana-mana. Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 10menit. Akhirnya kami pun sampai.
Dengan perlahan aku pun mengangkat tubuhnya kedalam gendonganku dengan hati-hati menuju rumahku yang selama ini kutinggali sendirian. Sesekali kutatap wajahnya dengan seksama, ahh demi tuhan dengan menatap wajahnya saja bisa membuat celanaku menyempit.
Karna celanaku yang kian menyempit, aku pun dengan tergesa membawanya dengan setengah berlari. Saat didepan pintu rumah aku pun dengan perlahan mengambil kunci yang ada disaku celana sebelah kiriku, takut membangunkan malaikat yang ada digendonganku saat ini.
Setelah pintunya terbuka aku pun langsung membawanya menuju kamarku. Kupikir pastinya akan sangat menyenangkan mengingat Hyukkie yang selama ini hanya bisa kupandang dari jauh kini bisa kusentuh bahkan sebentar lagi akan menjadi miliku seutuhnya.
.
.
.
Kuhempaskan tubuhnya kekasur king sizeku. Kutatap wajah manisnya, tanpa berkedip. Ketika tidur seperti ini bahkan ia bisa terlihat lebih menggoda dari pada biasanya.
Aku semakin bersemangat mengingat sebentar lagi semua yang ada pada dirinya akan kumiliki, dan yang pasti semua itu hanya untukku. Kuusap sebentar pipinya dengan lembut, lalu setelah itu pandanganku beralih pada pakaian yang dikenakannya.
Dengan perlahan aku pun melepaskan pakaiannya satu persatu. Setelah semua pakaiannya terlepas aku pun hanya bisa tersenyum puas. Puas rasanya bisa melihat keseluruhan bentuk tubuh hyukkieku yang indah ini.
Sebelum hyukkie tersadar aku pun dengan segera mengikat kedua tangannya dengan tali, supaya nanti saat aku ingin menyerangnya ia tidak akan berontak. Setelah semua pekerjaanku selesai, aku pun berjalan kearah sofa yang letaknya tidak jauh dari kasur tempat hyukkie sedang tidur.
Ada yang bertanya mengapa aku tidak langsung menyerangnya saat ini? Hah aku tidak akan seperti itu karna aku tidak ingin bermain dengan orang yang tidak memiliki kesadaran. Bila aku melakukannya sekarang, itu sama saja seperti aku bermain dengan seorang mayat. Dan aku tidak suka itu. Aku ingin mendengar desahan dan erangan kenikmatan dari bibirnya yang selalu menggoda imanku itu. Ah sudahlah aku tidak ingin memikirkannya, sebaiknya aku menunggu ia sadar sambil mendengar lagu saja.
.
.
.
Tak berapa lama Hyukkie pun terbangun dengan wajah yang bingung sambil mengedarkan pengelihatannya untuk mengetahui dimana dirinya.
Hyukkie pun terdiam saat melihat seorang pemuda yang sedang duduk dengan tenang sambil menutup matanya damai. 'Tampan' itulah satu kata yang muncul dibenak hyukkie saat melihat wajah seorang Lee Donghae.
Namun saat itu hyukkie Merasa sedikit tidak nyaman Hyukkie pun melihat keadaannya sendiri. Seketika matanya membulat lucu saat melihat seluruh tubuhnya yang tidak memakai satu kain pun dan itu membuat hyukkie berteriak nyaring.
"YAAA KENAPA AKU SEPERTI INI?" teriak Hyukkie dengan wajah yang terlihat frustasi. Seketika kuping Donghae pun berjengit mendengar suara indah hyukkie yang dapat menembus sumpalan yang ada dikupingnya itu.
Melihat hyukkie yang sudah sadar, Donghae pun beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati hyukkie yang masih belum sadar kalau Donghae sudah ada disampingnya sambil menatap kearahnya dengan lapar.
"Tenanglah chagi, kau tidak usah berteriak seperti ini." ucap Donghae tenang sambil mengelus kepala Hyukkie dengan lembut.
"YAA jangan sentuh aku, kau namja gila." Hyukkie menggelengkan kepalanya berharap Donghae berhenti mengelus kepalanya.
"Kau sebut aku namja gila? Hah bahkan yang membuatku gila seperti ini adalah dirimu chagi." Donghae pun mulai merangkak mendekati Hyukkie lalu dengan ganas ia melumat bibir Hyukkienya dengan cara paksa.
Hyukkie ingin berontak namun apa yang bisa dilakukannya saat tangannya terikat erat seperti itu. Hyukkie pun diam mencoba menerima semua perlakuan Donghae terhadap dirinya saat ini.
Namun setetes cairan bening sukses meluncur dari mata berkilau indahnya. Donghae yang sedamg asik melakukan kegiatan –mari menikmati semua bagian tubuh hyukkie– itu pun terdiam dan menatap hyukkie lembut sambil menghapus jejak airmata itu.
"Jangan menangis seperti ini, aku tidak ingin melihat wajah manismu sedih seperti ini." ucap hae lembut sambil menatap mata hyukkie lembut.
"Kau tau, aku sangat terharu denganmu"
"Hah maksudnya.?" Donghae menyerngitkan alisnya bingung
"Kau tau Hae, selama ini aku hanya diam saja kau perhatikan dari jauh."
"Hyukkie kau tau namaku?" Hyukkie hanya mengangguk kecil sebagai jawaban
"Ja-jadi kau tau kalau selama ini aku selalu memperhatikanmu?" tanya Donghae lagi dengan wajah yang penuh dengan keheranan
"Ya… dan kau tau, kau itu sangat payah untuk menjadi stalker."
"Ehh…"
"Bahkan aku tau semua tempat yang biasa kau jadikan untuk memperhatikanku dari jauh. Jadi sekarang bisakah kau bukakan ikatan tanganku ini hae-ah?"
"Dengan senang hati, asalkan kau tidak berusaha kabur chagi." bisik Donghae ketelinga Hyukkie dengan nada yang errr menggoda.
"Untuk apa aku kabur? Kau tau hae, aku bahkan sudah lama menunggu ini semua."
"Apa maksudmu chagi?" ucap Donghae bingung sambil melepaskan ikatan ditangan hyukkie
"Asal kau tau saja, aku menyuruh siwon menciumku tadi untuk membuatmu cemburu. Lalu karna cemburu kau memisahkanku dan siwon serta setelah itu kau akan memukul siwon karna tidak terima aku dicium. Setidaknya itu yang aku perkirakan. Tapi ternyata perkiraanku salah, kau bahkan tidak bergeming sedikit pun dari tempatmu saat siwon menciumku saat itu."
"Saat itu aku sangat kesal, sehingga aku hanya bisa melihatmu dengan pria kuda itu dari jauh. Tapi setelah itu aku mendapatkan ide yang menarik sehingga aku dapat membawamu kemari dan dapat melihat manusia manis tanpa busana dengan puas hahaha…"
"Ya dan idemu sangat membuatku senang Hae, aku tidak menyangka isi otakmu licik dan juga mesum Hae."
"Aku licik juga gara-gara siapa chagi?"
"Gara-gara aku mungkin" ucap Hyukkie dengan polos sambil mengerjapkan matanya imut. Hae yang melihat itu pun hanya dapat menelan ludahnya dengan paksa.
"Jadi chagi, sekarang bisakah kita melanjutkan permainan kita yang tadi?" mendengar itu Hyukkie hanya mengangguk dengan wajah yang dihiasi semburat merah. Hae pun langsung bertindak menyelusuri setiap inci dari bagian tubuh Hyukkie-nya.
"Saranghae Hyukkie chagi." ucap Hae sebelum bibirnya kembali menikmati bibir manis Hyukkie-nya. Hyukkie hanya membalas ciuman Hae sebagai jawaban dari perasaannya. Walaupun saat itu HaeHyuk baru jadian, tapi mereka tetap melakukan hubungan saling menyatukan diri yang menimbulkan kenikmatan tersendiri.
.
.
.
.
.
The End
