Title : Complicate

Author : Jung Mingsoo a.k.a Hyuuga Lta (eLtaYeol)

Main Cast :
- Kim Myungsoo
- Kim Sunggyu

Other Cast :
- Nam Woohyun
- Lee Sungyeol
- other

Rate : T+

Genre : Romance(?), Drama, Hurt (?) entah lah tetukan sendiri ya ? *-*

Warning : BL, YAOI, Shonen-ai, gaje abal, Typo(s) DLL

Kedua bibir itu masih saling bertautan sejak beberapa menit yg lalu, salah satu namja itu meremas kaos bagian dada namja satunya, tangan itu tadinya untuk menahan namja didepannya namun pupus saat sudah terlena dengan rasa ciuman mereka sekarang. Kim Sunggyu memejamkan mata menikmati ciuman adiknya Kim Myungsoo yg begitu menuntut, lihat betapa betapa rakus dongsaengnya itu melahap bibirnya lalu lidah adiknya yg lihai menginvasi rongga mulutnya, menyentuh semua bagian dalam. "Ugh..." eluh Sunggyu lututnya melemas tak kuat menopang berat tubuhnya, Myungsoo semakin erat memeluk pinggang Hyung tercintanya, hatinya berdesir memarasakan ciuman yg seharusnya terlarang untuk mereka.

"Huft..mkf..ck..Lepft pasft" Sunggyu terbelalak berontak sadar apa yg mereka lakukan adalah 'kesalahan' dan tak seharusnya ia membiarkan ini. Tangan yg masih didepan dada Myungsoo digerakan untuk mendorong lagi namja tampan dongsaeng tersayangnya itu, Sunggyu meringis merasakan gigitan dibibirnya dan sebuah benda lentur masuk kecela ringgisannya. Tenaga Sunggyu masih lemas efek ciuman mereka tapi dia tak menyerah didorong dada sang adik dan mengelengkan kepalanya untuk mengelak ciuman ini, namun usahanya sia-sia saat salah satu tangan Myungsoo mencengkram dagu dan tangan satunya memeluk pinggang semakin erat dan posesif menghapus jarak mereka.

"Kwuf.." eragan berupa permohonan di keluarkan Sunggyu disela ciuman mereka, mata sipitnya memanas, berair, perasaanya campur aduk menbinggungkan bersalah atas kesalahan ini, sedih merasa gagal membiarkan kesalahan ini, benci pada dirinya yg tak bisa menghentikan kesalahan ini, senang ? ya senang bahagia sang adik membalas rasa sayang namun berlebih yg membuat kesalahan ini, dan masih banyak lagi terutama yg terpenting bagaimana tanggapan seluruh keluarga besar KIM ?.

Myungsoo membuka mata saat merasa ada yang basah bukan di tautan bibir mereka namun pipi merona sang Hyung, Hyung cantiknya menangis hal ini sontak menghentikan gerakan bibirnya, "Hah…Hah.. Hahs" nafas Sunggyu memburu meraup semua oksigen di sekitar, mengisi paru-parunya yang kosong.

"Hentih..kan ini Myungsooh !" kata Sunggyu masih dengan nafas tersengal, mendorong namja di depannya kuat walaupun tak berefek apa-apa untuk Myungsoo, namja yang lebih muda 2 tahun dari Sunggyu itu tetap memeluknya malah menengelamkan di ceruk leher Hyung manisnya itu.

"Apanya ? ciumannya ? sudah ku hentikan kan ?" kata bernada santai itu terlontar dari bibir Myungsoo yang kini manyerang leher Sunggyu Hyungnya.

Mata Sunggyu semakin basah di pelakukan seperti ini oleh adiknya, sungguh ia tak mengerti kenapa Myungsoo selalu memperlakukan seperti ini, apa arti dirinya untuk Myungsoo ? bukan kah dia hanya lah Hyungnya Myungsoo ? tapi kenapa hubungannya manjadi seperti ini, ini terlalu….. err 'intim' bukan untuk ukuran saudara apalagi mereka saudara sekandung. Kenapa dongsaeng kecilnya manjadi seperti ini ? apa karna dia terlalu memanjakannya ? apa dia terlalu menyayangi sang adik yang kekukarangan kasih sayang dari orang tua mereka, mungkin hubungan berlebih ini pelampiasan sang adik yang kekurangan kasih sayang.

"Hubungan ini salah saengie… hiks" kata Sunggyu terisak dan air mata membasahi kaos bagian pundak Myungsoo, namja cantik itu lemas dan berhenti berontak, sudah telalu lelah tubuh, hati dan pikirannya, bibirnya yang bengkak karna ciuman adiknya tadi kini semakin bergetar.

"Siapa yang mau menyalah kan ? orang lain siapa yang peduli…. Yang aku tau aku mencintaimu" tegas Myungsoo melepas pelukannya hatinya perih mendegar tangisan Hyung tercintanya di hapus air mata dipipi namja cantik itu, dia tidak suka melihat orang yang ia cintai menangis, ini sungguh menyakitinya.

"Tapi aku Hyungmu dan kita saudara sekandung…" mata sipit sembab milik Sunggyu menatap mata elang Myungsoo, namun tak bertahan lama, selalu begitu ia tak berani menatap sang dongsaeng yang memiliki mata tajam, menusuk dan terkesan dingin sungguh membuat dirinya takut, adiknya selalu bisa mambuat orang salah tingkah dengan hanya pandagan mata elang tajam.

"Jadi seharunya kau mancintai orang lain saeng, aku Hyu-hyungmu" Sunggyu mengatakannya dengan sedikit getar.

Myungsoo mncengkram bahu Sunggyu "Kenapa aku harus mencintai orang lain kalau ada kau di dekatku yang mencintaiku, kau mencintaiku kan ?" pertanyaan yang membuat Sunggyu membeku, apa dia mencintai Myungsoo, dongsaengnya ini ? tentu dia mencintai sebagai saudara, adiknya. Tapi apa iya ?

"Tentu, aku mencintaimu nae Dongsaengie. Kau saudaraku" kata Sunggyu ragu menggukir senyum di bibir pinknya.

"Bukan, kita mencintai sebagai pasangan Gyuyie-ah. Bukan Hyung atau Dongsaeng, saudara atau apalah itu namanya" sentak Myungsoo keras mata elangnya berkilat penuh amarah, Sunggyu bergetar takut melihat sisi dingin sang adik yang jarang di tujukan untuknya, walaupun kesan pertama seseorang pada Myungsoo pertama kali adalah dingin dan menakutkan tapi berbeda saat dia bersama Sunggyu selalu hangat dan ramah penuh kasih.

"Dengar, kau tak perlu menahan cintamu hanya karna pandagan orang lain yang terpenting kita saling mencintai Gyuyie-ah" tatapan Myungsoo melembut kala menyadari ketakutan Gyuyie-nya dia tak mau menyakiti Gyuyienya,

"Anni, sungguh ak-aku hanya mengangap mu Dongsaeng cin-cintaku tak lebih dari itu" Sunggyu mengeleng.

Cengkraman Myungsoo mengeras membuat Sunggyu meringis kesakitan, melihat itu namja bermata elang itu melepas dengan kasar membuat Sunggyu sedikit terhuyung. "BOHONG, sejak kapan kau jadi pembohong ? kau pasti bukan Gyuyie 'ku', kemana Gyuyie 'ku' ?" bentakan itu membahana dia salah satu kamar masion Kim lebih tepatnya kamar Kim Sunggyu, kamar bernuansa putih itu terasa sangat suram malam ini.

"Aku disini saengie, aku Gyuyie-hyungmu" Sunggyu memberanikan diri menatap Myungsoo yang kini rahangnya mengeras, wajah stoic itu semakin menakutkan.

"Sebenarnya aku sudah mencintai orang lain, kau pun juga harus begitu, mencin—" perkataan Sunggyu terpotong saat tiba-tiba Myungsoo melemparnya ke Bad king size kamar miliknya.

"Kau mencintai orang lain ? cih.. kau tau tidak pandai berbohong ?" Myungsoo menindih Sunggyu ketakutan menatapnya.

"Kau tidak bisa berbohong, berubah menjadi pembohong seperti ini, siapa yang berani merubah Gyuyie-ku ?"

"SIAPA ? SIAPA ORANG ITU ?" Hanya gelengan Sunggyu sebagai jawaban bibirnya terlalu keluh untuk menjawab melihat dongsaengnya mengamuk sungguh menakutkan.

"Jawab aku siapa ?... apa Nam Woohyun yang sudah menghasutmu ? SIAPA ? akan kupastikan akan memberinya 'Pelajaran' kepadanya" Myungsoo mencengkram dagu Sunggyu, menatap wajah ketakutan namja bemata sipit itu mengigit bibir bawahnya, memandang seolah mengatakan Sungguh-aku-tidak-bohong. Sunggyu memang sedang dekat dengan namja bernama Nam Woohyun ini namun mereka hanya sebatas Ketua dan Wakil Dewan Siswa.

"Kau jadi keras kepala dan pembangkang ku pastikan Nam Woohyun mendapat 'Pelajaranya' besok !" desis berbahanya Myungsoo sambil beranjak dari tubuh Sunggyu, dengan cepat namja manis itu bangkit menahan adiknya

"Woohyunie tak ada hubunganya dengan ini" jelas Sunggyu membela teman satu organisasi siswa di sekolahnya, Myungsoo menghentakan tangan Sunggyu kasar

"Cih kau bahkan memiliki panggilan menjijikan untuknya" Myungsoo tersenyum mengejak 'Awas saja kau Nam Woohyun' batin Myungsoo geram kecemburuan memenuhinya.

BRAKK…

Pintu kamar Sunggyu terbanting karna adiknya, di merebahkan tubuhnya kembali dan membalikan tubuhnya menegelamkan wajah basahnya di ranjang kingsize itu. Dia berdoa agar Myungsoo tak nekat seperti sebelumnya, dia tak mau adiknya kenapa-napa dia terlalu menyayangi adik bungsu nya itu.

Pikiranya menuju masa lalu dimana dirinya yang masih 7th dan Myungsoo 5th, dongsaengnya sering menagis karna di tinggal kedua orang tua nya untuk bekerja, mereka hanya tinggal berdua di masion Kim yang besar ini hanya ada pelayan dan pengasuh Myungsoo tapi adiknya itu memecat pengasuhnya dengan alasan Sunggyu bisa menjaganya, jadilah Sunggyu yang mengurus semua keperluan dan tentu kasih sayang yang tidak mereka dapat dari orang tua mereka. Sebagai Hyung dia selalu bersikap dewasa selalu mengerti keadaan orang tuanya yang sibuk terutama adiknya yang kekurangan kasih sayang, Sunggyu selalu memanja nya menuruti semua keingin sang dongsaeng hingga membuat Kim Myungsoo selalu bergantung padanya tak mau jauh dan Sunggyu tak boleh menjauh darinya.

Pernah suatu hari saat dia masih Junior high sekolahnya mengadakan Study camp yang mengharus kan semua peserta untuk menginap 5 hari di villa sewaan sekolah, dan Sunggyu adalah peserta. Tapi Myungsoo melarang keras Sunggyu untuk pergi ataupun menginap disana, tapi Sunggyu yang masih remaja ingin mempunyai keingintauan mengebu akhirnya dia kabur diam-diam dari Myungsoo. Memang dia berhasil keluar dan mangikuti acara sekolahnya, tak lama dia mendapat kabar kalau adiknya masuk Rumah Sakit karna mengamuk menghancurkan kamarnya sendiri dan menyakiti dirinya. Sunggyu sangat menyesal memaksa wali kelasnya untuk pulang, dia terus menangisi kebodohanya melawan adiknya yang memang dari dulu tak bisa di bantah. Sunggyu menangis melihat keadaan dongsaengnya yang seperti mayat hidup saat itu, dia meminta maaf dan berjanji tidak akan membantah apapun permintaan Myungsoo selalu menuruti apapun kemauan Myungsoo dan sejak itu lah 'kesalahan' itu dimulai dan dia tak bisa berbuat apa-apa, ia terlalu menyayagi dongsaengnya itu.


Myungsoo meninggal kan ruang makan begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Hyungnya menyuruhnya untuk sarapan terlebih dahulu. Dia memutuskan untuk naik kereta, tidak seperti biasa dia akan berjalan dengan mengandeng possessive Sunggyu namun kali ini berbeda di hanya sendiri, dia tak mau memakai fasilitas mobil dan supir di masionnya selama ini hanya untuk bersama dengan Sunggyu tanpa ngaguan meraka terbiasa berjalan karna jarak dari masionnya pun cukup dekat hanya 15 menit ber jalan *jiahhh gw sih males jalan segitu #plak*

Myungsoo memasuki gerbang Kyunghee high school yang masih sepi, jelas saja pukul 06.00 masih terlalu pagi untuk jam masuk 06.30 masih ada waktu satujam memulai pelajaran. Dia tanpa peduli memasuki gedung sekolah dan masuk kekelasnya 10 multimedia 2 duduk di tempat paling pojok sebelah jendela. Dia mendudukan diri lalu mengeluarkan Komik Death Note untuk mengisi waktu membacanya dalam kesunyian kelas, satu persatu teman-teman sekelasnya datang sedikit terkejut melihat Myungsoo yang mojok (?) sendirian namun Myungsoo tak peduli kepada mereka, dia hanya menuggu seseorang.

"ANYEONG YEOROBUN~" teriak ceria dua namja, mereka tetawa memasuki kelas Myungsoo, kebiasaan mereka untuk meramaikan kelas. Mereka tertawa mendapat omelan dari teman-temanya yang kaget dengan keributang yang mereka buta

Brakkk….

Myungsoo melempar komiknya segera berjalan menghampiri mereka berdua tujuhannya hanyalah salah satu dari mereka, pandanggan dingin dilayangkan, tujuhanya hanya satu memberi 'Pelajaran' pada namja yang telah merubah Gyuyie-nya.

Bhugh…

Pukulan telak mengenai salah satu pipi dari mereka "Myungsoo-yah, apa yang kau lakukan ?" teriak namja berpipi chubby melihat temanya di pukul Myungsoo padahal mereka baru saja datang bahkan duduk saja belum, Lee Sungyeol namja chubby tadi membantu Nam Woohyun yang tertesungkur dilantai karna pukulan Myungsoo.

"Namoo, gwencanayo ?" Sungyeol bertanya pada Namoo pangilan akrabnya untuk Woohyun dan membantunya berdiri.

"Gwencahana, Choding ?" Woohyun tersenyum mengegam tangan sahabatnya yang memeriksa lembab di sudut bibirnya menyingkirkanya secara lembut, Myungsoo mengepal kan tangan menahan amarah yang masih menumpuk di dadanya.

"Yeol-Hyung menyingkir lah, aku ingin memberi sahabatmu ini Pelejaran" perintah Myungsoo pada Sungyeol

"Mw-mwo ? apa salah Namoo pada mu di—"

"AKU BILANG MENYINGKIR" bentak Myungsoo membahana di kelas mereka, Sungyeol tersentak kaget dan matanya mulai berair, tak pernah ia melihat Myungsoo sekasar itu padanya walaupun sering bersikap dingin, karna mereka sudah berteman sejak kecil bersama hyungnya Myungsoo, Myungsoo hanya mau bersikap lembut kepada orang tertentu temasuk dirinya dan Sunggyu. Rasanya hatinya perih di belah pisau yang tak terlihat secara kasat mata, luka hatinya semakin mengaga lebar di bentak seperti itu setelah lukanya melihat seseorang cintanya tapi tak pernah ada balasan karna teman kecilnya ini mencintai orang lain Hyung-nya Myungsoo sendiri.

"Jangan membentak sahabatku, dia TUNANGANMU" Woohyun menekan kata terahkir dia tidak suka melihat sahabatnya sakit lebih dari selama ini sahabatnya rasakan, dia cukup bersabar menghadapi Myungsoo yang terus menyakiti Sungyeol. "Bukan kah masalahmu dengan ku ? sekarang apa ? pasti Sunggyu-Hyung sudah melaksanakan saranku, eoh ?" lanjutnya menantang Myungsoo.

"Sungyeol tunanganku tak ada urusanya denganmu dan Jauhi Sunggyu-KU" geram Myungsoo mata tajamnya berkilat rahangnya menegang Menahan amarah. "Kau tak tau apa-apa, jangan ikut campur"

"Aku tau semua tentang kalian cinta 'terlarangmu', kau yang menjerumuskan Hyungmu dan kau menyakiti tunanganmu, Sungyeol" pasti sakit menjadi Sungyeol yang menjadi tameng hubungan Myungsoo dengan Sunggyu menghindari kecuriagaan keluarga dan teman, menjadi tunangan hanya status Sungyeol, sedangkan hati dan cinta Myungsoo hanya untuk Sunggyu. Mungkin karna ini hanya perjodohan dari keluarga Lee dan Kim namun tak bisa di pungkiri dia mencintai namja stoic itu, ia tak pernah protes dengan Myungsoo dan Sunggyu yang ia pikirkan hanya bisa bersama dengan cintanya walau bertepuk sebelah tangan.

"Dan aku sudah bersumpah untuk membebaskan Sunggyu-Hyung darimu sebelum dia terjerumus terlalu jauh. Apa kau tidak sadar dia Hyung kandungmu, hah ?" Woohyun semakin memojokan namja tampan itu.

Mata elang Myungsoo tertutup sebentar lalu dibuka dengan berbahanya untuk objek pandangnya "Aku tidak peduli, aku mencintainya bukan sebagai Dongsaeng pada Hyung tapi sebagai cinta pertamaku dan orang yang sangat kecintai, jadi ku tegaskan sekali lagi jauhi SunggyuKU"

Sungyeol merasa lemas dan dadanya sesak mendengar kata-kata itu walaupu ia sudah tau kalau Myungsoo mencintai Sunggyu tapi mendengarnyalangsung ternyata lebih menyakitkan, dia remasnya jas bagian dada kirinya seragam hari ini dan menuduk dalam meyembunyikan air matanya tahan lagi dia menangis dalam diam.

"Yeah, CINTA TERLARANG" ucap Woohyun santai tapi ada tekanan di 2 kata terahkir.

BUGH…

BUGH…

BUGH…

Woohyun kembali mendapat pukulan bertubi-tubi dari Myungsoo

BUGH….

BUGH….

BUGH… kali ini Woohyun tak mau tinggal diam, dia melawan Myungsoo sama kalapnya. Sungyeol memekik sendiri melihat mereka beradu pukulan, karna semua sudah keluar kelas saat pertengkaran mereka di mulai hanya mereka bertiga di kelas, dengan panic dia menghentikan aksi keduanya yang sudah di penuhi amarah, wajah yang terkenal stoic Myungsoo sekarang benar-benar mengambarkan kemarahan sangat. Sungyeol mencoba menahan tangan Myungsoo yang membabi buta manghajar wajah tampan Woohyun, namun sia-sia dia malah terlempar agak terhuyung kebelakang hampir terjatuh, Myungsoo yang seperti ini mengigatkannya waktu mereka masih kecil waktu Myungsoo marah kepada Sunggyu yang kabur dan kabur untuk Study Camp, padahal dulu ada dirinya disisi Myungsoo tapi tak dilirik sekalipun pikiran berstatus 'tunangganya' itu hanya pada Sunggyu-Hyungnya.

"HENTIKAN" teriak Sungyeol mendorong Woohyun yang memukuli Myungsoo dengan posisi namja 1 tahun di bawahnya itu tersungkur.

Sungyeol buru-buru memeluk Myungsoo untuk menghidari Woohyun memukul namja yang sanggat ia cintai sejak mereka kecil, "Kau BODOH, memiliki cinta TULUS tapi kau di butakan dengan cinta TERLARANG mu itu" ejek Woohyun meludah rasa anyir darah di lidahnya.

"Cukup, pergilah dulu Namoo" perintah Sungyeol sambil terus memeluk Myungsoo menahannya.

"Kau menyadarinya pun, tak pernah bukan ? dia di depanmu, selalu di sisimu tapi melirikpun kau tidak, kau tau kenapa ? itu karna KAU EGOIS" Woohyun terus membeo tak mengidahkan perintah Sungyeol.

"Dari dulu Sungyeol di sisimu dan mencintaimu, ingin selalu besamamu yang mncintai Hyungmu dan—"

"NAMOO PERGI !" teriakan Sungyeol memotong fakta yang dilontarkan Woohyun.

"Lihatlah Sungyeol bagaimanapun dia tunagnan mu yang SANGAT MENCINTAIMU, lepaskan Sunggyu untuk bahagia kalau kau tak mau di angap egois" kata Woohyun sebelum menyambar tasnya yang tadi terjatuh dan meninggalkan mereka berdua.

Sungyeol merengangkan pelukanya merasa tak ada pergerekan Myungsoo, "Gwenchana ? appoyo ?" tanya lembut Sungyeol memeriksa luka-luka di wajah tampan 'tunangannya' pukulan Woohyun pasti keras karna sahabanya itu pemegang sabuk hitam Taekwondo

"Apa benar Hyung ?" tanya Myungsoo tiba-tida

"Mwo ? apanya ?" Sungyeol acuh lebih memilih memeriksa wajah Myungsoo

"Kau mencintaiku ?" pertanyaan Myungsoo membuat pergerakan tangan Sungyeol berhenti memeriksa luka-lukanya.

TBC

Annyeong author abal disini bagi" FF ini lebay… mianhae kalo gaje bgt " ini sebenernya pernah aq post di blog ama FB jadi n perbaikan sana-sini tapi mian kalo gak maksimal untuk typos juga mianhae *DEEP BOW*