Hi! Hi! Minna, Konbawaaa..~ Padahal aku aku author baru dan baru ngeupdate 1 fanfic tapi malah nggak dilanjutin, Gomennasaiii Sebenarnya waktu itu data fanficnya dihapus semua sama tetanggaku waktu main kesini, datanya udah banyak lagi T^T Dasaaar kau cumi-cumiii, kucincangg kauu! *^* *hawamembunuh#plak. Sebenarnya itu udh lama sih berbulan-bulan yg lalu, tapi tetep aja Chocolachii agak sedikit lupa sama alurnya walau udah dipikir-pikir terus, aku orangnya pelupa sihh =w=/plak. Hpntouni Gomennasaaii, kalau inget dilanjutin lagi kok Ayo kita baca cerita yang baru sajaaa..~ *w* /dilempar
Oke, segitu aja dari author tercinta ini ;w; /deush. Happy Readingg!
Fake Girlfriend Monogatari
.
.
© Yamaha Corp – Crypton Media Future – dll
.
.
Character : Miku H
.
Rated : K+ / T
Genre : Romance, Humor, de el el(?):v
.
.
WARNING!
OOC, Gaje, aneh, Typo(s), alur kecepetan, bahasa abal, dll
.
.
"Chocolachii Hanami"
.
.
"Don't Like? Don't Flame!"
.
.
Pagi yang cerah disambut dengan sinar matahari yang semakin lama semakin menampakkan dirinya dari malam yang telah berlalu, hingga membuatnya bersembunyi dari balik bulan purnama nan indah yang menerangi kota Akibahara ini sepanjang malam yang terjadi kemarin. Gadis berambut hijau tosca ini memandang dengan wajah takjub dari jendela kamar miliknya yang terbuka sambil memperhatikan keindahan kota Akibahara di pagi hari ini dari Apartemen yang ia tinggali kira-kira berlantai jumlah 30 memperhatikan langit yang berawan dan cerah yang disinari pula oleh sinar matahari, lalu ia beralih pandang ke pohon tinggi di sebelah jendelanya yang mencapai ketinggian dari lantai 14 yang ia tinggali, dipohon yang tinggi dan lebat itu terdapat burung-burung berkicau dengan suara merdunya yang membuat gadis berambut hijau tosca itu asyik mendengarkannya sambil menyanyikan lagu yang cocok untuk nada suara kicauan itu dan jemarinya pun ikut asyik memainkan pulpen yang ia pegang sambil memutar-mutarkannya hingga ia puas
Burung-burung pun berhenti berkicauan dan bertebangan kembali ke tempat mereka berasal, meninggalkan gadis hijau tosca itu yang asalnya merasa seakan ditemani namun menyadarkannya bahwa ia hanya sendirian dan untuk seterusnya akan selalu sendirian. Ia pun berhenti menyanyi dan raut wajah mukanya berubah menjadi sedih lalu mengepalkan tangannya sekuat tenaga yang ia bisa, tersadar bahwa di apartemen ini ia hanya sendiri. Tak tersadar Bulir-bulir air mata mulai membasahi pipinya ."Ah.. kenapa aku menangis?"ucap gadis itu sambil memegang pipinya. "Tidak.. tidak. Aku tidak boleh menangis. Miku adalah orang yang kuat!"sesegera ia menghapus bulir-bulir air mata yang sedari tadi berjatuhan dan menghapus jejak air matanya lalu mencucinya di wastafel sehingga tak terlihat bahwa gadis itu tengah menangis.
Miku, Hatsune Miku adalah nama dari gadis tak beranggota keluarga itu. Keluarganya tewas pada saat Miku berumur 3 tahun dikarenakan kecelakaan tabrak lari yang merenggut 5 nyawa termasuk keluarganya yang terdiri dari kakak,ibu, dan ayahnya yang pada saat itu sedang berlibur ke Tokyo dome, yang sangat diinginkan Miku pada saat ia kecil, beruntungnya Hanya satu-satu diantara 5 orang yang tewas, miku berhasil terselamatkan karena dilindungi oleh kakaknya, saat itu, Miku selalu menyalahkan dirinya, seakan bahwa penyebab kecelakaan adalah dirinya sendiri. Ia selalu berpikir jika dia tak memaksa pergi ke Tokyo Dome, maka tak akan terjadi seperti ini. Yang ia selalu inginkan dari dulu adalah berkumpul dengan seluruh keluarganya dan berbincang bincang lalu menghabiskan waktu bersama seperti halnya dulu ketika Miku berumur 3 tahun, dia pun ingin sekali ada yang memperhatikannya dan menyambutnya pada saat ia pulang dan juga masih banyak lagi harapan miku yang ia selalu harapkan walau ia tahu bahwa usahanya hanya sia-sia jika selalu berharap seperti itu pada tuhan
Setelah mengingat-ingat kejadian ketika ia kecil yang selalu menghantui gadis kecil itu hingga ia sudah kelas 2 SMP sekarang. Ia pun tersadar dari lamunannya itu, dan segera memperhatikan jam yang berada di tangan mungilnya itu yang tertera pukul 07.30. "Oh, tidak!Sebentar lagi aku akan telat!"teriaknya dengan wajah kaget dan cemas seakan ketakutan. Karena tak mau membuang waktu, miku pun lansung mengambil tasnya dengan cepat dan berlari ke arah pintu. Di tempat penyimpanan sepatu, dia lansung memakai sepatunya cepat dan berlari ke arah luar pintu dan membantingnya."Aku berangkat!"Itulah yang ia ucapkan sebelum ke luar dari rumahnya, meskipun tahu tak akan ada yang menjawabnya namun ia selalu saja mengucapkannya berkali-kali setiap ia gadis itu dengan riangnya berlari menuju sekolahnya dan tidak mempedulikan apa yang dikatakannya tadi
Di sepanjang perjalanannya, gadis itu berlari sambil bernyanyi di sepanjang jalan dengan merdunya untuk mengusir kesedihan dan kebosanan yang ia alami saat terlalu asyik menyanyi dengan airphone yang sedari tadi ia pakai di telinganya untuk sekedar menghibur dirinya, tak sadar gadis ini menabrak seorang pemuda yang memiliki rambut pirang/yellow blonde yang diikat menjadi ponytail kecil dan memiliki mata biru sapphire yang memukau, membuat gadis ini kagum akan keindahan matanya. "Heii!Jangan menghalangi jalanku, kau menyebalkan!"Ucapnya dengan kesal, lalu gadis itu lansung sadar atas lamunannya, Miku pun segera bangun dari tubuh mungil pemuda itu yang tertimpa oleh Miku. "G-Gomen!Tadi, aku tak terlalu fokus memperhatikan jalan. Hontouni Gomennasai!"Ucap Miku sambil menundukkan kepalanya, setelah itu ia mengulurkan tangannya. Isyarat pertanda bahwa ia ingin menolong pemuda itu bangun dari kejadian tertubruk tadi oleh Miku, namun pria itu menampar tangan miku seolah ia menolak pertolongan miku lalu beranjak bangkit dengan tubuhnya yang mungil itu sendiri."Hei!.. kau.. kau.. shota dan manis sekali! Kau itu kelas 1 ya?Jangan-jangan kau memiliki sekolah yang sama denganku!terlihat dari seragam yang kau pakai itu sangat mirip denganku"Ujar miku dengan senyum tipisnya yang sangat manis. "Apa katamu?Aku tak seperti yang kau pikirkan!Kau sangat menyebalkan!"Jawab Pemuda itu dengan tatapan dinginnya. 'Ada apa dengannya?Kenapa yang dikatakannya hanya 'menyebalkan'?Padahal kan aku hanya bermaksud untuk menyapanya saja!Apa aku salah?'Ucap miku dalam benaknya sambil memanyunkan/menyunggingkan bibirnya yang sangat kecil.
"Ah!Len, tunggu aku!Kenapa kau selalu meninggalkanku?Apa salahku?"Teriak seorang gadis yang berlari ke arah miku dengan pemuda itu dengan jarak yang semakin dekat menghampiri mereka. Lalu, pemuda itu dan miku menolehkan kepalanya kepada gadis itu secara bersamaan. Setelah dilihat-lihat lagi, wajah,rambut, dan tubuhnya sangat mirip dengan pemuda ini!hanya saja, dia berjenis kelamin seorang gadis,berambut sebahu, dan memakai pita bunny diatas rambutnya yang sangat lucu. 'Kenapa terlihat begitu mirip dengan pemuda ini?Apa mereka ini adalah saudara kembar? pikir Miku sambil mengernyitkan dahinya. "Aku sangat mencintaimu, Len!Kenapa kau tidak bisa menerimaku dan mencintaiku sedikitpun?"Ucapnya sambil mengatur nafasnya setelah ia berlari mengejar pemuda ini. "A-apa?Mencintai?"Gumam Miku yang benar-benar bingung atas semua yang telah gadis itu ucapkan. 'Bukankah mereka keluarga?'itulah yang selalu ada di benak miku
"Sial!Kenapa harus terkejar!?"Gumam pemuda ini "Eh!?"Ucap miku kaget atas gumam len tadi "Sudah kubilang kan Rin, Aku tidak mencintaimu!dan tidak pernah sekalipun untuk mencintaimu!Jangan senang dulu karena ini perjodohan dari orangtua kita!Karena aku tidak akan menerima sekalipun atas pendapat atau perjodohan orang bodoh itu"Ucap Pemuda itu menatap gadis itu dengan dingin, lalu ia sesegera menoleh ke arah miku dan berpikir sejenak dan lansung saja ia menggengam tangan mungil miku dan segera menariknya ke sebelahnya hingga jarak mereka sangat dekat "L-lagipula.. aku sudah punya pacar!ya, benar aku sudah pacar!"miku pun membeku 'A-apa?I-itu.. Itu.. maksudnya aku?'gumam miku dengan wajah memerah , sekejap terlihat rin mulai menampakkan tatapan kosong dengan mulut yang tebuka lebar seakan ia kaget dan tersakiti dari semua perkataan pemuda itu "Lihat!dia adalah pacarku!Bilang pada orangtua bodoh itu kalau aku sudah punya pacar dan biarkanlah aku hidup semauku!Dan juga kau, jangan pernah mengatur hidupku juga hanya karena kau adalah kakakku!"ucapnya lalu ia pun berbalik arah mulai menarik tangan miku dan membawanya lari menuju ke sekolah
"Hei!Tunggu sebentar!Apa yang kau maksud tadi?"Ucap miku ketika pemuda yang bernama "Len" itu masih menariknya dan membawanya berlari menjauh dari gadis itu dengan tujuan pergi ke sekolah mereka "Len, Kagamine Len.. itu namaku, mak-"Miku pun memukulnya sampai ia menjauh darinya dan Ucapan Len pun akhirnya terpotong dengan ucapan miku "Baka!Bukan itu maksudku!Aku tidak menanyakan namamu melainkan maksud ucapan yang kau katakan pada gadis itu!"Len pun berdiri dari asal terjatuhnya (Karena di pukul oleh miku tentunya! w)dd) ia ke suatu rumput rumput beserta tanah yang berada dibawah yang mereka pijak hingga membuat baju Pemuda bermata sapphire itu kotor. Ia pun menatap wajah gadis bermata hijau tosca itu dengan meremehkannya lalu tangannya berada di arah depan dadanya dengan mengepalkan tangan kanannya karena kesal pada miku yang memotong apa yang dia ucapkan "Oi!Apa maksudmu?Justru kau yang bodoh!kau tahu?la-" "Haa?"ucap miku mulai memotong pembicaraannya lagi hingga membuat len pun makin membuatnya menanggap miku itu adalah gadis menyebalkan "Berisik!Gadis bodoh kau hanya menyusahkan saja, kenapa aku mempunyai ide sebodoh itu sih tadi?"Len pun sweetdrop dengan memegang tangannya ke arah dahinya dan mulai memalingkan matanya dari miku "Hee?A-apa maksudmu!?Lalu.. lalu.. jika sedang berbicara denganku cobalah untuk tidak memalingkan matamu!Itu tidak sopan, bodoh!" "Soalnya kamu sih-"Ucap len ketika mau membalas ucapan miku, namun mungkin hari ini adalah nasib sial bagi len karena dari kejauhan ia melihat rin berlari dengan menutupi wajahnya. Sesegera ia menarik miku dan bersembunyi di balik pohon.
Rin POV
"L-lagipula.. aku sudah punya pacar!ya, benar aku sudah pacar!" Ucap len yang dengan segera menggenggam erat tangan mungil gadis bermata hijau tosca itu,muka gadis itu pun mulai memerah ketika len mengatakan itu dan menggenggam tangannya 'Eh!?'itulah hanya respon dariku walaupun hanya dalam benakku. Jujur saja, aku sangat kaget dengan apa yang ia katakan dan tanpa sadar pun mataku memulai menatap len beserta gadis itu dengan tatapan kosong dan mulut terbuka lebar 'Apa jangan-jangan dia..!?' "Lihat!dia adalah pacarku!Bilang pada orangtua bodoh itu kalau aku sudah punya pacar dan biarkanlah aku hidup semauku!Dan juga kau, jangan pernah mengatur hidupku juga hanya karena kau adalah kakakku!"ucapnya lalu ia pun berbalik arah mulai menarik tangan mungil gadis itu dan membawanya lari menuju ke sekolah
"L-Len!?K-kenapa?"tak tersadar bulir-bulir air mataku mulai berjatuhan ketika menatap ke arah punggung len yang mulai menjauh bersama gadis itu dan karena tidak mau terlihat oleh oranglain akupun menyembunyikan mataku di balik rambutku lalu aku pun berjalan menuju taman tempat aku dan len dahulu menghabiskan waktu bersama sewaktu kecil, terlihat disana tidak ada satupun orang dan akupun mulai menaikki ayunan sambil masih menyembunyikan wajahku "Kau bodoh!Bukankah dahulu kau mencintaiku?Bahkan kau bersumpah untuk selalu bersamaku dan mencintaiku selamanya!"Teriakku'P-padahal aku sudah sangat senang ketika orangtua kita menjodohkan kita untuk menjadi pasangan, t-tapi setelah itu kenapa kau berubah?Ini sangat tidak adil, len!' ucapku dalam hatiku sambil menguatkan pegangan di ayunan itu "Ti.. tidak bisa dibiarkan!Len adalah milikku, siapapun kau yang menjadi pacar len.. aku tidak akan pernah membiarkanmu!"Ucapku mulai meghapus air mataku dengan tangan yang masih kukepalkan dan aku pun mulai bangkit dan bergegas dengan berlari menuju ke sekolah yang masih menyembunyikan wajahku
Normal POV
Len pun menarik miku dan bersembunyi di balik pohon dengan posisi len yang merangkul tubuh miku dari belakang "Heii.. Apa yang-?!"Ucap miku terpotong karena dengan sesegera len menutup mulut miku "Diamlah sebentar.."Bisik Len kepada miku 'Bagaimana mau diam dengan posisi seperti ini?Dia benar benar bodoh!' ucap miku dalam benaknya dengan muka yang memerah, lalu miku tersadar alasan len melakukan itu padanya karena terlihat rin yang melintas dengan wajah yang ditutupi oleh rambutnya, setelah rin terlihat sudah menjauh len lansung melepaskan tangannya dari mulut miku dan mulai menjauhkan dirinya terhadap miku "Kau.. melakukan itu karena ingin menyembunyikan dirimu dari gadis yang tadi kau sebut rin, kan? Tapi kenapa?" Ucap gadis bermata hijau tosca itu yang tiba tiba melintas keluar dari mulutnya "Haa?Apa sih maksudmu?Maksudmu kamu itu cemburu, heh?"Ucap len dengan tatapan bingung "Bukan itu!Coba ceritakan padaku sekarang, apa yang selama ini terjadi antara dirimu dan kakakmu itu!Jelaskanlah, karena kau adalah salah satunya yang membuatku terlibat!"Ucap miku yang mendekat pada len bahkan pada wajahnya dan menatap mata sapphire itu dengat lekat-lekat "A-apa sih?"Ucap len sambil memalingkan matanya dan sesegera berbalik arah "Itu.. itu bukan urusanmu"ucapnya dingin dan segera pergi menjauh dari miku "A-apa maksud dari semua ini?"Mata miku menatap lekat lekat arah punggung len yang mulai menjauh..
Yoshhaa! Akhirnya Chapter 1 beres juga *w* Maaf, kalau membosankan, Chocolachii memang tak sempurna ;A; Kalau tidak keberatan Review and Add to Favorite, pleasee! Jangan lupa kritik dan saran juga yaa, Arigatouu.. Ciao~ 'v')/
