Ide yang mendadak muncul pas Ninna gak bisa tidur... Dan jadilah Fanfic Aneh plus Gaje ini... Ahh, Ninna bingung mau ngomong apa...

Check This Out...

3

2

1

Action... Selamat Membaca...

Habis Baca...Don't Forget To Review, Ok!

Semoga suka ya...

Disclaimer : Only Aoyama Gosho Seorang

Pair: Shinichi x Ran... 4eVeR

~Love Chronicle~

Chapter 1

"Ran... Ini tidak mungkin kan... Semua ini tidak mungkin terjadi kan?" seru Sonoko pada Ran yang sedang duduk di hadapannya.

Ran yang masih shock dengan apa yang terjadi itu pun hanya bisa terdiam mendengarkan apa yang di ucapkan sahabatnya. Ya memang semua ini tidak mungkin terjadi padanya yang masih seorang gadis ini.

~Love Chronicle~

Flashback...

(Beberapa saat yang lalu...)

Sedari bangun tidur tadi pagi, Ran memang sudah merasakan tidak enak pada badannya. Ia merasakan pusing di kepalanya dan ia juga merasa ingin muntah. Saat sarapan pun Ran merasa tidak nafsu makan. Alhasil ia hanya makan amat sedikit saat sarapan tadi. Akan tetapi Ran bertekad untuk tetap berangkat ke sekolah. Saat di sekolah pun Shinichi bertanya pada Ran, apakah kekasihnya itu sedang sakit. Karena Shinichi melihat muka Ran yang sudah memucat. Namun Ran hanya menjawab bahwa ia tidak apa apa, pada Shinichi. Dan puncaknya saat istirahat sekolah. Ketika Ran dan Sonoko menuruni tangga ingin menuju ke perpustakaan. Tiba tiba tubuh Ran goyah dan hampir jatuh. Untung saja ada Sonoko yang dengan sigap langsung memegangi tubuh Ran. Sehingga Ran tidak jatuh berguling di tangga sekolah. Karena klinik sekolah mereka hari ini tidak ada dokter jaga. Dikarenakan beberapa minggu ini Dr Araide sedang bertugas di luar kota.

~Love Chronicle~

Akhirnya setelah pulang sekolah Sonoko pun mengajak Ran ke rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kesehatan Ran. Setelah Ran di periksa oleh dokter. Dokter hanya mengatakan kalau Ran hanya kelelahan saja. Namun dokter itu juga menganjurkan Ran untuk melakukan tes darah dan juga tes urine. Untuk memastikan apa Ran menderita suatu penyakit atau tidak. Setelah mendapat surat rujukan dari dokter. Ran yang di temani Sonoko langsung menuju ke laboratorium rumah sakit tersebut. Setelah menyerahkan surat rujukan dari dokter pada petugas laboratorium, Ran pun segera di ambil sampel darahnya. Kemudian Ran dan Sonoko keluar dari laboratorium dan menuju kamar mandi. Supaya Ran bisa mendapatkan sampel urinenya. Setelah itu Ran harus menyerahkan sampel urinenya itu di laboratorium. Karena petugas laboratorium mengatakan hasilnya akan keluar satu jam lagi. Maka Ran dan Sonoko memutuskan untuk menunggu di rumah sakit saja. Selama menunggu pun Ran cukup merasa cemas dan khawatir. Ia takut kalau dirinya menderita suatu penyakit yang serius dan sulit di sembuhkan. Namun Ran segera menepis pikiran buruknya itu. Begitu Ran menerima hasil tes laboratoriumnya. Ran dan Sonoko pun bergegas untuk pulang.

.

~Love Chronicle~

.

Sesampainya di rumah Ran. Ran segera membuka hasil tesnya. Pertama ia membuka hasil tes darahnya. Ran merasa lega karena hasil tes darahnya menunjukkan bahwa ia sehat sehat saja. Ran tidak menderita penyakit apa pun. Berarti benar apa kata dokter Ran hanya kelelahan saja.

Kemudian Ran membuka hasil tes urinenya. Ran membuka hasil tes urine nya itu dengan riang. Karena tadi hasil tes darahnya menunjukkan bahwa Ran baik baik saja. Pasti kali ini hasil tes urine Ran pun akan menunjukkan hasil yang sama. Begitu membuka dan membaca hasil tes urinenya itu. Ran langsung shock seketika begitu membaca hasil tes urine nya itu.

Ini tidak mungkin... Semua ini tidak mungkin... batin Ran.

Tanpa Ran sadari kertas hasil tes urine yang ia pegang itu pun terlepas dan jatuh di lantai.

"Ada apa Ran?" tanya Sonoko yang baru kembali mengambil minum dari dapur.

"Ran... Ada apa, kau kenapa?" tanya Sonoko heran melihat muka Ran yang sudah memucat seperti baru melihat hantu. Ran juga tidak menjawab pertanyaan Sonoko.

"Ran kau kenapa?" Tanya Sonoko sembari mengguncang guncangkan bahu Ran. Namun Ran tetap diam membisu.

"Ini tidak mungkin... Ini tidak mungkin terjadi..." gumam Ran tanpa sadar.

Sonoko hanya mengerutkan alis keheranan saat mendengar ucapan Ran barusan. Ia tidak mengerti apa yang Ran ucapkan.

Sonoko segera duduk di hadapan Ran. Lalu ia pun mengambil kertas hasil tes urine milik Ran yang tergeletak di lantai. Sama dengan Ran, Sonoko juga sangat terkejut membaca hasil tes urine Ran itu.

"Ran... Kau... Hamil.."

Flashback... End

.

L

O

.

V

E

.

"Semua ini tidak mungkin terjadikan Ran... Semua ini tidak mungkin terjadi kan..." kata Sonoko yang masih kaget.

Ran yang masih shock itu pun merasa bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Tentu saja... Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi pada Ran yang masih seorang gadis dan belum menikah. Ia bahkan masih bersekolah. Ran memang memiliki pacar. Ia dan Shinichi sudah mulai berpacaran sejak beberapa bulan yang lalu. Namun ia dan Shinichi masih memiliki akal sehat. Meraka tidak mungkin melakukan hal hal yang sampai sejauh itu.

"Ok... Katakan padaku Ran..." kata Sonoko yang sudah mulai tenang.

"Ehm?" Ran hanya bisa menatap Sonoko bingung.

"Katakan padaku Ran... Siapa yang melakukan ini padamu..." Tanya Sonoko.

"Maksudmu?" tanya Ran bingung. Sepertinya Ran masih shock dengan apa yang terjadi pada dirinya.

Sonoko pun menghela nafas panjang.

"Ran,... Seorang wanita tidak mungkin bisa hamil begitu saja... Pasti sudah ada seorang pria yang menanamkan benihnya di rahim mu Ran..." jelas Sonoko yang sudah berdiri dari duduknya sembari berkacak pinggang.

"Katakan padaku Ran... Siapa yang sudah menghamilimu?... Katakan padaku Ran..." kata Sonoko.

"A... Aku bingung Sonoko... A... Aku tidak tahu..." jawab Ran yang masih bingung.

"Ok... Biar aku tebak... Kau hanya pacaran dengan satu orang di dunia ini... Dan kau juga mencintainya... Dia tidak lain tidak bukan adalah... SHINICHI KUDO... Benarkan Ran... Shinichi yang melakukan semua ini?" kata Sonoko panjang lebar.

"M... Mungkin..." jawab Ran ragu ragu...

Tiba tiba Ran tersentak ia teringat sesuatu.

"Jangan jangan... Waktu itu..." kata Ran.

.

~Love Chronicle~

.

Flashback...

"Ran, kalau yang ini bagaimana?" tanya Sonoko sembari menunjukkan sebuah gaun cantik berwarna merah muda yang di bagian dadanya terdapat berbagai macam pernak pernik.

Ran pun memperhatikan gaun merah muda itu sejenak. "Jangan ah Sonoko... hiasannya terlalu ramai." Jawab Ran.

"Lebih baik yang ini saja Sonoko..." kata Kazuha sembari mengusulkan sebuah gaun cantik warna hijau pupus yang hiasannya tidak terlalu banyak.

"Tidak... Ah. Itu warnanya terlalu cerah lebih cocok untuk di pakai di siang hari..." jawab Sonoko.

Ketiga gadis cantik ini sedari tadi memang sedang ribut memilih gaun untuk menghadiri sebuah pesta. Sebenarnya pesta yang akan mereka datangi adalah pesta untuk merayakan musnahnya organisasi hitam yang mengecilkan tubuh Shinichi menjadi Conan. Sebenarnya yang di undang dalam pesta ini adalah Shinichi dan Heiji. Karena kedua detektif ini ikut membantu dalam menumpas organisasi hitam itu. Kemudian Shinichi pun mengajak Ran. Dan Kazuha, ia selalu ingin ikut kemanapun Heiji pergi. Sedangkan Sonoko, kebetulan malam ini ia tidak punya acara. Jadi ia lebih baik ikut ke pesta ini dari pada bengong di rumah. Yah walaupun tidak ada yang mengundang putri keluarga Suzuki ini. Prof. Agasa dan Ai/Shiho juga di undang dalam pesta ini.

~Love Chronicle~

Walaupun di bilang sedang memilih sibuk gaun. Sebenarnya yang sedang kebingungan memilih gaun adalah Sonoko. Sedari tadi tidak ada gaun yang cocok dengan gadis berbando ini. Ran sudah memilih sebuah gaun cantik berwarna coklat muda seperti warna kopi susu. Dan Kazuha juga sudah memilih sebuah gaun berwarna orange kecoklatan. Yang belum memilih hanya Sonoko.

"Sonoko cepat tentukan pilihanmu." Suruh Ran pada Sonoko yang masih sibuk memilih milih gaun.

"Iya Sonoko, nanti keburu Shinichi dan Heiji datang menjemput kita..." sambung Kazuha.

"Iya... iya... Aduuhh yang mana ya?"

"Bagimana kalau yang ini..." Ran mengusulkan sebuah gaun cantik berwarna biru tua.

Sonoko pun berpikir sebentar. "Bagus sih... Tapi..."

"Cepat Sonoko ..." kata Ran dan Kazuha kompak.

"Iya... iya..." Sonoko pun mengambil gaun biru tua itu dari tangan Ran. Lalu Sonoko segera masuk ke kamar mandi. Ran dan Kazuha pun menghela nafas lega.

'Tiinn Tiinn... Tiinn Tiinn...' Tiba tiba terdengar suara klakson mobil. Ran pun melihat keluar melalui jendela kamarnya. Rupanya Shinichi dan Heiji sudah datang untuk menjemput gadis gadis cantik ini.

.

~Love Chronicle~

.

Satu jam kemudian, kelima siswa SMU itu pun sudah sampai di tempat pesta yang bertempat di salah satu hotel di Haido. Begitu sampai di lobi hotel. Mereka langsung di sambut oleh Ibu Jodie. Orang yang mengundang Shinichi dan Heiji ke pesta ini.

"Ibu Jodie..." sapa Ran.

"Hai Semuanya..." sapa Jodie.

"Kenapa ibu bisa ada di sini?" tanya Sonoko heran.

"Pesta ini kan pesta yang di selenggarakan kan kantor ku" jawab Jodie.

"Hah... Jangan jangan ini pestanya FBI..." Seru Sonoko.

"Hah... FBI?" Kazuha ikut ikutan terkejut. Ia pun memandang Heiji dengan tatapan bertanya. Apa urusan kekasihnya ini dengan organisasi sebesar FBI.

"Kalian ini, pergi ke pesta tapi tidak tau siapa yang mengadakan pesta..." ledek Heiji padaSonoko dan Kazuha.

"Aku kan hanya ikut kau saja Heiji..." kata Kazuha.

"Aku juga hanya ikut kalian berdua." Kata Sonoko pada Shinichi dan Ran.

"Sudah sudah..." lerai Jodie. "Ini..." Jodie pun menyerahkan sebuah kunci pada mereka berlima. "Aku sudah bilang kan kalau kita juga akan menginap di hotel ini..." lanjut Jodie.

"Iya... bu." Jawab Ran.

"Ayo... Pestanya ada di lantai 4.." Jodie pun mengantar mereka ke ruang pesta.

~Love Chronicle~

Sesampainya di lantai 4. Ternyata tempat pesta sudah ramai banyak agen FBI dan CIA yang menghadiri pesta ini. Makanan dan minuman pun banyak terhampar di sana sini.

"Nah... Kalian nikmati saja pesta ini... Aku harus menemui teman temanku..." kata Jodie lalu pergi meninggalkan Shinichi dan yang lainnya.

"Hai Shinichi, Hai Ran..." sapa Eisuke yang juga menghadiri pesta ini.

"Eisuke Hondou?" Sonoko sangat kaget ketika melihat mantan teman sekelasnya ada di dalam pesta ini. "Kenapa kau ada di sini?" tanya Sonoko.

"Kau tidak tau ya... Teman mu ini adalah agen CIA..." kata Heiji yang memang sudah mengenal Eisuke sebelumnya. Saat FBI dan CIA bekerja sama untuk menumpas organisasi hitam.

"HEEE? Agen CIA? Eisuke?" tanya Sonoko tak percaya.

"He...he...he.." Eisuke hanya cengengesan.

Ran yang memang sudah diberitahu semua oleh Shinichi pun tidak terkejut mendengar fakta kecil itu.

"Ran... Sonoko... Apa kabar?" Seseorang tiba tiba merangkul Ran dan Sonoko. Dan tentu Ran dan Sonoko terkejut.

"SERA..." seru Ran dan Sonoko saat mereka tahu siapa orang yang mengagetkan mereka.

"Kau kan detektif cewek yang pernah bertanding dengan Heiji dan juga Shinichi?" terka Kazuha.

"Iya..." jawab Sera yang sudah melepaskan rangkulannya pada Ran dan juga Sonoko.

"Kau juga datang ke pesta ini?" tanya Heiji.

"Iya... Aku kan juga bagian dari FBI..." kata Sera.

"Kau agen FBI juga?" tanya Shinichi

"Bukan, aku bukan agen... Tapi mungkin calon..." jawab Sera dan berlalu pergi.

~Love Chronicle~

T...B...C

Saran, Kritik dan Review... Sangat Di Anjurkan...

Don't Forget To R~E~V~I~E~W... Ok,!