Real Luv

.

.

.

Kim Minseok x Lu Han

.

.

.

Hai Hai:) perkenalkan nama saya Oh MinJae:) seorang Xiu fans:v yang gaboet luar biasa:v ini hanya iseng, masalah lanjut atau engganya tergantung review nya:)

From: Doby_Park

Seokie nunaaaa kau dimana? Apa kau sedang ada di pantai utara? Ini sudah malam. Heechul eomma mencemaskanmu. Hangeng appa sedang mencarimu. Kuharap kau bersembunyi di tempat yang tepat. Jika butuh bantuan beritahu aku, aku akan membantu nuna sebisaku.

Minseok menghela nafas pelan setelah membaca pesan singkat dari adiknya –Chanyeol. Ia sekarang tengah berada di pantai utara, berharap appa-nya tidak menemukannya disini. Ya, ia sedang kabur dari rumahnya. Minseok lelah jika harus dipukuli terus menerus oleh Hangeng. Hangeng sering memukuli Minseok hanya karena kesalahan kecil yang ia perbuat, namun kadang-kadang tanpa alasan yang jelas. Luka dan lebam di tubuh Minseok belum sembuh namun Hangeng sudah memberi luka baru. Lihat saja kaki telanjangnya yang penuh luka gores dan ada yang luka dalam, sudut bibir yang robek, lebam lebam di badan, tangan dan pipi. Itu sungguh membuat Minseok merasa sakit. Sakit rohani dan jasmaninya.

Drrrt… Drrrt…

Ponsel Minseok bergetar kembali tanda ada pesan yang masuk. Minseok pun segera mengecek ponselnya dan melihat pesan dari adiknya –Chanyeol .

From: Doby Park

Nunaa, sebaiknya nunaa segera pergi ke rumah temanku namanya Luhan. Aku sudah meminta bantuan padanya untuk menampung nuna untuk sementara waktu. Rumahnya di perumahan Gangsan Blok B No 04. Dekat pantai utara. Appa sedang menuju ke Pantai utara dengan para body guard nya.

Setelah membaca Pesan dari Chanyeol Minseok takut. Ia takut Hangeng akan menemukannya di pantai utara. Karena tak memiliki cara yang lain, Minseok pun berlari menuju alamat yang Chanyeol berikan, ia mengabaikan luka-luka di kakinya yang semakin menjadi karena berlari tanpa alas kaki.

Tak lama ia pun sampai di depan sebuah apartemen yang lumayan besar. Apartemen itulah tempat alamat yang diberikan Chanyeol. ia pun berjalan masuk ke dalam halaman apartemen itu. Setelah sampai di depan pintu apartemen ia pun segera memencet bel dengan ragu. Tak lama si pemilik apartemen pun keluar menggunakan kaos putih lengan pendek dan celana olahraga. Ia namja yang sangat tampan dan cantik. Minseokpun merasa minder karena kalah cantik dari namja di depannya ini.

"Ha-ha-hallo." Ucap Minseok terbata karena gugup sembari menundukkan wajahnya.

"Ya. Hallo. Ada yang bisa saya bantu nuna?" tanya pria itu dengan suara beratnya.

"Apa benar ini alamat rumah Luhan teman Chanyeol?" tanya Minseok sembari memerhatikan kakinya yang penuh luka, seakan-akan kakinya memiliki daya tarik tersendiri saat ini.

Luhan pun mengamati yeoja yang ada di depannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penampilan yeoja ini sangat berantakan. Dress diatas lutut 15cm yang ia pakai benar benar penuh dengan noda darah yang sudah mongering, rambut coklat sepinggang yang berantakan, kaki yang penuh luka, badan yang penuh lebam. Wajah cantik yang penuh luka pun tak luput dari sudut pandang Luhan saat pertama kali mereka bertatapan meskipun sekarang yeoja itu sedang menunduk.

'Apa ini nuna si Doby itu? Tapi mengapa ia sangat mungil dan berantakan? Apa ia baru saja berkelahi?' tanya Luhan dalam hati.

"Iya benar, apa kau noona nya Chanyeol? ayo masuk dulu. Diluar dingin tak baik untuk tubuh." Ucap Luhan lalu mempersilahkan Minseok masuk ke rumahnya.

Setelah masukpun Minseok duduk di sofa ruang tengah dan tetap memandang kakinya yang penuh luka. Luhan yang melihatnya pun segera mengambil kotak P3K nya dan duduk di bawah untuk mengobati kaki Minseok.

"E-eh? Kau tak usah melakukannya, a-aku bisa mengobatiku dengan sendiri." Ucap Minseok sembari menahan tangan luhan yang akan mengobati kakinya. Hingga posisinya sedikit membungkuk.

Luhan yang merasa tangannya dipegangpun segera menengadahkan kepalanya hingga kini mereka bertatapan. Iris coklat terang milik Minseok bertemu dengan iris hitam pekat milik Luhan, menghasilkan gelenyar gelenyar baru bagi tubuh mereka. Wajah mereka begitu dekat hanya berjarak beberapa centi hingga mereka bisa merasakan hembusan nafas yang hangat.

Menyadari hal itu, membuat muka Minseok memerah karena malu. Luhanpun dapat melihat jelas luka luka yang terdapat di wajah Minseok. Meski wajah Minseok terdapat luka itu tak mengurangi nilai cantik di wajahnya. Lihat saja bola mata yang bersinar cerah, bulu mata yang lentik, pipi gembil nya, bibir mungil merah ranumnya yang minta dicium itu –ahh abaikan pikiran Luhan ini, hidung mungil namun mancung, ia seperti pahatan sempurna. Tanpa Luhan sadari ia terus memperhatikan bibir Minseok hingga membuat Minseok terheran-heran dan merasa malu.

"A-aanu Luhan-shii apa ada yang aneh dibibirku?" tanya Minseok membuat Luhan tersadar dari lamunannya (read: pikiran mesumnya).

"Bibirmu terluka." Jawab Luhan singkat, sembari melanjutkan mengobati kaki Minseok yang tadi sempat tertunda.

"Oh. Apa kelihatan parah? Namun ini tak sakit kok. Lagipula nanti juga sembuh sendiri." Ucap Minseok lembut.

"Hn." Ucap Luhan singkat.

Minseok yang mendapat jawaban singkat itupun merasa sedikit kesal, ia menggembungkan pipinya membuat dirinya terlihat lucu.

Luhan yang selesai mengobati kaki Minseokpun segera membereskan kotak obatnya. Hingga tak sengaja ia melihat wajah Minseok yang sedang menggembungkan pipinya. Ia pun tertawa kecil.

"Mengapa kau tertawa? Apa ada yang lucu hmm?" ucap Minseok agak ketus.

"Tentu saja ada. Kau." Ucap Luhan enteng membuat semburat merah muncul di kedua pipi Minseok.

"Luka di bibirmu mengganggu penglihatanku." Ucap Luhan yang sedari tadi memperhatikan bibir ranum Minseok.

"Apa benar benar menggangu? Tapi tak sakit kok."

"Biar ku obati."

"Memangnya bagaimana cara mengobati bi-hmmphh."

END or TBC?

Please fav, foll, and review:)