Tittle: Spin Off
Cast: YunJae, OC
Genre: Yaoi, Romance
Warning: Yaoi, OOC, Typo and maybe Shouta
Disclaimer : all casts are belong to their self and God
Inspirated: Spin Off by Haruko Kurumatani sensei ^^
a/n: ff ini adaptasi kari komiknya Haruko sensei, bisa dibilang kalo ini YunJae vers nya.
happy read ^^
Spin Off
by
JustYJ
Dekorasi pernikahan yang indah dan romantis, pakaian pernikahan yang sempurna untuk pengantin, tamu yang hadir pun sangat banyak serta makanan yang disediakan bervariasi dan lezat. Senyum bahagia tampak jelas bagi kedua pengantin juga setiap tamu yang datang ke pesta tersebut. Menurut mereka Changmin dan Kyuhyun adalah pasangan yang serasi. Tampan dan cantik.
"Aigo, aku tak menyangka kalau dia akan menikah secepat ini" ucap Yoochun pada seorang namja tampan disebelahnya. Yang diajak bicara hanya diam dan tak mengacuhkan perkataan namja chubby tersebut. Yunho, namja tampan itu hanya melihat kedepan, tepat dimana sang pengantin yang kini tengah menjamu tamu mereka. Yoochun bisa mengerti arti tatapan Yunho itu.
Yoochun hanya bisa menghela nafas berat. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Semuanya telah terjadi. Rasanya Yoochun juga merasakan apa yang dirasakan oleh Yunho. Ia juga pernah berada di kondisi seperti ini. Dan ia tahu, rasanya sungguh tak mengenakkan. Melihat orang yang dicintai menikah dengan orang lain. Yoochun hanya menatap iba pada sahabatnya itu. 'Yunho ya, sebenarnya kau tak perlu bersikap seperti ini. Kau itu tampan. Dan kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari mantanmu itu' ingin sekali Yoochun mengatakan pikirannya itu pada Yunho. Yah, berhubung Yoochun masih sayang nyawa, ia urungkan saja niatnya itu. Daripada hal itu malah semakin membuat Yunho emosi. Lebih baik ia bersenang-senang disini.
"Ah~ disini banyak wanita cantik rupanya" ucap Yoochun lagi sambil memperhatikan sekelilingnya. "Yunho ya, aku mau ke sana dulu, ne?" katanya lagi dan beranjak meninggalkan Yunho. Yunho hanya mengangguk mengerti.
Emosi, kesedihan, cemburu, perasaan tidak rela itulah yang namja tampan itu rasakan saat ini. Siapa yang tak akan sedih melihat orang yang dicintainya menikah dengan orang lain yang tak bukan adalah sepupunya sendiri. Rasanya Yunho ingin sekali menghancurkan pesta pernikahan adiknya ini.
Semua ini adalah kesalahan Kyuhyun, mantan pacar Yunho. Sebulan yang lalu, yeoja itu tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka dan mengatakan bahwa dirinya tak lagi mencintai Yunho. Saat itu tak ada yang bisa dilakukan Yunho. Namja tampan itu hanya bisa diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Yunho tidak bisa menolak permintaan Kyuhyun, cintanya pada Kyuhyun yang membuatnya menjadi seperti itu.
"Berbahagialah Kyuhyun. Aku juga akan menemukan cinta yang baru dan mulai melupakan hal-hal yang pernah kita lewati bersama"
Yunho menghela nafas berat, menatap hampa pada tanah yang dipijaknya. Tanpa menyadari seorang namja kecil yang tengah menatapnya tanpa berkedip. Tiba-tiba saja namja kecil dengan tuxedo putih itu berlari kearah Yunho dan memeluk namja tampan itu erat. Keduanya terjatuh karna Yunho tak sempat menyeimbangkan tubuhnya.
"Waaa, ummaaa ada pangeran tampan" teriak namja kecil itu. Yunho hanya menatap namja kecil itu bingung tak mengerti apa yang diucapkan namja kecil tersebut. 'Pangeran? Mana ada pangeran disini' batin Yunho.
"Aku Kim Jaejoong, kelas 5 SD. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama denganmu. Jadilah pacarku" ucap namja kecil bernama Jaejoong itu sambil tersenyum manis. Yunho hanya diam membeku mendengar ucapan namja kecil tersebut. Ia baru saja ditembak(?) oleh anak kelas 4 SD. Oh my...
Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. Berangkat ke kampus dan bertemu dengan orang-orang yang membosankan. Yunho melangkahkan kakinya pelan menyusuri koridor tanpa mengacuhkan bisik-bisik para yeoja di kampusnya itu.
'Hah~, di hari penikahan mantanku malah ada anak SD yang menyatakan cinta padaku. Tapi sepertinya kita tak akan bertemu lagi. Syukurlah' pikir Yunho. Yunho mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang ada dikelasnya, lalu mulai membaca buku yang sedari tadi dibawanya.
" Ya! Jung Yunho?! Apa benar ada anak kecil yang menyatakan cinta padamu?" tanya Yoochun yang tiba-tiba sudah berada didekat Yunho. Sontak Yunho mendongakkan kepalanya melihat temannya yang datang entah darimana itu.
"Dari mana kau tahu, Chun?" Yunho hanya memandang sekilas pada Yoochun, kemudian melanjutkan membaca bukunya.
"Hahaha... semua orang membicarakan kau dan namja kecil itu, Yun" kata Yoochun. Lalu namja berpipi chubby itu mengambil ponsel Yunho yang tergeletak diatas meja. "Ya! Mau apa kau dengan ponselku?" ujar Yunho. Dilihatnya Yoochun yang senyum-senyum menatap layar ponsel Yunho.
"Yunho-ya kenapa adikmu bisa seimut ini?" tanya Yoochun.
"Ck, kau itu Chun. Aku 'kan su-" ucapan Yunho terpotong ketika seorang namja kecil berlari kearahnya. Yunho memandang horor pada namja kecil yang kini tengah tersenyum lebar itu.
"Yunnie~~" ujar namja kecil tersebut dan mendudukkan dirinya di pangkuan Yunho.
"Y-ya! Anak kecil apa yang kau lakukan, eoh? Cepat turun dari pangkuanku?!" Yunho segera menurunkan Jaejoong dari pangkuannya namun namja kecil itu dengan sigap melingkarkan lengannya di leher kokoh Yunho. Yunho yang tak tahu lagi apa yang akan dilakukannya, akhirnya hanya membiarkan Jaejoong berbuat semaunya. Bahkan kini namja mungil itu mencoba untuk mengecup pipi Yunho. Well, sepertinya kesabaran namja tampan ini sudah mulai menipis, terlihat jelas dari raut wajahnya.
Yoochun yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka tersenyum simpul. Tanpa ia tanyakan pada Yunho pun, ia sudah tahu siapa namja kecil itu. 'Pasti anak kecil di pesta kemaren' batin Yoochun.
"Yoochun ya, apa kau bisa menyingkirkan makhluk kecil ini dariku?" perkataan Yunho itu membuat Yoochun menatap Yunho bingung. Sedetik kemudian ia segera melaksanakan perkataan temannya itu sebelum sesuatu yang buruk terjadi padanya.
"Adik kecil, ikut sama hyung yuk?"
"Shiero! Joongie mau sama Yunnie! Jangan ganggu Joongie!" bentak Jaejoong saat Yoochun hendak menurunkan namja kecil itu dari pangkuan Yunho. Yoochun mendengus sebal. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa namja kecil ini jatuh cinta pada Yunho?
"Yunho ya, kau urus saja anak kecil itu. Aku mau ke perpus"
"Ya! Park Yoochun! Aish!" Yunho mengumpat kesal. " Ya! Anak kecil bagaimana kau tahu aku ada disini, eoh?" tanya Yunho pada Jaejoong yang masih setia duduk dipangkuan Yunho.
"Hehe, rasa cinta Joongie yang menuntun Joongie kemari" kata Jaejoong dengan mimik wajah polos.
Yunho hanya melongo mendengarnya. "Aigo, adik kecil, kenapa kau berkata seperti itu, eoh?" ujar Yunho pelan. Ia harus bersabar menghadapi namja kecil ini. Saat ini masih berada di lingkungan kampus. Yunho tak mau membuat namja kecil itu menangis karena dibentak olehnya.
Jaejoong hanya mengerucutkan bibirnya kesal, melipat kedua tangannya didepan dada. Ia tak mengindahkan perkataan Yunho. "Panggil aku Joongie, Yunnie ya~" sungut Jaejoong kesal. 'Aish, anak kecil ini cerewet sekali' batin Yunho kesal. Kemudian namja tampan itu mencoba tersenyum –walaupun terpaksa-.
"J-joongie ya, bisakah kau turun sebentar aku mau ke toilet" Akhirnya Jaejoong pun menurut, Yunho segera melesat(?) menuju toilet yang tak terlalu jauh dari kelas Yunho. Jaejoong pun segera membuntuti Yunho.
"Eh, Yunnie mau apa? Apa perlu Joongie bantu?" ujar Jaejoong sambil menarik-narik kecil kemeja Yunho. Yunho yang tadinya tengah menurunkan resluiting celananya menatap Jaejoong kaget. 'Sejak kapan bocah ini berada disini?' pikir Yunho.
"Apa yang mau kau bantu, Joongie?"
"Yunnie mau pipis 'kan. Sini biar Joongie bantu" ujar Jaejoong sambil menunjuk resluiting celana Yunho yang setengah terbuka.
"M-MWO?!"
.
.
.
Sejak kejadian di toilet itu, Jaejoong jadi sering mengikuti Yunho. Dimana ada Yunho berada pasti di sana juga ada namja kecil itu. Yunho sampai heran kenapa ia tak menyerah saja, padahal namja tampan itu sudah membentak dan mengacuhkannya.
Hari ini namja kecil itu datang bersama temannya, Junsu. Yunho tak terlalu tertarik dengan urusan anak kecil seperti ini. Berbeda sekali dengan Yoochun. Namja itu tampak bersemangat sekali jika sudah berbicara dengan Junsu. Hehe, Yunho jadi berfikir kalau Yoochun itu menyukai namja kecil yang memiliki suara seperti lumba-lumba itu.
Saat ini mereka berada di apartemen milik Yoochun. Setelah kuliah selesai, Yoochun langsung mengajak Yunho dan dua namja kecil itu menuju apartemennya. Dan disinilah mereka sekarang.
Yunho menghela nafas panjang. Belakangan ini ia sangat lelah, terlebih lagi karena Jaejoong yang terus menempel padanya. Tapi Yunho sendiri merasa aneh. Ia sangat suka jika Jaejoong berada didekatnya. Haha, mulai menyukai namja kecil itu, ne, Yunho ya?
Jaejoong berjalan kearah Yunho yang duduk ditepian ranjang, lalu m endudukkan dirinya disebelah Yunho. "Yunnie ya, ayo kita bermain?" ajak Jaejoong. Yunho menatap Jaejoong intens. Entah apa yang dipikirkan namja itu hingga membuatnya tersenyum tak jelas.
"Y-yunnie ya, apa ada yang salah dengan wajah Joongie?" tanya Jaejoong gugup. kini wajahnya sudah dihiasi dengan semburat pink dan itu malah membuatnya tampak lebih imut dan manis.
"Yunnie ya, k-kau mau apa?" Jaejong menatap Yunho takut-takut. Terang saja, namja bermata musang itu kini mendekatkan wajahnya dengan wajah Jaejoong. Namja kecil nan cantik itu menggigit bibir cherrynya pelan. Yunho terus saja tersenyum tanpa menyadari sejak tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan tingkah lakunya.
Jaejoong memejankan matanya ketika wajah Yunho hanya berjarak dua centi dari wajahnya. Hidung meraka bersentuhan. Lama Yunho mengamati wajah cantik Jaejoong. Yeppeo. Itulah kata yang cocok menggambarkan Jaejoong saat ini.
"Joongie ya, kenapa kau menutup matamu, hm?" tanya yunho sambil berusaha menahan tawanya. 'Jaejoong pasti menyangka aku akan mencium nya', pikir yunho.
"Ng?" perlahan Jaejoong membuka kedua kelopak matanya dan mendapati Yunho tengah terkekeh pelan. Jaejoong hanya menundukkan kepalanya dan merutuki dirinya sendiri. Bahkan dia tadi sempat berpikir kalau Yunho akan menciumnya. 'Aigo, malu sekali rasanya', batin Jaejoong.
Karena tak sanggup lagi menahan rasa malunya, segera saja jaejoong berlari menuju kamar mandi. Ia merasa malu sekali dan rasanya ingin ia menghiang saja. Dapat Jaejoong dengar suara tawa Yunho yang begitu keras. Aish.
At Jung's mansion
Yunho menghempaskan tubuh di atas sofa dikamarnya. Kejadian tadi sore di apartemen Yiochun kembali terbayang. Juga wajah Jaejoong yang merona itu. Kini dipikirannya hanya ada Jaejoong. Namja kecil yang telah membuat harinya menjadi lebih berwarna. "Aish, apa yang kau pikirkan Jung Yunho?!" Yunho memukul pelan kepalanya, berharap pikirannya tak lagi tertuju pada Jaejoong.
Tok... tok... tok...
Suara ketukan pintu menghentikan pikiran aneh Yunho. Dengan malas Yunho membuka pintu kamarnya dan menemukan sosok wanita cantik yang tak asing bagi Yunho. Segera saja Yunho memasang senyum terbaiknya dan memberikan sebuah pelukan hangat pada wanita tersebut. "Bogoshipo, umma"
Jung Keybum, wanita yang masih tampak cantik di usianya mengusap pelan punggung Yunho. "Na do, Yunnie ya. Bagaimana kuliah mu, hm?"
"Baik, umma" Yunho tak mungkin mengatakan bahwa kuliahnya sangat membosankan ditambah lagi dengan seorang bocah kecil yang cukup membuatnya kerepotan. "Oh ya, Yun, teman umma menitipkan anaknya disini sampai lusa. Berhubung umma harus menemani appamu ke Jepang malam nanti, kau saja yang menjaganya ya Yun"
"Mwo? Umma mau pergi lagi? Aigo, aku masih ingin bersama umma" rajuk Yunho.
"Aish, Yun, kau ini seperti anak kecil saja. Ayo ikut umma, ada Kim ahjumma dan anaknya dibawah" kata Mrs. Jung sambil menyeret Yunho ke lantai bawah.
"Taeminnie ya, ini anakku Jung Yunho" ucap Mrs. Jung ketika meraka telah sampai di ruang tamu. Disana terlihat seorang yeoja dan seorang anak kecil. "Annyeong, ahjumma" sapa Yunho.
Namja kecil yang sejak tadi sibuk dengan rubik ditangannya, mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara yang tak asing lagi baginya. "Yunnie ya~" pekiknya kaget.
Mrs. Jung dan Mrs. Kim menatap Jaejoong bingung. " Joongie ya, kau kenal dengan Yunho hyung, hm?" tanya Mrs. Kim pada Jaejoong. Namja kecil itu hanya mengangguk sambil tersenyum pada ummanya. "Joongie kenal Yunnie umma"
"Aigo, panggil Yunho dengan sebutan hyung, Joongie ya" kata Mrs. Kim sambil mengacak pelan rambut Jaejoong.
Jaejoong mempoutkan bibir cherrynya. " Kenapa harus panggil hyung, umma? Yunnie kan pacarnya Joongie"
"MWO?!" pekik Mrs. Kim kaget. Ia menatap Yunho tak percaya. Begitu pula Mrs. Jung. Yunho hanya mendengus kesal. "Aku tak berpacaran dengannya , umma. Dia itu hanya anak kecil yang sering mengikutiku di kampus" jelas Yunho.
"Aish, ya sudah. Sekarang bawa Jaejoong ke kamar mu. Umma harus ke bandara, appa mu sudah menunggu disana. Jangan berbuat yang macam-macam pada joongie, ara?"
"Araseo. Hey, jaejoong ikut aku" Yunho menatap malas Jaejoong dan segera melangka menuju kamarnya. Jaejoong hanya menurut.
Setelah berada di kamar, Yunho segera berbaring di tempat tidurnya. Dengan langkah kesal Jaejoong naik ke kasur Yunho dan duduk di atas perut rata Yunho. "Yunnie ya, ayo bangun. Joongie kan mau ajak Yunnie main" ujarnya sambil menepuk pelan pipi Yunho. Yunho tak mengacuhkan Jaejoong. Ia terus memejamkan matanya berpura-pura tidur. Dengan sengaja Yunho memeluk pinggang namja cantik itu dan membawanya ke dalam dekapannya. Memeluk namja mungil itu bak memeluk sebuah guling.
Jaejoong nyaris menahan napasnya ketika diperlakukan seperti itu oleh Yunho. Semburat pink menghiasai kedua pipi chubbynya. Aish, ia merasa senang sekali saat ini. Bagaimana tidak? Saat ini Yunho memeluknya. Perasaan nyaman menghampiri Jaejoong. Segera saja namja kecil itu memejamkan matanya, mencoba merasakan hangatnya tubuh Yunho. Hingga akhirnya ia ikut terlelap bersama Yunho.
Keep or Delete
