Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, Sosok pemuda yang tidak mengingat apapun dan bagaimana dirinya bisa berada di sebuah dunia yang penuh supranatural dan di Sana Naruto harus menjalani kehidupannya untuk mendapatkan memorinya kembali
Naruto : The Magical Battle
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Little Humor, Sci-Fi, Echi, Incest!, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, NotMemories! Naruto
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Beast/Sacred Beast berbicara
[' Naruto '] Batin Beast/Sacred Beast.
.
Chapter 1 : Start
Flasback on
Other Place
.
Di sebuah tempat di pertebingan di malam hari dengan di taburi ribuan bintang tampak sosok anak kecil sekitar berumur 9 tahun terbaring di sana dengan pakaian robek-robek sana-sini dan juga di tubuhnya terdapat beberapa luka di tubuhnya.
" U-Ugh " pemuda itupun melenguh dan membuka matanya dan memperlihatkan mata berwarna biru laut yang sangat indah " Di-Dimana aku sekarang " gumam pemuda tersebut sambil mendudukkan tubuhnya.
" Ugh! " lenguh pemuda tersebut sambil menyentuh perutnya yang masih mengeluarkan darah " Serangan si Teme itu sakit juga " gerutunya sambil menutupi luka di perutnya.
" Apa... Aku akan mati di sini ya... " gumamnya tersenyum lirih " Hahhh~ mungkin inilah akhir nasibku " helanya kembali berbaring sambil menatap indahnya bintang-bintang di langit.
" Oi! Kau tidak apa? " Bocah yang mendengar suara mengangkat sedikit kepalanya di mana dia bisa melihat sosok perempuan berambut cokelat vanila dengan mata biru menatapnya dengan khawatir " Hehehe, mungkin... Inilah yang akan terakhir kali aku lihat " gumam bocah itu lemah hingga akhirnya dirinya kehilangan kesadaran.
.
.
" U-Ugh~ " lenguh bocah berambut kuning membuka matanya kembali, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar berwarna cokelat, matanya berkedip beberapa kali mencoba mengambil kesadarannya kembali " Kau sudah sadar? " bocah pirang yang mendengar sebuah suara menoleh dan mendapati perempuan yang menemukannya tadi.
" Kau... " gumamnya " Apa kau baik-baik saja? " tanya perempuan tersebut sambil menyentuh tangan bocah pirang tersebut.
" Um, Aku baik-baik saja " jawab sang bocah membuat sang perempuan tersenyum senang " Namaku Michella, kalau kau? " ucap sang perempuan bernama Michella memperkenalkan dirinya lalu bertanya pada bocah di sampingnya.
" Naruto... Uzumaki Naruto " jawab bocah bernama Naruto sedikit lemah " Naruto'kah? Nama yang unik " ucap Michella sambil tersenyum.
" Ne Naruto-san, bagaimana bisa kamu terbaring di sana dengan penuh luka? " tanya Michella, Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum menunduk dengan wajah sedih " untuk itu... " gumam Naruto.
Michella yang melihat wajah sedih Naruto merasa bersalah, tak mau melihat wajah Naruto sedih sang perempuan tersebutpun menyentuh pipi Naruto dan tersenyum lembut.
" Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan selalu bersamamu " ucap sang perempuan membuat Naruto terkejut " Aku juga telah kehilangan keluargaku begitu juga denganmu, tapi jangan khawatir, Mulai sekarang aku akan selalu bersamamu dan akan selalu bersamamu hingga mati, jadi jangan bersedih lagi ya... "
.
.
" Naruto-nii-chan "
.
Flashback Off
.
" Naruto-nii-chan "
Nyit!
" Itte! " pekik sang bocah pirang yang telah beranjak dewasa karena sang perempuan Michella menarik kupingnya hingga terasa sakit " Ayo bangun Nii-chan, nanti kita terlambat " ucap Michella sedikit membentak Naruto yang sudah terduduk di kasurnya sambil mengelus kupingnya.
" Ha'i-Ha'i, selain itu bisakah kau pakai cara yang baik Chella-chan " ucap Naruto dengan nada memohon " Tidak. Hanya inilah cara agar Nii-chan rajin bangun. Lagi pula aku menikmatinya " ucap Michella sambil membelakangi Naruto lalu bergerak menjauh dengan kursi rodanya.
Naruto Pov
.
Yo minna, namaku Uzumaki Naruto, umurku 17 tahun dan aku adalah sang Magical. Mungkin kalian tidak percaya tapi itulah nyatanya, aku menjadi sosok Magical sejak umur 11 tahun. Selain itu aku juga tidak tahu bagaimana bisa aku di tempat seperti ini semenjak 8 tahun yang lalu, seingatku Aku bertarung dengan Rivalku dan selanjutnya... Aku tidak begitu mengingatnya.
Begitu aku sadar aku sudah ada di dekat pertebingan dengan luka cukup parah, namun keesokan harinya lukaku dengan mudah sembuh, maka dari itu aku di sebut Magical. Tapi sayangnya aku tidak begitu ingat apakah aku pernah memiliki kekuatan seperti ini.
" Hahh~ dari pada memikirkannya lebih baik aku mandi dan bersiap saja daripada Chella-chan marah " gumamku sambil beranjak dari kasur lalu menuju kamar mandi yang ada di dalam ruanganku.
.
Saat ini aku menatap diriku yang bercermin sambil mengenakan pakaian sekolahku, kemeja hitam dengan jas putih yang aku buka dan celana hitam panjang dan sepatu pantopel, bagiku saat aku melihat diriku sendiri aku seperti seorang yang kaya, namun itu hanyalah perumpamaan.
Aku mengelus pipiku yang berisi tiga guratan seperti kumis kucing, aku sempat berpikir bagaimana bisa aku memiliki ini, apa aku di lahirkan oleh kucing, namun satu hal tentu saja hal itu tidak mungkin, manusia tidak mungkin berhubungan dengan hewan, namun ada hal yang juga bisa mengeyahkan hal tersebut karena ayahnya berkawin dengan Yokai atau manusia setengah siluman.
Di dunia yang aku tempati dan daerah yang aku tidak ketahui ini terdapat hal supranatural yang pernah di jelaskan oleh Chella-chan seperti Akuma, Da-Tenshi, Tenshi, Yokai, dan lain sebagainya.
" Nii-chan, waktunya sarapan " Aku yang mendengar suara Chella-chan langsung bergegas keluar dan turun menuju lantai satu karena kamarku ada di lantai dua. Bicara kamar, rumah yang aku tempati saat ini adalah tempat di mana keluarga Michella tinggal, aku tidak percaya jika dia adalah orang yang sedikit kaya, apalagi dia memberiku biaya sekolah saat SMP Bersamanya. Aku merasa malu saat itu.
Setelah sampai di ruang makan aku bisa melihat Chella-chan yang menungguku di meja makan, oh biar aku perkenalkan dia sekali lagi, namanya Uzumaki Michella adikk angkatku yang mengangkatku menjadi kakaknya, dia memiliki kelumpuhan kaki karena kecelakaan saat berumur 10 tahun di mana waktu itu kami berjalan bersama namun waktu itu ada mobil yang melaju kencang ke arah kami, namun dengan sigap aku memeluknya dan mengorbankan tubuhku untuk menahan mobil tersebut.
Dan hasilnya sudah pasti, kami mengalami luka parah dan harus di rawat di rumah sakit namun sayangnya hanya aku yang cepat sembuh sementara Michella mengalami kelumpuhan kaki, waktu itu andai saja aku bisa melindunginya dengan benar.
Plak!
Pov End
Naruto yang merasakan kedua pipinya sedikit di tampar tersadar dan mendapati Michella telah di depannya dengan tatapan sendu " Apa yang kau pikirkan Nii-chan? " tanya Michella lirih.
" ... "
" Gomen Ne, andai saja waktu itu "
" Ini bukanlah salahmu Nii-chan! " bentak Michella sambil menarik wajah Naruto hingga wajah mereka tinggal beberapa senti lagi " Ini hanyalah takdir yang di berikan Tuhan, Aku tahu kau juga mengorbankan dirimu demiku jadi itu bukanlah kesalahan Nii-chan " lanjut Michella sambil memaksa Naruto untuk berlutut lalu memeluk Naruto dengan erat.
" Ta-Tapi... Andai saja yang lumpuh itu aku... " gumam Naruto " Shhh~ Nii-chan tidak boleh seperti itu, kau pikir aku tidak akan merasakan sakit seperti Nii-chan, hatiku pasti akan sakit jika Nii-chan seperti aku sekarang ini " ucap Michella menenangkan Naruto.
" Gomen ne Imouto " ucap Naruto sambil memeluk Michella, sementara Michella hanya tersenyum sambil mengeratkan pelukannya " Ha'i, Daijoubu Naruto-nii-chan "
.
" Jadi di sini kita akan sekolah, Chella-chan? " tanya Naruto ketika melihat sebuah bangunan besar di depannya " Um, nama sekolahnya Magical Academi, disinilah kita akan sekolah " jawab Michella.
" dari namanya sekolah ini pasti menampung orang-orang Magical, apa kau tidak apa di sini Chella-chan? " gumam Naruto lalu bertanya kembali " Um, Lagi pula Nii-chan juga pasti sempat melihat mataku ini bukan? " tanya Michella yang memejamkan matanya lalu membuka matanya kembali.
" Apa maksudmuGalaxysion Stars? " tebak Naruto sambil bergerak ke arah depan adiknya untuk menutupinya agar tidak di lihat banyak orang " Ha'i " jawab Michella.
" Dengar Michella, aku tahu kemampuanmu ini hebat tapi tolong jangan di tunjukkan oleh siapapun, jika nanti kau di tanya mengenai kekuatanmu, tunjukkan saja kekuatan Apimu " ucap Naruto sambil memberi nasehat.
" Fufufu~ kau sangat khawatir sekali ne Baka-nii-chan " ledek Michella sambil memejamkan matanya " Tapi arigato telah mengkhawatirkanku " lanjutnya sambil membuka matanya kembali dan memperlihatkan matanya yang telah kembali semula.
" Sama-Sama, Baka-Imouto " balas Naruto sambil mengacak rambut Michella lalu mendorong kursi roda Michella tak memperdulikan gerutuan adiknya.
Naruto yang melihat banyak orang yang berada di papan pengumuman dimana kelas mereka nanti langsung bergerak ke arah papan pengumuman namun di tahan oleh sang adik yang menggelengkan kepalanya " kenapa? " tanya Naruto bingung
" Aku sudah tahu kita di kelas mana, 1-A. Kita sekelas di sana " ucap Michella membuat Naruto menghela nafasnya dalam artian lega karena mereka sekelas " Baiklah, Ayo kita ke kelas lebih dulu " ucap Naruto kembali mendorong kursi roda Michella.
" Siapa dia? "
" Kenapa dia duduk di kursi roda?
" Apa dia cacat?
" Heh! Seharusnya orang cacat di masuk di sekolah ini "
Naruto yang mendengar bisik-bisikkan itu mengepalkan tangannya, Michella yang duduk di kursi roda sambil menutup matanya hanya diam, tangannya bergerak ke arah tangan Naruto dan menyentuhnya mengisyaratkan agar Naruto tetap tenang.
Walau dalam mata tertutup dirinya bisa tahu bahwa Naruto menahan amarahnya " Jangan pedulikan Nii-chan " ucap Michella lembut " Tapi... " gumam Naruto ingin membantah.
" Jangan khawatir, aku baik-baik saja " ucap Michella meyakinkan sambil tersenyum membuat Naruto terdiam " Hahh~ baiklah, tapi jangan salahkan Nii-chan akan menghajar mereka jika sudah melewati batas " ucap Naruto mengalah namun tetap memberikan ancaman membuat Michella terkekeh.
Setelah cukup lama, akhirnya Naruto dan Michella sampai di kelas mereka dan mulai memasukinya, namun baru saja masuk telinganya telah memanas karena mendengar bisik-bisikan yang membuat darahnya mendesir.
" Hey, bukankah dia yang tadi? "
" Cih, siapa sangka orang cacat sepertinya ada di kelas A "
" Sebaiknya kau pergi saja cacat kelas ini sangat tidak cocok denganmu! "
" G-Ghhh " geram Naruto sambil menundukkan wajahnya " Hey, perempuan cacat sebaiknya kau keluar kelas ini, karena ini hanya untuk kelas Elite saja " usir salah satu siswa menghadang Naruto dan Michella bersama dua temannya.
" Bisakah kalian menutup mulut kalian? " tanya Naruto dengan nada datar " Hah? Apa maumu pirang, mau berkelahi? " tantang pemuda yang paling tengah memasang wajah sangar.
" Aku tidak memiliki niat berkelahi bersamamu mulut hewan " balas Naruto berkata tajam " Ho~ berani juga kau brengsek! " remeh pemuda tersebut sambil melayangkan pukulan ke arah Naruto.
Tap!
Namun dengan mudah Naruto menangkap tinju tersebut dengan satu tangan membuat semua di sana terkejut " aku bilang aku tidak memiliki niat bertarung denganmu " jeda Naruto sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan matanya yang berwarna biru yang bersinar dengan pupil Vertikal yang mengeluarkan aura intimidasi membuat pemuda tersebut sedikit gemetar.
" Cih! Jangan sombong! " teriaknya kembali sambil melayangkan tinju berikutnya dengan satu tangannya lagi
Grep!
" Hentikan " ucap pemuda berambut nanas yang tiba-tiba sudah di belakang pemuda tersebut " Kalian membuat keributan di sini, sebaiknya kalian hentikan sebelum aku laporkan " peringat Pemuda tersebut membuat Ketiga pemuda itu hanya mendecih lalu berjalan menuju bangku mereka.
Naruto yang tadi sedikit emosi menutup matanya sambil mengatur nafasnya, merasa tenang Naruto membuka matanya kembali lalu menatap pemuda yang tak jauh darinya " Arigato telah menyelamatkan kami " ucap Naruto sambil sedikit membungkukkan badannya.
" Sama-Sama, Lagi pula dari tadi aku sudah muak dengan mereka yang mengejek orang lemah walau tampak tidak lemah di dalamnya " balasnya sambil tersenyum ramah ke arah Naruto " Ah, benar juga, Namaku Nara Shikamaru, pengguna Bayangan atau bisa di sebut Shadow Magic " lanjutnya memperkenalkan dirinya.
" Namanya Uzumaki Michella pengguna Fire Magic sementara Aku Uzumaki Naruto pengguna Healling Magic " ucap Naruto memperkenalkan Michella lalu dirinya.
" Hoh~ pengguna Healling ya, sudah lama aku tidak melihat pengguna Healling, mereka sangat langka " gumam Shikamaru sambil mengelus dagunya " Lalu bagaimana dengan skill kalian? " tanya Shikamaru lagi.
" Skill? " beo Naruto " Maksudku keahlian dalam senjata, Aku tidak ada Skill seperti itu. Bagaimana dengan kalian? " Jelas Shikamaru lalu kembali bertanya.
" Kami tidak memilikinya " jawab Naruto membuat Shikamaru mengangguk karena tidak mencurigakan baginya soalnya pengguna Fire Magic di depannya saat ini tampak lumpuh sementara pemuda di depannya memiliki Healling Magic yang pastinya jarang memiliki skill bertarung senjata, namun melihat Pemuda di depannya dari atas hingga bawah, dia yakin bahwa pemuda di depannya akan memiliki banyak Skill.
" Etto... Nara-san, bolehkah aku bertanya? " tanya Naruto membuat Shikamaru sedikit tersadar " Panggil saja namaku Shikamaru " ucap Shikamaru membuat Naruto sedikit tersenyum.
" Ne Shikamaru, Apa di sekolah ini akan ada tes menandakan bahwa orang-orang di sini sangat cocok untuk memasuki sekolah ini? " tanya Naruto lagi " Um, Sebentar lagi guru kita akan masuk dan akan menyuruh kita ke suatu tempat yang telah di tentukan dan di sana kita akan di tes kemampuan kita, jika tes tidak sesuai harapan guru, maka murid tersebut akan di keluarkan " jawab Shikamaru.
" Dari pada menjadi patung di sini, sebaiknya kalian pilih bangku kalian, jika tidak keberatan sebenarnya aku ingin kalian duduk di antarku bersama sahabatku yang gemuk itu, apa kalian mau? " tawar Shikamaru, Naruto yang mendengar itu tersenyum membalas keramahan Shikamaru.
" Arigato Shikamaru " ucap Naruto lalu mengikuti Shikamaru sambil mendorong kursi roda Michella ( Posisi Shikamaru ada si bangku sudut jendela nomor 4 dari lima, untuk Naruto dan Michella posisinya ada di depan Bangku Shikamaru )
Setelah sampai di bagian bangkunya Naruto menyempatkan dirinya memperkenalkan dirinya kepada teman Shikamaru yang bernama Akimichi Choji, Sambil berbincang-bincang datang dua sosok berbeda gender di kelas mereka membuat semua langsung duduk di bangku mereka.
" Hm~ jadi kalian orang-orang yang ada di kelas A ini? " gumam Pria berwajah tegas dengan otot kekar sambil menatap datar murid-murid di depannya " Sebelum kalian bangga di kelas A, kalian harus melakukan Tes seperti di prosedur di sekolah itu namun Tesnya berbeda dari setiap kelas " ucap Wanita berkuncir nanas dengan nada mengejek.
" Tes kalian adalah harus melawan kami " ucap Pria tersebut membuat semua di sana terkejut termasuk Naruto " Matte Sensei! Adikku mengalami kelumpuhan Kaki, dia tidak mungkin bisa melawan kalian! " ucap Naruto mengeluarkan protesannya.
" Heh! Jika seperti lebih baik mati saja! " ucap sang Wanita membuat Mata Naruto melebar mendengarnya " Sudah cukup bicaranya! Ikut kami ke ruang Tes kami yang sudah kami siapkan! " lanjut sang Wanita sambil berlalu pergi di ikuti oleh para Murid.
" Naruto " gumam Shikamaru sambil menepuk pundak Naruto " Jangan di pikirkan, guru sepertinya memang selalu berlidah tajam " ucap Choji ikut menenangkan Naruto.
" Chell-chan " panggil Naruto dengan nada datar " Ha'i, Ada Apa Nii-chan? " tanya Michella sedikit takut karena saat ini pasti Naruto tengah marah.
" Aku berjanji... " jeda Naruto sambil mengangkat wajahnya yang sedikit menunduk menatap tajam ke depan " Akan Membuatmu di terima di sekolah ini "
.
~ Naruto : The Magical Battle ~
.
Other Place ( Test Class A Place )
.
Di sebuah tempat di penuhi Hutan tampak seluruh murid kelas A telah mengelilingi tempat tersebut dengan dua guru di tengahnya.
" Baiklah sekarang kami akan jelaskan tesnya " ucap pria berotot sambil membuat lingkaran besar dengan dirinya dan wanita di sampingnya di dalamnya " Tesnya adalah Kalian harus bisa mengeluarkan kami dari lingkaran ini, jika itu tidak bisa kalian harus bisa bertahan selama 5 menit dari serangan kami, Kami tidak akan keluar dari lingkaran, kami hanya akan memberikan serangan dari lingkaran ini, jadi aku harap kalian mengeluarkan seluruh kemampuan kalian " jelas sang pria membuat semua di sana saling menatap.
" Jadi siapa yang akan melakukannya lebih dahulu? " tanya Guru wanita dengan nada meremehkan membuat semua di sana mendecih tak suka " Bolehkah aku dulu? " semua seketika menoleh ketika sebuah suara dari sosok pemuda pirang yang mengangkat tangannya lalu jalan ke depan dan menjaga jaraknya dengan para gurunya.
" Ho~ pemuda yang tadi ya " gumam sang Pria " sebelum aku memulainya bolehkah aku meminta satu permintaan pada kalian? " tanya Naruto sambil menundukkan wajahnya.
" Cih! Sebaiknya cepat saja pirang " desis Guru Wanita " Jika aku menang dan bisa mengalahkan kalian kurang dari 10 menit, Aku ingin kalian membiarkan adikku di terima di kelas ini " ucap Naruto mengangkat kepalanya sambil menunjukkan wajah memohon pada kedua gurunya.
" Heh! Jika kau bisa saja pirang! " ucap Guru Wanita bersiap, Naruto yang melihat itu memasang posisi bertarung dengan tangan kiri mengepal di arahkan kedepan dengan sedikit di tekuk sementara tangan kanannya di kepalkan di depan dadanya, posisi kaki dia sedikit buka dengan di tekuk sedikit kebawah.
" Baiklah Kita mulai Tesnya " ucap sang Guru Wanit mengibaskan tangannya ke depan hingga mengeluarkan banyak ular yang melesat cepat ke arah Naruto, Naruto yang melihat serangan seperti itu melebarkan matanya.
Wush! Blaaaaar!
Semua seketika terkejut ketika Naruto bersalto ke belakang dengan melompat tinggi dan mendarat tak jauh dari serangan Sang Guru " A-Are? " gumam Naruto sambil menatap tubuhnya ' Yang tadi itu apa? ' batin Naruto.
" Jangan melamun pirang! " Naruto seketika tersentak ketika Guru Wanita di depannya kembali melesatkan serangan yang sama.
Swush! Blaaar!
Kembali semua terkejut ketika Naruto berhasil menghindar kembali dengan salto ke samping ' Lagi? Bahkan aku tidak bisa menghindar seperti tadi, tapi tadi... Seolah tubuhku bergerak sendiri ' batin Naruto sambil menatap dirinya sendiri.
" Sepertinya kau kesusahan ne " ucap Guru Pria membuat guru di sampingnya mendesis tak suka " Urusai! Setidaknya bantu aku! " geram sang perempuan.
" Baik-baik, dasar lidah tajam " balas sang Pria sambil mengepalkan tangannya lalu meninju udara kosong selama dua kali hingga membuat gelombang putih yang. Melesat cepat ke arah Naruto.
Wush!
Tak mau terkena serangan kembali, Naruto langsung berlari ke samping membuat serangan tersebut meleset kembali ' Apa... Ini.. ' batin Naruto tidak percaya
Wush! Wush! Wush!
Blar! Blar! Blar!
Guru Pria yang melihat serangannya terus di hindari kembali memberi serangan bertubi-tubi ke arah Naruto, namun Naruto berhasil menghindarinya dengan menundukkan tubuhnya sambil berlari, dan berlari sambil salto ke samping ' Tubuhku... Terasa ringan sekali ' batin Naruto tak percaya.
Wush! Blaar!
" Wow, rupanya dia hebat juga " gumam Choji sambil memakan keripik kentang di tangannya " Kau benar, dia menghindarinya seperti menari, tubuhnya pasti terasa sangat ringan hingga membuatnya berhasil menghindari setiap serangan tersebut " timpal Shikamaru sambil melihat tes Naruto.
" Naruto-nii-chan " gumam Michella khawatir
Wush! Buagh! Sret! Tap!
Semua seketika terkejut ketika salah satu serangan sang guru berhasil mengenai Naruto dan membuatnya sedikit terpental, namun Naruto berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan mendarat sempurna sambil mengatur nafasnya.
" Kau boleh juga " gumam Guru Pria menurunkan tinjunya " Kau bertarung tanpa senjata, kau memiliki keberanian yang luar biasa nak " puji sang Guru.
" Ohey, bisa cepat sedikit tidak! "
" Kami juga ingin melakukan tes, jika kau sudah tidak kuat sebaiknya kau mundur saja lemah! "
" Kalian semua Diam! " teriak Guru Wanita membuat semua di sana terdiam " Siapa saja, berikan dia senjata tak peduli seperti apa senjatanya " teriak sang guru kembali.
" Heh! Jika begitu ini " dengus salah satu murid menyerahkan pedang usam di tangannya dengan melemparnya ke arah Naruto, dengan mudah Naruto menerima pedang tersebut lalu menatap pedang itu diam.
Sret!
Setelah itu Naruto menarik pedang tersebut dan terlihat pedang berkarat dam juga beberapa bagian yang telah hancur " Oh Maaf, sepertinya aku salah kasih pedang hahahaha " ucapnya sambil tertawa mengejek diikuti beberapa murid di sana " Baiklah sekarang kau sudah punya senjata bagaimana jika kita lanjutkan tesnya? " tanya guru perempuan menyeringai.
" Matte, pedang itu tidak cocok dalam tes ini, biarkan di menggan... "
" Daijoubu " potong Naruto sambil memasukkan kembali pedangnya lalu meletakkan di pinggang bagian kirinya dan kembali bersiap " Aku akan menggunakannya " ucap Naruto menundukkan wajahnya membuat ekspresinya tak terlihat.
" Heh! Kalau begitu kita langsung saja! " ucap Guru Wanita mengibaskan satu tangannya hingga mengeluarkan puluhan ular.
Wush! Craaaaash!
Semua melebarkan matanya ketika Naruto berhasil memotong seluruh ular Guru Wanita tersebut hanya menggunakan pedang berkarat dengan sekali tebas yang sangat cepat.
Sret! Wush!
Setelah itu Naruto berlutut sedikit lalu berlari dengan cepat ke arah Guru Wanita di depannya membuat sang Guru Wanita terkejut karena Naruto akan memberikan serangan jarak dekat.
" Tak semudah itu! " ucap guru pria sambil memberikan puluhan tinju kosong hingga membuat puluhan Gelombang melesat ke arah Naruto.
Wush! Wush! Wush!
Bugh!
Dengan mudah Naruto menghindari setiap serangan tersebut seperti menari, namun serangan terakhir berhasil mengenai Naruto membuat Naruto kembali terpental.
" Dengan begini selesai! " ucap sang Guru Wanita kembali mengibaskan satu tangannya hingga mengeluarkan puluhan ular kembali.
Tap! Grep!
Mata sang Guru kembali terbelak ketika pemuda di depannya telah mendarat dari terpentalnya dia berhasil menangkap ular miliknya dengan mudah.
" Haaaaaaaaaaa! " teriak Naruto menarik Ular yang dia tangkap sekuat tenaga.
Sret! Wush!
Semua kembali harus terbelak entah keberapa kalinya karena sang Guru Wanita berhasil di tarik Oleh Naruto keluar dari Lingkaran " Apa! " kejut sang guru Wanita.
Sret! Wush!
Setelah itu Naruto langsung kembali melesat dengan cepat ke arah Guru Wanita membuat sang Guru Wanita terkejut.
Sret! Grek!
Sret! Wush!
Setelah itu Naruto melilitkan ular di tangannya kepada sang Guru Wanita membuatnya tidak bisa bergerak, setelah itu Naruto kembali melesat ke Guru Pria sambil menyeret sang Guru Wanita yang telah dia ikat.
" Heh! Sepertinya kau sudah serius anak, tapi jangan kira kau menang melawanku dari jarak dekat " ucap Guru Pria siap melayangkan tinjunya.
Wush!
Mata sang Guru Pria harus terbelak ketika Naruto melempar rekannya ke arahnya membuatnya refleks menangkap tubuh rekannya.
Wush!
Namun sang Guru Wanita kembali melesatkan serangan dari mulutnya dengan mengeluarkan puluhan ular kembali ke arah Naruto sebagai pengganti serangan rekannya.
Wush! Sring! Craaaash!
Walau serangan kejutan, dengan mudah Naruto menghindarinya dengan membungkukkan badannya sambil berputar ke arah Kanan dan menebas seluruh ular tersebut dengan pedang di tangannya hingga putus semua
Sret! Wush!
Setelah itu Naruto menebaskan pedangnya ke arah Dua Gurunya dengan gerakan kedepan membuat sang Guru Pria langsung melayangkan tinjunya ke perut Naruto
Wush! Sret! Crak!
Namun dengan gerakan cepat Naruto memutar tubuhnya kebelakang sang Guru Pria dan menguncinya bersama sang Guru Wanita dengan menarik ular di bagian leher sang Guru Wanita dan mengarahkan pedangnya ke sang Guru Pria tangan sang guru pria juga telah di ikat di belakang sang pria menggunakan ular sang wanita membuat sang pria tidak bisa memberi perlawanan.
Semua harus terkejut ketika Naruto berhasil mengunci kedua guru yang akan menjadi wali kelas mereka hanya dengan menggunakan pedang berkarat yang hampir hancur.
" Selesai sudah " ucap Naruto sambil mendorong mereka keluar lingkaran hingga terjatuh lalu menancapkan pedangnya di tengah-tengah mereka membuat kedua guru itu terbelak.
' A-Apa-Apaan itu tadi, tinjuku yang akan mengenainya dengan cepat dia bisa menghindarinya, bahkan seorang yang memiliki keahlian pedang dan kecepatan seperti itu tidak akan bisa menghindarinya ' batin Sang Guru Pria
' U-Ugh! Ke-Kenapa ular-ularku tidak mau lepas karena perintahku, Ular- ularku terus mengikat pada diriku seolah ketakutan, sebenarnya apa yang telah di lakukannya pada ular-ularku ' batin Guru Wanita sambil melirik Naruto yang masih berdiri di atas mereka dengan ekspresi yang tak terlihat.
" A-Are? " beo Naruto sambil mengangkat wajahnya dengan wajah polos " Sensei? Kalian kenapa? " tanya Naruto polos
" Apa kau lupa pirang! Kau tadi berhasil mengalahkan kami dan Hey! Menyingkirlah dari kami! " ucap sang guru Wanita membuat Naruto tersentak.
" Whaa! Go-Gomen " ucap Naruto menjauh dari sang Guru tak lupa dia juga menarik pedangnya yang dia tancap ' A-Apa yang barusan itu, bagaimana bisa kau menyelesaikan tesnya? Aku bahkan tidak ingat jika aku berhasil mengalahkannya, yang aku ingat hanya saat menerima pedang ini ' batin Naruto pada dirinya sendiri sambil menatap pedang di tangannya.
" Hey! Pirang! Karena kau bermain kasar dengan gurumu maka aku nyatakan kau di keluarkan! " ucap Sang Guru Wanita membuat Naruto terkejut akan keputusannya " Hey! Matte! Kenapa bisa begitu! Perjanjiannya dan aturannya tidak ada perkataan seperti itu! " tuntut Naruto tidak menerima hal tersebut, bagaimana tidak dirinya saja bingung bagaimana tadi dia bertarung dan sekarang dirinya di keluarkan, mana mungkin dia terima.
" sudah aku bilang, kau di.. "
" Matte Anko! " bentak sang Guru Pria membuat Wanita bernama Anko itu terdiam " Aku rasa kau sudah berlebihan mengambil keputusan, sebaiknya kau diam saja! " lanjutnya.
" Apa wewenangmu! Aku yang di beri kepercayaan oleh kepala sekolah jadi aku berhak menentukan " balas Anko " Jika begitu aku akan bertarung melawanmu untuk membiarkannya tetap di kelas A, apa kau mau? " balas balik sang Guru Pria membuat Anko mendecih tak suka.
" Dia sudah Lulus dari Tes, dan kau tidak menerimanya, orang macam apa kau? " lanjut sang Pria sambil menjauh dari Anko dan mendekati Naruto " Kau lolos Nak, Aku ucapkan selamat datang di kelas A " ucap Sang pria sambil menepuk pundak Naruto.
" Etto... Sejujurnya aku tidak melakukan apapun tadi, bahkan aku tidak ingat bagaimana bisa aku mengalahkan kalian, jadi Hontouni Gomenasai, Mungkin jika aku di keluarkan adalah hal yang benar " ucap Naruto gugup sambil membungkukkan badannya.
' Tidak Ingat. Apa dia secara tidak sadar melakukan hal tadi, kemungkinan dia terbawa emosi sejak di beri pedang itu, atau mungkin pedang itu seolah mengendalikannya ' batin sang Guru Pria sambil menatap lekat Naruto ' Tidak aku rasa tidak. Mungkin ada hal lain yang menyebabkannya tapi jika dia di keluarkan, akan mengecewakan karena bakat pedangnya tadi, aku harus bisa membuatnya ada di kelas A ' lanjutnya.
" Jangan di pedulikan Nak, yang terpenting kau sudah di terima di kelas A ini, selamat ya " ucap Sang Pria meyakinkan Naruto " tidak peduli kau ingat atau tidak, kau tetap lolos, jadi sebutkan namamu karena berhasil lolos dan juga sebutkan nama adikmu itu " ucap Sang Guru Pria.
" A-Ah, Namaku Uzumaki Naruto dan nama Adikku Uzumaki Michella, mohon bimbingannya Sensei " ucap Naruto sambil membungkukkan badannya " Uzumaki Naruto ya... " gumam sang Pria.
" Yosh, kalau Sensei bernama Sairaorg, Sairaorg Gremory, Kau bisa memanggilku Sairaorg, jadi salam Kenal Naruto-kun " ucap pria bernama Sairaorg sambil bersalaman dengan Naruto " A-Ah " gumam Naruto hanya itu yang bisa dia keluarkan.
" Kalau begitu sampai jumpa di kelas Naruto-kun " ucap Sairaorg sambil jalan menjauh untuk melakukan test berikutnya " hahhh~ " hela Naruto sambil memasukkan pedangnya kembali.
" Selamat Naruto kau berhasil " ucap Shikamaru yang mendatangi Naruto bersama Choji dan Michella " Ah, Kalian. Sejujurnya aku tidak melakukan apapun kok " ucap Naruto jujur.
Sret! Grep!
Naruto harus terkejut ketika Adiknya menarik dirinya dan memeluknya dengan sangat erat dirinya bahkan tidak siap hingga di harus berlutut karena tarikan adiknya.
" sejak tadi dia sangat khawatir denganmu, dari tadi dia berdoa untuk keselamatanmu, sejujurnya aku ingin mengatakan bahwa kau adalah kakak yang nekat namun kau juga kakak yang membanggakan karena melawan dua guru dalam kurang waktu 9 menit hanya untuk membiarkan adikmu di kelas, kau sungguh hebat Naruto " ucap Shikamaru panjang lebar berisikan ledekan dan juga pujian membuat Naruto tersenyum dan membalas pelukan Michella.
" Jangan Khawatir Nii-chan baik-baik saja, dan yang terpenting kita akan selalu bersama, jadi jangan khawatir Imouto no kawai " ucap Naruto sambil mengelus punggung Michella yang bergetar.
" Hiks... Hiks... Baka... Hountoni Baka-nii-chan " isak Michella semakin mengeratkan pelukannya.
Sementara di suatu tempat tampak beberapa orang menatap ke tempat Naruto dengan ekspresi yang berbeda-beda ada yang tersenyum, ada yang menyeringai dan lain-lain.
" sepertinya dia cukup hebat juga " puji pemuda berambut cokelat panjang.
" Heh! Bagiku itu hanyalah keberuntungan " desis pemuda berambut cokelat menculak kebelakang.
" tidak, dia tidak beruntung karena dia berusaha semampunya dan itulah yang membuatnya lulus " ucap pemuda berkaca mata hitam " Seperti biasa perkataanmu susah di mengerti " ucap Pemuda berambut cokelat acak-acakan dengan anjing besar di sampingnya.
" Kalian jangan terlalu meremehkannya, kemampuan pedangnya tadi bukanlah hal sembarangan, dia bisa memotong ular-ular itu hanya dengan sekali tebas, apa lagi itu pedang tua yang bisa hancur kapan saja, namun ketajamannya masih ada walau tampak tumpul " peringat pemuda berambut raven.
" Jika kau berkata seperti itu, mungkin kau benar, bahkan mataku tadi tidak melihat bahwa pedang tersebut terbungkus mana, itu membuktikan bahwa dia menggunakan pedang itu secara utuh tanpa bantuan [Mana] " Timpal Pemuda berambut cokelat.
" Cih, sepertinya aku punya firasat buruk akan besok "
.
Sementara di sisi Naruto, Naruto masih senantiasa memeluk adiknya dirinya menikmati pelukan adiknya begitu juga sebaliknya, sementara Shikamaru dan Choji mengalihkan pandangan mereka dengan menonton tes berikutnya.
" Jadi bagaimana sudah baikkan? " tanya Naruto sambil melepaskan pelukannya dan menyatukan dahinya kepada sang adik " Un, Arigato karena telah membiarkanku di kelas A, Nii-chan " ucap Michella sambil menyentuhkan hidung kepada Hidung kakaknya.
" Hehe, Mungkin waktu itu aku gagal menyelamatkanmu, tapi sekarang tak akan aku biarkan hal itu terjadi kedua kalinya " ucap Naruto tersenyum lima jari membuat Michella ikut tersenyum.
" Arigato Naruto-nii-chan "
" Um, Sama-sama "
Naruto Pov
Mungkin aku lupa bagaimana bisa aku menyelesaikan Tes ini, tapi aku tidak memikirkan kembali hal itu, kita juga tidak mungkin menolak rezeki yang telah di berikan, namun aku akan mencari tahu hal itu nanti saja bahkan kapanpun aku bisa mencari tahunya sendiri, dan juga Besok adalah hari beratku namun aku akan lalui bersama adikku dan teman-temanku karena aku tidak sendiri dan mereka tidak sendiri, besok akan kami lalu dengan semangat kami
End Pov
.
.
.
.
TBC
Note : Yo! Kembali lagi dengan Author Geje ini, :v. Yak inilah pengganti baru the Magical Battlenya yang telah di perbaruhi atau biasa di sebut Re Make. Saya terpaksa harus me Re Makenya karena kekurangan peminat, mungkin dengan begini akan lebih banyak yang tertarik ( itu harapan saya ) untuk awal-awal saya tidak banyak bicara kembali karena saya akan menunggu hasil Review kalian lebih dulu, kalau begitu saya Dedek log out Jaa~
Please Review
