Vampire?
FF from kimsyifa13 (me)
Main cast :
- Youngmin Boyfriend
- Kwangmin Boyfriend
- Jeongmin Boyfriend
- Eli U-Kiss
- Dongho U-Kiss
Disclaimer : semua tokoh yang ada dalam fanfic ini cuma milik Tuhan & keluarganya, tapi Kwangmin & Dongho juga milik authorrrr XD *digaplok* . Ni Epep cuma buatan sayaaa... aseli loh XDb
Prolog
BUAGH!
BUGGH!
KYAAA!
HENTIKAAAAAAN!
TIDAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK!
Jeritan kesakitan terdengar di keheningan malam yang misterius. Jeritan-jeritan itu acap kali terdengar ketika tengah malam tiba, kegelapan mulai menyelimuti sebagian daerah bumi, dan keheningan.
Seorang namja berdiri tegak diantara orang-orang yang telah mati. Rambut lurus ikalnya berkibar. Dengan wajah datar nan sadis, namja itu mengangkat salah satu orang yang sudah mati lalu mengendus bau tubuh orang itu. Dan dengan kecepatan turbo, namja itu menghilang diantara kecaman malam dan keheningan…
"Youngminnie!" teriak seorang namja berambut blonde, Eli. Youngmin menoleh seraya tersenyum dan menunggu sahabatnya itu di sampingnya.
"Wae, hyong?" tanyanya. Eli menyerahkan koran yang baru saja dia baca tadi pagi. Youngmin membaca judulnya.
"ORANG-ORANG DI BLOK C DITEMUKAN MATI DENGAN NAAS. BEKAS GIGITAN TERLIHAT DI LEHER KORBAN. Lalu kenapa, hyong?" tanya Youngmin. Eli mengedikkan bahu, menyuruh Youngmin membaca artikel itu.
Semenit kemudian, Youngmin sudah selesai membaca. Matanya terbelalak, kaget. Tentu saja dia kaget, sebab dia sendiri tinggal di Blok C dan semalam tidak ada apapun yang terjadi. Bahkan adik kembarnya, Kwangmin, tidak apa-apa!
"Hah? Bagaimana bisa?" tanyanya shock. Eli menjawab dengan gesturnya yang khas. "I don't know," jawabnya.
"Hmm… baiklah, aku pinjam dulu koranmu, hyong. Thank you.., paipai." Kata Youngmin menyudahi percakapan dan melambaikan tangannya.
Youngmin duduk di kursinya. Matanya tidak lepas dari judul artikel tersebut. Bahkan saat Haya seonsaengnim masuk, Youngmin tidak memperhatikan beliau.
"Anak-anak, kali ini kalian mendapatkan teman baru. Ya, Jeongmin, masuk," jelas Haya seonsaengnim. Youngmin menutup korannya dan tak lama kemudian seorang namja tinggi tampan masuk.
"Hmm… Jeongmin imnida, bangapta chingudeul~" kata namja itu singkat, dingin. Para yeoja yang ada di kelas langsung ribut. Ada yang berdandan, tersenyum-senyum aneh kepada Jeongmin, dan mengerling nakal pada Jeongmin. Sedangkan Jeongmin? Dia hanya menatap datar ke seluruh penjuru kelas.
"Nah, Jeongmin-ssi, kau duduk di samping Youngmin," perintah Haya. Jeongmin mengangguk lalu berjalan ke arah kursi Youngmin.
"Hai," sapa Youngmin. "Hai." Sapa Jeongmin balik, namun dingin. Youngmin agak merasa aneh melihat kelakuan Jeongmin yang tak ramah.
"Baumu...," gumam Jeongmin pelan sekali. Youngmin yang mendengar gumaman pelan Jeongmin, menoleh bingung.
"Eh?" Tanyanya. Jeongmin memalingkan muka dan menggumam, "tidak."
*di skip aja ya, percakapan di sekolah*
Malam tiba. Siapapun yang keluar malam ini akan merasakan dingin yang menusuk tulang dan ancaman malam.
Seorang namja berdiri di ambang jendela kamar seseorang, menatap orang yang sedang tidur pulas di atas ranjang. Tiba-tiba petir menggelegar dan dapat terlihat wajah namja itu.
Pucat; bola mata merah; gigi taring yang tentunya bisa merobek kulit manusia atau bahkan hewan; ekspresi datar bercampur sadis; dan hidungnya yang tak berhenti mengendus. Tampak menyeramkan, memang, tapi, jika dilihat lagi, namja vampir itu sangat tampan.
"Aku lapar," gumamnya lalu melompat dari ambang jendela dan berlari sekejap mata.
Kereta bawah tanah. Di sinilah dia akan memulai mencari makan. Menit demi menit dia menunggu kereta berhenti. Selama 20 menit dia menunggu dan akhirnya datang juga. Orang pertama, lelaki berjas, turun dan langsung disambut dengan gigitannya. Lagi, kejadian kemarin malam terulang.
Youngmin tak bisa tidur semenjak petir menyambar tadi. Sempat dia melihat ada seseorang yang berdiri di ambang jendela kamarnya, tapi hanya untuk dua detik, lalu hilang. Tadinya Youngmin kira dia bisa melihat wajah orang itu, tapi sayang, petir menggelegar hanya satu detik.
"Siapa dia?" Tanya Youngmin dalam hati. Dia pun penasaran dan beranjak bangun berjalan ke arah jendela.
'Hmm... Ada sobekan kain warna merah? Kurasa Kwangmin tahu semua jenis kain...,' pikir Youngmin. Akhirnya dia pun tidur lagi dengan sejuta tanda tanya.
Paginya...
"Kwangminnie," panggil Youngmin saat adik kembarnya makan. Kwangmin menaikkan sebelah alisnya.
"Apa?" Tanya Kwangmin. Youngmin menunjukkan sobekan kain merah yang dia temukan di ambang jendela kamarnya. Kwangmin mengambil sobekan kain itu dengan perlahan, lalu menatapi kain tersebut.
"Kain jenis apa ini?" Tanya Youngmin penasaran. Spontan Kwangmin langsung menyembunyikan sobekan kain itu di balik tubuhnya dan kemudian langsung berlari pergi ke sekolah. Youngmin yang ditinggal, pun, langsung berlari mengejar Kwangmin.
"Ya! KWANGMINNIE! TUNGGU!" Teriak Youngmin. Tapi sayangnya Kwangmin sudah meninggalkan Youngmin.
Atap sekolah~
"Ada apa memanggilku?" Tanya seorang namja berambut ikal. Namja di depannya, berambut lurus, menoleh ke arahnya.
"Oh. Kau sudah datang. Kemarilah," panggil namja yang di depannya. Si namja berambut ikal berjalan ke arah namja yang berambut lurus.
"Apa?"
"Igot..."
Namja berambut ikal menatapi benda yang diberikan namja berambut lurus. Dia mengerutkan dahinya.
"Sobekan kain? Kenapa?"
"Tidak. Aku hanya ingin kau menyimpan rapat-rapat rahasia kita. Kalau tidak, aku akan menghabisimu. Kau tau, kan, kalau seorang vampir meminum darah dari seorang vampir yang lain, kekuatan vampir yang meminum darah akan berlipat ganda?" Tanya namja berambut lurus. Perlahan, warna mata namja itu berubah menjadi merah, kedua taringnya terlihat. Namja berambut ikal mengangguk gugup.
"I... Iya. Baiklah. Mianhada, aku kemarin ceroboh sekali, hingga tak menyadari kalau bajuku tersangkut." Jelas namja berambut ikal. Perlahan, warna mata namja berambut ikal berubah menjadi merah, kedua taringnya mulai terlihat.
"Ya sudah. Ayo pergi. Jam pelajaran pertama sudah dimulai." Ajak si namja berambut lurus sambil melompat ke lapangan diikuti namja berambut ikal.
"Kwangminnie!" Panggil Youngmin di depan kelas Kwangmin. Kwangmin, yang sedang mengerjakan tugas, menengadah menatap abangnya..
"Hem? Ne, Youngminnie hyong?" Tanyanya. Youngmin menghampiri Kwangmin dan melihat tugas apa yang sedang adiknya kerjakan.
"Kwangminnie, kau kenapa tadi pagi meninggalkanku?" Tanya Youngmin. Kwangmin seketika itu juga langsung mendongak dan menatap Youngmin dengan tatapan takut-ketahuan.
"Aku tadi pagi lupa kalau ada PR matematika 2 lembar, jadi aku langsung pergi ke sekolah untuk menyalin PR Dongho." Jelas Kwangmin sambil menunduk. Youngmin menaikkan sebelah alisnya, lalu berkata :
"Oh. Kalau begitu, kain yang tadi pagi itu kain apa?" Tanya Youngmin penasaran. Kwangmin menjawab dengan gugup.
"Kain itu… aah, itu, kain yang tersangkut waktu aku sedang membereskan kamarmu!" Kata Kwangmin. Youngmin menaikkan sebelah alisnya, tidak percaya. Kemudian dia mendeham.
"Ehm. Baiklah. Ah, aku harus ke kelas. Bye~" ujar Youngmin sambil berjalan ke kelasnya. Kwangmin menghembuskan nafas lega.
TBC!
Kira2 siapakah namja vampir yang di ambang jendela kamar Youngmin? Dan kenapa Kwangmin tiba2 jadi gugup? Nantikan di "Vampire?" Part 2 ;)
Mianhaeeee kalo pendek DX aku lg gak ada inspirasi! DX mianmianmiaaaaan DX *bow sampe kejeduk*
Nah,
R
n
R
P
L
E
A
S
E
!
d(^^)b
Gamsahamnida(^^) #bow90derajat
