Chapter 1

"Selama ini yang ku terima hanya Kepalsuan belaka"

"Berbahagialah Jiminie, Saranghae"

.

.

.

Author : MiniHolly-Nuna

Main cast : Park Jimin (Top)

Min Yoongi (Bottom)

Support : Bangtan's Member

Pair : Minyoon/Yoonmin

Rating : T

Genre : Yaoi!BL/BoysXBoys/Romance/Drama

Ost : BTS ~ Dead Leaves

Warning! It's BoysLove yang gak suka mending CLOSE!

.

.

Bangtan Boys adalah boyband ternama Korea Selatan yang memulai debutnya pada pertengahan tahun 2013 dengan 7 member yang sangat menarik perhatian terutama remaja wanita yaitu Jin(KimSeokjin),Suga(Min Yoongi),Rapmonster(Kim Namjoon),Jhope(JungHoseok),Jimin(ParkJimin),V(Kim Taehyung) dan sang maknae Jungkook(Jeon Jungkook). boyband ini mendulang sukses besar hingga sekarang, siapa yang tak kenal Bangtan Boys atau BTS tapi banyak yang tak mengetahui di balik semua kesuksesan yang mereka raih, terdapat kisah cinta yang besemi di antara mereka.

FLASHBACK 2013

"Yoongi Hyung Saranghae" ucap Jimin pada hyung tertua kedua setelah Jin itu

"Apa..? Kau ini ada-ada saja Jiminie" Jawab Suga atau yang lebih sering di panggil Yoongi itu

"Hyung aku benar-benar ingin kau menjadi kekasihku" Jimin kemudian menggenggam tangan Yoongi untuk meyakinkan hyungnya itu. Jimin akui meyakinkan seorang Min Yoongi yang terkenal keras kepala itu sangatlah sulit.

Yoongi menatap mata Jimin lama, sebenarnya ia juga telah lama menyimpan perasaan pada Jimin, lagipula siapa yang bisa menolak pesona seorang Park Jimin

"Hyung.." Jimin menyadarkan Yoongi dari acara melamunnya

"Jiminie...Nado…." Cicit Yoongi yang masih bisa di dengar oleh Jimin tentunya

" Nado apa hyung?" Goda Jimin saat melihat seburat merah yang timbul dikedua pipi Yoongi yang mulus itu

"Nado Saranghae" Yoongi benar-benar kesal dengan si bantet ini, Yoongi yakin ia mengerti dari kata"Nado" yang ia ucapkan tadi tanpa harus mengulangnya.

Mendengar perkataan Yoongi, wajah Jimin kemudian berbinar menandakan bahwa ia bahagia, Jimin kemudian langsung memeluk hyung tersayangnya itu dengan erat kemudian berbisik pelan di telinga yang lebih tua

"Gomawo Yoongi hyung..Saranghae"

NOW 2016

Tak terasa hubungan mereka sudah terjalin selama 3 tahun, banyak lika-liku dalam hubungan yang sudah mereka jalin ini dari masalah kecil, hingga masalah yang besar.

Dan seiring berjalannya waktu perasaan Yoongi pada kekasih bocahnya menjadi semakin besar.

Yoongi berjalan ke kamar yang di tempati oleh kekasihnya dan juga Namjoon. Mereka memang tidak menempati kamar yang sama, tapi hal itu tidak mengurungkan niat mereka untuk bermesraan.

Saat ia hendak membuka pintu tersebut, tiba-tiba ia berhenti saat mendengar percakapan antara kekasihnya dan juga Namjoon. Bukannya ia tidak sopan tapi sepertinya hal yang mereka perbincangkan sangat penting,jadi ia memilih untuk menguping dari cela pintu yang tadi sempat ia buka sedikit

"WOW! Aku salut padamu Jimin, hubungan kalian sudah 3 tahunkan? Dan kau masih bertahan sampai sekarang?" Ujar seseorang yang Yoongi ketahui adalah Namjoon, Tapi apa maksudnya dengan masih tahan?Yoongi bukanlah orang yang bodoh, Ia tahu bahwa yang Namjoon bicarakan adalah hubungannya dengan Jimin, tapi kenapa ia bertanya seperti itu? Setahunya jimin sangat mencintainya.

"Sialan kau hyung! Yang awalnya membuat taruhan ini kan kau,Dan sekarang kau sudah tau kalau tak seorang pun yang bisa menolak pesonaku" Jawab seorang lagi yang sangat Yoongi ketahui bahwa itu adalah Park Jimin kekasinya. Dan kenapa Jimin juga membahas tentang taruhan itu? Maksudnya dengan taruhan apa?, perasaan Yoongi mulai tidak enak.

"lalu kenapa kau masih bertahan? Kau mulai mencintainya?" Tanya Namjoon lagi, bahkan mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka

"I'm not GAY! Aku bahkan masih menyukai wanita berdada besar. Kenapa aku bertahan? aku kasihan saja pada Yoongi hyung, bahkan aku selalu berfikir bagaimana cara untuk memutuskan hubungan ku dengannya"

JDEEER…..

Yoongi bagaikan disambar petir di siang hari akibat mendengar kalimat yang keluar dari mulut kekasihnya itu,Jadi yang selama ini mereka jalani adalah hubungan palsu? Cinta Jimin untuknya selama ini palsu?Air mata yoongi mulai mengalir deras membasahi pipinya, ia merasa hatinya benar-benar hancur saat ini.

"Aku hanya ingin memperingatkan mu Jim, Kalaupun kau gay juga tidak ada yang mempermasalahkanya, Jangan sampai kau menyesal Jim" Ujar Namjoon mencoba memperingati Jimin

Yoongi sudah tak tahan lagi,ia kemudian pergi dari sana tapi ia tidak kembali ke kamarnya. Ia lebih memilih keluar dari dorm dan mencari tempat untuk melampiaskan semua rasa sakit di hatinya.

"Kenapa rasanya sangat sakit?..Hiks.. Kenapa aku selemah ini? Min Yoongi bodoh berhentilah menangis dasar cengeng..Hikss" Ujar Yoongi sambil terus menepuk-nepuk dadanya mencoba menghilangkan rasa sakitnya

Yoongi menangis sejadi-jadinya ia benar-benar terpukul,ia merasa jijik pada dirinya sendiri, bagaimana bisa ia di bodohi oleh seorang bocah seperti Park Jimin yang nyatanya hanya menjadikannya objek taruhan. Yoongi tersenyum sedih dalam tangisnya, katakanlah ia gila karena nyatanya ia memang sudah benar-benar gila karena seorang Park Jimin

Ia tak peduli lagi jika ada orang yang melihatnya menangis seperti ini lagipula tak ada seorang pun yang berada di taman ini selain dirinya, tak heran ini sudah menunjukkan Pukul 12 malam,namun ia masih betah menangis di tempat ini.

"Jadi selama ini semuanya palsu Jiminie? Semua yang kuterima darimu itu palsu?Hikss..Hikss..kenapa kau jahat sekali Jiminie" Yoongi memukul-mukul dadanya,ia merasa sangat sesak dihatinya saat ia kembali teringat dengan perkataan Jimin.

"Aku memang bodoh..Jimin adalah lelaki normal, bukan seperti aku yang menjijikkan ini" Yoongi menghapus kasar air matanya. Ia sudah membuat keputusan,Mungkin keputusan ini akan merugikan banyak pihak, tapi ia tidak mungkin terus-terusan menahan sakit ini,biarlah kali ini ia egois.

.

.

.

(Other side)

"Jin hyung Apa kau benar-benar tidak melihatnya? Maksudku kemana ia pergi?"

Jimin sangat panik saat ia tidak melihat Yoongi di dorm mereka padahal sekarang sudah pukul 1 Pagi dan Yoongi belum pulang masih terus menghubungi ponsel milik kekasihnya itu tapi selalu saja jawaban yang Jimin dapatkan…

Nomor yang anda Tuju tidak dapat dihubungi..

Melihat Tingkah Jimin yang seperti itu membuat Namjoon tertawa dalam hati

"Ini yang kau sebut tidak mencintainya Jimin? Baru seperti ini saja kau sudah seperti orang tak waras" Ujar Namjoon dalam hati

Namjoon sebenarnya tahu bahwa Jimin berbohong padanya soal perasaanya, tapi ia tidak ingin mencampuri urusan percintaan dongsaengnya itu, Namjoon hanya ingin agar Jimin cepat sadar pada perasaanya

"Jimin hyung, Yoongi hyung tidak membawa ponselnya.."Jungkook berjalan ke arah Jimin,kemudian ia memberikan ponsel Yoongi yang berada di tangannya

"Ya Tuhan Yoongi hyung kau dimana.." Namjoon menatap Jimin dengan pandangan kasihan

"Kenyataannya bahkan sangat berbanding terbalik dengan ucapanmu tadi Jim" gumamnya yang masih dapat di dengar oleh Jimin, Kemudian Jimin memandang kearah leader mereka itu dengan pandangan yang sangat sulit di artikan

Kira-kira 15 menit setelah itu, pintu dorm mereka tiba-tiba terbuka dan menampakkan sosok Yoongi yang Nampak sangat berantakan dengan kedua mata yang bengkak dan juga hidung mungilnya yang memerah

"Kenapa kalian belum tidur?ini sudah malam" Ia berjalan melewati para member itu dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa

"Kau pikir apa yang sedang kau lakukan Min Yoongi?" Jimin menatap Yoongi seakan-akan ia ingin menguliti namja itu hidup-hidup, bagaimana bisa Yoongi terlihat begitu santai, sedangkan ia setengah mati menghawatirkannya.

"Sudahlah Jimin, aku hanya keluar sebentar..lagipula aku ini laki-laki,aku bisa menjaga diriku sendiri" Yoongi masih enggan menatap wajah Jimin saat ini dan lebih memilih memusatkan perhatiannya pada kegiatannya melepas mantel yang tadi ia pakai

"TATAP AKU JIKA SEDANG BERBICARA PADAMU MIN YOONGI !" Jimin berteriak marah di depan wajah Yoongi, ia tak suka jika Yoongi tidak memperhatikannya saat ia berbicara dan Yoongi sangat tahu itu.

Jimin menarik Yoongi masuk ke kamarnya dengan paksa dan adegan tersebut sukses membuat kelima member lainnya menghela napas, sepertinya Namjoon harus menginap di salah satu kamar mereka malam ini.

"Aku tanya sekali lagi hyung, kau darimana?" Jimin mulai menurunkan intonasi suara dan menatap Yoongi tapi Yoongi tetap enggan melihat wajahnya

Sebenarnya ada apa dengan kekasihnya ini?

"Hyung..Bicaralah" Jimin menarik dagu Yoongi agar menatap ke arahnya.

"Jiminie...apa kau mencintaiku?" Yoongi menatap Jimin dengan pandangan terluka,dan Jimin menyadari tatapan itu Tapi ia tidak mengerti kenapa Yoongi memandangnya seperti itu

"Aku mencintaimu hyung, kau tau itu" Jimin memeluk Yoongi dengan erat, namun Yoongi tidak membalas pelukannya,Jimin heran tidak biasanya Yoongi seperti ini

"Apa kata cinta itu juga palsu Jiminie?" Gumam Yoongi dalam hati

.

.

.

Hari ini BTS memiliki jadwal perform di salahsatu acara music, mereka pun juga sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat ke acara ada yang aneh di dalam mobil ketujuh member BTS ini, Yoongi yang biasanya selalu duduk di samping Jimin, kini lebih memilih duduk di samping manager mereka yang sedang mengemudikan mobil tersebut.

Jimin menatap punggu Yoongi dengan tatapan yang sulit diartikan dia merasa bahwa Yoongi mulai menjaga jarak denganya contohnya saat ia ingin memeluk atau menciumnya Yoongi selalu saja mengelak dengan berbagai alasan. Tak jarang juga Jimin mendapati Yoongi menangis diam-diam di dalam kamarnya.

Dan Jimin kembali bertanya sebenarnya ada apa dengan kekasihnya itu?

Saat mereka telah selesai dengan penampilannya, Yoongi pamit untuk ke saat ia hendak berbelok ke arah toilet,ia melihat Jimin berbincang dengan seorang wanita. Yoongi hanya tersenyum miris saat perkataan Jimin tempo hari kembali terngiang di kepalanya

"Permisi..maaf mengganggu tapi kalian menghalangi jalan" Entah apa yang mereka bicarakan tapi Yoongi dapat melihat tatapan tak suka yang ditujukan padanya oleh wanita itu.

"Bukankah dia kekasih gay mu Jimin?" Yoongi berhenti seketika mendengar perkataan wanita itu, ia berbalik dan mengarahkan pandangannya pada Jimin ia ingin melihat seperti apa wajah Jimin saat ini,Tapi apa yang di dapatnya?Jimin bahkan tak memandangnya sama sekali. Yoongi kembali tersenyum pahit

"Maaf nona. Tapi tolong jaga ucapanmu, aku dan Jimin tidak ada hubungan apapun. Jimin adalah seorang lelaki normal yang masih sangat menyukai wanita berdada besar tak seperti aku yang hanyalah seorang gay menjijikkan, bukan begitu Jimin-ssi?" Yoongi mengucapkan kalimat tersebut sambil menatap wajah Jimin

Sedangkan Jimin? Ia yang awalnya memilih mengalihkan pandangannya kini menatap Yoongi terkejut, tapi yang lebih menyakitkan dari itu semua adalah tatapan yang Yoongi berikan padanya. Tatapan itu seakan-akan bisa membunuh Jimin kapan saja

"Dan kalau kau menyukainya silahkan dekati saja, setahuku dia sedang single" Yoongi mengalihkan pandangan dari Jimin kemudian menatap wanita yang menjadi lawan bicaranya saat ini

"Silahkan lanjutkan percakapan kalian,Maaf jika aku mengganggu" Yoongi kemudian pergi dari tempat itu. Ia tak peduli lagi, Ia tak peduli lagi bagaimana akhir hubungannya dengan Jimin tidak mengejarnya. Yoongi tersenyum miris di tengah airmatanya yang mulai jatuh membasahi wajahnya

Sejak kejadian di toilet itu, Yoongi benar-benar menjauhi ia ingin lari dari masalah, ia hanya ingin menyiapkan hatinya untuk melepaskan segalanya dan melepaskan cintanya untuk Jimin

"Hyung" Panggil Jimin pada Yoongi yang sedang melihat pemandangan malam hari kota Seoul dari balkon dorm mereka.

"Ya?" Jawab yoongi singkat,ia bahkan tak berbalik sedikitpun hanya untuk melihat wajah Jimin. ia takut jika melihat wajah Jimin keputusan yang di ambilnya akan goyah

"Waktu itu..kenapa kau mengatakan seperti itu?" Jimin mendekat ke arah Yoongi, perasaanya tidak enak, ia rasanya sangat ingin memeluk Yoongi, Jimin sangat merindukan kekasihnya itu. Sejak kejadian hari itu Yoongi mulai jarang pulang ke dorm mereka dan lebih memilih menginap di ia ingin mengerjakan lagu untuk album terbaru mereka, tapi Jimin tidak bodoh ia tahu hyungnya itu sedang menghindarinya dan malam ini adalah kesempatan yang baik untuk Jimin menanyakan perihal perkataan Yoongi tempo hari

"Jimin ayo akhiri semua ini" Yoongi kemudian berbalik,ia menatap Jimin dengan tatapan datar dan terkesan dingin. Tatapan yang tak pernah sekalipun ia berikan pada Jimin saat mereka masih menjadi pasangan kekasih

"Apa maksudmu hyung?" Jimin benar-benar bingung,apa sebenarnya yang Yoongi bicarakan ini.

"Kau sudah memenangkan taruhan itu,dan sekarang ayo kita akhiri semua ini" Jimin sangat terkejut saat Yoongi mengetahui tentang taruhan itu.

"Hyung..aku bisa jelas-.." Jimin hendak menjelaskannya tapi Yoongi lebih dulu memotong ucapannya

"Sssttt…Tidak apa-apa Jimin, Bukan kau yang salah" Mata Yoongi mulai berkaca-kaca, ia bertekat tidak ingin menangis di hadapan Jimin. Tapi saat ini rasa sakit di hatinya mengalahkan semuanya akhirnya air mata itupun jatuh dari kelopak matanya

"Hyung aku mohon dengarkan penjelasanku dulu" Jimin masih terus mencoba menjelaskan semuanya pada Yoongi tapi Yoongi sudah tak ingin mendengarnya lagi,hatinya sudah terlampau sakit.

"Saat itu, aku benar-benar merasa bahagia saat kau menyatakan perasaanmu padaku, Sangat bahagia sampai rasanya dadaku ingin meledak saking bahagianya"

Yoongi tersenyum saat mengingat kenangan manis segaligus kenangan pahit itu

"Kita melewati banyak sekali cobaan saat itu, tapi kita dapat melalui semuanya, pada saat itu aku berfikir semua akan baik-baik saja asal kau tetap berada disisiku, kau tetap mencintaiku"

Jimin tidak dapat mengatakan apa-apa saat ini, tapi satu hal yang ia ketahui bahwa Yoongi merasa sangat kesakitan saat ini, kesakitan yang tak kasat mata

"Sampai tiba saatnya aku mendengar semuanya dari mulutmu sendiri bahwa kau hanya menjadikanku objek taruhanmu, saat itu rasanya aku ingin mati..rasanya sangat sakit Jimin" Yoongi menghapus air matanya dengan kasar, ia tak ingin terlihat begitu lemah di hadapan Jimin

"Hyung...aku tidak bermaksud menyakitimu,tentang taruhan itu aku memang mela-.." Yoongi memotong ucapan jimin lagi.

"Kita putus" Keputusan yang di buatnya sudah bulat,ia tidak mau lagi jatuh di lubang yang sama rasa sakit ini yang ia terima dari cinta palsu seorang Park Jimin.

"Hyung..aku mohon jangan seperti ini" Jimin berusaha memeluk tubuh Yoongi tapi Yoongi lebih dulu menghindar dan pergi dari tempat itu

"Hyung! Dengarkan aku dulu HYUNG!" Jimin berteriak memanggil hyung tersayangnya yang telah ia sakiti itu,namun Yoongi sama sekali tidak berbalik ke arahnya.

TBC/DLT?

Haloo readers sekalian~

Maafkan kemunculanku yang sangat terlambat ini(garuk2 gak jelas)

Banyak yang masih mau baca atau gak nih yah? Maafin nuna yahh, baru update sekarang… itupun bukan update sexy nerd atau MYML hehehehe

Otak nuna benar-benar mampet dengan kedua ff itu, jadilah nuna mengedit ff pertama nuna di ffn ini, gimana ceritanya? Iya-iya nuna tau ceritanya biasa aja hahaha.. tapi tolong tinggalin jejak yoo, hargailah kerja keras jari-jari nuna yang lelah mengetik semua ini

Masih banyak typo? Ialah nuna hanya manusia biasa jdi di maklumin aja yoo

Buat yang nunggu chap depannya sexy nerd sama MYML sabar yaa.. bentar lagi

Buat yang udah nyempetin review ff aneh nuna thanksuuu*flyingkiss*

See you~