Rated: T

Genre: Family

Warning: Slight gay, Slight Raph/Leo, OOC maybe

Disclaimer: Yang jelas bukan saya...

Leo menatap Raph di hadapannya. Donny dan Mikey langsung menyingkir saat melihat tatapan mengerikan Leo yang ditujukan kepada Raph. Raph mengaduk serealnya malas sambil balas menatap Leo. Dari jauh Master Splinter hanya bisa menghela nafas berat. Ia mulai pasrah melihat anak-anaknya. Entah karena anak-anaknya ini selalu bertengkar atau karena anak-anaknya ini terlihat seperti dua pasang gay yang sering bertengkar dan bercanda bersama. Master Splinter mendekati meja makan. Tapi kehadirannya tidak dihiraukan oleh sepasang kakak-adik yang saling menatap dengan penuh kebencian itu.

"Raphael, makan sarapanmu! Leonardo, kalau sudah selesai sarapan, pergilah! Kalian ini bisanya hanya..." kata-kata Master Splinter terhenti saat ia mendengar suara pukulan yang keras. Pandangannya beralih dari Leo dan Raph ke arah Donny dan Mikey. Mikey sedang memukul televisi kecil yang usang itu.

"Jangan pukul televisi itu, Michaelangelo!" jerit Master Splinter lagi. Ia tidak bisa berkonsentrasi memarahi Leo dan Raph karena suara pukulan Mikey.

Mikey berhenti memukul televisinya.

"Bagus. Kalian ini bisanya hanya bertengkar. Padahal kalian ini..." kata-kata Master Splinter terhenti lagi. Kali ini terhenti karena Donny dan Mikey mengganti setiap kata-kata yang diucapkan Master.

Jadi, ucapan Master terdengar seperti, "Bagus. Kalian ini bisanya hanya BERCINTA. Padahal kalian ini PASANGAN GAY"

Master mendekati Donny dan Mikey. Donny dan Mikey mulai merasakan firasat buruk. "Katakan lagi yang kalian katakan tadi" pinta Master dengan nada yang tidak mengenakkan. Donny terlihat gemetaran dan Mikey sibuk menelan ludah.

"Ampuni kami, Master" kata Donny dan Mikey bersama-sama sambil menunduk. Leo dan Raph sama sekali tidak berkutik dari posisinya di awal fic ini. Master melanjutkan ucapannya tadi untuk Leo dan Raph.

"Padahal kalian ini KAKAK-BERADIK! Harusnya kalian saling menyayangi! Kalian harus saling menyayangi lebih dari sebagai saudara biasa. Karena kalian adalah ninja. Jadi kalian harus menyayangi satu sama lain sebagaimana..." lagi-lagi ucapan Master terhenti karena ia tidak tahu harus bicara apa. Yang ada di pikirannya hanyalah sebuah kata tabu. Master melirik Donny dan Mikey yang sedang menonton televisi rusak. Karena tidak punya pilihan lain, akhirnya ia mengucapkannya juga.

"Pasangan gay," kata Master Splinter pelan.

Semuanya kaget. Raph tersedak serealnya, Leo melotot, begitu juga dengan Donny dan Mikey.

"Tidak mungkin aku gay atau homo atau apalah dengannya! Lagipula aku..." kilah Leo. Ia melirik Raph sebentar.

"Aku membencinya!" jerit Leo yang kemudian pergi.

Master Splinter mulai menyesali pilihan kata yang ia pilih. Master Splinter memelototi Mikey dan Donny dengan tatapan "Awas-kalian-pasangan-gay!"

END