"Naruto: The Curse"

Naruto belong Masashi Kishimoto

.

.

A.N: PENTING! Cerita ini di re-publish dari akun author; Cao Coa-chan, dengan judul; Naruto The curse yang sama dan inti cerita yang sama, namun dengan seikit perombakan tulisan dan jalan cerita. Gio me re-publish cerita ini karena si empunya cerita; Cao Coa-chan tidak bisa membuka akun FFN lagi gara-gara lupa password dan emailnya #hiks, dan rewel minta di lanjutkan cerita buatannya. Juga karena Cao merasa bersalah dengan para reviewers yang sudah menanti bahkan katanya ada yang masih menunggu cerita buatannya sampai sekarang.

.

.

TAMBAHAN: Cerita ini dibuat pada tahun 2013, jadi asumsi pada Perang Dunia Ninja 4 di cerita ini hanya sebatas mengalahkan Obito. Tidak ada Madara, Kaguya dan pohon cakra. Jadi anggap saja PDN 4 selesai ketika Naruto dan Sasuke berhasil mengalahkan Obito.

.

.

Chapter 1: Find You

.

.

Sasuke melompati satu demi satu dahan pepohonan. Wajahnya datar walau terdapat beberapa luka sayat yang ada di lengan kiri maupun kakinya. Ia bahkan tidak mempedulikan darah yang terus mengalir mengotori seragam ANBUnya.

Sejak perang berakhir setengah tahun yang lalu dengan kemenangan di tangan aliansi shinobi dan menghilangnya Naruto, Sasuke Uchiha memutuskan untuk kembali ke Konoha dan menjalani hukumannya sebagai kapten ANBU Konoha.

Menurut Tsunade sang Godaime Hokage, hukuman ini sangat pas untuk Sasuke. Dengan dijadikannya Sasuke sebagai ketua ANBU akan sangat mudah bagi Tsunade memantau seluruh pergerakan Sasuke, ditambah lagi dengan menjadikan Sasuke sebagai kapten ANBU otomatis Sasuke harus melindungi desa yang dulunya sangat ingin di hancurkan oleh Sasuke.

Tidak sedikit yang menentang Tsunade saat memutuskan Sasuke menjadi kapten ANBU. Banyak pertentangan dan argument yang memenuhi rapat besar dengan petinggi Konoha saat itu. Namun satu kalimat panjang yang di lontarkan Sasuke di tengah keramaian rapat membungkam seluruh mulut yang ada di ruangan tersebut.

"Aku hanya ingin mencari Naruto. Terserah kalian mau menganggapku apa. Terserah kalian jika ingin membunuhku. Tapi, bunuhlah aku ketika aku sudah menemukan Naruto. Dan hanya dia satu-satunya yang boleh membunuhku."

Ditambah dengan sedikit penjelasan dari Tsunade dan pembeberan dibalik terbantainya clan Uchiha yang dilakukan oleh Itachi atas perintah Danzo dan tetua Konoha, saat itu para petinggi Konoha mulai sedikit memahami alasan Sasuke menghianati Konoha bahkan sampai berniat menghancurkan Konoha.

Namun, tetap saja semua tindakan yang sudah Sasuke lakukan merupakan kejahatan. Dan semua tindak kejahatan akan mendapatkan hukuman.

Akhirnya, dengan peritimbangan yang rumit serta syarat-syarat tertentu Sasuke resmi menjalani hukumannya sebagai ketua ANBU Konoha.

.

.

"Tch!"

Sasuke berdecak kesal ketika ia merasakan padangannya mulai buram dan tubuhnya yang tiba-tiba lemas. Ia sungguh menyesali dirinya yang keras kelapa menolak untuk membawa peralatan medis saat misi. Sasuke bahkan lupa sudah berapa jam ia berlari dengan luka yang terus mengeluarkan darah.

Ia menghentikan langkahnya tepat di perbatasan bagian selatan Konoha. Napasnya memburu akibat pendarahan di tangannya. Lalu ia menekan lukanya untuk menghentikan pendarahan dan mengikat bagian lukanya agar darahnya tidak keluar lagi.

Setelah selesai dengan lukanya, Sasuke memutuskan untuk istirahat dan memulihkan energinya sebelum ia kembali ke Konoha dan melaporkan hasil misinya ke Hokage.

Sark!

Tiba-tiba saja ia merasakan hawa membunuh dari semak-semak di depannya. Ia mengaktifkan Sharingan dan tidak mendapati cakra manusia dari semak di depannya. Itu berarti yang ada di balik semak tersebut adalah seekor hewan. Hewan dengan hawa membunuh yang kuat.

Srak. Srak.

Saat hewan itu menunjukkan dirinya, Sasuke terpana dengan apa yang ia lihat.

Berdirilah seekor serigala dewasa dengan bulu putih bersih dan bermata Ruby di hadapan Sasuke. Keudanya saling tatap untuk beberapa detik. Satu detik setelahya serigala putih itu menghilankan hawa membunuhnya dan membalikkan tubuhnya masih dengan menatap Sasuke seakan serigala putih itu menginginkan Sasuke mengikutinya.

Seakan terhipnotis, Sasuke pun mengikuti keinginan serigala putih yang membawanya ke sebuah kuil tua yang ada di dalam hutan itu. Instingnya mengatakan akan ada seusatu yang terjadi jika ia mengikuti serigala itu.

Sesampainya di depan kuil, Sasuke dikejutkan dengan kenyataan bahwa kuil tua di depannya merupakan kuil Uchiha. Ia tidak pernah tahu kalau Uchiha memiliki kuil di dalam Hutan.

Di samping kuil itu ada sebuah lorong bawah tanah. Lalu serigala putih berjalan pelan menuju lorong itu dan kembali menatap Sasuke sebelum serigala itu memasuki lorong di ikuti Sasuke. Saat Sasuke menginjakkan kakinya di tangga pertama, lilin-lilin yang berada di dinding lorong seketika meyala sehingga Sasuke bisa melihat betapa panjang dan dalamnya lorong tersebut.

.

.

Saat sampai di dasar tangga, Sasuke melihat batu besar yang menutupi jalan di depannya. Sedikit kecewa, Sasuke pikir ia akan menemukan sesuatu jika mengikuti serigala putih itu, nyatanya yang ia temui hanya jalan buntu.

Sasuke membalikkan tubuhnya berniat pergi, tapi tiba-tiba saja lorong bergetar hebat dan terdengar suara gemuruh di belakangnya. Otomatis Sasuke membalikkan badannya untuk melihat apa yang baru saja terjadi.

Nyatanya, harapan Sasuke untuk mengikuti serigala putih tersebut tidaklah kosong. Instingnya kali ini menang.

Gemuruh yang baru saja ia dengar ternyata hasil dari bergesernya batu besar yang menghalangi jalan. Lalu menampakkan sebuah ruangan yang lumayan luas dengan obor-obor menyala yang mengelilingi ruangan itu sehingga Sasuke bisa melihat dengan jelas apa yang ada di dalam ruangan tersebut.

"Tidak, mungkin," ucapnya lambat-lambat.

Di tengah-tengah ruangan tersebut terdapat hologram bertuliskan fuin berbentuk lingkaran. Serigala putih yang menuntun Sasuke berada di sebelah kanan hologram, di sebelah kirinya tedapat serigala hitam dengan mata Ruby dan di depannya terdapat rubah oren dengan mata Ruby.

Namun bukan itu yang menjadi fokus Sasuke. Melainkan apa yang ada di dalam hologram tersebut. Sosok yang memejamkan matanya sambil berlutut.

"Naruto…"

. . .

"Naruto!"

Sasuke langsung berlari menghampiri Naruto yang berada di dalam hologram. Ia merentangkan tangannya meraih keberadaan sosok yang sejak enam bulan lalu ia cari. Saat hanya tinggal tiga langkah lagi Sasuke dapat meraih Naruto, sebuah penghalang yang tidak terlihat membenturkan tangan Sasuke.

"Apa ini?!" tanyanya panik.

Ia meraba-raba perisai transparan itu dan menyimpulkan kalau sekeliling hologram tersebut terlindungi oleh perisai.

"Ck! Sial!"

Padahal Naruto ada di depannya. Hanya tinggal sedikit lagi ia bisa membawa pemuda itu pulang ke Konoha dan melunasi hutangnya. Tapi kenapa ia tetap tidak bisa meraih Naruto. Kenapa Naruto selalu tidak bisa ia jangkau.

Bugh!

"Sial,"

Tubuh Sasuke merosot jatuh. Dahinya menyandar pada perisai transparan. Ia merasa sangat tidak berguna. Disaat seperti ini Sasuke tidak bisa menggunakan cakranya, entah fuin apa yang terpasang di ruangan ini sehingga cakra Sasuke tidak bisa ia keluarkan. Luka di tangannya kembali terbuka sehingga setetes darah menetes di atas fuin hologram dan langsung terserap oleh fuin itu.

Lalu tiba-tiba hologram fuin itu bercahaya dengan terang menyilaukan mata hingga ke perisainya. Cahaya itu semakin terang sampai-sampai Sasuke harus melindungi matanya dengan tangannya, dan tidak lama kemudian perisai berselimut cahaya itu pecah bagai pecahan kaca.

Sasuke membuka matanya dan bisa melihat kalau perisai yang melindungi Naruto sudah lenyap. Ia segera menghampiri Naruto yang berada di tengah hologram fuin.

"Naruto," ucapnya. Sasuke mengusap wajah Naruto untuk meyakinkan bahwa sosok yang di depannya benar-benar Naruto yang ia cari.

Kulit cokelat dengan tiga garis kucing di pipinya.

Ini benar-benar Naruto!

"Naruto bangunlah," Sasuke menggoyangkan tubuh di depannya, lalu sebuah fuin muncul bercahaya melingkari pergelangan kiri Sasuke membentuk gelang dan merambat seperti tali menuju tengkuk dan melingkari leher Naruto seperti kalung, seketika cahaya fuin itu pecah menampakkan sebuah rantai yang terhubung antara gelang di tangan Sasuke dan kalung yang ada di leher Naruto.

CLANG!

Tepat ketika rantai itu terbentuk, kedua mata Naruto terbuka dan menatap Sasuke. Bibirnya terbuka pelan seakan ingin mengucapkan sebuah kata.

"Sasuke… Sama…"

Dunia Sasuke menggelap detik itu juga.

"Apa-apaan ini?"

Cao speaking!

Ada yang masih inget dengan cerita ini? Ada yang katanya menunggu cerita ini? (nunjuk ke atas cerita) .

Jadi ceritanya tuh, Cao gak bisa buka akun ffn gara-gara lupa passwornya (T,T) dan karena iseng buka-buka review yang ada di cerita sendiri terus baca ada yang masih menanti hingga sekarang (kalau di hitung dari waktu publihs hingga sekranga sudah tiga tahun, hiks) jadi merasa bersalah sama yang sudah mendukung dan menanti #emang masih ada?

Yah pokoknya Cao mantapkan jiwa meminjam akun Gio untuk republish. Habisnya Cao sendiri pun seneng sama cerita yang satu ini , sampe penasaran juga gimana ya kelanjutannya yang seru haha #loh?

Bagi yang masih inget, Cao minta maaf huhu. Inti ceritanya tetap dibuat sama, tapi dengan sedikit perubahan cerita. Semoga yang baru ini bagus.

Jadi gimana menurut readers?

Lanjut?

Kalo lanjut boleh kali minta reviewnya minimal 20 hoho :9