Title : Akai Heya
Disclaimer : Changmin is TVXQ's and God's
Warning : Horror but not horror(?)
Happy reading! Enjoy~
Malam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Namun Changmin tidak juga menghentikan kegiatannya menjelajah internet di kamarnya. Pria jangkung itu terduduk dengan posisi wajah sangat dekat dari komputer, memperhatikan setiap gambar dengan teliti dari sebuah porn site yang sedang dibukanya.
"Omo... Yang ini seksi sekali.." gumamnya sekali-sekali ketika melihat gambar yang menarik perhatiannya. Pria muda itu terus menggerakkan scroll-nya ke bawah sampai sebuah pop-up message menghentikannya.
Mengira pop-up message itu adalah sebuah iklan, Changmin segera menekan tombol 'x' untuk menutup pop-up message tersebut. Dahi Changmin berkerut ketika pop-up message itu muncul kembali.
Changmin yang menyadari itu bukanlah iklan segera memperhatikan pop-up message itu baik-baik. Window pop-up message itu menggunakan latar belakang berwarna merah, yang membuat Changmin entah kenapa sedikit bergidik. Dan ada tulisan dalam jendela pop-up tersebut.
"Anata wa suki desu ka?"
Changmin membaca tulisan kanji 'あなた は好きですか?' yang tertulis di jendela pop-up message itu keras-keras. Kemudian berpikir sebentar, menerjemahkannya.
"Apa aku suka?" Changmin menerjemahkan tulisan kanji itu, kemudian melirik jendela porn site yang berada di belakang pop-up message tersebut. Senyum Changmin terkembang lebar seraya tangannya bergerak menutup jendela pop-up message itu.
"Tentu saja aku suka," Changmin terkekeh sebentar, siap melanjutkan kegiatannya. Tapi dahi Changmin kembali berkerut ketika kemudian pop-up message itu kembali muncul di website yang tengah ia buka. Tetap dengan tulisan yang sama.
"Sudah kubilang aku suka, kan?" Changmin menutup pop-up message tersebut, namun dengan cepat pop-up message itu kembali muncul. Changmin yang mulai geram segera dengan cepat menutup jendela pop-up message itu sementara pop-up message tersebut.
Lama kelamaan, tangan Changmin mulai lelah meng-klik tombol silang untuk menutup pop-up message tersebut jadi Changmin melepas tangannya dari mouse, mengistirahatkannya sebentar. Dan sesuatu yang sangat aneh terjadi.
Jendela pop-up message itu membuka dan menutup dengan sendirinya. Dan entah Changmin salah lihat atau apa, jendela pop-up message itu semakin panjang, dan membentuk tulisan kanji yang baru.
'あなたは赤い部屋が好きですか?'
"Anata wa akai heya ga suki desu ka?" Changmin membaca huruf-huruf kanji tersebut, kemudian berusaha menerjemahkannya. Changmin menatap lekat pada jendela pop-up message tersebut seraya otaknya menangkap apa yang jendela pop-up message itu coba tanyakan.
"Apa kau menyukai ruangan merah..?"
Tepat setelah Changmin mengucapkan terjemahan kanji tersebut, jendela pop-up message itu digantikan oleh pop-up message lain yang berisi nama-nama. Entah nama siapa. Changmin membacanya satu persatu. Dengan sabar membacanya, mencari siapa tahu mungkin ada orang yang ia kenal. Dan mata Changmin membelalak begitu membaca huruf kanji di deretan terakhir.
'Shim Changmin'
Jantung Changmin seolah berhenti ketika layar komputernya mati sejenak, kemudian menyala kembali, namun bukan memperlihatkan pop-up message tersebut ataupun porn site yang sebelumnya ia buka.
Melainkan memperlihatkan kamarnya sendiri.
Dengan sesosok makhluk yang tengah duduk santai diatas ranjangnya.
Makhluk itu berwarna hitam. Dengan rambut panjangnya yang menutupi wajahnya. Changmin perlahan menoleh ke belakang, kearah makhluk itu, dan seketika menjerit ketika makhluk itu sudah berada tepat di belakangnya.
"Aaaaaarghhh!"
-O-
Yunho melihat ke segala arah. Otaknya tidak habis pikir ketika melihat ruangan apartemen yang seperti diciprati cat merah. Tapi bedanya, warna merah yang ia lihat sekarang adalah darah.
Polisi muda itu memperhatikan rekannya, Yoochun, yang sedang menutup jasad Shim Changmin, penghuni apartemen yang sedang ia selidiki sekarang itu dengan kain putih. Yoochun menggeleng ngeri.
"Tubuh dan wajahnya hancur. Seperti habis dipukul dengan benda tumpul atau bahkan dibenturkan kesana kemari," lapor Yoochun seraya melepas sarung tangan karet putih yang ia gunakan. Yunho berjalan ke sebelah Yoochun.
"Menurutmu warna merah ini adalah darahnya?"
"Bisa jadi," Yoochun menggosok hidungnya. "Kita tidak akan tahu sebelum kita melakukan tes DNA, ya kan?" Yoochun mengambil sedikit sampel cairan merah yang menempel di atas komputer. Dimasukkannya cairan itu dengan hati-hati kedalam plastik, lalu memakai jaketnya yang tebal.
"Aku akan memberikan sampel ini pada Junsu dulu. Kau kalau mau lihat-lihat jangan rusak apapun ya,"
Yunho mengangguk. "Arraso."
Dan seiring Yoochun berjalan pergi, Yunho resmi sendirian di kamar itu.
Yunho melihat ranjang yang hampir seluruhnya sudah berwarna merah, yang menyerap setiap darah yang pemuda itu teteskan. Kemudian beralih pada dinding yang sebelumnya berwarna putih, namun berubah menjadi berwarna merah. Dan pandangan Yunho berakhir pada layar komputer yang diciprati oleh beberapa tetes darah yang sudah mulai mengering. Yunho berjalan mendekat kearah komputer tersebut ketika tiba-tiba layar komputer itu menyala. Dan ada sebuah pop-up message ditampilkan di layarnya.
Yunho berjalan mendekat. Kemudian membaca tulisan kanji yang tertulis dalam pop-up message itu.
"Anata wa akai heya ga suki desu ka?"
.
-FIN-
.
Well...what do you think? :3
Ini dari sebuah urban legend di Jepang :3 kalo mau tahu lebih lanjut, coba search di google deh '-'
Review juseyo?
