Shaman King Fanfiction
Present
Cruel Destiny © Ran Hime
Shaman King © Hiroyuki Takei
T Rated
Drama, Hurt/Comfort
HaoYoh
Little Canon, Shonen ai, OOC, Typo, etc.
.
.
.
Prolog
.
Hao menatap jalanan di depannya. Dengan pelan ia mendongak, menatap langit yang sedikit mendung dengan hujan yang mulai turun. Perlahan, ia menghela nafas dengan pikiran tentang nasibnya.
Terus berinkarnasi dan membawa serta ingatan masalalunya bukanlah hal yang baik. Ketika ia sadar bahwa setelah reinkarnasi ketiganya dulu, adik kembarnya juga akan ikut terlahir lagi.
Apa yang bisa ia perbuat? Ia bukanlah Hao lima ratus tahun yang lalu. Bukan lagi Hao yang ingin menyatukan jiwanya yang terbagi setelah pertandingan hari itu selesai. Ia hanyalah seorang kakak yang harus menanggung dosa tentang banyak hal. Dan juga Yoh.
Hao tersenyum, lalu mulai beranjak dari tempatnya. Berjalan membelah tiap rintikan hujan yang menyingkirkan diri dan memberi jalan untuk Hao. Jubah putihnya sesekali tersingkap angin hingga memperlihatkan tubuh tanpa sepotong baju itu. Tidak ada rasa dingin ketika alam begitu tunduk padanya.
"HAO!"
Suara terikan itu kembali terdengar di telinganya. Suara teriakan Yoh lima ratus tahun yang lalu. Suara yang meneriakkan kekecewaan, kemarahan dan juga putus asa. Suara teriakan ketakutan adik kembarnya, setengah jiwanya yang terpisah.
Apakah Yoh ikut terlahir juga di kehidupan ini? Hao masih mencoba mencari jawabnya. Kali ini ia benar-benar terpisah dari setengah jiwanya itu. Ia dan Yoh terlahir di tempat yang berbeda. Dari sekian banyak keluarga Asakura yang ia selidiki, belum satupun ada tanda-tanda bahwa Yoh terlahir di sana.
"Yoh!"
Hao tersenyum seperti biasanya. Bocah itu benar-benar membuatnya bimbang. Saudara kembarnya dulu itu membuatnya gila. Entah kemana lagi Hao harus mencari reinkarnasi Yoh. Sudah banyak anak buahnya yang ia kerahkan, namun belum ada yang berhasil menemukan Yoh. Bahkan roh pendampingnya yang selama ini bersama dia dan selalu setia menunggu setiap kelahiran Hao pun tidak mampu banyak membantu.
Sudah tujuh belas tahun berlalu sejak ia terlahir kembali. Apakah Yoh juga sudah sebesar dirinya? Apakah Yoh juga terlahir bersamaan dengan dirinya? Apakah Yoh berada di keluarga sekaya dulu. Apakah Yoh ...?
Rasanya Hao benar-benar merindukan setengah jiwanya itu.
Langkah Hao terhenti ketika terdengar suara tawa yang tidak asing baginya. Seketika itu juga hujan membasahi tubuhnya ketika matanya menangkap sosok manis tidak jauh darinya.
Wajah itu, senyum itu, tubuh terbalut seragam SMA itu benar-benar cermin baginya.
Hao diam terpaku di tengah hujan yang semakin deras. Kali ini konsentrasinya pecah hingga rintikan hujan itu tidak lagi menyingkir.
Senyum tipis terbentuk di bibir Hao. Pemuda di depannya tidak berubah seditpun seperti terakhir kali Hao menatapnya, kecuali tubuhnya yang semakin besar.
Hao menutup matanya perlahan ketika pemuda itu menatapnya. Dengan pelan ia berbisik memanggil nama itu.
"Yoh!"
.
.
.
To be Continue ...
Hallo, salam kenal! saya Author baru di fandom ini. Mohon bimbingannya agar bisa betah di sini :) .
