kutipan dari buku penyihir Italia Alberto Ricardo, Raja Iblis abad ke-19

Bagi mereka yang mampu menyelesaikan tantangan berat ini, aku menganugerahi mereka gelar Campione – Pembunuh Dewa -.

Campione – Pembunuh Dewa – adalah penguasa tertinggi.

Karena ia mampu membunuh makhluk surgawi, ia mampu memanggil kesaktian yang dimiliki oleh dewa.

Campione – Pembunuh Dewa – adalah Raja.

Karena kekuatan untuk membunuh deewa ada ditangan mereka, mereka mampu mendominasi manusia di bumi.

Campione – Pembunuh Dewa – adalah Iblis.

Sehingga seluruh umat manusia yang hidup di bumi, orang-orang yang memiliki kekuatan untuk melawan mereka tidak ada!

Disclaimer : Naruto dan Campione bukan milik saya.

Warning : OOC, Typo, semi AU dan sebagainya.

.

.

Chapter 1 : Prolog

Dhuar.. Dhuar..

Suara ledakan terdengar di tengah lautan luas. Angin berhembus kencang, suara petir terdengar dimana-mana menjadi saksi akan pertarungan hebat di malam yang gelap ini.

Disebuah perahu berukuran sedang yang berusaha melawan gelombang air laut, berdiri seorang gadis dengan wajah cemas, Yuuki Asuna itulah namanya seorang Ksatria utama dari Knight Of The Blood menatap pada salah seorang yang tengah bertarung di udara.

'Kami-sama, kumohon… lindungilah Naruto-sama'

=Di arena pertarungan (di udara)=

Seorang pria dewasa berpakaian ala prajurit Yunani dulu. Dengan sebuah tameng ditangan kiri dan sebuah pedang ditangan kanannya berdiri ditengah-tengah udara dengan gagah berani menatap pada lawannya seorang pemuda berambut kuning emas, baju berwarna hitam ketat dibalut armor ringan, celana biru tua panjang dan sandal khusus (yang biasa dipakai ninja). mengenakan Jubah berwrna merah dengan kerah tinggi, bagian lengan jubahnya lebar dengan panjang sampai siku, pada bagian bawah jubah tersebut terdapat jilatan api berwarna hitam dan berkibar kencang tertiup angin laut, armor besi pada tangan berwarna merah sampai bahu melekat dilengan kanannya dan terdapat retakan hasil karya dari sang lawannya, Dewa dari mitologi yunani, dewa perang Ares.

"Menarik, pertarungan yang luar biasa. Wahai Ksatria beritahu aku namamu!" ucap Ares dengan suara wibawanya.

Sang lawan yang diajak bicaranya hanya diam, matanya masih menatap tajam pada lawannya mencari sebuah hal yang mungkin dilakukan lawannya. "Naruto. Namikaze Naruto Ares-sama."

"Akan kuingat itu, tentunya setelah aku mencincang tubuhmu. Akan kupotong setiap bagian tubuhmu dan akan kucokel matanya akan kutaruh ditempat paling tinggi saat aku memperkosa Ksatria wanita tadi-hahaha." Hilang sudah suara wibawanya digantikan dengan suara psikopat.

.

.

TRANK!

Ares melesat kearah Naruto memberi tebasan langsung kearah dadanya namun dapat ditahan oleh nya menggunakan pedang ditangan kanannya. Tidak sampai disitu, Ares memberi tekanan pada pedangnya membuat pedang yang dipegang Naruto terdorong kebelakang. saat menemukan celah Ares segera memberi tendangan keperut pada lawannya.

Duakh…

Naruto terhempas menerima tendangan dari Dewa perang tersebut, terlihat retakan kecil pada armornya menandakan kuatnya tendangan sang lawan. Tubuhnya terhempas belasan meter kebelakang namun akhirnya dia dapat menahan laju tubuhnya supaya tidak terdorong lebih jauh lagi.

Satu hal yang ada dipikirannya 'Selesaikan sekarang juga.' Tapi, bagaimana caranya?. tiba-tiba Aura gelap mulai keluar dari tubuhnya menyelimutinya seakan menjadi kulit keduanya. sebuah suara mengerikan memasuki pendengarannya. 'Ayo, pakailah kekuatan ini wahai Ksatria pilihanku! Dia tak sehebat diriku yang bisa kau kalahkan dulu, dia tak sebrutal sepertiku dulu, ayo… ayolah ucapkan mantra pembukanya.' Kata-kata penuh hasutan itu Naruto enyahkan dengan cepat, dia tak mau. Dia sudah berjanji, tak akan menggunakan kekuatan yang membuatnya untung sekarang, banyak hal berubah karena kekuatan ini.

Pasti ada cara, pasti ada cara lain, Pikirnya 'Tidak, ini yang terbaik.. kau harus menggunakannya atau kau akan mati…' suara itu terdengar lagi, suara milik orang yang dulu pernah menyebar ketakutakan, membunuh untuk kesenangan, 'Dia' dan para pengikutnya bertanggung jawab atas pembantaian itu. Ratusan tidak bahkan Ribuan nyawa melayang hanya untuk kepuasan mereka.

"Naruto-kun…"

Seketika matanya terbuka lebar, pedang ditangan kanannya terlepas dari genggamannya. Kedua tangannya terbawa pada dadanya mencoba menahan pada benda bersinar yang ingin menembuh tubuhnya.

"kuhk…." Sekuat tenaga ia mencoba menahan benda yang ia ketahui adalah Tombak. Tombak 'pembawa kemenangan' senjata pamungkas milik Dewa Ares.

"Gakhhhh…." Dengan segala tenaga yang ia punya, ia menarik Tombak tersebut dan mengacungkannya pada lawannya. Ekspresi wajah Ares memperlihatkan bahwa ia benar-benar tak percaya.

"Ma-mana mungkin." Gumamnya pelan.

"Tak ada yang tak mungkin, Ares." Suara Naruto berubah menjadi lebih berat dengan energi kegelapan yang meluap-luap, tampaknya ia memang harus menggunakannya. Dibelakangnya terlihat siluet seorang berjubah panjang menutupi seluruh tubuhnya dengan sabit bermata tiga ditangan kanannya.

"G-guru."

"Ares, kau akan mati. Disini."

Dengan itu, Naruto segera menghilang dari tempatnya. Ares mengedarkan pandangannya kesegala arah, ia sadar ini bukanlah saatnya terkejut,tangan kanannya telah kembali menggenggam pedangnya.

Instingnya berteriak arah belakang, dengan cepat pula Ares berbalik kebelakang, menggunakan tameng ditangan kirinya untuk menahan serangan lawan.

TRAKK! Brakk..

Ares hanya bisa mendecih tak suka, saat melihat tamengnya hancur dengan sekali serang. Dan ia tau, selama ini hanya ada dua orang yang bisa menembus apalagi menghancurkan tamengnya, pertama si kerdil Veretraghna (panggilan sayangnya)yang katanya berhasil dibunuh oleh seorang bocah dan ia datang kemari untuk membunuhnya karena berani membunuh rivalnya itu. Dan yang kedua, sang Guru yang tak ada kabarnya.

.

.

.

.

.

.

Dadanya tertembus oleh tombak dan pedangnya sendiri. Kedua tangannya putus, dan ia hanya hanya bisa tertunduk menunggu ajal yang bahkan dulu sangat takut padanya. Ares, dikenal sebagai Dewa perang Yunani ia sangatlah brutal.

Ia tak akan segan dalam hal membunuh lawannya dan akan terus menusuknya bahkan sampai tubuh lawannya tak berbentuk. Kini, apalah daya ia dengan mudah kalah oleh seorang pemuda yang membawa kutukan seumur hidup.

"ehe, heheheHAHAHAHAHA." Naruto hanya membiarkannya, membiarkannya menikmati tawa terakhirnya itu.

"Tak kusangka aku mati disini, padahal aku ingin membunuh bocah yang membunuh si kerdil Veretraghna.." Ares terdiam, melihat lawannya yang tak berekspresi.

"Dan aku tak menyangka.. kau… juga yang membunuh guru-KUKHH" waktu habis. ia mati dengan sebuah mata pisau yang terdapat pada ujung gagang sabitnya. Naruto menusuknya tepat ditenggorokan Ares. Darah terciprat kemana-mana membasahi wajah dan tubuhnya.

Tubuh tak bernyawa Ares melebur menjadi debu dan saat itu juga ia merasakan sebuah kekuatan asing memasuki tubuhnya.

Naruto, dia memejamkan matanya menikmati angin laut dimalam hari, tubuhnya bisa dikatakan hancur, sangat hancur malah. Lubang menganga didadanya, tangan kirinya yang remuk akibat disundul Babi peliharaan Ares, tak lupa salah satu telapak kakinya buntung termakan oleh Anjing yang lagi-lagi peliharaan Ares.

Perlahan tubuhnya jatuh kebawah mengikuti hokum gravitasi, setidaknya dibawahnya laut jadi tak terlalu parah jika jatuh.

.

.

.

.

.

.

.

.

Matahari pagi, menembus pada celah-celah tirai kamar pada sebuah rumah. Tangan berwarna Tan nya diangkat keatas menutupi wajahnya yang terkena silaunya cahaya matahari pagi. Setelah erangan kecil darinya ia bangun dan mengangkat kedua tangannya keatas mencoba melepas kekakuannya.

Namikaze Naruto seorang siswa dari sekolah ternama di kota besar Tokyo, Konoha High School namanya sebuah sekolah berlabel Nasional dan merupakan sekolah Akademi. Dimana terdiri dari tingkatan SD,SMP,dan SMA jadi dapat dibayangkan betapa besarnya sekolahnya itu mengingat berbagai siswa dengan usia beragam didalamnya.

Naruto, selain seorang siswa dia juga seorang Ksatria yang bertugas melindungi manusia dari ancaman makhluk Supranatural. Terdengar lucu mengingat ini jaman modern, serba canggih, masih percaya begituan.

Tapi itu benar, ia sudah melihatnya dari kecil, dari jenis yang tak berbahaya sampai pada level ganas. Percaya atau tidak itulah kenyataan.

Dia tak hanya melindungi manusia dari Iblis, Iblis liar, Vampire, Youkai dan sejenisnya bahkan para makhluk terkuat…. DewaPara Dewa yang sering mengacau ini disebut Dewa sesat karena suka mengacau. Manusia biasa tak mungkin dapat melihatnya, dimata mereka kemunculan Dewa sesat terlihat seperti bencana alam.

Sehebat apapun manusia, sepintar apapun mereka, melawan seorang dewa hanya akan berakibat pada kematian bagi mereka. Tapi, diantara manusia ada beberapa yang memiliki kemampuan membunuh dewa dan dapat mencuri kekuatannya.

Mereka mendapat gelar Campione –Pembunuh Dewa- dan mereka nyata Naruto adalah salah satu dari mereka. Para Campione tersebar diberbagai dunia dan yang diketahui ada 7 dari mereka.

Kembali kecerita, kini Naruto sudah siap dengan pakaian seragam sekolahnya, terdiri dari kemeja lengan pendek berwarna putih dilengkapi dengan dasi berwarna biru gelap, celana hitam panjang, dan jas berwarna senada dengan celananya.

Rambutnya dibiarkan acak-acakan mengingat ini bawaan lahir mau bagaimana lagi. Bola mata biru nya hanya memperhatikan pantulan wajahnya dicermin. Mencoba memastikan satu hal yang tak boleh ada diwajahnya JERAWAT.

.

.

.

Memasuki sebuah gedung besar yang merupakan markas dari '12 Ksatria Agung' organisasi bentukan Hashirama Senju dan Uchiha Madara. Terdiri atas Ksatria dengan kemampuan diatas rata-rata dan memiliki pasukan dibawah perintahnya. Organisasi tersebut bergerak dalam menanggapi setiap kejadian supranatural, seperti serangan Vampire, Youkai ataupun Dewa Sesat.

Banyak pasang mata yang melihatnya, setiap dari mereka yang berpapasan dengannya pasti akan membungkuk hormat. Mengingat dia salah satu dari 12 Ksatria agung dan seorang yang mendapat gelas Raja.

Dibelakangnya, seorang gadis muda berpakai perpaduan putih dengan garis-garis merah Yuuki Asuna seorang Ksatria dari Knight Of The Blood yang memberikan sumpahnya pada Namikaze Naruto satu dari 7 Raja penguasa saat ini.

Cklek.

Naruto dan Asuna masuk kedalam sebuah ruangan dimana didalamnya telah menunggu para anggota12 Ksatria lainnya dan para pemimpin Klan Ksatria jepang.

"maaf menunggu lama." Ucapnya pada semua orang yang ada diruangan, berjalan pada kursi berangka 10 miliknya.

Meja panjang dari kayu pilihan, disisi kirinya terdapat 12 kursi khusus yang diisi oleh anggota 12 Ksatria agung dan disisi kanannya terdapat banyak kursi yang ditempati oleh para pimpinan Klan yang terdiri dari Uchiha, Senju, Sabaku, Fuuma, Nara, Akimichi, Yamanaka, Shimura, Sarutobi, Hyuuga dan beberapa Miko (putri kuil) ternama jepang.

"Oh, tentu saja tak apa wahai Rajaku, maaf mengganggu waktu anda." Suara dari pimpinan Klan Shimura, Danzou bersuara dengan nada dibuat lembut pada Naruto.

Ada beberapa pasang mata menatapnya sinis, ada tersenyum lembut seperti Hiruzen Sarutobi, memasang wajah datar dari Hyuuga, dan Uchiha.

"Baiklah mari kita mulai pertemuan mendadak ini." Ucap pemimpin 12 Ksatria Sarutobi Hiruzen membuat semua pandangan beralih padanya.

"Campion ke 8 telah lahir."

TBC

E-ee, hai. Saya bikin Fict baru lagi, maaf ya. Soalnya fict yang satu lagi entah kenapa bikin saya gak semangat.

Naruto x Campione dengan beberapa elemen anime lain, semoga kalian suka dan reviewnya banyak. Saran, kritik dan lainnya sangat diharapkan.

Lanjut atau tidak? Tergantung kalian.

Wsa Krisna Out.