Title : We Are Family, aren't we?
Scriptwriter : sapi68
Main Cast: Lee Hyun Woo (actor) | Lee Donghae (Suju)
Sandara (2ne1) | Nam Ji Hyun (aktris)
Support cast : Your imaginations J
Genre : Family, Brothership, Friendship, Romance
Duration:
Rating : R12
Summary
Berkisah mengenai kehidupan sekolah dari dua tokoh utama yakni Donghae dan Hyunwoo yang sangat berbeda satu sama lain. Mereka yang saling merahasiakan identitas bahwa mereka adalah saudara dengan selisih usia 2 tahun... Tapi kenapa?
Mereka yang juga mencintai seseorang, dan dicintai seseorang. DItemani cast lain yakni Sandara/ Dara dan Nam Ji Hyu… Bagaimana selanjutnya kisah keduanya?
*kring kring* suara bel berbunyi.
Dua orang pria saling bertemu di koridor. Yang satu menuju ke gymnasium, yang satu menuju ruang ekstra kulikuler. Mereka seperti tidak saling mengenal disekolah, hanya melewati satu sama lain sambil tetap menatap lurus…
"Hey! Lee!"
Keduanya berhenti.
Ternyata yang memanggil adalah Sandara, siswi kelas 3. Dia adalah teman sekelas Donghae.
Sandara POV
*kring kring* suara bel berbunyi
"Hari ini aku dan donghae pasti akan lulus audisi. Ayo berlatih bersama" suara hati dara. Sayangnya begitu ia melihat kebelakang, Donghae sudah tidak ada.
Ternyata ia dikoridor.
"Hey! Lee!"
"ah, anak itu Hyun Woo yang terkenal itu kan? Dia manis sekali, ramah dan pandai" bisik hati dara melihat hyun woo yang berjalan melewatinya terdiam beberapa saat "Ah, ia. Nama keluarganya kan Lee juga" Ia merasa bersalah memanggil donghae menggunakan nama keluarganya, Hyun woo pun tersenyum sekilas sambil melanjutkan perjalanan.
"Ya, Lee Dong Hae! Tunggu aku!" Dara pun berjalan bersama Donghae menuju gymnasium yang terletak di sebelah barat untuk berlatih tari.
*sedetik kemudian ia sudah tidak merasa bersalah lagi*
Ia memang terbiasa memanggil Donghae dengan nama lengkap kalau merasa marah. Maklum mereka sudah berhubungan dekat sehingga Dara dan Donghae merasa tidak sungkan satu sama lain.
Hyun Woo POV
"Hyung… kenapa ia begitu dingin" bisik hati Hyun woo saat berpapasan dengan Donghae di koridor. Baru beberapa saat berjalan, ia mendengar seseorang memanggil namanya, saat berbalik dan melihat seorang senior yang memanggilnya ia pun berjalan kembali menuju ruang ekstrakulikuler Sains di gedung sebelah timur.
"Kau sudah datang? Sedang apa?"Tanya hyun woo pada ji hyun yang terlihat sedang sibuk dengan computer klub.
"Aku sedang menyelesaikan laporan kita. Kau mau melihatnya?" Tanya jihyun, yang dijawab hyunwoo dengan senyuman :).
"Bagus sekali" Ujar hyun woo sambil menacak rambut jihyun.
"Yak!" kejar jihyun sambil mengejar hyunwoo, tentu setelah menyimpan file laporanya
"Tinggal kita kirim kan? " Tanya jihyun
"Kita harus meminta pendaat guru dulu, yuk keruang guru" ajak hyun woo
Seperti kita duga, guru sangat kagum pada hasil penelitian mereka mengenai energy terbarukan yang akan diikutsertakan pada kompetisi pelajar nasional.
Ditempat yang berbeda, Donghae dan Dara sedang serius melakukan latihan dance couple untuk audisi sore hari. Kabarnya, ada agensi yang akan datang kesekolah mereka.
Sore hari sepulang sekolah
"Mereka datang!" Seru para siswi. Ternyata yang dimaksud adalah agensi yang akan mengadakan audisi. Donghae, dara, dan banyak siswa lainpun segera menuju ke gymnasium tempat audisi akan dilaksanakan.
Donghae yang memeng merupakan idola para siswi tidak heran mengundang banyak orang tertarik menonton audisi, untuk apalagi kalau bukan menonton idola mereka menari dan berbyanyi. Ya, Donghae memeng cukup terkenal di sekolah, selain karena tampan, ia juga dikenal berbakat, dan bersikap baik pada wanita meski begitu ia sering dipanggil guru karena sering bolos dan berkelahi tentu dengan para pria.
Kebalikan dari itu, seseorang yang diam-diam sedang menonton juga memiliki ketampananya sendiri. IA adalah siswa favorit para guru. Selain karena kejeniusanya, ia juga menjadi idola dikarenakan senyumnya yang manis, dan perilakunya yang baik. Lee Hyun Woo namanya.
"Hei! Katanya mau pulang cepat?" Jihyun mengagetkan hyunwoo
"Hei! Ia, yu pulang bareng?" ujar hyun woo menutupi kegugupanya.
Jihyun terperangah, separuh hatinya sangat bahagia sejujurnya.
