'Vocaloid . Story'
BY : Kagemine Silent
Mirai : Hai! This'is my first fanfic !
Akine :Yup.. and don't forget RnR ! ^o^
Mirai: Dan sebelum mulai ... Mitsuo,Akine baca Disclaimer and warning, onegai~
AkineMitsuo : Hai bakaMirai...
Disclaimer : Vocaloid bukan milik sibaka Mirai, Author baka se dunia...
Warning ! Abal, Gaje, Alur kecepetan, OOC,OOT,Aneh,Saraf, Typo bertebaran, EYD yang gak berlaku, dan lain lain...
Mirai: Disclaimer na ja'at .. *Pundungditengahperempatan
Mitsuo : *GakPeduliinMirai baiklah mari kita mulai...
.
.
.
The Mission
Chapter 1 : The Problem Child
.
.
.
.
Tap...Tap...Tap..
Suara derapan lambat dari sepatu milik seorang gadis bersurai honey blonde terdengar di sepanjang lorong sekolah itu, pundak kirinya menjinjing tas sekolahnya sementara tangan kanannya memegang sebuah cermin kecil dan tangan kirinya mengatur pony miliknya, rambutnya yang honey blondenya yang diikat ponytail bergerak kekanan dan kekiri mengikuti langkah kakinya.
Disamping perempuan itu seorang perempuan bersurai sama sepertinya, honey blonde namun perempuan ini meggunakan pita besar dan 4 jepitan rambut pada ponynya, sedang sibuk dengan dunianya sendiri, P5P (Disensor menjadi P5P) berwarna kuning miliknya duduk dengan indah di tangannya, sedangkan jari-jari mungilnya sibuk dengan papan konsol game itu.
"Kagamine-san,Kaganemi-san "Seorang perempuan menyapa mereka, perempuan blonde yang berponytail itu melihat kearah perempuan tersebut sedangkan perempuan berpita itu tidak peduli dengannya dan masih terus melanjutkan permainannya.
"Ya ada apa?"Tanya perempuan berponytail tersebut dengan angkuhnya, sedangkan perempuan yang memanggil mereka berdua hanya menunduk , takut ? mungkin itu jawabannya.
"Em.. ano.. ka-kalian berdua dipanggil oleh kepala sekolah"Ucap perempuan itu dengan cepat dan langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan berlari tampa mengucapkan salam perpisahan (?) .
"Ck...dasar wanita menyebalkan ! dia kurang ajar sekali !"Hardik perempuan ponytail itu, dan melirik sedikit kearah teman disampingnya.
"Rin sepertinya si Hentai itu memanggil kita lagi"Ucap perempuan itu lagi sebelum kembali merapikan penampilannya terutama pony miliknya.
"Lagi ? sebenarnya apa mau si Hentai itu memanggil kita berulang kali dalam minggu ini? apa kau tau Lenka?"Ucap gadis yang di panggil Rin itu menghentikan permainannya dan melirik kearah gadis ponytail disampingnya yang bernama Lenka itu.
"Entahlah aku juga tak tau"Ucap Lenka membalas tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin di tangannya itu.
.
.
.
"Eh Len , Nii-san kenapakaian juga ada di sini? "Tanya Rin saat sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah, disana dia menemukan (?) kakaknya, lebih tepatnya Kaganemi Rinto dan teman sekelasnya Kagamine Len adik dari Lenka, sedang berdiri di depan pintu besar yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang sangat detai dan indah.
"Em.. tadi ada perempuan yang memberitahuku kalau aku dipanggil oleh kepsek "Ucap Rinto menjawab pertanyaan Rin.
"Em.. sama seperti Rinto aku juga dipanggil oleh kepsek"Ucap Len.
Rin hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Lenka sudah memasang mata bersinarnya melihat Rinto di depannya.
'Oh.. Rinto-sama dia juga sama sepertiku, dia di panggil ke ruangan kepala sekolah, apa ini takdirku untuk terus bersama Rinto-sama' Batin Lenka dan melirik Rinto dari ujung matanya.
BLUSH
Seketika wajah Lenka memerah melihat Rinto.
'Oh... aw..aw..aw.. dia keren sekali, rambut honey blondenya... mata blue azurnya... gayanya... senyum dengan slow-motionnya... kyaaa~~~' Lenka kembali berbatinria (?), kedua tangannnya memegang pipinya dan berteriak dengan berbisik (?) membuat Rin yang melihatnya hanya sweatdrop.
"Dan kalian berdua apa yang kalian lakukan di sini? Apa kalian juga di panggil oleh kepsek ?"Tanya Rinto dan tersenyum.
Lenka langsung tersadar dari berbatinriannya dan langsung bersikap tenang dengan senyum andalannya yang mampu membuat para lelaki bertekuk lutut dia mulai berbicara.
"Ya, kami juga di panggil oleh kouchou seperti kalian"Ucap Lenka, dengan mengibaskan rambut ponytailnya.
'Dia mulai lagi tebar pesona'Batin Len melihat kakak kembarnya ini.
Sedangkan Rin kembali memainkan P5P-nya, tidak mengubsir tindakan PDKT Lenka ke kakaknya itu.
Oh ya perlu kalian tau Kagamine Lenka merupakan Playgirl no 1 di Crypton High Scool, menurut buku catatan pacar milik Lenka dia sudah mengencani hampir seluruh laki-laki di sekolah itu namun hanya satu orang yang sangat sulit Lenka taklukkan yaitu Kaganemi Rinto kakak dari Rin, sahabatnya sendiri.
"Wah.. begitu ya"Ucap Rinto mengangguk disco (?).
"Ya begitulah, dan ah sebaiknya kita masuk saja sekarang ayo"Ucap Lenka dan membuka pintu ruangan kepala sekolah itu.
Didalam ruangan seorang laki-laki/perempuan (?) dengan rambut violet di pony tail tinggi dan iris yang senada dengan rambutnya sedang duduk disebuah kursi dengan meja dan papan nama pengenal di meja tersebut bertuliskan namanya 'Kamui Gakupo' menandakan dialah kepala sekolah itu.
"Kalian lama sekali chiyn~~~"Ucap Gakupo dengan penyakit banci taman lawangnya yang kambuh.
Mereka semua-minus Rin, hanya sweatdrop mendengar suara Kouchou mereka yang satu ini.
"Eh.. ehm.."Gakupo tersadar dan berdhem untuk mendapatkan kewibawaannya kembali.
"Rinto dan Rin Kaganemi, Len dan Lenka Kagamine kalian tau kenapa kalian saya panggil kemari?"Tanya Gakupo.
Mereka semua –Minus Rin lagi, yang sedang asik dengan gamenya, menggelengkan kepala mereka, pertanda mereka tak tau alasan mereka di panggil.
"Emm... Kalian benar-benar tak tau?"Tanya Gakupo lagi.
Mereka menganggukkan kepala mereka bersamaan.
"Cius"Ucap Gakupo, mereka berpandangan sebentar dan kembali menganggukkan kepalanya.
"Mi apa?"Tanya Gakupo kembali dan sekarang diikuti dengan gayanya yang berpose imut namun terlihat amit-amit, yang membuat mereka ber tiga karena masih minus Rin yang tak peduli dengan yang terjadi, muntah berjamaah.
"Eww~~~ kalian jorok deh.. yaudah kita bek tu de topic"Ucap Gakupo yang bahasa inggrisnya gagal.
"Sebenarnya kalian disini dipanggil karena *Brak*... nilai kalian akhir-akhir ini menurun"Ucap Gakupo dengan menaikkan Setumpuk lembaran dengan nilai yang yah... HANCUR !.
"Mengapa bisa kalian semua Esper terkuat di Akademi ini, memiliki nilai akademik seperti ini"Ucap Gakupo frustasi.
"Lenka kau merupakan yang terpintar di kelas dan mendapat nilai bagus semester lalu walau kau seorang playgirl, namun sekarang...kenapa niai tertinggimu hanya 68 ? "Tanya Gakupo dengan memperlihatkan nilai dengan angka 68 di pojok kanan kertas ulangan tersebut, Lenka hanya memutar malas matanya.
"Karena kau tau kouchou waktu untuk kencan saya akan habis jika saya gunakan untuk belajar"Jawab Lenka enteng dan merapikan pony miliknya.
"Tapi ini menyangkut nilaimu apa kau tak takut orang tuamu di panggil gara-gara nilaimu anjlok semua"Ucap Gakupo lagi.
"Em...gimana ya? Mungkin yah saya tak peduli karena otou-san saya sibuk lovely dovey dengan okaa-san saya, dan walau saya melapor nilai jelek mereka hanya menasehati yang nanti ujungnya jadi lovely dovey lagi, benarkan Len"Ucap Lenka mengalihkan pandangannya kearah Len adiknya, dan hanya dibalas dengan anggukan dari Len.
Gakupo hanya geleng-geleng disco (?) mendengar jawaban dari muridnya yang satu ini, 'Bagaimana bisa dia sesantai ini'batinnya.
"Huh.. dan Len , kau terkenal dalam bidang non akademikmu dengan nilai yang tinggi dan kami selaku gurumu menyadari itu, namun kenapa dalam bidang akademik semua nilainya rata-rata?"Tanya Gakupo dengan frustasi, Len hanya cengir dan menggaruk tengkuknya yg tak gatal.
"Yah,, itu karena saya belajar system SKS pak (Sistim Kebut Sekilas #Placked!), dan juga saya belajarnya Cuma 15 menit setelah itu main P5P dengan Rin 12 jam"Jawab Len dengan jujurnya yang mampu membuat Gakupo Sweatdrop mendengarnya.
'Ni anak satu jujur banget'Batinnya sambil memijit pelipisnya, kepalanya mulai pusing mendengar jawaban 'ajaib' dari murid-murdnya ini.
"Dan Rin,saya akui kau dalam bidang Akademik dan nonakademik semua nilaimu bagus, dan tak ada yang perlu diperbaiki semua nilaimu sempurna namun beberapa guru mengeluh katanya kau tidak memperhatikan mereka yang menjelaskan dan hanya bermain dengan P5Pmu, apa itu benar?"Tanya Gakupo melihat kearah Rin yang sedang asik bermain dengan P5Pnya tak memperdulikan Gakupo.
"Ya, memangnya kenapa kouchou ada masalah dengan itu"Tanya Rin tatapannya mengisyaratkan seperti terganggu oleh Gakupo.
"Tentu saja, seharusnya kau membuat jadwal kapan kau bermain "Ucap Gakupo.
"Em,, jika menurut kouchou membuat jadwal, saya sudah membuatnya"Ucap Rin menghentikan permainannya.
"Seperti apa?" Tanya Gakupo.
"Jadwal saya tulis, 5 menit belajar setelah itu 23 jam 55 menit bermain"Ucap Rin jujur dan kembali memainkan P5Pnya ,Gakupo hanya jawdrop mendengar jawaban Rin, murid muridnya yang satu ini memang ajaib.
"Dan terakhir Rinto, yah kau memangtak memiliki banyak masalah namun, kenapa di setiap pelajaran kau tertidur ?" Tanya Gakupo, yang ditanya hanya diam dan berpose berfikir.
"em... mungkin karena saya keseruan nonton anime terbaru musim dingin pak, apalagi saya tak sabar nunggu live action dari Singeki no Kyojin , tau kan pak film tentang titan pemangsa manusia dan pemeran utamanya namanya Eren itu, sepupunya Mikasa itu loh pak, temennya Armin (wahhh.. Rinto ternyata seorang Otaku XD), oh.. dan juga saya sekalian refresng otak pak, tapi gara-gara itu saya jadi harus tidur jam 4 pagi "Jawab Rinto jujur yang membuat Gakupo faceplame. Keempat muridnya ini memang ajaib menjawab pertanyaannya.
"Heehhh..."Sura Gakupo menghela nafas panjang.
"Nah.. baiklah karena jawaban kalian seperti itu tak ada pilihan lain"Ucap Gakupo dengan nada serius, mereka berempat dengan Rin sekarang tentunya melihat kearah Gakupo yang serius tapi jika di perhatikan, mukanya jadi aneh saat serius *Dor.
"Maksud kouchou ?"Tanya mereka berempat bersamaan.
"Em... maksud saya tak ada pilihan lain selain mengiri kalian 'ke sana'"Ucap Gakupo lagi.
Mereke saling bertatapan, 'Jangan-jangan maksudnya 'kesana'... ah tapi mana mungkin' Batin mereka bersamaan yang entah bagaimana caranya.
"Ke sana?Maksud kouchou?"Tanya Rinto.
"Emm..apa kalian lupa maksudku ke sana?"Tanya Gakupo, mereka berempat menganggukkan kepalanya.
"hheehh ... itu lo, sekolah pada tahun 2024 yang mengajar murid-murid yang ajaib di dimensi sebrang"Ucap Gakupo enteng.
"Di..."
"Men..."
"Si.. "
"Sebrang..."Ucap mereka bertiga –Lenka,Len dan Rinto- dengan backgrounde petir di belakang mereka saat mengucapkan kata itu secara bergantian, dan bersamaan saat akhirnya.
"YUP~~ " Ucap Gakupo secara mengembang senyum sok imut yang berhasil membuat mereka –minus Rin yang kembali bermain P5Pnya,hampir muntah.
"Dan kalian pasti tau tentang sekolah itu kan, namun tenang saja aku bukan hanya mengirim kalian untuk di sekolahkan disana namun ..."
"Aku juga akan memberikan tugas kepada kalian disana " Ucap Gakupo, dan senyum licik pun mulai mengembang di wajahnya.
.
.
.
T.B.C
-Author Side-
Mirai : Huuaaa~~~~ akhirnya chapter 1 selesai... *Meluk bantal trus guling-guling di Lantai*
Rin : *BacaScrip* Kenapa dialogku dikit banget...
Lenka : *IkutanBaca* Kok aku jadi centil begitu sih, playgirl pula?
Rinto : *BacaJuga* Aku merasa seperti orang bodoh di sini...
Len :*BacaUlangScrip* Aku ajaib bener dech...
Gakupo : *BacaScrip* Wah aku jadi kepala sekolah di sini ... seneng banget ciiiiyn~~~
All (-Author) : *SweatdropDengerGakupo*
Mitsuo : *BacaChapter1* Ni cerita aneh bener...
Akine : Emang aneh dari awal kan... dan ohh Lenka-san disini kau memang akan dijadikan orang centil dan playgirl namun tak usah khawatir kau tetap berpasangan dengan Rinto kok...
Lenka: *Blush* Ehh...Benarkah..
Rinto : *Ngeblush dikit sambil lihat samping*
Mitsuo : Ehh... seperti nya di chpter depan Mirai akan ngedetailin tentang toko- *DibekepMirai*
Mirai:*NgebekepMulutMitsuo* Woy Mitsuo itu pripasi..pripasi ... dari pada protes dan banyak bacot mending minta Review sana *NadaNgusir..
RinLen: Iya dech.. BakaMirai... Minna review ya biar bagian kami tak jadi aneh kayak Author Mirai...
Gakupo : Repiuw biar peran Gakupyon jadi lebih banyak lagi... *NgemutTerong*
RintoLenka : Review plis... biar chapter depan na tak seajaib chapter ini... *Salingpandang**PadaNgeblush*
Akine:*NgeDeathGlareMirai* JA ne minna... jangan lupa RnRnya ya... *Siep-siepNebasMiraiPakaiExcaliburMiliknya*
