AUTHOR NOTE

Request dari Temen... Cintailah Produk-produk Indonesia katanya...

Mungkin ga akan banyak yang baca

Demi Kepuasan pribadi aja

Semangat !!!!

"Apa yang Kulakukan disini???"

Aku berdiri di luar bandara Sultan Syarief Pekanbaru Riau. Menatap jalanan dengan mobil yang lalu lalang dengan tatapan kosong dan tidak percaya.

"Setelah Selamatan 40 hari Ibumu, datanglah ke Pekanbaru, Paman akan mengirimkan tiketnya!"

Aku menghela nafas panjang..

Benar… Paman Joko, Adik Ibuku mengatakannya ketika di pemakaman Ibuku. Saat Aku mengucapkan Terima kasih setelah beliau menanggung semua biaya perawatan Ibuku selama di rumah sakit dan bahkan biaya pemakaman. Dia bilang akan dianggap impas jika Aku datang berkunjung ke Rumahnya.

Cara yang Aneh untuk Berterima kasih. Dimana seharusnya Aku memberikan sesuatu sebagai ucapan Terima kasih tapi malah sebaliknya Aku malah Menerima lagi… Aku benar-benar merasa Tidak enak… tapi menolak pun tidak mampu.

*TIN – TIN!!*

Aku menengok ke arah mobil yang membunyikan klakson…

"Kak !!!... Kak Reya!!"

Aku terkejut ketika melihat seorang gadis mengeluarkan kepalanya dari jendela di samping kursi sopir dan melambai dengan penuh semangat.

Via… Anak satu-satunya dari Om Joko.

Mobil itu menepi dan Via dengan segera membuka pintu mobil dan memelukku dengan erat.

"Aku senang Kakak sampai dengan selamat… Selamat datang di Pekanbaru!!" Dia melebarkan tangannya di kedua sisi tubuhnya dan tersenyum dengan lebar.

"Via, bukannya sudah Ayah bilang untuk jangan pernah mengeluarkan anggota tubuhmu dari jendela mobil ketika mobil masih berjalan… Bahaya tahu !!!" Om Joko keluar dari mobil sambil mengomel.

"Ya.. Ya .. Bapak Kepala Polisi.. Jangan ditilang… Saya Minta Maaf… Ga akan diulangi lagi!!" Via menundukkan kepalanya dang mengangkat kedua tangannya dibatas kepalanya.

Om Joko adalah Kepala Polisi di Pekanbaru.

Dia mendesah kemudian berpaling padaku dan Tersenyum "Selamat Datang!"

Aku Tersenyum dengan canggung. Sejak Aku kecil kesempatanku untuk bertemu dengan Om Joko sangatlah jarang, jari kedua tangansaja berlebih untuk menghitung berapa kali Kami bertemu sejak Aku kecil. Karena Aku tinggal di Jawa Timur dan Paman di Pekanbaru… Kami hanya bertemu ketika Beliau ada Kesempatan Pulang selama Lebaran atau jika ada Keluarga yang memiliki Acara… itupun jika Beliau sempat…. Dan sekarang Aku harus menghabiskan waktu dengan Beliau dan keluarganya… Sebenarnya Apa yang Aku pikirkan… Bagaimana canggungnya nanti…

Kau mendesah dalam Hati… Tidak ingin mengecawakan Kedua orang yang sudah menyambutmu dengan penuh Semangat… sehingga Kau terus menyunggingkan Senyum… Bukan Kau tidak suka… Hanya saja…

"Lisa !!"

Mataku terbelalak dan Aku segera melihat ke belakang dan juga sekitarku.

"Pak Joko!!" Seseorang Laki laki melambai dan berjalan ke arah kami.

"Oh.. Zam!!" Om Joko tersenyum ke arah laki laki itu.

Tiba Tiba dari balik Laki laki itu berdiri seorang Laki laki dengan rambut pirang dan anting salib panjang. Penampilannya benar benar mencolok. Bukan hanya karena wajahnya yang mirip dengan bintang Korea dan telah membuat para Gadis di Bandara ngeces ga karuan tapi juga dandanannya yang seperti Anak Konglomerat Drama Korea. Seakan melihat tokoh yang hanya dilihat di TV keluar dan berjalan di depan mata.

Aku menegang dengan mendadak ketika tatapan Kami bertemu. Dia melihat tepat ke arahku dan menatap tajam cukup lama. Apa maksudnya ini… Tidak mungkin Dia Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama padaku yang Sederhana ini kan… HAHAHAHA… BODOH

Daripada itu Aku lebih merasa pandangannya itu seakan pandangan menyelidik untuk mendeteksi seorang Penjahat..

Lagipula apa yang Mau dilihat dariku… Perut Buncit… Lengan yang Menggelambir… Paha dan Betis yang mirip Pentungan Hansip… Entah kenapa bukannya merasa Bahagia karena dilihat oleh Laki laki Tampan… Aku lebih merasa Mengasihani Diri sendiri.

"Yanjie !!" Laki-laki yang tadi memanggil Om Joko melambai pada Laki-laki Tampan ala Boyband Korea itu.

Wah Namanya saja seperti orang luar… tapi sepertinya Nama China daripada Korea…

"Perkenalkan Pak, Ini Yanjie, Dulunya Anak Murid saya, tapi sekarang sudah jadi Orang Hebat di salah satu perusahaan di Korea!"

Wah… Tampan, Muda, Badan bagus, Sukses dan Banyak Duwit

… ternyata orang seperti ini Nyata ya… Tapi biasanya Orang Sesempurna ini….

"Wah ga ngira Om Zam punya Temen Keren!"

" Hahaha… Via !! kan udah berulang kali Aku bilang panggil Mas aja.. Kok berasa Tua!!"

"Lha emang udah Tua!!" Via tertawa.

"Via!!" Om Joko memperingatkan Via.

"Ga pa pa Pak, oya lagi ada perlu apa Pak di Bandara???... Ada inspeksi narkoba??!"

"Ga !! Aku jemput Ponakanku yang baru datang dari Jawa, ni orangnya, Reya… Reya kenalkan ini Zam, salah satu guru hebat di SMA Binushvi, SMA Elit disini!!"

"Bapak terlalu melebihkan… Zam" Dia mengulurkan tangannya dan kami saling bersalaman.

"Reya!"

"Ponakanku ini juga guru lho, Dia lulusan salah satu Universitas Negeri di Surabaya, ya kan!" Pamanku menceritakan dengan semangat dan mengangguk ke arahku.

Aku senang Aku bisa membuatnya Bangga… tapi ini hanya memperburuk Rasa Canggung dan sekarang bertambah dengan Malu…

"Oh ya ini Yanjie kenalkan!!"

Tiba tiba Via mengulurkan tangannya dengan Semangat "Via… Alvia!!"

Aku Terkejut dengan kecepatan reaksinya tapi lebih Kagum dengan sifat Percaya dirinya… Anak zaman sekarang emang Hebat.

"Yanjie!" Mereka bersalaman.

Kemudian giliranku, Dia melirik ke arahku, mencoba bersikap Sopan, Aku mengulurkan tanganku terlebih dahulu tapi Kurang ajarnya… si Yanjie itu menatap Tanganku dan kemudian, bukannya mengulurkan tangannya agar Kami bersalamatan.. Alih alih Dia malah cuma menunduk sedikit dan tampak enggan memberi Hormat kemudian segera mengalihkan pandangan kembali kepada Kak Zam dan Om Joko.

*Tunggu, ada kesalahan !!*

Aku melihat tanganku mengira mungkin saja ada Kotoran disana yang membuatnya tidak mau menjabat tanganku selain itu pandangannya menunjukkan seakan ada kotoran disana sehingga Dia ga mau menyentuhnya tapi…. Tanganku Bersih kok !!!!

Kalau begitu kenapa ???... Kebiasaan ???... Dia tadi berjabat tangan dengan Om Joko dan Via kok… Jadi ???

Wah cari perkara ni Orang… Emang kenapa denganku… Dasar Wajah Oplas… Sok Ganteng !!!

Eh…. Lho… barusan Dia melirik ke arahku… Lagi !!...dan Aku yakin itu bukan hanya Bayanganku saja karena Dia telah melakukannya beberapa kali… Ada Masalah apa sich Orang ini !!!

"Kalau begitu Kami Permisi!"

Aku terbangun dari Lamunanku mendengar Mas Zam pamitan.

"Oh ya, Jadi Kau tidak bisa ikut Futsal dulu karena harus melatih anak anak yang akan mengikuti olimpiade Fisika ???... Lama juga ya, 40 hari!!... Baiklah kalau begitu, pastikan bawa kembali medali emas untuk daerah Kita" Om Joko menepuk pundaknya

"Iya !!... Tentu saja Pak !!" Mas Zam Tersenyum. Dan kemudian pergi sambil melambaikan tangan.

Bahkan saat berpamitan, si Yanjie itu Tersenyum Ramah kepada Paman dan Via… tapi langsung berubah Masam ketika Melihatku… Wah untung Cuma sebentar Ketemuannya, kalau sampai Kesabaranku Habis… Senggol Bacok nich ceritanya !!!

"Ayo!!" Paman menunjuk ke arah Mobil. Aku mengangguk.

"Mau Om bantu!!" Om menunjuk ke Ransel besar yang Kusandang. Aku tidak suka jika harus Ribet menarik Koper… Aku lebih suka Praktisnya Ransel… Lagipula, Aku tidak akan lama disini, jadi Aku juga tidak membawa banyak Pakaian… hanya cukup untuk 3-4 hari…

"Ga perlu Om!!"

"Kalau begitu ayo segera masukkin, pasti Berat kan!!"

"Papa sich, Lama ngobrolnya sama Om Zam !!"

"Owh, Maaf ya Reya!!" Om segera membuka kunci mobil dan membukakan pintu untukku.

"Ga !!... Ga papa kok Om, Ga berat juga!!" Aku memasukkan Ransel ku ke dalam!!"

Om Joko segera berlari kecil mengitari Mobil dan masuk dari pintu Sopir. Akhirnya Kami berada dalam perjalanan ke Rumah Om Joko.

"Kak Reya berapa lama disini ??? yang lama ya Kak, Temenin Via, Papa sama Mama sibuk Kak, Via sendirian !!"

"Jangan Lebay, Kamu juga jarang di Rumah gitu… Main terus ama Temenmu!!"

"Itu kan karena Aku Kesepian… tapi kalau ada Temen… pasti Ga akan sering Keluar… Tapi, mumpung Kak Reya disini kan Kak Reya harus tahu ada apa aja di Pekanbaru… Aku akan jadi Guide nya!!"

"Tu kan… Keluar lagi!!"

"Kan ini Beda Pa… Aku ada Misi!!"

" Ya.. Ya.. Terserah Kamu aja Princess!!" Om Joko Tersenyum kecil "Maaf ya Reya, si Via ini ga bisa Diam, sekarang Dia lagi Libur sekolah jadi selama Kamu disini, Kamu bakal direcokkin sama si Cerewet ini!!"

"Ich Papa kok bilang kayak gitu sich!!... Aku ga Cerewet.. Aku ini Semangat!!... ya kan Kak!!"

Aku Tersenyum dan Mengangguk.

"Ngomong ngomong, Kakak tadi lihat Temen Om Zam ??? Mirip dengan…."

Teringat dengan orang Menyebalkan itu, Darah di dalam Tubuhku mendidih.

"Benar kan Kak ??!"

Karena sibuk dengan pikiranku sendiri, Aku tidak mendengar sepenuhnya apa yang Via katakan, tapi Aku mengontrol ekspresiku.

"Ya!!"

"Tuch kan… Ganteng, Pintar… keren dech pokoknya… Cowok Idaman!!"

Kalau dilihat sich emang si Yanjie itu Cowok idaman… Kecuali sikap Songong dan Menyebalkannya !!!

Untung Cuma Ketemu sekali… Cuma sekali !!!

Tapi Tadi sepertinya Aku mendengar seseorang memanggil Nama Kecilku... Apa Aku salah dengar... Pasti begitu... Lagipula Nama *Lisa* juga bukan Nama yang jarang... Aku terlalu banyak berpikir

Yanjie POV

"Pak Zam !!"

"Ya??"

"Yang melatih Anak anak untuk persiapan Olimpiade Fisika Cuma Kita Berdua kan??"

"Ya!!"

"Apa tidak lebih baik kalau Kita punya Asisten Cewek untuk membantu, mempersiapkan bahan untuk praktik dan fotokopi contohnya, lagipula bukankah ada satu siswi perempuan di kelompok Kita, akan lebih baik jika ada Guru Wanita, Kau tahu untuk membimbing dan membantunya… Kau tahulah !!"

"Aku sich tidak pernah berpikir sejauh itu… Murid Kita Cuma enamorang termasuk siswi itu... Aku rasa Kita berdua cukup!!.. tapi Aku rasa setelah apa yang Kau Katakan… Melihat kelompok Kita.. Aku rasa, Kita memang membutuhkan sentuhan Wanita.. Kalau begitu nanti coba Aku tanyakan Temen Guru Bapak!"

" Ga usah mencari jauh jauh Pak… Aku ada Kandidat Bagus!!"

"Eeh, Kau baru nyampe sudah ada Kandidat… Aku ga mengira Kamu punya Temen Guru disini??"

"Aku juga tidak mengira Ketemu Dia disini!!" Aku menggumam.

"Eeh ??!.. Apa ??!"

"Tidak" Aku menggeleng "Bapak pasti Menyukainya!!"

"Oh ya tadi kalau ga salah, Bapak dengar Kamu manggil seseorang... Lisa... siapa itu???"

"Bukan siapa siapa kok Pak, cuma salah Lihat!!"

"Owh!!"

'Kau tidak mengingatku !!!… Mulai sekarang Aku akan membuatmu tidak bisa Melupakanku !!'