What The Hell...?

March 2014

Author: Baby Tao Lovers

Main Cast: KrisTao, Huang Zi Tao (Tao) & Wu Yifan (Kris)

Other Cast: All EXO member (EXO Official Couple), other Artist SM, etc.

Rated : T (Teen)

Warning: Yaoi, Gaze,Typo, Humor Gagal, OOC, etc.

Sumary : Kris dan Tao tidak pernah akur, bahkan sejak pertama kali mereka bertemu. Tapi bagaimana jika seseorang ingin menyatukan hubungan mereka, dan yang menarik orang itu adalah mentalis

So, Hope Enjoy Read This Fict.

Don't Like ++++ Don't Read ++++ No Plagiat ++++ Dosa Tanggung Sendiri ++++ OK!

:

Check it out

.


Chapter 1... Embarassed,,,,

.

.

Author POV

Pagi hari, di salah satu sekolah swasta yang elit di Korea, SM High School. Para yeoja yang berada dilorong utama sekolah sedang berteriak-teriak histeris. Karena melihat sosok seorang namja berambut blonde, tinggi tubuhnya yang menjulang, serta mata elang tajamnya, tengah berjalan santai, tanpa ekspresi. melewati mereka dengan memasukan kedua tangan disaku celananya. Sikap yang sangat acuh tapi sukses membuat para yeoja maupun namja (?) hanya bisa menatap kagum, seolah-olah mereka seperti melihat model sedang berjalan di panggung catwalk.

Ya,,, namja yang itu bernama Wu Yi Fan, tapi ia lebih sering dipanggil Kris. Namja pindahan dari China yang dijuluki "Pangeran" disekolahnya karena ketampanan yang luar biasa. Ditambah lagi, dia adalah kapten tim basket sekolahnya.

"kyaa...Kris,,"

"Kris,,, you so cool"

"yaaaa,,, ada Kris"

"I love you Kris"

"kyaaa Kris oppa,, kill me please"

Itulah pekikan-pekikan yang keluar dari para fansnya. Kris sendiri hanya menanggapinya dengan malas. Ahh,, baginya ini hanya rutinitas pagi yang selalu menganggunya. Meskipun tanpa reaksi ataupun ekspresi apapun saja sudah membuat para fansnya berteriak semakin gila. Benar-benar pesona seorang pangeran yang sangat berbahaya.

Sementara itu, disudut lorong yang berlawanan arah dari tempat datangya Kris, muncul lagi namja yang errrr tidak kalah sexynya. Namja manis dengan mata panda, bibir kucingya, rambut ravennya dan juga tingginya yang hampir menyamai kris. Namja itu sedang mendengarkan music lewat earphonenya, dengan tangan kanan yang menenteng tas di pundaknya.

Dan bedanya dengan Kris, namja itu berjalan dengan santai dan sesekali memberikan senyuman dan melambaikan tangannya pada para fansnya, Yah, meskipun fansnya tak sebanyak fans Kris, tapi Bukan main senangnya para fansnya karena direspon dengan baik oleh Tao.

Kalian bisa lihat bukan perbedaannya sifat keduanya yang sangat kontras, seperti Yin dan Yang. yang satu sangat dingin sedangkan yang satunya lagi sangat ramah. Nama namja itu Huang Zi Tao, salah satu hoobae yang paling Kris benci karena sifatnya yang suka cari perhatian orang.

Bukan main, lorong itu semakin ricuh karena suara teriakan-teriakan para yeoja yang melihat dua namja yang termasuk paling populer disekolah itu.

Ketika jarak semakin dekat, sekitar satu meter, namja berambut blonde itu tiba-tiba menghentikan langkahnya kemudian mengeluarkan suara Bassnya,,,

" Hai, imut" kata Kris tiba-tiba menyapa, dengan tujuan untuk mengejek dan memancing pertengkaran dengan rivalnya itu.

Sedangkan yang diajak bicara yang langsung mengerti 'maksud dari' lawan bicaranya itu hanya mengeluh dalam hati. 'ha-ah, orang ini mau ngajak ribut pagi-pagi begini' batinnya. 'lagipula menyebalkan sekali, padahal sikapnya dingin tapi tetap saja penggemarnya lebih banyak dari aku. menyebalkan'.

"makasih Kris, aku tau aku sangat imut", celetuk Tao dengan PD-nya. sebenarnya ia sedang malas meladeni namja yang menyebalkan dipagi hari yang indah ini. Dan dengan santainya dia hanya melanjutkan jalannya.

Kris tidak menyangka respon yang dikeluarkan Tao demikian, padahal kata-kata itu biasaya sukses langsung membuat Tao membuka mulut dan melayangkan kata-kata balasan atau lebih tepatnya kalimat yang menusuk dan mengutuk. tapi Kris pun tidak menyerah, ia pun mengeluarkan perkataan lain yang lebih menyebalkan.

"ohh, maaf sepertiya kau salah mengartikan kata-kataku tadi, heh" kata Kris sambil tersenyum licik. "yang ku maksud imut itu, kau Terlalu IMUT dan hampir mirip wanita" dengan penekanan kata imutnya

Tao semakin mempercepat jalannya dan membesarkan volumenya di hp smartphonennya. Berniat untuk tidak mendengar ocehan-ocehan menyebalkan Kris yang memang terang-terangan. Berusaha keras mengontrol emosinya yang mulai tersulut. 'ingat Tao jangan marah, bayangkan saja dia hanya menggunakan lingerie' batin Tao. Dan sukses Tao jadi sedikit lupa penyebabnya. Ia hanya menahan tawanya membayangkan pangeran sekolahnya itu hanya memakai pakaian dalam wanita 'astaga huf…lucu sekali haha' Tao menahan tawanya hingga sedikit gemetaran ditubuh sexynya. 'tahan-tahan please,,,jangan sampai tertawa terbahak-bahak. Nanti dia bisa mengira aku gila'.

Kris semakin jengkel, karena Tao tidak meresponnya. Dan juga aneh sekali, kenapa si Tao itu hanya cengar-cengir tidak jelas, 'Apa-apaan anak itu, kenapa dia nyengir? memangnya ada hal yang lucu! Dia sedang mengejekku huh' batin kris kesal. Sehingga ketika Tao lewat di sampingnya Kris langsung memegang pergelangan tangan kanan Tao dengan tangan kirinya dan menariknya dengan paksa. Hingga tubuh rivalnya sedikit terhuyung ke depan.

" O-oi, bodoh. kenapa kau menarik tanganku. sakit tahu! Lepaskan!".

" Tidak".

" Astaga. Kau ini kenapa sih? kalau kau punya masalah, jangan kau lampiaskan padaku. aku sedang tidak mood untuk meladeni namja GILA sepertimu".

Kata-kata terahir Tao semakin membuat Kris naik darah. " Heiiii, dengar! aku cuma ingin memberi tahu bahwa kau itu terlalu femimin. Cara bicaramu juga seperti anak-anak dan juga Kau pikir umurmu berapa masih suka gantungan boneka panda".

" Memang kenapa… Suka-suka aku dong. kenapa kau peduli kalau aku femimin? atau cara bicara seperti anak-anak dan suka bawa boneka? Itu tidak ada hubungannya denganmu. Apa kau begitu menyukaiku hingga begitu peduli, bahkan kau tau persis apa yang kusukai?" skakmat dari Tao " dan kenapa kau menyentuhku. jangan bilang kau ngajak ribut karena ingin memegang tanganku, kan!".

" Apa katamu,,, sorry, aku bukan orang sinting" kata Kris melepaskan tangan Tao dan mengelapkan tangannya ke pakaiannya, seolah ia menyentuh sesuatu yang menjijikan. " Aku hanya heran. Bagaimana bisa orang aneh sepertimu, bisa masuk kesekolah ini!" katanya sambil tersenyum licik " kau tidak pantas berada disini".

" Heiii, apa hakmu bicara begitu hah! kau bukan pemilik sekolah ini. Enak saja, aku juga bayar disekolah ini". Kata Tao yang kesabarannya mulai habis. " Dasar naga mesum"

" Eh, apa katamu barusan. Dasar panda centil"

"Apa katamu, katakan sekali lagi!".

"Centil, dasar mirip cewek~".

" APA KAU BILANG! sepertinya kau pagi-pagi ingin ku banting"

"Dengan tenaga wanitamu…ahaha jangan harap"

"ahaha,,,sepertinya kau lupa kejadian pas orientasi siswa, heh? Kau berbaring di rumah sakit selama 3 hari hanya karena kepalamu tak sengaja ku tendang".

JLEB,,,

SUMPAH. Kris malu, sekaligus geram sekali mendengarnya. "kau…" Kris reflek menarik kerah seragam tao dengan kasar dan tangan kanannya sudah siap ia layangkan ke muka manis Tao. sampai sebuah suara, tiba-tiba mengagetkan keduanya. "Hei, stop…kalian berdua."

Sedangkan yang lain para yoeja dan namja yang tadi berkerumun dan berjeriit ria, tidak ada yang mau melerai pertegkaran dua mahluk tinggi tadi. Bahkan mereka berpura-pura tidak melihat adegan itu. Para fans mereka bahakan sudah membubarkan diri. Mengapa demikian? Alasannya sangat simple, karena pertama mereka sudah sering lihat adegan "kucing anjing" ini. Dan kedua yang paling penting, mereka masih sayang dengan nyawanya. mereka tidak ingin merasakan amukan sang master Kungfu Panda, juga tidak ingin kena semburan api Naga. Maksudnya, jika ikut campur urusan dua namja tadi, maka kris yang notabene orang yang jarang bicara, saat dia marah karena seseorang berani mencampuri urusannya. maka mulutnya akan mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk dan tidak akan berhenti kecuali jika ia sudah sakit tenggorokan.

"Hei kalian! kenapa pagi-pagi sudah ribut" ucap namja Angel dengan Tenang tapi sukses membuat keduanya menoleh kearah sumber suara.

"Suho, jangan ikut campur…"

"Eh ,,ss sus sussu,,,"

"susu?" Tanya suho yang heran karena tao mengucapkan kata-kata yang sedikit ambigu.

"ee su sunbae,,hehe!" Tao tergagap melihat sesoerang yang selalu membuat jantungnya berdetak tak karuan.

Suho, si Ketua osis yang terkenal bijak itu menghampiri Tao dan Kris. Menjauhkan tangan kris yang tadi mencengkram kerah baju Tao sambil menampilkan senyum angelicnya dan merusak helaian surai hitam Tao. Perlakuan itu membuat Tao semakin deg-degan Tak, karuan karena namja yang ia sukai, tersenyum lembut padanya hingga membuat pipinya sedikit merona.

" Kris, apa kau tak pernah bosan mengganggu, mahluk manis ini"

" ha,,, manis, bukannya yang benar itu memuakan" kata Kris sambil mendengus.

" hei,,,,kenapa kau mengataiku lagi" bentak tao tidak terima.

" Sudah,,sudah hentikan tao, pergilah kekelasmu. biar aku yang tangani naga yang sedang ngamuk ini".

" ahh sunbae. Terima kasih berkat kau aku tidak perlu berolahraga yang tidak perlu. Bye sunbae" Tao melambaikan dan menampilkan senyum mautnya hingga seseorang disana, mendadak tersengal napasnya akibat debaran jantungnya kian keras. Dalam batinnya 'sexy'bantin salah satu namja itu. 'ahhh kenapa dengan jantungku dan apa-apaan yang aku pikirkan! sepertinya aku memang mulai sinting'.

"ayo Kris, kita pergi ke kelas! Sebentar lagi masuk. jangan sampai telat, karena sekarang bagian mengajar Cho seongsaenim yang killer itu". ucap Suho membuyarkan lamunan Naga mesum.

"Kenapa kau tadi membelanya sih, ditambah kenapa kau harus memujinya segala. Padahal yang harusnya kau bantu sepupumu ini eoh!".

"aish, kau payah dan kekanak-kanakan sekali! masa masih dendam gara-gara hal sepele, lagipula jika aku membantumu besok aku sudah terbaring dirumah sakit. memangnya kau mau tanggung jawab?"

"….."

"lagipula aku berniat menyelamatkanmu, dan tidakkah kau pikir situasinya akann bertambah rumit jika aku membantumu mengejeknya. kau pikir masalah ini akan selesai. kalau aku juga membantumu mengejeknya, itu artinya aku juga mengibarkan bendera perang dengannya! Tidak terima kasih, aku masih ingin menikmati hidupku,"

" Alasan. Dan perlu kau ketahui, ini masalah waktu itu tidak sepele. Sangat memalukan sekali,".

"Sudahlah lupakan, aku malas mendengar ocehanmu. ayo buruan! sebelum seosaengnim galak itu tiba"

" aisshhhh, arraseo…."

Yah meski terpaksa, Kris tetap menuruti ajakan sepupunya, yang umurnya setahun lebih muda darinya. Tapi jangan ditanya soal sikapnya yang lebih bijak dan dewasa,Kditambah lagi ia sangat pintar. karena itulah kris tidak berani membantahnya.

...

...

And Then, At the class X1-1...

" psst. Krissss" bisik pelan namja berambut lurus kecoklatan. Namja itu bernama Chanyeol, tengah berusaha mengajak ngobrol tapi pelan, saat pelajaran Bahasa Inggris yang sangat membosankan itu berlangsung.

" Hmm " kris hanya menjawab singkat tanpa menoleh, supaya mereka tidak ketahuan ngobrol plus males liat senyum Chanyeol yang bisa merusak kesehatan matanya, saking berkilaunya.

" Kenapa, kau pagi-pagi sudah tak semangat"

" eungg, aku cuma agak ngantuk" kata Kris bohong. Padahal sebenarnya ia masih kesal karena acara anjing kucingnya dengan Tao tadi, terganggu sepupunya.

" kudengar tadi kau hampir dibanting Tao, jika Suho tidak datang ?"

" hah?" Kris bertanya-tanya, apa maksud kata-kata chanyeol tidak paham. padahal tadi yang menyerang kan dirinya. Ia melirik ke bangku depan yang diduduki Suho. sedangkan yang ditatap langsung menyadari tatapan yang dilayangkannya dan hanya memberikan ekspresi santai tak berdosanya, sambil tangannya membuat tanda 'peace'.

" sudahlah mengaku saja. Kenapa sih, kau selalu mengganggu monster manis itu? Seharusnya kau sayang sama nyawamu! Kenapa kau terus mengganggunya? Kalau yang kulihat, dia tidak akan marah kalau bukan kau yang memancing pertengkaran. Kuperingatkan, jika kau terus mengganggunya, suatu saat nanti dia akan datang untuk membunuhmu".

" jangan bertanya bertubi-tubi, kepalaku jadi pusing!…" Kris memijat kedua pelipisnya

" dia membunuh kecoa saja takut, mana mungkin berani membunuh manusia" Kata Kris sedikit berteriak, tapi berhasil ia kuasai karena mengingat sekarang masih dikelas. " lagipula menyenangkan sekali lihat tampang marahnya. Dan salahkan dia sendiri, siapa suruh jadi namja terlalu sensitive."

"aigoo~, aku heran padamu? Kau itu jarang bicara, tapi entah kenapa kalau tentang si TAO itu, kau itu mendadak jadi banyak ngomong!"

"hah? apa maksud kata-katamu barusan? aku tidak mengerti!"...

"kau itu pura-pura atau memang sama sekali tidak paham maksudku? Ternyata selama ini aku salah mendugamu. kupikir kamu benar-benar jenius sampai bisa menguasai empat bahasa" Chanyeol meghela napas sebentar. "ternyata aku salah, ckck"

"apa?"

" ahh sudahlah. perhatikan ke depan sebelum kita kena amukan seongsaengnim".

" terserah" kris hanya memutar matanya bosan.

Kenyataan sebenarnya, Kris memang hanya akan mengajak tao bertengkar, jika ia sedang punya masalah. menurutnya daripada memendamnya lebih baik melampiaskannya bukan? Dan objek pelampiasannya selalu Tao. Setidaknya ia bisa mengurangi sedikit stressnya. Dan sepertinya hari ini memang ada hal yang menganjalnya pikirannya sejak bangaun tidur. Bagaimana Kris tidak stress, jika semalam ia bermimpi melakukan hal yang iya-iya pada "panda jejadian' alias Tao, musuhnya itu. Itu mimpi terburuk selama hidupnya.

Cukup lama Kris termenung dengan Fantasi liarnya, hingga tak menyadari seseorang berada disamping mejanya.

" Wu Yi Fan" kata seongsaengnim Victoria memangggil nama asli kris.

Sedangkan yang dipanggil pikirannya masih melanjutkan imajinasi liarnya, tentang mimpi basahnya semalam dengan musuh bebuyutannya itu. 'shit, kenapa aku ingat terus sih' batin Kris frustasi, hingga menjambak rambutnya.

"Wu Yi Fan" teriakan soengsangnim yang kedua, tidak juga ia dengar.

"Oi, ssst Kris, guru memanggilmu" Bahkan bisikan Chanyeol yang ada disebelahnya pun tak ia dengar. 'Astaga, dia kenapa? Apa dia sekarang tuli' batin Chanyeol yang jadi ikutan jengkel karena kelakuan sahabat baiknya ini.

Akhirnya meja Kris yang tak bersalah dipukul dengan penggaris panjang, yang merupakan senjata keramat andalan Victoria Songsaengnim. yang selalu ia bawa setiap kali mengajar, dengan tujuan untuk menakut-nakuti siswanya agar tidak ada yang tidur atapun melamun dikelas saat ia mangajar.

BRAKKK,,

"YAAA~, WU YIFAN"

Kris kaget, hingga sadar dari lamunannya, sampai pensil yang ia bawa sejak tadi, jatuh ke lantai yang dingin itu.

"Ee,,eh songsaengnim?"kris kaget sekali karena suara gurunya yang memekikan telinga ditambah dengan suara penggaris yang dipukulkan kemeja menambah kesan seram gurunya itu.

"Wu Yi Fan, terjemahkan puisi ini karena selama pelajaran tadi kamu kelihatan SANGAT KONSENTRASI" kata victoria tengang, tapi sedikit penekanan sangat konsentrasi diakhir kalimatnya, karena terlalu jengkel pada murid tampannya ini.

"Ahh, i-iya seosaengnim. itu sih gampang" kata kris menyombong. 'bahkan aku sudah hapal karena kemarin aku sempat membacanya' batinnya.

Ya, Bukan rahasia lagi kalau semua mahluk yang ada disekolanhya tau, bahwa Kris terkenal tidak hanya ketampanannya, tapi juga karena kemampuannya menguasai 4 bahasa, termasuk bahasa Inggris. Cool.

'TWITCH'

seperempat urat menghiasi pelipis Seongsengnim Cantik itu. 'Ini anak nggak ngedengerin, mau coba pamer lagi', batin Victoria yang dibuat jengkel dua kali oleh kris.

"Ahh benar, aku percaya dengan kemampuanmu,,,baiklah Kalau begitu sekalian juga hayati puisi itu,,,"

"Ee-eh, maksudnya?" tanya kris

" aku tau kau paham yang aku maksud Yifan. Jangan pura-pura bodoh dan tidak ada tapi-tapian" Kata Victoria yang bisa menebak apa yang ada dipikiran muridnya saat ini.

Teman-teman sekelasnya juga ikut tertawa, karena Kris yang entah kenapa terlihat bodoh saat ini. Dan Kris sepertinya lupa kalau guru didepannya hebat dan bisa menebak pikirannya dengan cepat.

'Ahhh sial,,,seharusnya tadi tidak bilang begitu' rutuk Kris. ia lupa bahwa guru yang ada di depannya itu sangat tidak suka di bantah. Naga malang.

Dengan sangat terpaksa akhirnya kris mulai membaca sekaligus menerjemahkan kalimat pertama puisi inggris itu.

" kau, ter,,?" Baru satu kata yang Kris ucapkan, tiba-tiba seorang mengetuk pintu kelas itu.

Refleks Victoria pun berjalan kearah pintu kelas itu. Dan terpampanglah, sesosok namja mengenakan kostum prajurit perang ada didepan pintu kelas itu.

"maaf, Victoria songsaengnim" ucap namja itu sopan.

"oh, Tao. Ada apa?"

"eum, anu...it,,," Tao belum tidak sempat melanjutkan kata-katanya, baik yoeja maupun namja yang ada dikelas itu tiba-tiba langsung ribut bukan main. Karena terpesona melihat penampilan tao yang begitu fantastis dimata mereka. Bagaimana mereka tidak mimisan atau pingsan, saat melihat tao bepakaian ala prajurit perang zaman dulu, lengkap dengan aksesoris pedang dan lainnya, yang menambah kesan maco. Ditambah lagi dengan make up yang cocok sekali dengan Tao. Eyeliner di bagian bawah matanya sedikit menambah kesan seram wajahnya, tapi juga tidak mengurangi kesan imutnya.

"suit,,,suit"

"Kya Tao... please kill me"

"Tao, aku dengan senang hati jadi korban pedangmu"

"jadikan aku tawananmu, Tao"

"jebwoaall_…"

Ahh itulah, sedikit pekikan-pekikan yang diucapkan mereka. karena terlalu terpesona dengan penampilan Tao yang bisa membuat iman siapapun runtuh termasuk seseorang yang tadi membaca puisinya, terpotong oleh kedatangan Tao. Sedangkan Tao yang biasanya cukup ramah pada fansnya, hanya hari ini dia pikir fansnya benar-benar gila karena meminta untuk membunuh mereka dengan pedang tiruan dari plastik. Polos sekali pikirannya.

"astaga itu Tao, manis sekali", kata Luhan tiba-tiba nyeletuk dengan keras.

"OMG,,,", kata Minseok yang baru sadar kalau temannya itu terlihat begitu cantik. Kadar kecantikannya melebihi ketampanannya. Bisa dibayangkan 40% tampan sedangkan sisanya 60% itu cantik, begitulah pemikiran Xiumin.

" astaga, apa benar dia namja" kata Chanyeol, langsung dipandangi horror luhan dan xiumin. Lay hanya membelalakan mata sipitnya. Sedangkan Kris dia hanya bisa menganga lebar, sampai debu seisi kelasnya bersih karena tersedot. Maaf hiperbola.

" semua diammmmm. Kalau ada yang bicara lagi, setiap orang harus menerjemahkan satu buku berbahasa Inggris karangan bla bla bla..." kata Victoria dengan suara melengkingnya, yang tiba-tiba menginterupsi mereka dengan ancaman yang terdengar sangat mengerikan untuk penghuni kelas itu. Dan memang sukses membungkam semua siswanya.

" maaf Tao, mereka berlebihan." Ucap Victoria yang juga agak malu, karena tingkah norak murid-muridnya itu.

"tidak apa-apa Seosaengnim. Saya cuma datang untuk mengambil formulir untuk anggota baru yang katanya dititipkan Sungmin Seosaengnim pada anda" Kata Tao cepat.

"oh iya, maaf aku lupa. Ayo sini, formulirnya sejak tadi kubawa kok".Kata Victoria sambil berjalan diikuti Tao menuju meja guru. Setelah sampai, Victoria langsung mencari dokumen yang diperlukan itu di mapnya. " oh Kris lanjutkan yang tadi dan eh Tao, bagaimana hasil perlombaannya? kudengar klub teater kita kemungkinan besar menang."

Ya, Tao memang mengikuti klub teater di sekolahnya dan karena itulah ia sangat akrab dengan soesangnim Victoria, yang memang terlibat dengan klub itu dan bahkan Tao sudah menganggap Victoria sebagai kakaknya. Ditambah memang sejak kecil Tao bermimpi menjadi actor film laga dan berharap suatu saat nanti bisa bermai peran dengan actor favoritnya, Jackie Chen. Karena itulah, ia juga berlatih wushu sejak kecil. Yahh ikutan klub ini hitung-hitung bisa mengasah kemampuannya bermain peran. Dan lagi, Tao baru saja tiba dari tempat perlombaan dan datang hanya untuk mengabari hasilnya, kalau saja ia tidak disuruh mengambil formulir penting oleh Sungmin soesaengnim mungkin sudah sejak tadi ia sudah pulang.

Tao yang tadi ditanya, reflek medekatkan diri ke Victoria lalu membisikan jawaban pertanyaan tadi sambil senyum-senyum tidak jelas.

Situasi kelas entah kenapa jadi panas melihat pemandangan romantis didepan mereka, karena Tao tersenyum manis sekali dan yang membuat mereka kesal adalah, kenapa harus bisik-bisik sambil tersenyum dengan pose yang agak mesra seperti itu.

" rasanya ini mau musim dingin kok panas sekali ruangan ini" kata Suho ketua kelas tiba-tiba bicara hal yang kurang penting.

" kenapa kalian malah bengong, oh Kris ayo lanjutkan yang tadi" kata Victoria sambil mengeluarkan beberapa dokumen.

.

Kris POV

'Tuh kan lagi-lagi jantungku nggak karuan setiap lihat panda itu' katanya sambil memegang dada. 'apa jangan-jangan aku menderita penyakit jantung? apa ini gara-gara dia melemparku dihadapan semua orang?_ sejak saat itu ini sering terjadi? Huh, Baiklah TAOZI yang manis kata orang, kau harus bertanggung jawab karena membuatku begini, dan seharusnya kau bersyukur karena tidak melaporkan tindakan penganiayaan ini ke polisi. Nah nikmati pertunjukanya khu khu'. Batin Kris yang sedang error. Aduh Kris kau orang dewasa yang menyimpan ribuan majalah dewasa yang masih belum menyadari apa itu cinta? ckck kadang kau pervert tapi juga begitu polos.

Kris POV end…

.

Kris baru sadar setelah acara lamunannya yang cukup lama. Ia kemudian berdiri mematung memandangi Tao dengan pandangan yang sulit diartikan. akhirnya ia memilih untuk melanjutkan baca puisinya tapi pandangannya tetap mengarah pada Tao.

" kau terlalu indah",semua mata langsung menatap Kris termasuk Tao. Tao hanya bisa memandang heran pada Kris. kenapa Kris memandanginya dengan tajam dan dengan tampang yang sedikit serius pula. Membuatnya sedikit ngeri 'apa-apaan mukanya itu lebay sekali' batin Tao.

" kau tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang ada didunia ini" kata Kris dan ia entah kenapa terasa begitu menghayatinya sampai teman-temannya berdecak kagum dan tanpa sadar Kris melangkahkan kakinya "hanya kau yang ada di hatiku,_ ," langkahnya tiba-tiba berhenti tepat didepan Tao, Tao hanya mendeath glare Kris, dengan tatapan kenapa-kau-berdiri-dihadapanku-bodoh. Semua mata mengarah kedepan dan entah kenapa suasana menjadi hening dan tegang. Kris hanya menyeringai. menggantung ucapannya dan tiba-tiba ia berjongkok ala pose yang melamar dan langsung meraih tangan kanan Tao dengan cepat dan mengecup punggung tangan Tao sambil mengatakan "Dewiku..."

JDERR…

'astaga apa yang barusan Kris katakan,,,dewiku dia bilang' batin Tao langsung shock seketika….

Semua penghuni kelas itu jadi berdebar-debar dengan drama barusan. Semua orang entah kenapa mendadak gila dan kelas jadi gaduh sekali, mereka melempar buku pelajaran mereka, menjerit-jerit, ada yang memukul-mukul mejanya, menjambak rambutnya, ada yang bersiul, ada yang mimisan bahkan pingsan. Suasana kelas sudah tidak kondusif lagi untuk belajar. Bahkan Victoria menjatuhkan kewibawaannya, karena terbawa suasana kelas yang tiba-tiba menggila dan menjerit-jerit tak jelas sambil merekam adegan tadi, dasar fujoshi. Untungnya itu adalah jam terahir dan mereka bisa langsung pulang.

Sedangkan korban alias Tao yang tadi sempat membatu dan melupakan tujuan awalya kekelas itu, ia sangat murka, karena merasa dipermalukan dan gara-gara tadi bahkan imej gay hinggap didirinya. Yah meskipun ia memang gay dan buktinya ia menyukai sunbaenya Suho yang juga melihatnya saat itu. Kalau saja saat itu ia tidak menahan diri, ingin sekali membanting kris jika saja ini bukan tempat umum dan tidak ada Victoria disana. Ditambah sejujurnya ia malu dan malas sekali masih berpakaian seperti itu datang kekelas orang yang ia sukai plus musuh bebuyutannya itu kalau saja ia tidak sedang buru-buru.

.

.

"sialan Kris, akan kubalas nanti ".

.

.

.

~Tbc~


Plese Reviewnya buat Author, soalnya ini FF pertama Author.

Bye-bye,, See You Next Chapter...^^