Looking at Cherry Blossoms

(桜狩り)

Drarry

(Draco 'n' Harry)

Inspirated from Sakuragari © Watase Yuu

Harry Potter © J.K. Rowling

Setting : Japan

Time : Era Taisho (1920) ~ Now (2015)

Main Cast :

Harry Potter ( Tagami Masataka )

Draco Malfoy ( Saiki Souma )

Other Cast :

Lucius Malfoy

Hermione Granger

Ron Weasley

Cedric Diggory

Oliver Wood

Tom Riddle

Neville Longbottom

Kreacher 'n' Dobby as Human

Original Character by DameDameNoKoDameKuchan

Masato Takahashi (Taka/ Takakun)

Sakai Inori (Ino-chan)

Matsuoka Genichi (Gen / Genkun)

Saki Haruki (Haru)

Rate : M ( for violence and sex scene)

Out Of Character

Part One

Sakura no Ki

(Pohon Sakura)

Musim Semi Tahun 1920

Hari ini adalah hari kedua bunga Sakura bermekaran memenuhi kota. Bunga berwarna merah muda itu mekar dengan sangat indah, membuat daerah disekitar tempat bunga itu tumbuh menjadi berwarna dan sangat cantik. Semua orang nampak sangat nyaman, bahkan beberapa ada yang merasa kagum melihat kecantikan bunga tersebut.

Tepat disebuah distrik yang terletak tak jauh dari pusat kota, terlihat seorang pemuda yang mengenakan tas tangan berwarna hitam tengah mencari sesuatu. Sebuah kertas kecil tersemat diantara jari-jari tangan kananya. Mata emeraldnya menatap terlalu fokus pada kertas tersebut, sehingga ia tak menyadari bahwa ada kereta kuda yang tengah melaju tepat dibelakangnya.

BRUK!

Pemuda itu terjatuh kearah samping. Kereta kuda itu berhenti tepat beberapa meter dari tempat pemuda itu terjatuh.

"Aw, aw," ringis pemuda itu sambil mengelus-elus pinggangnya. Ia kesal. Tanpa memikirkan kemana kertas putih yang tadi dibawanya terbang, ia bangkit dengan cepat dan menghampiri pengemudi serta penumpang kereta yang telah menabraknya.

"Hei! Apa kalian punya mata?!" pemuda itu berseru, terlihat dengan jelas saat ini ia tengah kesal.

"Maafkan saya tuan, saya kurang hati-hati," ujar pengemudi kereta.

"Untung saja aku bisa sedikit menghindar! Kalau tidak mungkin aku sudah terbaring tak sadarkan diri!" mendengar permintaan maaf supir kereta itu, rasa kesalnya sedikit menurun.

"Kau nampak baik-baik saja," sebuah suara baritone terdengar. Pemuda itu menolehkan kepalanya ke arah kursi penumpang. Pandangannya terhalang tirai ketika ia ingin melihat wajah penumpang didalamnya.

"Ambilah ini, jika ada sesuatu yang kau butuhkan, kau bisa menghubungi ku di alamat itu. sekarang aku sedang tidak punya waktu untuk mengurusi masalah ini, jadi aku permisi," jelas suara yang terdengar berat namun merdu.

"A..eh?" pemuda itu menerima sebuah kartu nama. Tanpa bisa membalas, kereta kuda itu telah meluncur kembali, meninggalkan hembusan angin berdebu.

"M...malfoy? Draco? Draco Malfoy..." eja pemuda itu ketika membaca kartu nama yang ia terima. Keningnya sedikit berkerut. Rasa-rasanya ia pernah mendengar nama itu di suatu tempat.

"AH!" pekiknya cukup keras. "Aku ingat! Bukankah rumah yang akan aku tuju adalah kediaman keluarga Malfoy?" ia menepuk kepalanya pelan. Senyum terpatri diwajahnya. "Lucky! Akhirnya aku menemukan kediaman itu juga!" ia segera mengambil tas tangan yang masih tergeletak di tempat ia jatuh. Membersihkan debu yang menempel, kemudian dengan riang melangkahkan kakinya menuju ke kediaman yang ia tuju.

"Umm, aku yakin ini tempatnya," pemuda beriris emerald itu nampak bingung. Ia melirik lagi tembok besar dan tinggi dihadapannya. Papan didepan gerbang menuliskan apa yang tengah ia cari.

"Tapi, bagaimana aku bisa masuk?" ia melirik ke kiri dan kanan. Tak ada bel yang bisa memudahkan dirinya mengakses tempat itu. Pintu kayu besar itu telah ia ketuk, namun tak satupun ada tanda-tanda akan dibuka.

"Aha!" ia melihat sebuah pohon besar yang tumbuh didekat tembok. Ia berlari kecil, ia melempar tas tangannya ke atas melewati tembok dan terjatuh tepat di seberang tembok. Ia memanjat pohon besar itu perlahan. Melompat kecil tepat diatas tembok besar yang tadi ia pandangi.

"Um, bagaimana aku bisa turun?" kali ini ia tak melihat adanya akses untuk melompat turun dari atas tembok tempat ia berpijak saat ini. Ia menolehkan kepalanya mencari-cari sesuatu yang dapat membuatnya segera turun. Dan ia menemukan sebatang kayu besar yang tersandar di dekat tembok. Perlahan ia menapak menuju batang kayu itu.

"Kurasa ini bisa kugunakan," gumamnya sambil menyiapkan posisi untuk meluncur menuruni batang kayu itu, namun sebuh suara membuatnya terkejut.

"Hei! Siapa kau?!" seorang pria berjas hitam memergoki pemuda itu. Sang pemuda nampak panik. Ia dengan segera meluncur turun dari batang kayu itu. Tas tangan yang tergeletak tak jauh dari tempat ia berada segera ia ambil. Tanpa menoleh pemuda itu berlari sekuat tenaga menghindari pria berjas hitam yang memergoki dirinya.

Pemuda itu berlari, dan terus berlari menyusuri halaman rumah yang tebilang sangat luas. Ia berlari dengan sekuat tenaga, sehingga oksigen dalam tubuhnya mulai menipis. Ia berhenti setelah merasa bahwa pria berjas hitam tidak lagi mengejarnya. Dengan rakus ia menghirup oksigen, mengisi persediaan gas yang dibutuhkan untuk bernapas.

Setelah cukup tenang, ia terdiam. Ia baru menyadari saat ini ia tengah berada di sebuah halaman dengan banyak pohon bunga sakura yang bermekaran. Mata emeraldnya berbinar, ia nampak kagum. Senyum indah terpatri diwajah manisnya. Ia berjalan menyusuri setapak jalan yang telah terlapisi kelopak bunga sakura yang berguguran tertiup angin. Sesekali ia memejamkan mata, merasakan angin sepoi yang membawa kelopak bunga menerpa wajahnya.

Setelah lama menikmati hembusan angin, ia tersadar bahwa saat ini bukan waktunya untuk menikmati indahnya bunga sakura. Dengan tergesa ia kembali menapaki jalan setapak yang berlapis kelopak bunga sakura, berusaha mencari jalan keluar. Sampai ia terdiam ketika ia menemukan ada orang lain yang berada di tempat itu. Perlahan ia mendekat, perasaan takut membuat warna diwajahnya berubah. Ketika ia makin dekat, ia nampak bingung. Seorang dengan tinggi yang sangat pas, postur tubuh yang menawan, mengenakan jas hitam dengan rambut pirang platina yang terikat sedikit diujungnya dengan pita merah tengah diam sambil memandang pohon sakura yang paling besar diantara pohon sakura lainnya. Ia tak ingin menginterupsi kegiatan orang itu, namun langkah kakinya yang menginjak ranting kayu tua memberikan tanda kepada orang itu bahwa 'ada orang lain' selain dirinya ditempat ini. Dengan gerakan perlahan orang itu membalik tubuhnya, pemuda itu terkesima. Ia baru pertama kali ini menemukan sosok pemuda yang sangat menawan dengan latar kelopak bunga sakura yang tertiup angin. Mata emeraldnya menatap penuh rasa terkejut bercampur kagum. Grey bertemu emerald. Keduanya terdiam, terlarut dalam pikiran masing-masing. Hingga.

"Tuan Muda!" seru pria yang memergoki pemuda itu.

Kedua tatapan mata beda warna itu terputus. Keduanya menoleh kearah suara yang terdengar panik.

"Menyingkir dari, Tuan Muda Malfoy!" telunjuk penuh keriput tepat menuding kearah pemuda beriris emerald yang memasang wajah ngeri.

"Cepat tangkap penyusup itu!" teriak pria itu kepada beberapa orang yang ia bawa bersamanya.

Ketiga orang berpakaian hitam mengunci pergerakan pemuda itu.

"Tu—tunggu! Tunggu dulu! Aku bukan orang jahat! Sungguh!" teriaknya panik ketika ia akan diseret ke suatu tempat—penjara—yang ada dalam pikirannya.

"Tidak mungkin! Kau pasti penjahat yang tengah berusaha mencelakai Tuan Muda!" pria itu masih menuding si pemuda yang sekarang lebih mirip kelinci kecil.

"Sungguh! Aku tidak bohong! Aku datang kemari untuk mencari kediaman keluarga Malfoy! Tahun ini aku ingin masuk ke akademi yang didirikan oleh keluarga ini! Aku kemari untuk mendaftar! Sungguh, kumohon percayalah! Aku bahkan membawa semua syarat yang dibutuhkan!" pemuda itu berseru, berusaha merubah pendapat si pria tua yang bersikeras menyeretnya pergi.

"Lepaskan dia," pemuda itu menatap sosok yang berada dibelakang si pria tua.

"Baik, Tuan Muda," pria itu menurut, ia menggerakkan dagunya, menyuruh ketiga pria itu melepas si pemuda.

"Kau tidak apa-apa?" sosok menawan itu mendekat kearah si pemuda. Entah tersihir atau apa, namun si pemuda tak bisa berkata apapun, seolah kedua bibirnya di beri perekat. Ia hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Aku akan menyiapkan sebuah kamar untukmu, kau bisa tinggal disana untuk sementara," sosok itu mengulurkan tangannya kepada si pemuda.

"Te—terima kasih," ujar si pemuda gugup. Ia menyambut uluran tangan itu.

"Siapa namamu?" tanya sosok itu.

"Harry. Harry Potter, tuan," ujarnya sambil menatap ke arah iris abu-abu sosok itu.

"Aku Draco. Draco Malfoy," sosok itu balik menatap kearah iris emerald pemuda yang bernama Harry Potter.

Tatapan itu berlangsung cukup lama, hingga angin yang berhembus makin kencang dan membuat kelopak bunga sakura mulai terlepas dari tangkainya dan ikut terbawa oleh angin. Pemuda bernama Harry memejamkan matanya ketika angin kencang berhembus, rambut berantakan miliknya ikut tertiup angin. Ditengah angin yang berhembus membawa kelopak sakura, ia terlihat sangat cantik. Dan hal itu membuat sosok menawan dihadapannya diam-diam tersenyum.

つづく*

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

つづく : Tsudzuku (bersambung)

Ini adalah fiksi yang bertemakan hubungan laki-laki dengan laki-laki (homo, gay, yaoi). Jadi saya sarankan bagi yang tidak suka lebih baik tinggalkan fiksi ini. Bagi readers sekalian yang tidak suka dengan hubungan sesama jenis terlebih laki-laki dan pairing dalam cerita ini yaitu Draco dan Harry, saya harap anda tinggalkan saja cerita ini daripada anda menyampah tentang sesuatu yang saya (sebagai penulis) sangat sukai sedangkan anda tidak menyukainya, karena fiksi ini saya tulis untuk readers yang menyukai hubungan sejenis dan bisa menerima kehadiran cerita berjenis seperti ini.

Beberapa karakter dalam film Harry Potter akan berubah menyesuaikan dengan cerita dan akan terlihat sangat OOC, harap dimaklumi.

No Magic! No Voldemort!

Saya sarankan terlebih dahulu membaca manga Sakuragari atau menonton drama cosplay di Youtube. Readers bisa mencarinya di search engine Youtube dengan menuliskan Cosplay 'Sakura Gari'

Setelah readers membaca manga Sakuragari, readers akan menyadari fiction ini memiliki kemiripan dengan manganya, Namunsaya hanya mengambil sebagian dari cerita beserta konflik yang terdapat dalam manga Sakuragari itu sendiri. Readers akan menemukan banyak sekali perbedaan dalam cerita yang saya tulis dengan manganya.

Akan terdapat beberapa adegan dewasa, jadi saya harapkan bagi anak dibawah umur untuk melewati bagian tersebut atau menskipnya saja. Saya tidak bertanggung jawab jika readers dibawah umur membaca hal tersebut.

Saya menerima masukan maupun kritik terhadap tulisan yang saya buat. Namun, saya akan sangat jarang untuk bisa membalas respon readers sekalian. Tapi, saya usahakan akan sebisa mungkin membalas dan memberikan yang terbaik melalui cerita yang saya tulis.

Saya tidak suka dengan terror berlebihan ketika saya tidak mengupdate cerita, saya harapkan readers mengerti bahwa saya tidak hanya berkutat dengan dunia maya, di dunia nyata, saya memiliki banyak hal yang harus saya lakukan. Readers boleh saja mengingatkan saya untuk mengupdate cerita yang belum saya tamatkan, tapi tolong jangan berlebihan menggunakan kata-kata, pikirkan juga perasaan saya sebagai penulis dan apa dampak dari kata-kata yang ditujukan pada saya.

Saya sangat berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada readers yang masih setia mengharapkan saya untuk melanjutkan cerita saya. Saya berikan apresiasi yang tinggi. Maka dari itu, saya akan usahakan untuk mengupdate cerita yang masih saya tinggalkan.

Saya berikan vote kepada readers untuk memilih cerita mana yang harus saya tamatkan terlebih dahulu, hal ini untuk memudahkan saya memfokuskan diri untuk segera menulis cerita sebelum saya terkena WB berkepanjangan:

Fanfic Drarry :

Ini seperti mimpi

Like father like son

Fanfic Sasunaru :

PoP (Princess or Prince + remake)

Danna Sama

Ganbaree Kaachan (remake)

Nee shiteru? (remake)

Sekai de ichiban taisetsuna hito wa anata (remake)

I only need a world that has you in it

My boy

Me, you, and that child

Love you, Touchan 2

Fanfic KHR :

Love in antiquity

Love 'n' soul

Untuk jumlah vote terbanyak, cerita akan segera diupdate, dan yang paling pertama diupdate itulah yang akan saya tetapkan untuk saya tamatkan terlebih dahulu.

Best regards for your attention

-m(^_^)m-