o-O-o

Mythology of Naruto

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : Humor/Parody

Chapter One: Hades&Persephone

o-O-o

Keindahannya membuat sekeliling taman itu tampak pudar.
Atau setidaknya, begitulah yang terlihat oleh mata Sasuke saat menatapnya.


Flashback

"Pesan dari Dewa Langit?" tanyanya heran. Tak biasanya saudara termudanya itu mengirim pesan langsung ke Dunia Bawah.
"Benar Tuan," jawab sang pengirim pesan tersebut. Sasuke, masih mengernyit heran, mulai membuka surat itu.

Saudaraku, datanglah ke wilayah sang Dewi Pertamanan besok
Jangan sampai ketahuan
Kau akan menemukan sesuatu yang menakjubkan

Pesan yang singkat dan sangat aneh. Tapi Sasuke tahu, tak mungkin saudaranya sampai mengirim utusan hanya untuk bermain-main.

Bagaimanapun juga, sang penguasa Dunia Bawah itu akan datang untuk mengeceknya.


Dan disanalah, Sasuke melihatnya.

Dia sedang bersenandung lembut, memetik bunga-bunga sambil tersenyum manis. Rambut merah mudanya dibiarkan terurai sampai mencapai pinggang. Matanya menatap rumpun-rumpun bunga didepannya, memilih yang mana diantara bunga-bunga itu yang paling indah untuk dibawa pulang. Dia terlihat sangat manis, sangat menawan. Kata "cantik" bahkan tak cukup menggambarkannya.

Dengan rambut merah muda sewarna kelopak sakura dan mata hijau daunnya, dia benar-benar perwujudan sempurna dari Dewi Musim Semi.

Dan dengan segala keindahan yang dimiliki gadis itu, Sasuke tak mampu menahan dirinya. Dia keluar dari tempat persembunyiannya, langsung menuju Sakura. Gadis itu bahkan belum sempat bereaksi apapun ketika Sasuke meniupkan serbuk penidur ke wajah Sakura, merampas kesadarannya. Dia dengan sigap menopang tubuh Sakura yang tak sadarkan diri dan membawanya ke kereta kuda.

Sasuke sekarang mengerti mengapa saudaranya meminta dia datang ke wilayah Dewi Pertamanan. Dewa Langit itu ingin menjodohkan Sasuke dengan Sakura, putri dari sang Dewi Taman. Dan setelah melihatnya, Sasuke sama sekali tidak keberatan. Gadis ini secara fisik memang menakjubkan. Kelihatannya dia juga gadis yang penurut dan tidak merepotkan. Lagipula, yang namanya 'Dewi Musim Semi' sudah pasti gadis yang lemah lembut, kan?

Salah.

Benar-benar salah.


''KELUARKAN AKU DARI SINI!"

Sasuke menoleh ke arah Sakura yang berteriak marah dan menendang perisai pembatas di sekitarnya.

Sejak Sakura sadar dari pingsan, ia sudah mencoba kabur dengan cara menonjok kereta kudanya sampai hancur. Usahanya tidak berhasil karena Sasuke langsung melepas perisai pembatas di sekitarnya untuk mencegah Sakura berbuat kerusakan lebih jauh. Sekarang Sakura sedang menendang perisai pembatas dengan kekuatan yang dapat membuat batu di Dunia Atas hancur berkeping-keping. Tapi tentu saja, pikir Sasuke sambil kembali menoleh ke depan, perisaiku tidak serapuh itu.

Sejujurnya, semua ini memang agak diluar dugaan. Sasuke mengira dia akan berhadapan dengan gadis yang menangis ketakutan atau memohon-mohon agar dikembalikan ke Dunia Atas. Yah… dia memang menangis. Dan, ya, dia juga agak takut.

Tapi melebihi itu semua, dia benar-benar marah.

"KELUARKAN AKU DARI SINI, KAU PENCULIK MANIAK SIALAN! BERANI-BERANINYA KAU MEMBUATKU PINGSAN DAN MEMBAWAKU KABUR DARI DUNIA ATAS! DASAR LICIK!"

Tentu saja, perkataan semacam itu juga tak bisa disebut permohonan.

"Diam," ucap Sasuke dengan dingin, "kalau kau tidak menutup mulutmu, kau akan berada dalam masalah. Apa kau tidak tahu dengan siapa kau berhadapan?"

"Masalah?" Sakura mengangkat wajahnya, dengan berani menantang tatapan tajam Sasuke. "Saat ini aku sudah diculik dan akan dibawa ke neraka! Memangnya itu bukan masalah? Dan tentu saja aku tahu siapa kau!" Dia menuding wajah Sasuke. "Kau Dewa sinting penguasa Dunia Bawah yang tidak bisa mendapatkan istri tanpa menculiknya!"

Wow.

Benar-benar kemarahan yang hebat. Sasuke menatap Sakura dengan perasaan antara kesal dan kagum. Belum pernah ada yang berani berbicara seperti itu kepadanya. Para manusia takut setengah mati padanya. Bahkan para Dewa pun sering menghindari berurusan dengan Sasuke. Bukan berarti mereka membencinya atau apa, tapi segala hal yang berbau kematian memang membuat orang-orang menghindar. Dan Sasuke adalah penguasa dari dunia kematian itu sendiri.

"Aku tidak menculikmu," Sasuke berbicara, masih dengan nada dingin yang sama, "Dewa Langit sendiri yang memintaku untuk menjemputmu."

"Dewa Langit sama sekali tidak berhak mengatur hal ini!"

"Tentu saja berhak. Dia kan ayahmu."

"AYAH! Memangnya dia pantas disebut ayah?" Sakura benar-benar mengamuk sekarang. "Yang dia lakukan hanyalah MENGHAMILI IBUKU DAN PERGI!"

Wow, bahkan Dewa Langit sekalipun tidak luput dari umpatannya. Gadis yang luar biasa.

Sasuke baru akan menjawab saat ia sadar kalau mereka sekarang sudah mencapai Sungai Styx. Sebuah perahu dengan seorang pengayuh yang wajahnya tertutup tudung telah menanti mereka. Sasuke turun dari kereta dan member isyarat pada Sakura agar mengikutinya. Sakura menolak, tetapi Sasuke menarik perisai pembatas yang mengelilingi Sakura, membuat Sakura mau tak mau terseret dan mengikuti Sasuke. Dia berdecak sebal dan memasang ekspresi kau-bisa-saja-menyeretku-tetapi-jangan-harap-aku-akan-menyerah-melawanmu.

Sasuke menghela nafas. Gadis itu tidak pernah kehabisan tenaga untuk melawannya.

Perahu merapat ke sisi lain sungai. Sasuke naik ke daratan, diikuti oleh Sakura. Saat kaki Sakura menginjak daratan, perisai yang mengelilingi dirinya langsung lenyap. Tapi tentu saja hal itu tidak berarti lagi sekarang. Sakura tak bisa pergi dari sini tanpa menyebrangi sungai terkutuk itu, dan sekarang perahu yang mereka pakai menyebrang sudah lenyap.

Sasuke mengamati Sakura sekali lagi saat mereka sudah berada di daratan. Sinar mata Sakura memang memancarkan tekad kuat, hal yang luput dari pengamatan Sasuke saat ia berada di taman bunga. Dibalik penampilan lembutnya, gadis ini memiliki kepribadian kuat dan emosi yang meledak-ledak. Seharusnya Sasuke sudah bisa menduga hal seperti ini. Bukankah badai terhebat sering terjadi saat musim semi?

Tapi di sisi lain, muncul kesadaran yang mengejutkan Sasuke. Gadis seperti inilah yang sebenarnya ia inginkan. Gadis yang mudah menurut dan lembut tidak akan bisa bertahan di Dunia Bawah. Ia butuh seseorang yang tak mudah ditaklukkan. Yang berani menentangnya dan mengingatkan kalau ia salah di saat tertentu. Ia butuh seseorang yang tidak hanya menjadi hiasan cantik di singgasana, namun juga menjadi seseorang yang menguatkannya, membuatnya merasa hidup. Dan segala tindakan Sakura yang membantahnya, memakinya, dan membalas tatapan matanya dengan lancang, entah bagaimana membuat Sasuke merasa lebih hidup dari beberapa ribu tahun terakhir ini.

Jika Sasuke tadi hanya tertarik pada penampilannya, sekarang ia benar-benar sudah jatuh hati pada kepribadiannya.

"Lihat apa kau?" Ucap Sakura sengit. Sasuke hanya menggeleng dan berkata,

"Sepertinya aku berubah pikiran. Aku tak akan menjadikanmu pendampingku."

"Bagus!" Mata Sakura membulat, "Jadi kau mau mengembalikanku ke Dunia Atas?"

"Tidak," Sasuke tersenyum. Dia meraih tangan Sakura dan menciumnya, "Aku akan menjadikanmu Ratuku."

"HYAAA!" Sakura menjerit dan menarik tangannya, "jangan sentuh aku! Dan apa maksudmu menjadikanku ratumu? AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MENIKAH DENGANMU! TIDAK AKAN! "

Sakura terus memaki-maki Sasuke yang tertawa pelan sambil berjalan didepannya.

Sakura Haruno, sang Dewi Musim Semi.

Dia akan menjadi Ratu Dunia Bawah yang sempurna.


Hyaaa . . . salam kenal semuanya! Silahkan nikmati fanfic naruto pertama saya (dan fanfic kedua saya). Buat yang belum ngerti, disini Sasuke berperan sebagai Hades dan (inner)Sakura sebagai Persephone. Dan ini adalah adegan dimana Hades menculik Persephone untuk dijadikan istrinya. Tapi saya nggak bisa bayangin deh kalau Persephone yang asli segalak ini XD.

Di chapter ini memang dominan oleh Hades dan Persephone, walaupun ada penampilan Hermes sekilas (yang nganterin surat itu loh, coba tebak siapa yang jadi Hermes XD!), Zeus (Dewa Langit), dan Demeter (Dewi Pertamanan). Di chapter selanjutnya, Dewa-Dewi yang lain juga akan muncul. Chapter kedua adalah tentang Dewa Laut dan pasangannya. Tapi kemungkinan updatenya bakal agak lama. Jadi sambil menunggu, silahkan tebak siapa yang bakal jadi dewa-dewinya :D.

Saya memohon review, kritik dan saran kepada readers agar fanfic ini bisa lebih baik. Flame juga boleh *ngambil perisai tahan api* tapi harus berisi saran yang membangun ya!