REQUEST FROM:
Qieya Fujoshi Sejati (FB)
HERE WE ARE
Naruto hanya milik Masashi Kishimoto
Tapi alur cerita ini milik saya XD
Genre: Family – Hurt/Comfort – sedikit Humor
OOC, AU, bahasa tidak baku, GJ, Typo(s) maybe
Don't like don't read!
I warn you all, this is yaoi fic. but does not contain lemon or grape. so, for the yaoi haters, I hope to leave this page. okay?
Flashback
"Mikoto, kita harus bercerai!"
"Terserah padamu saja, Minato! Aku sudah muak padamu!"
Tanpa mereka ketahui, empat pasang bola mata polos memperhatikan pertengkaran mereka dari balik kamar.
"Oniisan, mereka kenapa?" tanya anak berambut hitam.
"Aku juga tidak tahu. Okaasan dan otousan sedang bertengkar." Balas anak berambut kuning.
"Mungkin ini salahku." Kata anak berambut hitam. Dia terlihat seperti mau menangis. Anak berambut kuning itu hanya bisa tersenyum dan menepuk kepala otoutonya.
"Tentu saja ini bukan salahmu, Sasuke." Kata anak berambut kuning itu sambil tersenyum lebar.
End Flashback
Konoha 'Junior High School', adalah satu-satunya sekolah bertaraf internasional di kota Konoha (1). Di sekolah itu juga, terdapat seorang murid jenius nan tampan yang bersekolah disitu.
Sebut saja dia Uchiha Sasuke. Lelaki ini baru saja lulus dari Sekolah Dasar dan melanjutkan sekolahnya ke Konoha 'Junior High School'. Baru 3 hari sekolah disitu, penggemarnya sudah bejibun. Dan ajibnya lagi, penggemarnya tidak hanya cewek, tapi juga cowok. Bahkan, saat hari pertama Sasuke sekolah disitu, Sasuke sudah dapat surat cinta dari kakak kelas cowoknya. Pokoknya, Sasuke benar-benar terkenal di sekolah itu!
Saat ini, kelas 7-A sedang diajari Matematika oleh Kurenai sensei. Walaupun kelihatannya Sasuke seperti sedang menyimak pelajaran itu, namun pikirannya melayang entah kemana. Ini bukan pertama kalinya Sasuke seperti itu. Sejak 6 tahun yang lalu, semenjak kedua orang tuanya bercerai dan dia dipisahkan dari oniisannya, sejak itu pula Sasuke sering bengong. Stress, itulah yang dirasakan Sasuke saat ini. Dia masih belum bisa percaya kalau oniisannya dipisahkan dari dirinya. Oniisan satu-satunya, oniisan tempat ia berkeluh-kesah, oniisan yang memanjakannya, kini sudah tak ada lagi.
BLETAK!
Sebuah spidol melayang ke kepala Sasuke. Tentu saja hal itu membuat Sasuke terkejut.
"Uchiha, saya tahu kalau kau sedang bengong." Kata Kurenai sensei.
"Go…gomennasai…" balas Sasuke.
Hinata Hyuuga, teman sebangku Sasuke sekaligus sahabatnya sejak SD, hanya bisa melihat Sasuke dengan tatapan sedih. Cewek ini sudah tahu apa permasalahan yang sedang dihadapi Sasuke saat ini.
"Sasuke-kun, kau pasti memikirkan oniisanmu ya?" tanya Hinata.
"Yah…mungkin…" balas Sasuke.
"Sebaiknya jangan terlalu dipikirkan, Sasuke-kun. Aku yakin, suatu hari nanti, kalian pasti akan bertemu lagi." Kata Hinata.
Sasuke tersenyum kecil mendengarnya.
"Arigatou, Hinata." Balasnya.
Istirahat Siang
"Sasuke-kun! Ada es krim loh di kantin! Sasuke-kun mau?" tanya Hinata.
"Ah…ya…" balas Sasuke.
"Sasuke-kun duduk di kursi saja. Aku yang akan memesankan es krim untukmu." Kata Hinata.
"Arigatou." Balas Sasuke.
Tak lama kemudian, Hinata membawakan es krim pesanan Sasuke. Mereka berdua pun memakannya. Dan seperti biasa, Sasuke memakan es krim itu sambil bengong. Hinata mendengus pelan.
Kebengongan Sasuke terhenti, karena seseorang menepuk pundaknya secara tiba-tiba.
"Oi, siang bolong begini malah bengong! Nanti, ayam tetangga bisa mati loh!"
"Kiba-kun! Jangan mengangetkan Sasuke-kun!" kata Hinata.
"Habisnya…bengong terus sih!" kata Kiba.
"Bagaimana kau tahu kalau aku sedang bengong?" tanya Sasuke.
"Tentu saja tahu! Itu kan kebiasaanmu!" balas Kiba. "Boleh aku duduk disini?" tanyanya.
"Ya." Balas Sasuke.
Mereka bertiga terhanyut dalam keheningan. Namun, Kiba memecahkan keheningan itu.
"Ng…Sasuke?" panggil Kiba.
"…" Sasuke bengong.
"Sasuke?" panggil Kiba lagi.
"Sasuke-kun?" panggil Hinata.
"…" Sasuke masih bengong.
Kiba agak kesal dengan kebengongannya. Dia pun memukul meja itu dengan keras.
"WOY!"
Sasuke tersentak kaget.
"Ah…ya? Apa? ada apa?" tanya Sasuke.
Hinata dan Kiba menghela napasnya.
"Ya ampun…kamu nggak pegel apa? bengong terus…" tanya Kiba.
"Sasuke-kun, bengong terus itu tidak baik loh." Kata Hinata.
"Sudahlah! Kalian tidak mengerti! Betapa sakitnya ditinggalkan seseorang yang disayangi! Tolong, deh, pengertian dikit sama apa yang sedang kurasakan!" kata Sasuke marah, lalu meninggalkan Hinata dan Kiba.
"Haaah…aku tahu kalau bakal begini jadinya…" kata Hinata. "Kiba, kau juga sih yang salah." Lanjutnya.
"Kenapa begitu?" tanya Kiba.
"Sasuke-kun itu, kalau lagi bengong terus diganggu kayak tadi, pasti marah." Kata Hinata.
"Hm…mungkin aku masih belum bisa mengerti perasaannya." Kata Kiba.
"Tapi, ini salahnya dia juga sih. Bengong terus." Kata Hinata.
"Yah…memang sih." Kata Kiba.
Sasuke masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya. Lalu menopang kepalanya dengan tangan kirinya sambil melihat keluar jendela. Hari ini, dia sedang tidak ingin bicara dengan siapapun.
"Eh, eh! Kalian sudah dengar?" kata Haruno Sakura, tukang gossip di Konoha 'Junior High School'. Mau tak mau, Sasuke menoleh kearah sumber suara.
"Apa?" tanya Yamanaka Ino.
"Ada anak SMA yang ganteng banget loh! Sepertinya, dia alumni SMP ini." Kata Sakura.
"Alumni dari sini? Kau tahu dari mana?" tanya TenTen.
"Soalnya, dia sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah Sarutobi. Aku sih mendengar sekilas, anak SMA itu bilang, dia kangen sama sekolah ini." Kata Sakura.
"Wah, aku jadi penasaran nih." Kata Ino.
"Eh, tenang saja! Dia bakal keliling kelas kok! Aku juga dengar sekilas, katanya dia ingin keliling-keliling ruangan di sekolah ini, termasuk kelas kita!" kata Sakura.
Sasuke tidak tertarik dengan sesuatu yang dibicarakan para gadis itu. Dia melihat keluar jendela lagi.
Tak lama kemudian, Hinata masuk ke kelas dengan terburu-buru.
"Sasuke-kun! Sasuke-kun!" panggil Hinata.
Sasuke pura-pura budek.
"Sasuke-kun! Dengarkan aku!" Hinata mengguncang-guncangkan tubuh Sasuke.
"Hm…" balas Sasuke. Namun, kedua matanya masih melihat keluar jendela.
"Ada berita bagus!" kata Hinata.
Sasuke menoleh.
"Apa?" tanyanya.
Tiba-tiba, sesosok lelaki berbadan tinggi berdiri di depan pintu. Semua cewek yang ada di kelas itu menjerit-jerit begitu melihat sosok itu. Lain halnya dengan Hinata dan Sasuke, kedua mata mereka terbelalak lebar begitu melihat sosok itu. Terutama Sasuke.
"Tidak mungkin…apakah ini mimpi?" tanya Sasuke.
Siapakah yang dilihat Sasuke? Nantikan di chapter selanjutnya!
TBC
(1) kalau di cerita aslinya Konoha adalah nama sebuah desa, maka di fanfic GaJe ini, Konoha adalah nama sebuah kota.
Sky: "Kurang panjang ya? Maaph. Genre Hurt/Comfort-nya belum berasa? Maaph lagi, deh. Yaoi-nya belum berasa? Maaph lagi…Di chapter 2 nanti, mungkin akan lebih mengena Hurt/Comfort-nya. Kalau yaoi-nya…mungkin akan dimulai di chapter 2 juga. Jadi, bersabarlah wahai readers dan Author sekalian!"
R
E
V
I
E
W
P
L
E
A
S
E
