Is It Love?
Disclaimer : Naruto is Masashi Kishimoto's. Not mine.
Warning : Charanya agak berbeda dari aslinya, EYD berantakan, dan jalan cerita mungkin agak cepat dan tidak sesuai harapan. Tapi saya melakukan yang the best.
Nah, saya balik lagi dengan FF baru! Tapi jangan lupa baca FF yang lain, saya tidak akan melupakan FF yang lain, Are you My Romeo baru di update, jadi jangan lupa di baca juga
My heart skips a beat
my heart is playing tricks on me
and it's building bricks on me
I can't break through and I can't face you
Lirik lagu itu mendeskripsikan arti cinta. Begitulah kata sahabatku, Yamanaka Ino, gadis berambut pirang, pacar dari seorang seniman yang terkenal, Sai.
Cinta itu membuatmu bahagia
Cinta itu membuatmu gila
Cinta itu membuatmu buta
Ya, semua bullshit itu mengikuti telingaku. Membisikkan kata kosong tak berarti dan menancap di hatiku lalu tak pernah lepas, bagaikan paku di dinding. Itulah mengapa aku benci kata 'cinta'. Karena itu semua bullshit, tidak masuk akal dan seperti paku yang dicabut, sebuah lubang bersarang di dinding itu, kecil, tapi itu tetaplah lubang, dan penambalnya pun bukan penjelasan yang logis. Obatnya adalah 'cinta'. Aneh sekali bukan, sakit hati dipatahkan dengan kata 'cinta'. Seperti sakit batuk diobati oleh es krim. Bukankah itu malah memperparah penyakitnya?
It's hard to avoid
Sangat susah dihindari, datang tiba – tiba, dan menentukan kehidupanmu. Penyakit yang kejam bukan?
Itulah mengapa aku dianggap tidak normal oleh Ino. Tidak menyukai lawan jenis, tidak pernah punya pacar. Padahal aku cantik, manis, dan blah.. blah.. blah..
Karena dibalik cantik dan sikap yang manisku, aku mengejek penyakit 'kejam' ini. Aku benci hal ini.
Jika kau punya pikiran yang sama, maka perkenalkan,
Namaku Haruno Sakura, kelas 11 SMA di Konoha High School. Gadis yang mengelabui semua orang kecuali sahabatku betapa aku membenci kata 'cinta'. Perkenalanku singkat, padat dan jelas bukan? Jadi, salam kenal kawan.
Tapi, roda kehidupan selalu berputar dan kami – sama memang tidak pernah mengalihkan pandangannya dari satu makhluk hiduppun. Jadi bersiaplah, ketika apa yang kau benci menjadi sesuatu yang besar dan mengubah hidupmu.
"Minna – san! Ohayo. Maaf saya terlamabat." Satu kelas hanya mendengus. Memang sudah kebiasaan Hatake Kakashi, guru kami telat. Walaupun ia tampan, dan jenius. Ia sangat suka telat dan hal – hal yang pervert. Aku tidak tahu kenapa ia menjadi wali kelas kami. Ia jelas bukanlah guru yang baik.
"Oh ya, hari ini kita kedatangan teman baru. Namanya Uchiha Sasuke. Ayo Sasuke, masuk." Namanya tidak asing di telingaku. Tapi aku terlalu malas mengingat. Tapi, kemalasanku bertambah setelah si Uchiha ini masuk.
Tampan. Checklist.
Cool. Checklist.
Impian wanita. Checklist.
Serentak perempuan – perempuan di kelasku langsung berteriak kegirangan. Seorang laki – laki ganteng di kelas mereka. Haduh.. dia hanya satu orang ganteng. Apa spesialnya?
"Perkenalkan namaku Uchiha Sasuke. Panggil Sasuke. Yoroshiku." Suaranya dalam dan misterius. Lagi – lagi para perempuan langsung berteriak – teriak. Hanya tujuh kata dan mereka fangirling. Perempuan macam apa mereka? Oh ya, perempuan murahan. Aku lupa kata itu.
"Nah, Sasuke.. hmm kau akan duduk di…. Di dekat jendela, di depan Haruno Sakura, gadis berambut pink itu ya." Ia hanya mengangguk dan berjalan ke bangku di depanku. Sial.. maunya menghindari malah menganggu pemandangan. Nanti saat bel istirahat, aku harus pergi dari sini, sebelum fansnya mengerumuni laki – laki pindahan ini.
"Nah, mari kita ulangan!" Satu kelas langsung menatapnya terkejut. Ulangan dadakan lagi? Yah sudahlah.. aku sudah belajar sedikit tentang IPA, mata pelajaran yang diajar Kakashi sensei.
Teng.. teng..
"Yak! Silakan istirahat, hasil ulangan akan dibagikan besok ok?" Kakashi sensei memang tampak pendiam, walaupun sebenarnya ia agak childish. Aku ingat akan Sasuke dan langsung melangkah pergi dari tempat dudukku.
Aku kabur ke atas atap dengan kotak bekalku. Sambil makan, aku merasakan angin semilir yang berhembus di atas kepalaku. Aku suka angin. Ia menerbangkan rasa gelisahmu, membuat kepalamu dingin dan kau merasakan bahwa.. dunia ini masih punya kebaikan. Itulah yang kurasakan.
"Hei gadis pink!" Aku tidak menoleh. Aku yakin laki – laki ini memanggilku. Tapi, aku punya nama dan jelas itu bukan gadis pink.
"Haruno Sakura!" Aku baru menoleh ke sumber suara saat mendapati bahwa ia adalah Uchiha Sasuke. Huh mengesalkan sekali..
"Apa maumu Sasuke san?"
"Tidak ada." Aku menatapnya malas apalagi ia duduk di sebelahku sekarang. Tapi aku menjadi bersemangat saat aku mengetahui bahwa ia membawa sebuah buku. Bukan buku biasa. Buku yang dibawanya buku novel yang sangat keren! "When The Miracle Happens" karangan Blue Man. Blue Man adalah nama samaran. Katanya, ia tidak ingin ketahuan membuat novel yang menjadi best seller ini, dan bahkan bukan keinginannya menjadi novelis. Kalimatnya mengalir dan novel ini sudah siap dibaca dalam waktu sebulan. Penyebab ia dapat membuat novel bagus seperti ini adalah seorang wanita. Beruntung sekali wanita ini. Nah, itu salah satu bukti bahwa 'cinta' dapat merubahmu 180 derajat.
"Kau membaca buku Blue Man?" Ia menggeleng.
"Iya dan tidak." Aku kembali makan bentoku dan meliriknya. Wajahnya yang serius membaca membuatnya keren! Tapi aku menghilangkan pikiraku dan kembali makan. Menyebalkan sekali kalau aku bisa suka dengannya.
"Nee Sasuke san, kenapa kau kesini?"
"Hanya menghindari fans." Ah.. pintar juga. Atap sekolah memang sangat tidak menyenangkan bagi sebagian murid. Kalau panas, sangat panas. Kalau dingin, sangat dingin, dan lain – lain. Kalau kau tidak tahan akan angin, kau bisa saja masuk angin.
"Kau sendiri?" Aku terlonjak, terbangun dari lamunanku, aku menjawab pertanyaannya. "Ini tempat favoritku. Disini, aku bisa merasakan angin di sekujur tubuhku. Menghilangkan penat dan mengurangi kegelisahan."
"Kau mengutip kalimat dari novel ini?" Sasuke tertawa. Tawanya tampak agak dibuat – buat. Aku menatapnya jengkel.
"Memang kenapa? Toh aku juga sependapat dengannya! Aku adalah penggemar Blue Man kok!" Ia berhenti tertawa dan menampilkan sebuah senyuman misterius.
"Beruntung sekali Blue Man. Ia dapat menarik hati seorang perempuan yang membenci kata 'cinta', padahal tulisannya adalah tulisan romance."
"K-kau tahu?"
"Jelas dari mukamu. Aku tidak tertipu dengan topeng manusia Sakura. Aku sudah terlalu sering berakting, dan itu membuatku mengenal sesama aktor, sesama pembohong atau apapun itu."
"Cih.. walaupun tulisannya romance, aku hanya menyukai bagaimana tulisannya menyentuh bagaikan air yang mengalir. Kata – katanya mengalir begitu saja, mengalir dengan tenang. Membawa pergi rasa negatif dari hatimu tanpa kau sadari. Toh, tulisannya hanya sekadar fiksi."
"Kau tidak berubah." Tiba – tiba Sasuke berdiri dan pergi begitu saja. Laki – laki aneh..
Sekolah telah selesai, aku sudah keluar dari kelas, dan hanya ingin pulang. Oh ya.. Hari ini Ino tidak masuk. Entah kenapa ia tidak mengirimkan kabar apapun. Aku agak takut ia sedang sakit atau bagaimana, tapi yang jelas, aku harap ia baik – baik saja. Aku kesepian tanpa sahabatku yang cerewet itu.
"Umm.. Apakah kau kenal Uchiha Sasuke?" Seorang laki – laki yang sangat… mirip Sasuke, tapi lebih dewasa mencegatku di dekat gerbang.
"Kau.. keluarga Sasuke?" Iya mengangguk sambil tersenyum manis. Nah, aku lebih suka dengan sikapnya dibandingkan Sasuke si aneh yang sok cool.
"Ya. Aku sekelas dengannya, tapi aku tak tahu dia kemana? Kau kakaknya ya?"
"Iya. Perkenalkan, aku Uchiha Itachi, panggil aku Itachi. Kau?" Ia mengulurkan tangannya.
"Haruno Sakura. Panggil aku Sakura." aku membalas uluran tangannya.
"Haruno? Aku tahu nama itu.. entahlah Sasuke pernah menyebut – nyebutnya entah kapan.." Lagi – lagi laki – laki aneh itu disebut – sebut.. kenapa laki – laki sopan di depanku bisa punya adik seaneh dan sok seperti Sasuke. Ia pantas mendapatkan yang lebih baik.
"Sudahlah.. lupakan saja Sakura san. Aku akan mencari Sasuke saja. Jaa." Aku mengangguk dan menatap Itachi masuk ke KHS. Entah kenapa, aku merasa… aku pernah punya hubungan dengan keluarga Uchiha ini entah kapan…
Selesai! Sebenarnya, saya udah buat lebih panjang, tapi bakal di taruh untuk chapter selanjutnya ya~ Semoga bisa update dalam waktu yang cepat! Jadi review, favorite dan follownya bertambah dong.. *muka melas *plak
