Hajimemashite, watakushi wa Icky or Navi Blue ^^
ini fic pertama saiia maaf klo masih typo ^^
dan mohon bantuannya senpai n readers sekalian ^^
I hope you enjoy it! ^^
Black Chain
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Rated: K-T, and M for GORE n semi Lime-Lemon
Genre: Mystery, Tragedy, Romance, Supranatural, Drama, Humor
Warning: Semi AU, OOC ness, Sho-ai (BL), YAOI, maybe Mr and Miss Typo, semi Lime-Lemon blah blah blah…. #bow
Pairing: SasuNaru
Summary: ... Dan jika kematian menjemput ku, Kehidupan yang baru akan mempertemukan kita kembali…
Saat mata saling bertemu;
Saat hitam, biru bertemu;
Sebuah segel terlepas
Rantai janji saling terikat.
Merah darah menggenang,
Saksi atas kontrak illegal
Manusia dan sang iblis
-(Chain_by: Icky)-
_Black Chain_
_Black Rose_ Present_
Act: #00. PROLOGUE
Langit gelap, derail air hujan terus memenuhi setiap sudut kota ini. Kilatan petir dan Guntur mengalun memecah keheningan malam. Alam menagis, ya alam bagai menangis. Menangis mengikuti sang iblis kegelapan yang tengah berduka. Rambut berwarna raven itu terjatuh lemas menutupi sebagian wajahnya, iris mata bagai Onyx yang gelap bagai malam itu tampak dibanjiri air mata yang jatuh dan berbaur dengan air hujan diwajah putih pucatnya.
Tak ada isakan maupun suara tangisan yang keluar, dia menangis dalam diam.
Dipangkuannya kini tergeletak seorang gadis tak berdaya. Rambut pirang panjang yang mendekati emas itu tergerai basah oleh air hujan dan merahnya darah. Tubuh mungil itu dibalut baju putih berhiaskan warna orange dan noda darahnya sendiri, bagai malaikat yang bersimbah darah. Iris berwarna blue sky terlihat sendu dan kosong. Dari sudut bibir dan hidungnya cairan kental darah keluar dengan mulus dan perlahan hilang tersapu oleh darah. Mata biru langit itu memandang sendu kearah mata onyx diatasnya. Tangan mungilnya ia arahkan keatas, mencoba menggapai pipi sang pujaan hati.
Wajah putih pucat yang disentuhnya perlahan menutup kedua belah matanya seiring sampainya sentuhan hangat dipipi dinginnya, merasakan sentuhan hangat tangan sang kekasih.
"….Mas-ter…." Panggil sang gadis lirih. Pemuda yang dipanggil 'Master' itu menundukan kepalanya agar dapat mendengar lebih jelas. Sedikit mengernyitkan dahi dan berkata: "Sudah kukatakan, jangan panggil aku dengan sebutan 'Master', Naru-koi" Ucapnya sambil menggenggam tangan gadis yang ia panggil Naru-koi atau yang sebenarnya bernama Naruko itu dan mencium punggung tangannya.
Gadis itu tersenyum bahagia, hawa dingin disekitarnya tak ia rasakan. Entah itu karena kehangatan yang diberiakan kekasihnya ataupun karena ia sudah benar-benar tidak dapat ia rasakan lagi. "Sa….suke" Panggilnya pelan dan senyum tuluspun ia berikan.
"Ya, Naru-koi..." Ucapnya tersenyum. "Ada apa?" Sambungnya dan lebih mendekatkan telinganya lagi agar dapat mendengar lebih jelas lagi.
Bibir mungil yang pucat itu kembali terbuka, mencoba mengatakan kalimat yang ingin disampaikannya pada kekasihnya yang bernama Sasuke dan mungkin akan menjadi kalimat terakhirnya, who know?
"Sa-suke… 'Suke" Panggil Naruko lirih. "A-aku.. apa… ahhh 'kan mathhi…?" Tanyanya terbatah. Sasuke mengeratkan rangkulanya lebih erat, tak ingin melepaskan sang pujaan hati walau ia juga tahu bahwa mungkin saja umur Naruko tak lama lagi.
" 'Suke…a -" Ucapan Naruko terpotong oleh Sasuke. "Shhhhhh… diamlah Naruko" Naruko kaget, karena Sasuke memanggilnya Naruko dan bukan Naru-koi dan biasanya jika ia memanggilnya begitu tandanya ia sedang marah. "…Kau pasti baik-baik saja. Simpanlah tenagamu dan diamlah" Pinta Sasuke, suaranya terdengar bergetar. Naruko tak menyahut lagi.
Sejenak keheningan melanda, tak ada yang berucap hanya lantunan nada badai dari alam yang mengisi. Keduanya mencoba menghayati kehadiran satu sama lain dalam cinta dan rengkuhan hangat—walau tak terasa. Terus seperti itu hingga Naruko membuka suaranya lagi.
"Sasu… ke?" Panggilnya.
"Hn?" Sahut Sasuke tanpa membuka metenya, masih menciba menikmati suasana hangat yang ada.
"Apa…aku… tak dapat… bersana dengan—mu lagi, 'Suke?"Tanya-nya lirih. "Tidak, Naru-koi… kita akan selalu bersama selamanya!" Jawab Sasuke
"Ho-Hontouni?" Tanya Naruko lagi
"Tentu saja!" Ucap Sasuke menyakinkan, dan dengan perlahan mengeliminasi jarak antara mereka. Sasuke dengan lembut mengecup dan sedikit menekan bibir Naruko lembut. "Itu sudah pasti, Naru…" Sambungnya menegaskan setelah melepas ciumannya.
"Ya, Sasuke… aku percaya.. itu…" Ucap Naruko sambil memberikan senyum tulus dan terindah yang ia miliki. "Sasuke….. aku—"
Sebuah bunyi gemuruh dan kilatan petir mengiringi hembusan nafas terakhir seorang hawa, serta meredam teriakkan pilu sang pangeran vampire.
"—Aku mencintaimu…. Sasu…"
"Sasuke" Terngiang terus panggilan itu dikepala Sasuke.
"Naruko…" Lirihnya. Selama beberapa menit ia terdiam. Memejamkan matanya, mencoba mengingat semua kenangan yang telah ia lalui bersama exHunter yang menjadi kekasihnya, Naruko.
Perlahan mata itu terbuka, menampilkan sepasang orb onyx yang gelap dan perlahan berubah menjadi crimson dengan 3 tanda mirip koma di seputar pupilnya. Belahan bibirnya terbuka, memamerkan sepasang taring putih nun tajam dari dalamnya.
"Aku akan selalu menunggu dirimu, Naruko!" ujarnya setengah berbisik. Perlahan ia berbalik setelah menaruh sebuket maar merah didepan sebuah batu nisan dan pergi menjauh sembari membawa setangkai yang ia ambil dari buket itu.
"…Selalu akan menunggu…" Tangan kanannya terbuka keudara dan menerbangkan helaian kelopak bunga mawar yang telah ia pisahkan dari tangkainya tadi.
Ia terus berjalan sambil menatap kosong. Angin menerbangkan halaian itu membuatnya terbang kesegala arah.
"Sampai kapanpun, aku akan menunggu, akan menunggu" Kakinya terus melangkah meninggalkan nisan di belakangnya yang berhiaskan kelopak bunga yang berhamburan. Dan dalam sekejap ia menghilang.
'Sasuke…
Apa kau tahu arti kata lawan?
Apa kau tahu arti kata kawan?
Apa kau tahu arti kata benci?
Apa kau tahu arti kata cinta?
… Dan apa kau tahu arti kata matu juga hidup?...'
'Apa kau tahu Sasuke…?
Kau adalah lawan serta kawan ku
Kau adalah orang yang kubenci sekaligus kucintai
… Dan jika kematian menjemputku…
Kehidupan yang baru pasti akan mempertemukan kita kembali
Apa kau percaya itu…
Sasuke?'
-{(Black Chain)}-
"Ngh…." Keluh seseorang yang tengah meringkuk dalam selimutnya. Menolak seseorang yang tengah berusaha membangunkannya.
"Hei, Ayo bangun! Sudah pagi, sudah saatnya kau pergi sekolah!" Ujar sosok yang tengah berusaha sangat keras membangunkan sang putrid tidur, tidak! Salah! Maksudnya pangeran tidur yang kini menenggelamkan tubuhnya dalam selimut tebal.
"Nnng… 5 menit lagi Iruka-san~~~~" Pinta sosok itu masih dalam keadaan yang sama.
"AYO BANGUN NARUTOOOOOOOO!" Teriak seorang pria yang memecah keheningan pagi di kota yang damai ini.
- ( TO BE CONTINUE )-
NYA-HA akhirnya selesai (^^")
waaaaaah angst banget ea?
berikut sedikit penjelasan:
- Naruko: nah, Naruko ini adalah Naruto versi cewek ^^. disini saiia ngebuat dia sebagai kehidupan Naruto sebelumnya ^^
- Sasuke: nah, saiia dah pikir-pikir bagusnya ini dijadiin Vamfic ajh. so, Sasu disini adalah makhluk immortal a.k.a makhluk yang hudup abadi yaitu vampire ^^
sekian.
OKEH, RnR(Coment) pleaseeeeeee! ^^
