Dunia ini selalu di penuhi kepalsuan. Semua nya palsu, dari mulai wajah, tubuh, bahkan hati dan sifat oarng yang ada di dunia ini pun palsu.

Semua nya di penuhi kepalsuan. Apa yang kau harapkan di dunia yang penuh kepalsuan ini?

Cinta?

Hidup bahagia selamanya dengan orang yang kau cintai?

Bahkan mungkin rela hidup susah asalkan selalu bersama diri nya yang kau cintai?

Cih! Itu semua sungguh naif. Berfikir seperti itu di dunia yang penuh kepalsuan ini hanya akan membuat dirimu menjadi semakin terlihat bodoh.

Daripada kau selalu tersakiti karena hal bodoh yang selalu kau pikirkan itu. Lebih baik mulai sekarang kau lebih berfikir realistis.

Memikirkan dunia ini sebagai mana mestinya. Bukan malah memikirkan duni yang penuh cinta dan harapan di dunia yang penuh kepalsuan ini.

Karena...

Kalau kau berfikir seperti itu, kau akan lebih tersakiti. Lebih baik membangun benteng yang tinggi untuk melindungi hati mu yang rapuh itu.

Agar kelak tak ada lagi yang menyakiti mu, tak ada lagi yang membuat mu menagis, dan tak ada lagi yang memberimu rasa cinta penuh kasihsayang yang di liputi kepalsuan.

DISCLAIMER

.

.

Naruto Masashi Kishimoto

.

.

Artificiality that Sweet Akasuna Ciel

.

.

Warnig:

.

Alur kecepetan

.

OOC

.

Mengandung unsur dewasa alias LEMON bagi yang dibawah umur harap tekan tombol BACK

.

Typo bertebaran

.

Yang masih bandel dosa tanggung sendiri2 ya ho...ho.. (^^)

.

.

"Aku tidak mau!" ucap gadis cantik bak boneka berhelaian pink itu tegas.

"Kami melakukan ini semua untuk kebaikan mu nak, untuk masa depan mu kelak. Jadi utuk kali ini saja tolong turuti lah permintaan Okasama dan Otousama Sakura"

Gadis yang bernama Sakura itu pun hanya mendegus dan memutar bola mata nya bosan.

"Aa untuk kebaikan dan masa depan ku ya?"

"Saku—"

"Cih hentikan semua omong kosong kalian itu! Aku tau kalian menjodoh kan ku hanya demi masadepan kalian kan!? Kalaian melakukan semua ini untuk mencegah kebagkuran perusahaan sialan itu kan!"

PALAK

"Jaga ucapan mu Haruno Sakura! Mau tidak mau seminggu lagi kau akan menikah dengan Akasuna Sasori!" ucap Kizashi tegas setelah menampar pipi mulus anak gadis nya itu.

Dan Sakura pun hanya terdiam mendegar ucapan ayah nya. Karena untuk pertamakali nya ada seseorang yang berani menapar nya, dan sial nya lagi orang itu adalah Otousama nya sendiri.

Setelah mengatakan hal itu kedua orangtua Sakura langsung pergi meniggalkan ruangan itu. Meninggal kan anak gadis mereka yang terdiam menahan rasa sakit akibat tamparan sang Ayah.

Semua nya selalu seperti ini.

Kedua orangtua nya tidak pernah memikirkan perasaaan nya. Yang selalu mereka pikirkan hanyalah tentang perusahan sialan itu dan juga keingan egois mereka.

Kedua orangtua nya selalu menomorsatukan perusahaan dan keinginan egois mereka di atas segala nya dan menomor sekian kan diri nya.

Bahkan saat penyakit Asma nya kambuh dan ia terancam kehilangan nyawanya, dua orang yang ia sebut orangtua nya itu tak pernah ada di samping nya saat ia melewati masa-masa keritis nya. Mereka lebih memilih mengurus kehidupan pribadi mereka dan perusahaan.

Yah Sakura tau kalau kedua orangtua nya itu tak lagi tinggal serumah. Mereka sekarang tingal dengan selingkuhan mereka masing-masing, meniggal kan nya di rumah yang besar ini sendirian.

Mereka terlalu egois untuk orang yang ia sebut sebagai 'orangtua nya'. Dan sekarang setelah bertahun-tahun mereka mengabaikan keberadaan nya, dengan egois nya pagi ini mereka datang menemuinya dan membicarakan tentang pernikahan konyol yang tak masuk akal ini.

Bagai mana tidak? Ia saat ini masi duduk di bangku sma, bahkan umur nya pun masi 16 tahun ingat 16 tahun!

Bukan ucapan selamat dari orang tua nya karena umur nya telah bertambah dan ia telah tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik. Melainkan perminta— ah perintah egois yang ia dapat dari kedua orangtua yang selalu mengabaikan nya itu.

Mereka memaksa nya untuk menikah dengan pria yang usia nya terpaut 8 tahun lebih tua dari nya. Ah begitu tega nya kah kedua orangtua nya pada diri nya hingga harus menikahkan anak gadis mereka yang masi belia, dengan seorang pria yang umur nya jauh lebih tua dari si anak.

Sakura berfikir apakah pernah sekali saja, mereka memikirkan diri nya. Bagai mana ia tumbuh berkembang selama ini saat jauh dari mereka.

Jawaban nya adalah tidak!

Dua orang yang ia sebut 'Otousama dan Okasama' nya itu hanya memikirkan tentang kehidupan pribadi mereka dan perusahaan, Hanya itu yang ada di dalam otak mereka.

Hal yang wajar bagi Sakura melihat sifat mereka yang saling acuh tak acuh satu sama lain saat berada di rumah ini. Sementara di luar, mereka bak pasangan raja dan ratu yang kelihatan begitu harmonis dan penuh cinta.

Rumah tangga mereka terlihat harmonis di luar tapi, bobrok dan penuh kebusukan di dalam.

Sakura sudah biasa melihat kepalsuan ini selama 16 tahun hidup nya. Hal yang wajar kalau kedua orangtua nya bersikap seperti itu.

Karena, kedua orangtua nya menikah atas dasar kejayaan perusahaan tampa ada cinta di dalam nya. Bagi mereka pernikahan adalah setatus bodoh yang harus mereka sandang di depan publik, dan pada saat mereka di belakang publik mereka hanyalah dua orang yang saling tak mengenal dan sibuk dengan urusan pribadi mereka masing-masing.

Sedangkan anak bagi mereka hanyalah bahan tontonan di depan publik untu menunjukkan pada dunia bahwa mereka berdua adalah pasangan yang begitu sempurna hinga mampu menghasilkan keturunan yang begitu cantik bak boneka porselin mahal yang selalu di jaga dan dirawat dengan penuh cinta.

Namun...

Nyatanya semua itu hanyalah sebuah kepalsuan belaka yang mereka bagun untuk menaikkan citra mereka di depan publik.

Yah semua yang mereka lakukan hanyalah kepalsuan. Kepalsuan yang sengaja mereka buat dengan harapan mereka mampu menjadi yang terbaik di atas yang terbaik.

Sehingga mereka lupa dengan gadis kecil mereka yang tumbuh menjadi gadis yang begitu dingin dan anti sosial akibat ulah mereka berdua.

Sakura selalu berfikir semua yang ada di dunia ini hanyalah sebuah kepalsuan. Dia menjadi dingin dan anti sosial karena semua orang yang dia kenal selalu penuh kepalsuan.

Dari mulai guru nya, teman-teman nya, hingga kedua orangtua nya.

Semua nya penuh dengan kepalsuan.

Sakura sebenarnya sudah bosan dengan hidup nya yang seperti ini. Ia ingin bebas dari semua kepalsuan yang di buat oleh orang-orang di sekitar nya, ia ingin bebas.

Tapi, adakah ada tempat di dunia ini yang bebas dari kepalsuan?

Kepalsuan yang menjengkel kan. Kepalsuan yang membuat hati seorang Haruno Sakura yang dulunya hagat menjadi sedingin es.

Dan sekarang ia juga harus menjalani pernikahan yang sama seperti kedua orangtua nya. Pernikahan yang didasari untuk kejayaan perusahaan tampa ada nya cinta.

Tapi...

Gadis itu ingin, kelak pernikahan nya tak seburuk pernikahan orangtua nya. Walaupun kelak Sakura mungkin akan selalu bertengkar dengan suami nya, ia ingin anak nya tumbuh dengan baik.

Tumbuh dengan kasih sayang dan cinta. Walaupun mungkin itu semua hanya bisa sang anak dapatkan dari diri nya kelak.

'Aku tak tau lagi harus berbuat apa atas permintaan konyol mereka! Tapi yang jelas aku tak ingin kelak nasib rumah tangga ku sama bobrok dan busuk nya dengan keluarga ini'

'Untuk itu, kelak aku akan berusaha sekuat yang aku bisa agar aku bisa bertahan lebih lama di dunia yang penuh kepalsuan ini' batin Sakura mantap.

.

.

.

.

Sementara itu, di sebuah bar mewah yang ada di Konoha. Terlihat seorang pria berhelaian merah semerah darah dan berwajah baby face sedang sibuk berbicara serius dengan seorang wanita.

Wanita itu berwajah cantik berhelaian pirang dan memakai baju yang begitu seksi. Hingga menarik seluruh mata sang Adam untuk terus menatap tubuh indah nya.

"Apa kau tak bisa membatalkan pernikahan itu Sasori-kun?" tanya si wanita sedih.

"Maaf kan aku Shion ini perintah langsung dari Ayah ku, aku tak bisa menolak nya" jawab Sasori sambil menatap lurus mata Shion.

"Tapi—"

"Kau tenang saja Shion gadis yang akan menikah dengan ku itu masi sma dan berumur 16 tahun. Jadi kau tak perlu menganggap ini serius"

"..."

"Aku yakin gadis itu masi labil dan tak akan mungkin menganggap pernikahan ini serius. Aku yakin gadis itu juga memiliki kekasih atau mungkin pria yang ia suka, mengigat gadis itu masi seorang remaja labil"

"Tapi Sasori-kun aku takut. Aku takut kau jatuh cinta pada gadis itu dan meninggal kan ku" ucap Shion sedih.

"Itu tak mungkin terjadi Shion. Hanya kau satu-satu nya wanita yang membuat ku jatuh cinta tak ada yang lain" ucap Sasori tulus.

"Lagi pula, ku dengar gadis itu begitu pendiam dan tertutup. Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada gadis seperti itu" ucap Sasori meremeh kan.

"Tapi Sasori—"

"Kau tenag saja sayang, walaupun aku menikah dengan nya tapi cinta ku tetap untuk mu. Aku berjanji aku tak akan pernah meniggalkan mu"

"Dan saat Ayah ku meninggal nanti, aku akan menceraikan gadis itu dan kita berdua akan menikah. Apa kau mau menuggu ku saat hari itu tiba?" tanya Sasori tulus.

Shion hanya bisa terpaku mendengar ucapan Sasori. Ia tau kalau Ayah Sasori menderita penyakit yang cukup parah dan Dokter memperkirakan bahwa umur nya tak lama lagi.

Tapi...

Ia masi ragu pada pria itu, apa mungkin Sasori akan menepati janji nya? Karena yang Shion dengar Haruno Sakura itu begitu cantik bahkan dapat membuat Uchiha Sasuke yang dingin tergila-gila pada nya. Dan sebagai seorang wanita ia merasa cemburu akan hal itu.

"Aku janji pada mu Shion percaya lah pada ku" ucap Sasori tegas.

"Aku percaya padamu Sasori-kun" ucap Shion sambil tersenyum tulus pada Sasori.

Yang membuat pria itu merona dan salah tingkah.

Apa kau akan terus menjanjikan hal yang tak pasti pada wanita mu itu Sasori?.

Apa kau yakin tak akan pernah jatuh cinta pada gadis musim semi itu eeh Sasori? Sedangkan Uchiha Sasuke yang terkenal angkuh dan dingin sampai tergila-gila pada gadis musim semi itu.

Apalagi kau Sasori. Aku rasa akan sangat medah bagi mu untuk berpaling pada gadis itu dan meninggal kan wanita mu itu.

.

.

.

.

Seminggu kemudian

.

Setelah seminggu lama nya mereka menunggu, akhirnya acara pernikahan antara Akasuna Sasori dan Haruno Sakura pun di gelar.

Acara pernikahan itu pun digelar dengan sangat tertutup. Hanya keluarg besar dan kolega bisnis yang penting dari masing-masing pihak lah yang datang ke acara itu.

Setelah selesai mengucap janji suci. Dua orang yang kini sah di sebut suami istri itu pun kini tengah sibuk menyalami beberapa tamu yang mengucap kan selamat pada mereka berdua.

"Wah kau beruntung sekali Akasuna-san, mendapatkan istri yang begitu cantik seperti Haruno-san. Kalian berdua benar-bebar pasangan serasi" ucap salah seorang tamu memuji mereka.

"Aa terimakasi banyak atas pujian nya Sarutobi-san" ucap Sasori ramah sambil memamerkan senyum nya.

Sementara Sakura hanya berdiri diam di samping Sasori tampa minat.

'Cih untuk apa dia tersenyum palsu seperti itu kalau hati nya merasa tak sudi menikah dan berada di samping ku saat ini, ini sungguh menjijik kan' batin Sakura kesal.

Setelah beberapa jam mereka berada di sana, akhirnya acara pernikahan itu selesai. Mereka berdua pun di minta untuk segera beristirahat di kamar pengantin mereka.

Setelah sampai di kamar pengantin mereka, Sasori segera melepas jas dan dasi yang melekat pada tubuh nya meniggal kan kemeja putih yang masi melekat di tubuh nya.

"Apa kau tidak lelah Sakura?" tanya Sasori berbasa basi pada Sakura.

"Tentu saja aku lelah. Aku mau mandi" ucap Sakura datar meninggal kan Sasori berjalan menuju ke arah kamar mandi yang ada di ruangan itu.

"Wah dia dingin sekali" ucap Sasori mengomentari sifat dingin Sakura pada nya.

Sementara di kamar mandi, Sakura sibuk memikir kan nasib nya kelak. Ia mengakui bahwa Sasori tidak seburuk yang ia kira.

Maksud nya, Sakura pikir wajah Sasori itu terlihat tua dan seperti om om tua yang menyukai gadis belia.

Tapi...

Ternyata Sasori cukup tampan menurut nya di tambah wajah nya yang baby face membuat umur mereka kelihatan tak jauh berbeda. Tapi Sakura sadar bahwa Sasori tak mencintai nya.

Ia tau sasori hanya berpura-pura ramah pada nya agar ia merasa nyaman dengan pria itu. Ia benci dengan sifat sasori yang berpura-pura baik di hadapan nya seperti ini.

Menurut nya pria itu hobi sekali memamerkan senyum palsu nya pada orang lain di saat hati nya sendiri merasa tak nyaman dengan situasi yang ia hadapi saat ini.

'Pria bodoh seperti itu lah yang paling aku benci' batin Sakura kesal.

Tak lama setelah ia melamuni nasib nya tiba-tiba ruangan yang ada di sekitae nya menjadi gelap pertanda mati lampu.

KYAAAA

Teriak Sakura kencang ketakutan karena gadis itu sangat membenci gelap.

Karena itu tampa pikir panjang Sakura langsung berlari keluar dari kamar mandi itu tampa sehelai benang pun. Berharap di luar ia dapat menemukan sedikit cahaya untuk menerangi mata nya.

Bugh

Dan tampa di duga-duga Sakura malah tersandung dan jatuh di atas pelukan Sasori dengan keadaan full naked.

"Ah apa kau baik-baik saja?" tanya Sasori sambil mencoba menurunkan tubuh Sakura yang basah dari pangkuan nya.

Namun sayang gadis itu malah semakin erat memeluk nya. Dan Sasori baru menyadari bahwa gidis yang ada di pangkuan nya ini tak memakai pakaian sehelai pun alias telanjang.

Dan Sasori sempat menegang saat merasakan kedua dada besar gadis itu menekan dada bidang nya semakin erat dan daerah sensitif gadis ini pun semakin kencang menghimpit adik kecil nya.

Sehingga membuat adik kecil kebanggaan Sasori itu menegang.

"Aku mohon jangan lepaskan aku.. aku takut" ucap Sakura bergetar dan semakin erat memeluk tubuh Sasori.

Sasori pun hanya bisa terdim mendengar suara Sakura yang bergetar.

'Apa gadis ini takut gelap?' tanya Sasori dalam hati.

"Sess tenag aku tak akan melepas mu kau tak usah takut" ucap Sasori sambil membelai punggung halus Sakura untuk menenangkan gadis itu.

'Ini gila! Kulit nya begitu halus dan lembut bahkan lebih indah dari milik Shion. Egh ini menyebalkan kulit gadis ini membuat ku ingin selalu menyentuh nya' teriak iner Sasori frustasi.

"Ah..."

Desah Sakura saat tangan Sasori semakin jauh menjelajahi tubuh nya.

'Damn! aku sudah tidak tahan lagi' batin Sasori resah.

"Sasori apa yang— akh..." desah Sakura saat menyadari tangan nakal Sasori mulai membelai daerah kewanitaan nya.

"Sess tenag lah aku hanya melakukan kewajiban ku sebagai suami mu Sakura" ucap sasori sambil semakin liar mengerayangi tubuh Sakura.

Di mulai dari dada besar nya yang Sasori remas penuh nafsu dan juga salah satu jari Sasori yang mulai menjalar memasuki vagina sempit Sakura.

"Akh... Sas.. sori sakit ah... hentikan" ucap Sakura sambil susah payah menahan suara desahan nya saat jari Sasori nertambah menjadi dua dan semakin ganas mengocok vagina nya.

"Ughh... ah" desah Sakura saat tiba-tiba Sasori mencium bibir nya denga penuh nafsu.

"Bibir mu manis Sakura" ucap Sasori sambil terus melumat bibir Sakura.

Bosan dengan bibir Sasori pun mulai menurun kan bibir nya kearah dada Sakura dan menghisap nipel Sakura yang menegang dengan ganas.

"Ah... Sasorih.. cu ah.." ucap Sakura tersegal-segal karena suara desahan nya.

Dan itu mwmbuat Sasori semakin bernafsu untuk melahap istri belia nya ini.

Tampa menunggu lama, Sasori pun menggendong tubuh telanjang Sakura ke arah kasur yang ada di ruangan itu dan menghipit tubuh telanjang Sakura.

Dan tampa aba-aba Sasori langsung melepas kemeja putih yang ia pakai tadi beserta celana nya, hinga keadaan nya sama seperti Sakura yang sudah telanjang.

Dengan jahil Sasori mulai mengosok kan kejantanan nya yang tegang ke arah vagina Sakura yang basah. Sehingga gadis itu mulai mengerang kenikmatan akibat ulah Sasori.

"Ah.. Sasorih.." desah Sakura semakin kencang Saat Sasori mulai mempersiapkan kejantanan nya yang besar itu untuk memasuki vagina mungil Sakura.

"Akhh.. sakit.." teriak Sakura saat kejantanan Sasori sudah separuh jalan memasuki vagina nya.

"Ugh... tenang sayang.. sebentar lagi ini akan terasa nikmat" ucap Sasori menenagkan Sakura.

Saat Sasori menekan penis nya semakin dalam ia merasakan ada selaput yang menghalangi jalan nya untuk masuk lebih jauh.

'Ah ternyata dia masi perawan' batin Sasori.

Setelah itu Sasori pun langsung mendorong penis nya dengan keras pada vagina Sakura. Hingga ia merasakan ada sesuatu yang robek di sana dan mengeluarkan cairan kental berwarna merah dari vagina gadis itu.

"Aghhhhh..."

Teriak Sakura mengerang kesakitan karena selaput dara nya sudah di robek oleh penis besar Sasori.

"Semua akan baik-baik saja" ucap Sasori menenangkan Sakura sambil mengecup lembut kelopak mata Sakura yang mengeluarkan air mata.

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Sakura mulai merasa tenang. Dan tampa sadar Sakura pun mulai mengerakkan pinggul nya pertanda ia sudah siap.

Mendapat tanda dari Sakura, Sasori pun mulai menggerakkan penis nya keluar masuk vagina Sakura. Pertama gerakan pria itu berlangsung lembut, namun beberapa saat kemudian gerakan itu berubah menjadi gerakan kasar yang menuntut.

Membuat gadis musim semi itu semakin keras mendesah, merasakan sakit dan nikmat di saat yang bersamaan.

"Ugh... kau sungguh sempith.." geram Sasori kenikmatan saat merasakan vagina Sakura mencekram penisnya dengan kuat.

Beberapa saat kemudian Sakura mulai merasakan kelimaks nya akan sampai, begitupula dengan Sasori. Dan tampa pikir pnjang pria itu langsung mengeluarkan cairan nya di dalam tubuh Sakura.

"Ahhh..."

"Ughhh..."

Desah mereka bersamaan saat mencapi puncak kenikmatan dunia itu.

.

.

.

.

Pagi hari nya Sakura terbangun dengan keadaan yang 'cukup' mengenaskan. Pasal nya tubuh gadis belia itu kini di penuhi bercak merah kebiruan yang di buat oleh Sasori semalam.

Mengigat kejadin semalam yang ia lakukan bersama Sasori, membuat Sakura sidikit ingat sedikit merona. Karena untuk pertama kali nya ia melakukan hal sejauh itu bersama seorang pria.

Bagi nya Sasori itu adalah pria pertama nya.

Pria pertama yang mengambil ciuman pertama nya.

Pria pertama yang mengambil keperawanan nya.

Dan juga pria pertama yang mampu membuat nya sedikit merona pagi ini.

Clek..

Suara pintu kamar mandi yang terbuka itu membuyar kan lamunan Sakura. Dan saaat ia melihat ke asal suara, ia melihat Sasori yang baru selesai keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang melilit pinggang nya.

Dan itu sedikit...

Err tampan dan seksi menurut Sakura, hingga membuat gadis itu merona malu melihat tubuh suami nya sendiri.

"Apa kau terpana melihat tubuh suami mu yang tampan ini Saki?" goda Sasori pada istri belia nya itu.

Yang sukses membuat wajah Sakura semakin memerah.

"Sia-siapa yang terpana melihat tubuh jelek mu itu?" jawab Sakura ketus menanggapi godaan Sasori.

"Ha...ha...ha... kau tak perlu merasa malu seperti itu Saki. Semalam kita kan sudah melakukan sesuatu yang lebih dari ini, kenapa kau masi malu eeh?" tanya Sasori kembali menggoda Sakura tentang apa yang mereka lakukan semalam.

"BERISIK!" teriak Sakura keras sambil berlari pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.

Meninggalkan Sasori yang semakin keras menertawai sifat polos istri belia nya itu.

'Ternyata dia masi begitu polos di balik sifat dingin nya itu' batin Sasori menilai Sakura.

Perlahan namun pasti hati pria berhelaian merah itu sedikit demi sedikit mulai tedperangkap akan pesona sang gadis musim semi.

Sehingga membuat pria itu untuk sesaat melupakan sang wanita yang ia iming-imingi dengan janji manis nya.

Tampa sadar bahwa mungkin...

Esok hari, bukan sang wanita berhelaian pirang itu lagi yang mengisi ruang hati nya.

Melainkan...

Sang gadis musim semi yang kini menjadi istri nya lah yang kelak akan mengisi seluruh ruang hati sang pria tampa ada satu pun yang terlewat.

.

.

.

.

.

T.B.C

Bagi raiders yang penasaran dengan kelanjutan FF ini... mohon REVIEW sebanyak-banyak nya ya...(^○^)

Karena kelanjutan FF ini tergantung dari REVIEW kalian semua he...he.. (^_^)

REVIEW please...