"Coba ulang, tadi kau bilang ap—"

"Jangan minta putus setelah bertemu dengan ayahku nanti" Potong Asano cepat, wajah tampannya tertekuk dalam hingga menabrak pucuk kepala Karma yang berada dibawahnya.

Karma menggeser tubuhnya kemudian berdiri dibelakang Asano dengan tubuh telanjangnya.

"Kenapa?" Tanyanya sembari mengeramasi rambut Asano dengan shampo yang baru dituangkannya tadi.

Asano mendongak, kedua tangannya menghentikan tangan Karma yang mengeramasi rambutnya.

"Karena dia—duda." Jawabnya dengan ekspresi wajah tak terdefinisi.

"Hubungannya apa?" Pikir Karma sensi.

.

.

.

Ansatsu Kyōshitsu — Yūsei Matsui

.

WARNING : HOMO, GAJE, TYPO, OOC.

.

[Asano (Sr) x Karma x Asano (Jr)]

.

.

.

"Nak, beli air sana buat pacarmu. Ayah baru ingat kalau air galonnya habis."

"IYA AYAH." kata Asano keras.

Karma bisa melihat dengan jelas jika ada permusuhan diantara ayah dan anak itu. Ia bahkan bisa berdelusi ada tulisan perang di jidat mereka masing-masing.

"Hati-hati ya yank." Bisik pacarnya sebelum berlalu meninggalkan dirinya dan ayahnya dalam ruang tamu itu.

"Kenapa mau sama anak saya?" Buka calon mertuanya sembari membenarkan duduknya yang tadi biasa saja menjadi sebelah bersila.

"Kebetulan jomblo aja sih om—"

"Gak punya rencana putus?" Potongnya.

Karma melongo.

Ini maksudnya introgasi calon mantu ya?

"Kayaknya untuk sekarang sih enggak om,"

"Emangnya kenapa ya om?" Lanjut Karma, sedikit deg-degan, takut juga jika nggak disukain sama calon mertua.

"Kalau putus kabarin om ya." Jawab calon mertuanya tanpa menjawab pertanyaan dari Karma.

Karma berdecak sebal, sifat keponya mengebu. "Emang kenapa om?" Tanyanya kekeuh.

Calon mertuanya tertawa ringan dan mengibas-ngibaskan sebelah tangannya diudara.

"Siapa tau om bisa daftar." Jawab mertuanya dengan dua pipi ditarik keatas—tersenyum ganteng.

Dasar ayah sama anak sama-sama ganteng.

Karma tertawa gugup.

Kok dia ngerasa di gombalin ya.

"Om bisa aja." Responnya malu-malu mau.

"Kesukaannya apa?"

"Susu strawberry om."

"Oh kalo susu om juga punya tapi tinggal kamunya aja mau apa nggak? meras sendiri lo." Katanya, wajah gantengnya berubah menjadi mesum.

"Ahaha, gak ah om. Nunggu punyanya Asano aja." Tawanya ragu.

"Kamu lucu."

"Biasa aja om."

"Om jadi rindu bicara kayak gini sama almarhum istri om." Curhatnya tiba-tiba. Karma yang tadinya mengamati lukisan yang sesungguhnya lebih menarik dibanding dengan curhatan si om, dengan berat hati mengabaikannya, rela nggak rela sih.

"Istri om yang itu?" Tunjuknya pada foto berukuran besar yang tergantung di dinding belakang calon mertuanya itu duduk. Calon mertuanya mengangguk menyetujui.

"Cantik ya om, pantes anaknya ganteng," Celetuknya membuat kening calon mertuanya mengkerut.

"Ayahnya juga ganteng, hehe." Sambungnya cepat.

"Bisa aja kamu,"

"Kamu punya hewan peliharaan?" Lanjut calon mertuanya.

"Enggak om." Jawabnya tak mengerti.

"Kalau nomor HP punya dong?"

Kena lagi dia digombalin.

"Ngapain ayah nanya-nanya nomor HP pacar aku." Kata Asano yang sudah berdiri di depan mereka dengan satu galon berada disisinya.

"Kamu ngobrol aja sama Asano. Om ngantuk pengen tidur." Kata calon mertuanya mengabaikan anaknya, kemudian menepuk-nepuk pundak Karma sebelum berlalu pergi ke lantai atas.

Meninggalkan dirinya dan Asano.

Asano menghampirinya. "Kamu nggak di godain kan yank?

Karma hanya geleng-geleng, bibirnya diam meringis menahan tawa.

Itu barusan apa ya?

Dia gagal paham.

.

.

.

-fin-

.

DASAR BRENGZEK OM GANTENG MUNCUL DALAM MIMPI TIDUR CIANG CANTIKKU/PAHHH PAPAHHH

:'))))))))))

HAHAHAHA