Happy February 14th, Aomine-cchi!
.
.
.
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi.
This fic is mine.
I don't celebrate valentine. I just want to write a fic, so it goes.
Penggunaan emoticons di dalam fic dan bahasa yang kurang baku.
.
Ok?
Tokyo, 14 Februari 20xx
.
Hai! Apa kabar, Aomine-cchi? Ah, sudah pasti baik-baik saja ya... kau tau, 'kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang bodoh itu tidak bisa sakit tehee~ (*v*)v (peace~)
Lagipula, (aku hanya membayangkan) dengan kasur empuk dan majalah-majalah Mai-chan-mu yg ero itu, sudah pasti kau merasa bahagia sekali ya—apalagi tidak mendengar ocehanku (kau menyebutnya begitu, 'kan?).
Ah! Aku sampai lupa tujuan awal. Jadi, selamat tanggal 14 Februari, Aomine-cchi! (kau tidak cukup bodoh untuk tidak mengetahui ini hari apa, bukan?)
Yah, karena sudah terlanjur mengirimimu surat, sekalian saja aku ingin bercerita tentang kejadian hari ini padamu. Baca sampai akhir, ya!
Hei, hei, Aomine-cchi! Pagi ini, aku melihat dua orang gadis menyelipkan kotak cokelat di lemari sepatu Kuroko-cchi! Kau terkejut, 'kan? Ya, 'kan?
Menurutku, apa yang menarik dari Kuroko-cchi—maksudku, dengan wajah yang selalu datar dan hawa keberadaan yang selalu hambar itu... bagaimana mereka... ah, sudahlah (tapi, memang wajah Kuroko-cchi manis sih, mungkin itu sebabnya? :3). Oh ya, untuk bagian ini, lupakan soal ketertarikan Momo-cchi!
Lalu, soal diriku. Tahun ini dua kali lipat dari biasanya. Aku sampai harus menyewa dua taksi untuk membawa semua kado dan cokelat itu pulang. Belum lagi, siapa yang bisa menghabiskan semuanya?
Biasanya 'kan ada Aomine-cchi. Tahun lalu saja, aku masih ingat betul, kau ikut pulang bersama ke rumahku dan menghabiskan cokelat-cokelat mahal itu. Aku jadi membayangkan bagaimana reaksi para gadis yang memberi cokelat itu kalau tahu kau yang memakannya... pernah dengar 'kan? Katanya, kemarahan wanita terkadang sangat mengerikan... ._.)
Masih ingin mendengarkan ceritaku tentang yang lainnya? Kalau begitu siapkan cemilan di sampingmu ya~
Akashi-cchi... seperti biasa, menolak tiap gadis yang telah berjuang keras memberinya cokelat dan membakar cokelat-cokelat yang diselipkan diam-diam di dalam bangkunya ataupun di dalam lemari sepatunya.
Midorima-cchi sangat tsundere. Berkata, "karena hari ini benda keberuntunganku adalah cokelat, maka dengan terpaksa aku akan menerimanya." pada setiap gadis yang menawarinya cokelat dengan wajah bersemu.
Murasaki-cchi jangan ditanya. Ia sudah menyiapkan kantong besar dari rumah untuk membawa cokelat-cokelat yang pasti diterimanya dengan lapang dada.
Dan... para penggemarmu (yang sedikit itu—oke, mungkin cukup banyak, tapi tidak lebih banyak daripada penggemarku) membawa kuntum bunga dan meletakkannya di bangkumu—oh, mantan bangkumu. Kupikir... ada juga ya orang yang masih mengagumimu.
Nah, Aomine-cchi kupikir surat ini sudah cukup panjang. Lagipula, aku sudah cukup pegal (kurasa kau juga bosan membaca ini, 'kan?).
Kuakhiri dulu ya. Lain waktu aku akan berkirim surat lagi!
Oh, dan kau tidak usah membalasnya! Akan sangat menyeramkan kalau ada surat dari seseorang yang sudah meninggal, bukan?
Sekali lagi, selamat tanggal 14 Februari, Aomine-cchi! Hari peringatan setahun hubungan kita dan dua bulan kepergianmu...
.
—Ryouta Kise.
