Disclamair

Naruto Masashi Kishimoto

Ninja Romance Story Become A Drama : Khamora Ssizie

Main Cast : Gaara, Sakura, Sasuke, Lee.

Suport Cast : Semua tokoh yang akan muncul.

:::::::::::::::::

Cekidot!

Pagi hari di kota Konoha, gadis berambut pink itu kini sedang menghirup udara pagi yang sejuk, belum sempat embun pagi menjadi air yang membasahi dedaunan, ia terbangun, memeluk dirinya sendiri karena kedinginan. Ia teringat rekan setimnya, Naruto, Kakashi, Sai, dan yang paling baru Yamato, meskipun saat ini mereka jarang bertugas bersama lagi sejak kekacauan yang ditimbulkan Sasuke. Sasuke telah memutuskan untuk tidak tinggal di Konoha, tetapi gadis bersemangat ini tidak akan mengingat masa memalukan diman dirinya sangat mengejar pria tampan tersebut. Ada yang barukah? Entahlah. Teringat akan rekan setimnya yang di mana tidak ada dari mereka wanita, ia memutuskan untuk membuatkan mereka satuper satu sarapan kesukaan mereka, minus Kakashi, kali ini ia harus di buatkan menu makanan sehat untuk pemulihan sepulang misi kemarin, tidak berat, tetapi butuh perhatian.

Selesai membuat sarapan ia seakan menjadi tukang pos dadakan, ia akan membangunkan satu persatu semua lelaki itu. Jika di pikir-pikir, kisah romansa sangat jarang di ungkit dari kehidupan mereka, kabar terbaru, Hinata yang diam-diam selama beberapa tahun, bahkan saat nenek moyang author masih hidup sudah menaruh perasaannya pada Naruto persaannya terbalas. Siapa yang tidak suka Naruto? Setia kawan, tampan, tidak menjaga image a.k.a jaim, sering tersenyum, dan pemberi semangat, postur ideal, hanya satu kekurangannya, konyol. Tapi Hinata tidak peduli itu, gadis pemalu ini tidak peduli jika dirinya menyukai pria konyol dengan dompet kodok itu, toh dia akan menjadi Hokage di kemudian hari, Shino saja yang dinginnya minta ampun udah kaya di jaman Ice Age orang bilang keren tapi bersolmed kan serangga, NO WAY! Oke, Author bercanda. Maaf Shino. Kabar terbarunya Hubungan Naruto dan Hinata mulai serius, diam-diam, Sai dan Sakura mengamati lagak dan tingkah laku kawannya tersebut. Dan terakhir entah beberapa bulan yang lalu mereka terlihat jalan berdua, membuat Sai dan Sakura menjadi shock dan muntah-muntah. Tidak sampai muntah, mereka hanya menceritakan pada Kakashi . Kakashi seperti biasa, entah apa yang dipikirkan pria itu saat mendengarnya apa yang kalian harapkan? Ia seringkali terlihat hanya dengan satu matanya, ekspresi apa yang bisa di baca dari itu?, namun ia berkata 'Aku sudah tua rupanya' lalu Sakura dan Sai mengangguk setuju.

Lalu apa yang di dapatkan Konoha, bagaikan harum bunga bangkai, gosip bisa merebak begitu cepatnya, Neji dan Lee, tidak, bukan Lee, Ten-Ten, Author tidak mengatakan mereka ada sesuatu, tetapi mereka terlihat aneh semenjak di beri misi berdua, hanya BERDUA! Selepas itu, mereka bagaikan Bella dan Edward, tidak terpisahkan. Bagaiman dengan Lee? Silahkan kalian membuat cerita sendiri untuknya.

Baiklah, kembali pada gadis berambut pink yang beberapa tahun belakangan membiarkan rambutnya menjuntai hingga menyentuh ruas-ruas tulang belakangnya. Jika dipikir-pikir, sudah lama semenjak perang ninja berakhir, mungkin masih ada yang harus di selesaikan, namun tidak separah waktu Sasuke kabur dulu. Ada beberapa yang menyusahkan, ada beberapa yang sampai mengerahkan sebagian ninja terhebat Konoha untuk menyelesaikannya, seperti para tetua bilang, hidup ini berakhir jika sudah di liang lahat. Terlepas dari itu semua, tentunya para remaja Konoha yang kini sudah memesuki tahap puberitasnya tentunya mengalami getaran-getaran aneh yang disebut sengatan cinta. Seperti contoh di atas, dalam kasus Hinata dan Naruto. Neji dan Ten-Ten, Shino dan serangganya, (Maaf Shino) dan beberapa couple yang telah kalian ketahui. Sakura, nama gadis itu jika mengingat semuanya tadi membuat ia seperti orang gila, ia tersenyum sendiri, berat bekal yang ia bawa kini tidak terasa tiba-tiba saja ia telah sampai di jendela kamar Naruto, ia masuk, tapi tidak membangunkannya, ia hanya menyetel jam bekernya agar terbangun tepat waktu, kasihan dia, selalu mengalami misi yang berat, dan kemarin ia juga ada misi, jadi tidak sempat menemaninya. Dari Naruto, ia ke Sai, yang ternyata sedang mandi, ia meletakan sarapannya . Kemudian menuju ke rumah Yamato, dan terakhir Kakashi, ia membelai rambut gurunya yang silver itu, ia terlihat kesakitan dalam tidurnya, Sakura dan Kakashi sangat dekat, saking dekatnya Sakura dikabarkan telah melihat wajah Kakashi, faktanya, Sakura memeang sudah melihatnya, sejak mereka bertiga, Sai, Sakura dan Kakashi di beri misi yang berat hingga ke level S, Kakashi terluka di bagian wajah, karena tidak inigin infeksi, Sakura membuka paksa pentup wajah Kakashi, dan Kakashi tidak keberatan, dia hanya menyuruh Sai untuk pergi, dia tidak ingin ada orang lain lagi yang melihat wajahnya. Sakura sampai terkisap, ia tidak menyangka gurunya yang tukang terlambat ini memiliki wajah setampan itu, bahkan lebih tampan dari Sasuke. Sejak itu, mereka juga di kabarkan ada sesuatu.

Pernah suatu ketika Ino, Sai, Naruto bahkan Yamato dan Shikamaru pun ikut menyelidiki ada apa di balik hubungan mereka. Mereka teramat penasaran, karena jika di tanya mengenai wajah Kakashi, Sakura hanya menjawab 'aku tidak begitu memerhatikannya, kesehatan pasien yang paling utama' jawaban abstrak macam apa itu? mereka tidak terima, maka terbentuklah grup jadi-jadian dengan beranggotakan kombinasi ninja yang jarang di jumpai, sejak kapan Yamato dan Shikamaru mengurusi hal beginian? Begitu dahsyatnyakah hubungan mereka? Entahlah.

Sakura mengeluarkan chakranya di bagian lengan Kakashi yang di beri perban. Jika kalian juga ikut-ikutan bertanya ada apa dengan mereka, jawabannya, tidak ada apa-apa. Hanya kedekatan mereka serius, sampai-sampai Lee pun ikut-ikutan cemburu dibuatnya, mengapa ia tidak ikut dengan ninja jadi-jadian di atas? Ia tidak mau sakit hati jika tau kebenarannya. Poor Lee. Sama Author aja deh.

Ya, membicarakan kisah cinta yang sangat tabu dalam dunia mereka adalah ketertarikan sendiri bagi para pelakunya, contohnya saja Shikamaru, ia terkadang menjadi bulan-bulanan karena yang dulu membenci wanita kini dialah yang paling utama terkena sihir cinta dari desa Suna, siapa lagi jika bukan gadis bermata indah Temari, dari semua hubungan seangkatan Shikamaru, dialah yang paling lama menjalin kasih.

Membicarakan Suna, gadis yang sedari tadi mengalirkan chakra di lengan gurunya ini menjadi terbawa pikiran, mengapa? Ia mengingat perkataan Shikamaru. 'Di balik sikap dingin seseorang, ia masih punya hati, untuk dicintai maupun mencintai, apa jadinya jika seseorang tidak memiliki cinta, sudah lama ia di kepung, di penjara karena akan membinahanguskan seseorang karena hanya motif yaitu kebencian yang tak beralasan, ia juga butuh kasih sayang, meskipun menolak, tapi hati tidak akan menolak'. Seseorang yang dingin yang dimaksud adalah saudara, maksudku calon saudara ipar Shikmaru, Gaara.

:::::::::::::::::::::::::

Di kajuhaan sana, sedikit demi sedikit pasir itu menyentuh pipi halusnya, angin subuh itu menerbangkan beberapa pasir yang dibiarkan berpindah tempat untuk kembali diinjak. Ia melepaskan gentong besar yang telah sangat akrab di punggungnya, kali ini ia memutuskan tidak akan memikirkan apapun tidak desa yang ia pimpin, tidak bagaimana mensejahterakan rakyatnya, ia juga tidak akan memikirkan dirinya sendiri. Namun, remaja tetaplah remaja, remaja yang sebentar lagi akan menjadi dewasa ini tidak akan menolak sengatan aneh yang mengganggu hidupnya. Hubungan Suna dan Konoha sangat akrab, berterima kasihlah pada Naruto yang telah merubah jalan hidup Kazekage kita yang sedari tadi menjadi bahan pembicaraan. Gaara.

Di desanya, tidak ada konoichi hebat, bahkan untuk menyembuhkan tubuh kakaknya –Kankurou dari racun membutuhkan Konuichi hebat, Sakura.

Nama itu lagi, nama yang mau tidak mau harus ia sebut untuk dimintai pertolongan, untuk menyembuhkan beberapa ninjanya yang pulang dalam kedaan sekarat. Gaara selalu bertanya-tanya, apakah ia tidak bosan, apakah ia tidak lelah jika terus menerus ke Suna hanya untuk menyembuhkan orang, meskipun tidak jarang Shikmarau terus menemaninya jika ninja berkepala nenas tidak memiliki misi.

"Apa kau tidak lelah?" Tanya Gaara waktu itu pada Sakura.

"Eh?" Sakura terkejut atas pertanyaan tiba-tiba Gaara. Melihat Ekspresi Sakura yang begitu terkejutnya menimbulkan rasa penasaran.

"Aku bertanya apa kau tidak lelah, tapi kau malah terkejut seperti ingin aku bunuh." Kata Gaara dingin dan datar.

"Bukan begitu, aku hanya tidak pernah tau jika kau perhatian padaku," kata Sakura takut-takut. Mendengar itu, Gaara langsung pergi dengan segala muka tanda tanya.

Dalam pikiran Gaara waktu itu, tentu saja ia perhatian padanya, ia pulang balik desa Konoha-Suna hanya untuk mengobati, itu perasaan yang wajar bukan.

Tapi apa yang ia dapatkan, pernah suatu ketika, saat itu ia akan ke rumah sakit untuk mengunjungi tamunya dari desa Konoha, Sakura. Mau tidak mau harus ia lakukan karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Ataukah ada yang lain? Tanyakan saja pada Gaara. Ia melihat kunoichi tersebut terlelap dengan posisi duduk. Ia melihat sekeliling, ia mendapati salah satu ninja medis yang kebetulan akan berjalan melewati ruangan tempat ia berada sekarang, ia menahannya, pemuda itu berhenti dengan wajah terkejut,

"Ada apa Kazekage-sama?" Tanya pemuda tersebut.

"Mengapa kau biarkan dia tidur seperti itu?" Tanyanya dengan raut wajah sedikit jengkel.

"Maafkan aku, tetapi, jika aku bangunkan, aku lebih tidak tega, dan juga jika aku mengangkatnya, aku takut ia akan terbangun," katanya agak sedikit takut.

"Kau melakukan hal yang tepat, kembalilah bekerja." Pemuda medis itu menunduk sebentar lalu meninggalkan Kazekage. Gaara kembali memandang lekat gadis di depannya, gadis cantik, dengan kulit seperti susu, ia yang dulu gadis lemah kini seanggup menghancurkan batu dengan satu jarinya secara harfiah, ia mampu menyembuhkan kakaknya dari racun yang hampir merenggut nyawanya, dan ia sangat berterima kasih akan hal itu. Gadis dengan kemauan yang kuat, ia bahkan mengalahkan Sasori, yang bagi sebagian orang mustahil untuk mengalahkannya, luar biasa. Ia juga menjadi satu-satunya murid dari Hokage kelima, Tsunade. Gaara terkisap, sejak kapan ia mengagumi seseorang seperti ini, ia jarang dekat dengan wanita, namun apa yang ia rasakan belakangan pada Sakura mulai beda ketika ia bersama Temari, atau bersama Matsuri.

Ini tidak boleh terjadi, ia harus membuang jauh-jauh perasaan yang seperti itu, imagenya sebagai pemimpin yang dingin tidak akan pernah tergoyahkan oleh apapun juga.

Namun semuanya sia-sia saat suatukejadian, Sakura kembali di tugaskan ke Suna, kali ini ia sendirian, ini keadaan genting, saat itu ninja andalan Suna terluka sangat parah, tak ada yang bisa menyembuhkannnya kecuali Sakura, padahal saat itu ia sedang flu berat, sampai-sampai suaranya parau hampir tak terdengar. Ia menyembuhkan ninja itu dengan segenap jiwa dan raga, saat semuanya sudah pulih. Sakura sempat menarik sudut bibirnya untuk tersenyum karena telah menyembuhkan ninja tersebut, lalu Sakura ambruk tak sadarkan diri. Gaara sempat melotot, namun kembali pada wajah datarnya, ia dengan sigap menangkap tubuh Sakura lalu ia baringkan ke tempat smesetinya orang terbaring. Lalu dengan cepat para pemedis di sana memberi perawatan intensif padanya.

Temari tersenyum melihatnya, melihat itu wajah protes Gaara ia tunjukan, "Apa kau tidak lihat seseorang tengah pingsan?"

"Adiku sayang, hanya kau yang panik, lihat sekililingmu, Sakura hanya terkena flu berat, aku harus memberitahukan berita baik ini pada Kankurou," Temari sempat menepuk pelan bahu adiknya sebentar lalu berlalu. Gaara terpaku sesaat, apakah sekarang ia berhasil menolaknya? Sayangnya semua orang telah melihat wajah paniknya, yang jarang ia perlihatkan meskipun melawan ninja hebat sekalipun.

Memikirkan itu semua membuat Gaara yang tengah duduk di atas sebuah gedung ini mendesah panjang. Ia benci memiliki perasaan seperti ini, perasaan yang membuatnya tidak tenang, belum pernah sekalipun ia merasakan hal seperti ini, perasaan benci dan rindu yang membuncah pada saat bersamaan.

Waktu terus berjalan seperti biasa, tanpa terasa, dalam waktu yang berjalan itu, Gaara seorang pemuda berhati dingin ini tanpa sengaja mengucapkan kata tabu pada seorang gadis berambut permen karet, bukan kata-kata tipe Lee, seperti 'aku mencintaimu' kata-kata itu tersirat, ia saat Sakura akan meninggalkan Konoha ia berkata

"Apa kau masih memikirkannya?" kata Gaara di tengah-tengah salju yang dingin, ya, saat itu sedang musim dingin.

"Apa? Memikirkan apa maksudmu?" Kata Sakura sangat heran dengan pertanyaan itu, tiba-tiba saja pemuda berwajah datar itu bertanya pertanyaan ambigu dan sangat basa basi, jelas bukan karakternya sama sekali.

"Pemuda Uchiha itu?" Jleb, kata-kata itu membuat Sakura heran sama sekali, ia begitu sangat tidak mengerti apa yang ada di benakGaara. Ia bukan lagi gadis cengeng yang mengharapkan pemuda yang jelas menentukan sendiri pilihannya. Waktu mengajarkan segalanya padanya.

"Aku tidak ada waktu memikirkan pemuda sepertinya, meskipun ia kembali ke Konoha aku tidak akan memikirkan hal yang tidak-tidak, jelas-jelas ia tidak memikirkan ku sama sekali." Kata Sakura tegas.

"Baguslah, aku tidak suka." Gaara dengan suara sangat dinginnya membuat Sakura berhasil membuatnya melotot.

"Apa maksudmu?"

"Selamat jalan. Berhatihatilah" Dan Gaara pun berlalu meninggalkannya namun sebelum itu ia sempat membersihkan salju yang sempat hinggap di tengah helaian rambut Sakura. Meninggalakan Sakura dengan seribu tanda tanya.

Kejadian itu membuat keadaan berubah, mereka tidak memiliki kecanggungan satu sama lain, seketika Gaara memiliki Sakura. Sakura memiliki Gaara. Namun hubungan yang mereka miliki sungguh pelik, tidak seperti hubungan Temari Shikamaru, Hinata Naruto, Neji TenTen, tidak ada pengakuan namun mereka seluruh desa, seluruh ninja yang berkaitan dengan mereka tau bahwa hubungan yang mereka miliki istimewa, tidak ada yang boleh melukai salah satu dari mereka, atau salah satu dari mereka akan murka padamu.

Mereka, Gaara dan Sakura, tidak ada pengakuan, namun sikap dingin Gaara sering membuat orang tidak tau apa yang kini terjadi di dalam perasaan Kazekage muda tersebut, orang-orang berharap sikap dingin Gaara akan berubah jika ia mengalami manusia normal lainnya alami. Jatuh cinta. Begitu pun dengan Sakura kedekatannya pada pria yang kadang berlebihan membuat orang lain bertanya siapa sebenarnya pemilik hati gadis cantik ini. Namun sesungguhnya ia tidak memiliki kedekatan berlebihan pada lelaki, namun ia merasa memiliki tanggung jawab mengurusi Kakashi dan Sai. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya Sakura tfdak akan sampai hati pada Hinata jika perhatiannya pada Naruto berlebihan, meskipun sebenarnya Hinata tidak keberatan. Sasuke? Sakura tidak pernah mengganggu hidup pemuda itu, rasa trauma akannya sangat segar diingatannya, di mana dengan tangannya sendiri ia hampir membunuhnya.

:::::::::::::::::::::::

Apa yang kedua orang ini pikirkan di subuh menusuk tulang ini adalah sebuah romansa yang sangat wajar di alami oleh kedua pasangan. Pasangan? Sama sekali tidak ada yang menguatkan fakta tersebut. Jika kalian ingin mengatakan mereka sedang menjalin kasih, silahkan, tidak akan ada yang keberatan. Seperti kisah Asuma dan Kurinai, tidak ada riwayat yang mengatakan mereka sebuah pasangan, mereka hanya terlihat sering berdua, namun siapa yang menyangka bahwa mereka adalah suami istri? Anggaplah mereka semua seperti itu. sayangnya tidak ada artikel khusus yang menceritakan kisah cinta yang Asuma dan Kurinai memulai dari menyatakan perasaan sampai sekarang udah memiliki Asuma junior. Anggaplah ini adalah sebuah cerita lain dari kehidupan ninja, kehidupan cinta yang semua orang bisa galau badai karenanya.

Kembali pada perasaan mereka, apa yang mereka pikirkan adalah sebuah insiden yang terjadi di saat kunjungan terakhir Sakura, mereka mengalami pertengkaran. Namun tidak sampai bertarung, mana mungkin dua sejoli yang saling menaruh hati itu mengeluarkan jurus satu sama lain, apalagi Gaara, Sakura terluka sedikit, ia tidak akan terang terangan marah. Ia hanya akan menghancurkanmu dengan pasirnya. Tentu saja dengan pemikiran panjang siapa orang tersebut.

Saat itu, di malam perpisahan mereka, saat Sakura harus kembali mengabdi pada Konoha, tempat tinggalnya tercinta.

Flashback

"Sakura," panggil Gaara dengan nada pelan. Sepelan malam yang tidak ada satupun binatang berkicau di sekitar mereka. Sakura tidak menjawab, ia hanya menoleh sambil mengangkat alisnya. "Sesampainya di Konoha, boleh aku memohon satu hal?" Katanya masih dengan wajah datarnya. Sakura hanya menapakan mimik wajah –silahkan lanjutkan- "Jangan terlalu dekat dengan lelaki lain, seperti Kakashi". Sontak perkataan Gaara membuat Sakura sedikit mengerutkan alisnya.

"Lelaki lain yang kau maksud itu adalah guruku Gaara" tegas Sakura.

"Bagaiman dengan Sai?"

"Aku sudah satu tim dengannya selama bertahun-tahun apa yang kau curigai dari itu?" kata Sakur sedikit menaikkan satu oktaf suaranya.

"Apa kau masih berfikir aku tidak memiliki hati? Oh benar, mana mungkin seorang monster melibatkan hati dalam kehidupannya, begitu pikiranmu?"

"Apa sebenarnya yang kau fikirkan, sekarang begini, apa kau berfikir apa yang aku pikirkan saat kau berubah lunak pada gadis yang selalu menempel padamu itu?" Sakura mulai emosi.

"Matsuri? Apa kau bercanda? Dia muridku." Ekspresi datar Gaara benar-benar sulit untuk di baca pikirannya.

"Benar. Dia muridmu." Tegas Sakura lalu langsung pergi. Namun tangan kekar Gaara menahan lengan Sakura.

"Aku tidak ingin membuat gerbang desa ini berantakan, jadi kumohon lepaskan." Dan percakapan itu pun berakhir.

End of Flashback

Terik matahari menembus iris hijau tosca milik Gaara, tanpa sadar ia sudah beberapa jam terus berkhayal tentang flashback. Ia memejamkan mata sebentar, menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu saat membuka matanya ekspresi itu terlihat lagi, ekspresi ingin dengan tatapan menusuk, yang siapa pun akan tidak berani menatap matanya langsung. Saatnya ia kembali menjadi Kazekage, pemimpin yang di segani.

Lain di Suna, lain pula di Konoha, gadis ini tanpa sadar telah menghabiaskan banyak chakranya. Pria yang di beri pengobatan pun sudah beberapa menit yang lalu telah terbangun.

"Aku tidak akan membuang tenagaku jika jadi kau," suara berat khas pria membuyarkan lamunan Sakura.

"A..a kau sudah bangun?" Tanya Sakura sambil tersenyum.

"Sudah beberapa menit yang lalu," kata Kakashi menatap Sakura dengan tatapan meneliti.

"Benarkah? Hey, kenapa kau menatapku seperti itu?" Kata Sakura sambil mengibaskan selimut yang sedari tadi membungkus erat pria yang sedari tadi sedang berbaring.

"Apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Kakashi masih meneliti.

"Tidak ada. Habiskan sarapanmu. Ingat jangan melakukan aktifitas yang berlebihan." Sakura pun berlalu meninggalkan gurunya itu dengan tanda tanya yang bersarang di kepalanya. Otak jeniusnya tak sanggup menerka apa yang dipikirkan anak muridnya itu.

Hubungan Sakura dan Gaara memang sangat pintar disembunyikan oleh keduanya. Dari tiga tahun yang lalu sampai sekarang. Hanya Shikamaru yang mampu membaca gerak gerik mereka, itupun dari informasi Temari. Hanya saja mereka sangat malas mengurusi hal yang seperti itu. biarlah mereka menjalaninya juga.

:::::::::::::::::::::::

Di gedung itu, di gedung di mana semua warga Konoha dapat melihatnya, gedung yang tepat di atasanya terpahat wajah tamapan dan cantik para hokage. Di dalamnya telah berkumpul sembilan pemuda pemudi : Sasuke, Naruto, Sai, Sakura, Shino, Hinta, Lee, Ino, Shikamaru, yang berdiri tepat di hadapan wanita cantik berkutek merah tajam, dan di sampingnya ada seorang gadis dengan rambut kelam sebahu yang belakangan sedang degosipkan dengan ninja bernama Genma sedang menggendong seekor babi yang di sekitar lehernya berhiaskan kalung. Sudah saya bilang, ini adalah sisi lain dari kehidupan ninja mereka, jadi jangan heran jika saya mendeskripsikan kisah lain dari mereka(Romansa).Bukan babinya, Shizune dan Genma.

"Biar saya jelaskan, kalian akan ke markas sebuah perkumpulan ninja kelas kakap, yang menciptakan berbagai macam ledakan dan bergerak diam-diam dan menunggu desamu di hancurkan, issu yang beredar, salah satu mungkin pemimpin dari mereka memiliki dendam pada Konoha, salah satu anggotanya sangat pandai menyamar, ia akan bisa meniru salah satu keahlian ninja kalian. Isi dari sekolompok itu adalah missing nin yang kini menjadi buronana. Selain kalaian menggagalakan rencana mereka, kalian harus mengalahkan, menangkap, dan jika kalian terpaksa, kalian harus membunuhnya, maka bunuhkah. Misi ini tidak juga di katakan penting, namun juga tidak di katakan tidak berbahaya, jaga diri masing-masing. Ingatlah berapa nyawa yang bisa kalian selamatkan dengan menangkap mereka." Jelas Tsunade panjang kali lebar sama dengan luas.

"Kalian semua tau di mana posisinya, singgahlah di desa Suna, dan beristirahatlah di sana, jarak antara lokasi dan Suna cukup dekat" sambung Tsunade, Hokage kelima yang di panggil nenek oleh Naruto. Saat mengatakan itu, air muka Sakura langsung berubah menjadi susah di tebak. "Kalian mengerti? Pergilah!" Seketika, kesembilan ninja itu langsung menghilang dari hadapan Tsunade.

"Ada apa dengan Sakura?" Tanya Tsunade lebih kepada diri sendiri.

:::::::::::::::::::

Jalur yang ia hafal di luar kepala itu, membuat gadis yang kepalanya berhiaskan pink itu dengan leluasa membiarkan pikirannya menjauh, ia tau jalanan ini tinggal beberapa ratus meter lagi ia akan menghadapi sebuah gerbang, tempat mereka beristirahat, kata sanh ketua misi Shikamaru, seprti biasa.

Sakura masih ingat, bagaiman gerbang itu hampir ia hancurkan, bagaiman ia melihat sisi lain dari Gaara, ia melihat seorang lelaki yang cemburu tanpa dasar, ia tidak suka melihat Sakura dekat dengan Kakashi, atau siapa pun itu. Sebenarnya wajar, mereka kini salaing memiliki satu sama lain, namun bagi Sakura tak ada alasan untuk tidak menyayangi gurunya sendiri, teman-temannya sendiri.

Tiba-tiba saja, kepala Sakura terbentur pohon yang saat itu memblock jalannya, tentu saja ia tidak melihatnya rohnya sama sekali tidak berada dalam raga yang sedari tadi seperti terbang melewati dahan demi dahan. Belum selesai, saking kagetnya, Sakura terjatuh dari ketinggian beberapa meter, sial tak dapat di tolak, kaki Sakura tekilir hebat, jika mengingat ia bukan anak kecil lagi, ia akan menangis. Sakura hanya dengan refleks merintih hebat, kesakitan.

Yang lain belum sempat mereka bertanya suara seperti suara jatuh, kini disusul dengan rintihan suara wanita, tidak keras hanya jika mendengarnya kalaian akan tahu ia kesakitan, mereka langsung sadar bahwa kini Sakura sudah tidak ada di belakang mereka.

"Kau tidak apa-apa? Apa yang kau pikirkan?" Tanya Naruto panik.

"Maafkan aku, aku begitu merepotkan, duluanlah, aku telah mengetahui jalannya, sebentar lagi, kaki ini akan sembuh," kata Sakura sambil mengeluarkan chakra hijaunya di sekitar kakinya.

"Kakimu bukan hanya terluka, kau juga terkilir kau butuh di urut" Sai memegang kaki Sakura,

"Au," Rintih Sakura "Pelan-pelan Sai, aku tahu, ku bisa mengurusnya, duluanlah kalian pasti lelah,"

"Dasar jidat! Kenapa kau ini keras kepala sekali? Shino gendong dia, di Suna kau akan lebih nyaman," Shino yang tanpa di tuunggu beberapa detik langsung menggendong Sakura ala bridal style. *Tau nggak sih lo pade gua cemburu badai?*

"Ino, apa yang kau lakukan? Shino, sudahlah aku tidak ingin merepotkan" Sakura berusaha menggeliat untuk di turunkan oleh Shino.

"Ino benar, aku tidak apa-apa," sebenarnya bukan tentang Shino, tetapi bayangan akan mata hijau tosca yang membunuh yang ia takutkan. Sakura hanya mendesah panjang, dan berbalik belakang, menyaksikan bagaiman ia melihat dedaunan bagaikan refleksi bayangan hijau yang seakan mengelilingi dirinya. Mereka melanjutkan perjalanan.

::::::::::::::::::::

Sesampainya di Suna, mereka sempat terpaku, bukan karena pemandangan aneh, namun karena kehidupan yang di desa ini yang hampir seperti desa tak berpenghuni. Mereka berdiri mematung mencari kehidupan.

"Jangan heran, di siang seperti ini, mereka lebih memilih diam di dalam rumah menikmati suguhan dingin yang akan mnyegarkan tenggorokan di cuaca sepeeti ini" jelas Sakura masih dalam gendongan Shino.

"Wah, Saku-chan mengenal Suna dengan baik" puji Lee yang hanya ditanggapi Sakura dengan senyum manisnya.

Lalu tiba-tiba saja, angin aneh berhembus, sebuah badai pasir bersarang di belakang Shino, sepersekian detik pasir itu memperlihatkan mata menusuk yang sempat memandang Sakura, lalu pusaran pasir itu, berubah menjadi tubuh sutuhnya, Gaara.

Ia tepat di belakang Shino, dengan tatapan yang sanggup membuat cacing-cacing di dalam perutmu ciut untuk berbunyi. Dan sialnya hanya Sakura yang sempat di tatapnya.

TBC

Lanjut?

Ripiew. *Maksa*

Arigatou Gozaimasu Minna-san ^_^