Halo! Di sini Shuukou!
Kali ini Shuukou membawakan sebuah fan fiksi eksklusif, hasil kerjasama dengan senpaiku yakni Kak fate_craightn . Selamat membaca!
Pemuda berambut hitam dan biru itu menutup tirai kamarnya dan mematikan lampu, seakan ingin menyembunyikan keberadaannya. Mengabaikan kantuk yang menghunjam kepalanya, ia mengambil sebuah kursi dan meletakkannya di tengah ruangan. Ia telah siap untuk ini.
Didekatinya sebuah lemari tak jauh dari tempat tidurnya, mengisi kata sandi dan membuka pintunya. Ia mengambil sepucuk pistol di lemari tersebut, memastikan bahwa pelurunya masih tersedia. Rupanya kosong, pikirnya. Ia kemudian teringat akan satu set magasin yang didapatnya dari seseorang tempo hari, yang ia simpan di tasnya. Refleks, ia merogoh tas tersebut dan mengambil magasin yang dimaksud, lalu mengisi ulang pistolnya.
Dengan tenang, ia duduk di kursi dan mengarahkan laras pistol tersebut ke pelipisnya. Segala sesuatu tidak ia pedulikan lagi; setidaknya ia telah mengirim ucapan selamat tinggal yang pantas.
Sambil menarik napas panjang, ia turut menarik pelatuknya.
Beyond Time and Space
Chapter 1: Agen Penjelajah Waktu
Fan Fiction by Shuukou Jin
Lore & Original Characters by fate_craightn
Disclaimer: Criminal Case © Pretty Simple, dan original character 'Adhre Fielchester' © adhre_fielchstr . Kami tidak mengambil keuntungan materiil sedikit pun dari fan fiksi ini, dan penggunaan original character 'Adhre Fielchester' dalam fan fiksi ini telah disetujui oleh pemilik OC yang bersangkutan.
6 Mei, 2068.
"Fate Craighton, aku perlu bicara denganmu."
Aku mendengus pelan mendengar kata-kata Paman Jones. Baru saja aku sampai di kantor, sudah ada yang perlu dibicarakan ... menyebalkan.
"Ada apa, Paman?" tanyaku, malas.
"Ikut denganku." Paman Jones berbalik dan melangkah ke ruangannya.
Tanpa bicara, aku langsung saja menyusulnya. Tidak biasanya Paman Jones mengajakku ke ruangannya ... apa ada misi rahasia yang harus kujalani?
Begitu sampai di ruangannya, Paman Jones menyalakan perangkat hologram dan menunjukkan sebuah diagram yang dilengkapi dengan foto-foto para pemimpin dunia berpengaruh dalam kurun waktu 5 dasawarsa silam.
"Belakangan ini, kami mendapat laporan dari Eagle Eye perihal tingkat bunuh diri yang semakin tinggi di kalangan pemimpin dunia." Paman Jones mulai menjabarkan, "Tentunya hal ini sungguh mencurigakan, karena pada zaman ini upaya pencegahan bunuh diri selalu membuahkan hasil maksimal. Dalam seluruh kasus barusan, korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, serta hasil otopsi selalu menunjukkan satu jenis peluru yang serupa."
"Eagle Eye, agen elit itu ..." Aku bergumam pelan. Eagle Eye adalah agen elit misterius yang memiliki reputasi tinggi di CIA; bahkan Paman Jones tidak tahu siapa dia sebenarnya. "Mungkinkah ini pembunuhan yang disamarkan?" komentarku.
"Bisa dikatakan demikian. Namun, ada satu insiden yang tidak biasa." ujar Paman Jones, menunjukkan sebuah foto lain; seorang pemuda berambut hitam dan biru, mengenakan kaus abu-abu gelap serta kemeja merah kotak-kotak. "Pada tahun 2018, seorang pemuda bernama Chad Craighton ditemukan bunuh diri dengan metode serupa. Peluru yang digunakan pun sama persis dengan kasus-kasus sebelumnya."
"Apa?!" Aku terkejut. Aku sangat mengenal pemuda itu; ia adalah saudaraku, yang kerap disebut 'Fate generasi sebelumnya'. "Dia bahkan tidak memegang peran apa pun dalam pemerintahan!"
"Maka dari itu, aku menugaskanmu untuk menyelidiki insiden ini. Anda diharuskan untuk kembali ke tahun 2018 dan memulai investigasi di sana. Mengenai perangkat perjalanan lintas zaman yang akan Anda gunakan, itu telah disediakan oleh pihak MGB. Segeralah berangkat ke Moskow." perintah Paman Jones.
"Baiklah!" Aku mengangguk mantap.
Sebelum sempat aku berbalik dan bersiap untuk berangkat, Paman Jones menahanku. "Tunggu dulu, Fate, ada satu lagi yang harus kusampaikan."
"Ada apa?"
"Nanti begitu Anda sampai di tahun 2018, jika Anda menemui istriku ... tolong sampaikan salamku padanya."
"Terserah."
Kemudian, aku mohon diri untuk berangkat ke Moskow secepatnya. Baru kali ini aku mengemban misi lintas zaman; terlebih ini ada sangkut-pautnya dengan kematian salah satu anggota keluargaku. Hanya saja, aku harus berhati-hati agar tidak memicu paradoks yang dapat mengacaukan kenyataan itu sendiri.
Moskow, Rusia.
Aku menatap perangkat yang kugenggam dengan cermat; mereka bilang inilah mesin waktu yang akan kugunakan untuk kembali ke tahun 2018. Bentuknya agak mirip sebuah ponsel layar sentuh biasa, namun jika aku memasukkan 6 digit kode tertentu pada submenu 'Timer' di aplikasi jam bawaan, perintah perjalanan waktu akan terbuka. Dalam menu perjalanan waktu ini, terdapat penunjuk tanggal saat ini, pengaturan tanggal, bulan, tahun, dan lokasi tujuan; serta sepasang tombol yang masing-masing bertuliskan 'Start' dan 'Cancel'. Lebar layarnya sekitar 5 inci, mudah disimpan dalam saku.
"Kira-kira berapa lama perjalanan lintas waktu?" Aku bertanya, penasaran.
"Tergantung. Tiap satu tahun, lama perjalanan bertambah satu detik." jawab Agen Harold Brown, yang memberikan mesin waktu itu padaku barusan.
"Itu berarti perjalananku akan memakan waktu hampir satu menit." Aku mengangguk, paham.
"Satu hal lagi, dalam setiap mesin waktu terdapat jaringan telepon lintas zaman. Saya dan agen lain akan menghubungimu jika kami mendapat informasi penting."
"Dimengerti. Kalau begitu, aku berangkat sekarang."
"Selamat jalan, Agen Craighton. Tuhan memberkatimu." ucap Agen Harold.
Segera, aku mengaktifkan perintah perjalanan waktu; menyetel waktu tujuan menjadi 6 Mei 2018, lokasi perbatasan kota Grimsborough. Sebuah panel konfirmasi terpampang di layar, bertanya, 'Apakah Anda yakin dengan tanggal tujuan berikut?'. Kutekan tombol Start, dan sesaat kemudian semua memudar.
Kemudian, aku melayang-layang di ruang putih hampa, seperti mengambang di sungai yang mengalir pelan. Peristiwa-peristiwa masa lampau berkelebat sekilas di sekitar; perekrutanku sebagai agen CIA, suasana sekolah, wajah Ayah dan Ibu sesaat sebelum mereka pergi.
Perlahan, sensasi melayang itu memudar. Kehampaan yang mengelilingiku berganti dengan suasana perbatasan kota nan sunyi. Sepertinya aku sampai di tujuan.
Kuperhatikan daerah sekitar, tidak jauh berbeda dengan tahun 2068. Dari jauh aku melihat sebuah mobil hitam bergerak ke arahku; sepertinya mobil itu menggunakan bahan bakar fosil ... berbeda jauh dengan kendaraan tahun 2068, yang memakai tenaga surya. Mobil hitam itu berhenti di depanku, kemudian salah satu jendelanya terbuka; menunjukkan seorang wanita berambut cokelat gelap yang tertata dalam kepangan.
"Apakah Anda Fate Craighton dari CIA?" tanyanya, pelan.
"Iya." Aku menunjukkan tanda pengenal, sedikit merasa heran karena ia tahu namaku sebelumnya. "Anda siapa?"
"Agen Kreszentia Reinhardt, dari FBI." Ia balas menunjukkan kartu pengenal. "Saya ditugaskan oleh Eagle Eye untuk menjemput Anda. Masuklah."
Aku menurut. "Akan ke mana kita sekarang?"
"Persinggahanmu selama misi berlangsung." Wanita bernama Kreszentia itu mulai mengemudi.
Sepanjang perjalanan, aku memandang suasana Grimsborough di zaman ini. Sebagian distrik terlihat rusak parah; mungkin efek gempa besar yang diakibatkan oleh eksperimen rahasia DreamLife. Suasananya juga sedikit berbeda dengan zamanku; Grimsborough tahun 2018 rasanya sedikit lebih ramai.
Tak lama kemudian, sampailah kami di sebuah rumah kecil yang terletak cukup dekat dari kantor Kepolisian Grimsborough. Aku tahu betul tempat ini; di sinilah aku dan Chad tinggal dulu, sejak usiaku lima tahun.
"Jadi ... aku akan tinggal di sini selama misi berlangsung?" Aku bertanya selagi turun dari mobil.
"Tentu. Sejak kematian Chad Craighton, tidak ada yang menempati kediaman ini ... sampai Eagle Eye mengambil alih kepemilikannya. Ini, kunci rumahmu." Kreszentia memberiku sebuah kunci. "Selamat bertugas, Agen Craighton. Semoga sukses."
Kemudian, wanita itu berkendara menjauh. Aku berbalik dan memasuki rumah tersebut; sedikit takjub melihat kondisinya yang terawat bahkan setelah tidak ada seorangpun yang menghuni tempat ini. Ah, Eagle Eye ... ia benar-benar teliti terhadap segala hal. Membuatku semakin penasaran akan siapa di balik nama samaran itu ...
Esok harinya.
Pagi yang sunyi. Kala itu, aku tengah menikmati secangkir kopi hangat seorang diri di ruang makan. Dalam hati, aku merasa heran karena lagi-lagi setiap kebutuhan sehari-hari sudah disediakan. Mungkin orang-orang suruhan Eagle Eye mempersiapkan semuanya selagi perjalananku ke Moskow dahulu.
Usai menghabiskan kopi, aku mengambil perangkat perjalanan waktu dan menyimpannya di saku jaket bagian dalam, kemudian melangkah menuju pintu depan. Lokasi kantor Kepolisian Grimsborough cukup dekat dari sini, aku bisa berangkat dengan berjalan kaki. Hitung-hitung latihan fisik.
"Ini akan jadi misi yang sulit." Aku bermonolog selagi mengunci pintu. "Tapi walau bagaimanapun, aku harus menuntaskannya."
Lantas, aku berjalan menyusuri trotoar; mengabaikan tatapan aneh dari orang-orang di sekitar. Mungkin mereka heran melihat warna rambutku yang hitam separuh, pirang separuh ... tapi siapa yang peduli? Aku terlahir dengan warna rambut seperti ini.
Sampai di kantor kepolisian Grimsbrorough, aku memutuskan untuk menemui Paman Jones dari zaman ini terlebih dahulu. Sebelum itu, aku menghampiri seorang polisi wanita berambut hitam ikal yang kebetulan lewat; dengan maksud menanyai tentang keberadaan Paman Jones.
"Permisi." sapaku. "Saya adalah Agen Fate Craighton dari CIA. Apakah Anda tahu di mana Detektif Senior David Jones?"
"Tunggu, Fate?" Wanita itu terperanjat. "Rupanya kau masih hidup! Apa kau masih mengingatku? Ini aku, Adhre Fielchester!"
"Jika kau merujuk pada Chad Craighton, dia sudah mati." balasku, ketus. "Cukup jawab pertanyaanku."
"Baiklah, baiklah. Jones ada di ruang kerjanya, di lantai 3."
"Terima kasih."
Aku melanjutkan perjalanan ke lantai 3, sedikit merasa dongkol akibat perlakuan Adhre tadi. Anehnya, aku merasa sedikit deja vu melihatnya ... ah, lupakan saja. Itu tidak penting; saat ini aku harus fokus pada misi.
Lantai 3.
"Selamat pagi, Paman Jones. Kau tidak banyak berubah ya ..." Aku menyahut selagi menghampiri pria itu.
"Halo, Chad-" Paman Jones balas menyapa, namun senyumnya pudar saat melihat wajahku. "Oh, maaf. Kukira kau orang lain ..."
"Tidak masalah. Aku memang masih ada hubungan darah dengan Chad Aldrich Craighton." Aku menimpali, "Namaku Fate Aeolus Craighton, agen dari CIA. Aku datang dari tahun 2068 untuk keperluan misi."
"Pantas saja wajah dan suaramu lumayan mirip dengan Chad, kalian masih sedarah toh ... Kau seperti reinkarnasinya saja." gelaknya. "Rupanya kau adalah agen dari masa depan."
"Kebetulan misiku kali ini berhubungan dengan kematian Chad ... apa Paman punya informasi mengenai hal itu?" tanyaku.
"Ah, iya. Aku benar-benar berduka atas kematian pemuda itu. Saat kami sampai di tempat kejadian, kami menemukan jenazahnya dalam keadaan masih memegang pistol. Ditambah saat itu pintu dan jendela dikunci dari dalam, semakin jelas bahwa ia bunuh diri." jabarnya. "Apa kau mau menonton video terakhirnya?"
"Tentu." Aku mengangguk.
Segera, Paman Jones mengajakku ke laboratorium informatika forensik. Aku menurut saja; lagipula ini adalah salah satu informasi penting. Sampai di sana, Paman Jones menghampiri seorang wanita berambut merah jambu dan menanyainya soal video terakhir Chad.
"Ngomong-ngomong, Cathy, ini Agen Fate Craighton." Paman Jones mengenalkanku pada wanita itu. "Aku harus pergi ke ruang barang bukti." Ia mohon diri dan keluar dari lab.
"Halo. Kalau tidak salah, kau adalah ibu dari Sammy Turner, ya?" kataku.
"Halo, aku Cathy Turner. Dan ya, aku ibunya Sammy." Cathy tersenyum. "Biar kutunjukkan video yang kumaksud."
Cathy duduk dan membuka suatu program di komputernya, tak lupa memasukkan kata sandi. Setelah berhasil mendapat akses, ia menelusuri berkas-berkas yang tersusun rapi dalam beberapa folder; tidak berapa lama kemudian, ia menemukan video yang dimaksud dan memutarnya.
Aku memperhatikan isi video itu dengan seksama,sesekali mencatat informasi penting di memo ponsel. Dalam video itu, kulihat Chad berada di kamarnya sendiri; sejenak aku memperhatikan jendela dan cermin, barangkali ada bayangan pihak lain di sana ... namun hasilnya nihil.
"Halo! Sebelumnya aku meminta maaf karena sudah membuatmu menonton video ini." ucap Chad dalam rekaman itu, "Mungkin ini terakhir kalinya kau akan melihatku seperti ini ... yah, sebenarnya aku merasa sedih akibat keputusanku ini. Tapi mungkin ini adalah pilihan terbaik. Kuharap aku bisa segera kembali. Sampai jumpa!" Kemudian, video berakhir.
"Video ini direkam sehari sebelum kejadian." pungkas Cathy. "Satu hal lagi, saat proses otopsi ... tim forensik kami menemukan sebutir peluru yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Bahkan ahli persenjataan kami tidak tahu jenis peluru tersebut."
"Coba kulihat." Aku merespon, "Mungkin aku bisa mengenalinya."
"Mungkin Jones izin ke ruang barang bukti untuk mengambil peluru yang dimaksud ... ah, itu dia." Ia menunjuk ke arah Paman Jones yang baru kembali.
Paman Jones menghampiriku dan menunjukkan dua buah kantung plastik transparan; yang satu berisi satu set magasin dan yang lain berisi sebutir peluru bernoda darah. "Ini peluru yang kami temukan di TKP dan magasin dalam pistol Chad pada saat kejadian. Apa kau tahu dari mana ini berasal?"
Aku terkejut melihat barang bukti yang ditunjukkan olehnya. Paman Jones di masa depan menjelaskan bahwa insiden bunuh diri tersebut melibatkan satu jenis peluru yang sama, namun aku tidak menduga bahwa pelurunya seperti ini. Bagaimana mungkin peluru semacam itu bisa ada di sini?!
Menarik napas panjang, aku pun menjawab, "Jenis amunisi ini ... baru diproduksi pada tahun 2068!"
Bersambung ...
OK fam, mungkin cukup sekian bab pertama dari kisah ini~ Shuukou dan Kak fate_craighton berterima kasih pada kalian yang telah meluangkan waktu untuk membaca karya hasil kerjasama kami. Silakan tinggalkan review berupa support maupun kritik dan saran yang membangun ^^ Jika kalian suka dengan fanfiksi ini, silakan tambahkan ke daftar Favorites atau rekomendasikan kepada teman. Jangan lupa Follow fan fiksi ini untuk mendapat kabar mengenai chapter berikutnya XD
With love, Shuukou.
