Complicated Love
Genre : Romance, Friendship
Rate : T
Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), etc.
Pairing : KyuMin, HaeMin, etc.
Part : 1
Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs
Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.
.
.
.
Tuk!
"Shhh.. Fiuhhhhhhhh.." Sungmin menahan rasa geramnya saat lagi - lagi mendapat perlakuan jahil - berupa jitakan kecil di kepalanya - dari sahabatnya yang duduk di belakangnya.
"Kyu? Bisakah kau diam sebentar dan tidak menggangguku?" Protesnya sambil memiringkan badannya ke belakang dengan sedikit berbisik. Bagaimana tidak, di depan sedang ada Park Songsaengnim yang terkenal killer itu sedang menjelaskan rumus - rumus matematika andalannya.
"Tidak bisa." Jawab Kyuhyun enteng.
"Huh! Dasar menyebalkan." Sungmin kembali menatap ke depan dan memperhatikan park seongsaengnim.
Sungmin menghela nafas beratnya sekali lagi saat merasakan seseorang menarik - narik rambutnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.
"Kyu!" Protesnya lagi, kali ini dengan nada yang sedikit tinggi.
"Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun, silahkan keluar dari pelajaran matematika saya." Sungmin segera berbalik dan mencoba membela diri.
"Songsaeng, aku bisa jelaskan, aku.."
"Aku bilang keluar. Murid yang sibuk sendiri saat pelajaran sedang berlangsung alangkah lebih baik dikeluarkan dari kelas. Jadi, kalian berdua, keluar sekarang juga."
Sungmin memejamkan matanya sesaat, menghela nafas beratnya untuk kesekian kali. Sungguh dia merutuki Kyuhyun di dalam hatinya. Kenapa dia bisa memiliki sahabat sejahil Kyuhyun yang selalu saja membuat dia rugi.
Berbeda dengan Sungmin, Kyuhyun malah santai dan sepertinya dengan senang hati keluar dari kelas Park seongsaengnim.
"Sudahlah, ayo keluar." Ajak Kyuhyun enteng.
Sungmin tidak menggubris omongan Kyuhyun, lalu berjalan ke depan kelas dan membungkuk di depan Park songsaengnim. "Mianhae songsaengnim." Lirihnya lalu berjalan menuju pintu keluar.
Kyuhyun mengikuti apa yang dilakukan oleh Sungmin, meskipun kentara sekali tidak ada raut menyesal di wajahnya.
Kyuhyun menutup pintu kelasnya lalu mengejar Sungmin yang berjalan cepat di depannya.
"Noona. Tunggu aku." Serunya sambil berlari kecil.
"Ishh. Jangan dekat - dekat denganku Cho Kyuhyun."
"Noonaaa~ hanya karena hal ini kau marah padaku?" Tanya Kyuhyun dengan enteng.
Sungmin mendadak berhenti dan memandang tajam ke arah Kyuhyun. "Kau bilang hanya? Dikeluarkan dari kelas dan kau bilang 'hanya'? Tsk! Kurasa penilaian orang - orang tentang Cho Kyuhyun si jenius itu salah besar!"
Sungmin kembali melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah. Lagi, Kyuhyun mengejarnya.
"Noona, mianhae. Kau tahu kan aku ini memang jahil. Kau sudah lama kan menjadi sahabatku. Apa yang bisa aku lakukan agar kau memaafkanku?"
Sungmin mendudukkan dirinya di salah satu bangku taman sekolah dan Kyuhyun pun ikut melakukan hal yang sama.
"Noona?"
"Cho Kyuhyun." Sungmin menoleh ke samping, tepat di mana dongsaeng kesayangannya sedang duduk. "Umurmu memang dua tahun di bawahku. Tapi kau itu pintar, bahkan bisa dikatakan jenius, hingga kau berhasil loncat kelas dan sekelas denganku. Jadi, biskakah kau bersikap dewasa dan tidak kekanakan lagi? Dan jangan selalu menganggap semua hal itu lelucon. Itu sangat menyebalkan, kau tahu?"
Kyuhyun menatap Sungmin dengan malas. Dia benci jika Sungmin sudah menceramahinya seperti ini. Namun, dia juga tidak bisa marah pada Sungmin. Dia sangat menyayangi Sungmin dan tidak bisa jika harus didiamkan oleh Sungmin.
Tentu saja cara yang akan dia pilih jika sudah begini adalah meminta maaf. "Mianhae noona." Lirihnya.
"Haaah. Sudahlah. Aku sudah memaafkanmu." Ya, selalu seperti inilah akhirnya. Sungmin akan selalu memaafkan Kyuhyun. Sebanyak apa pun Kyuhyun melakukan kesalahan padanya, sebanyak itu pula Sungmin memaafkannya.
"Gomawo noona." Seru Kyuhyun kegirangan sambil memeluk Sungmin sekilas.
Sungmin tersenyum tulus lalu mengangguk. "Hmm. Cheonman."
"Bagaimana kalau nanti siang aku mentraktirmu makan ice cream ? Hm?"
Sungmin terkikik, "baiklah, terserah kau saja, Kyu."
Seperti itulah persahabatan Kyuhyun dan Sungmin. Mereka tidak bisa terlepas satu sama lain. Kadang mereka terlihat seperti adik kakak, kadang seperti ibu dan anaknya, bahkan kadang seperti sepasang kekasih.
"Noona, kenapa kau selalu belepotan jika memakan ice cream." Kyuhyun mengambil selembar tissue lalu mengelap ujung bibir Sungmin.
"Eh?" Sungmin sedikit kikuk menerima perlakuan lelaki berambut ikal itu.
"Ah. Haha. Gomawo Kyu. Aku bisa sendiri." Sungmin mengambil selembar tissue dan mengelap bibirnya sendiri.
Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum kecil. "Kau itu, sebenarnya siapa yang lebih muda diantara kau dan aku. Kenapa noona selalu seperti anak berumur 7tahun."
"Ya! Kau tidak sopan." Sungmin memanyunkan bibirnya lucu.
Kyuhyun terkikih. "Ah noona, sebenarnya aku sedang ingin bercerita sesuatu padamu."
"Hm? Katakan saja, Kyu."
"Aku sedang mengincar seseorang."
Sungmin yang semula antusias akan mendengar cerita Kyuhyun sekarang menghembuskan dengusan kecilnya. "Kyu. Yang benar saja?"
Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Sungmin.
"Kyu, 3 hari yang lalu kau baru putus dengan gadis china, siapa itu, ah ya, Song Qian. Kau baru putus dengannya dan sekarang kau bilang kau sudah mengincar seseorang? Cho Kyuhyun, kapan kau mulai serius dengan hubungan cintamu?"
"Noona. Kenapa kau malah menceramahiku? Dia sangat cantik noona. Aku ingin memilikinya."
"Selalu seperti itu. Hanya karena dia cantik kau ingin menjadikan dia pacarmu. Nanti setelah kau sudah bosan, kau tinggalkan mereka. Kyu, apa kau pikir wanita itu mainan?"
Kali ini Kyuhyun yang mendengus kesal. "Noona. Baiklah baiklah. Kali ini aku akan mencoba serius dengan gadis itu."
Sungmin mengembangkan senyum indah dari bibir M nya. "Benarkah? Kau janji?"
Kyuhyun mengangguk sekali.
"Baik. Ceritakan. Siapa namanya?"
"Namanya Soyou. Dia salah satu anggota cheerleaders."
Sungmin mengerutkan keningnya. "Sebentar, apa Soyou yang berasal dari Pulau Jeju itu?"
Kyuhyun mengangguk antusias. "Benar. Dia yang sedang aku incar noona."
"Hmm. Ya. Sepertinya dia memang gadis baik - baik." Sungmin mengemukakan pendapatnya. Ini salah satu kebiasaan mereka, atau kebiasaan Kyuhyun lebih tepatnya. Jika dia akan mendekati seseorang, maka ia meminta pendapat Sungmin terlebih dahulu.
Drrtt drrrttt..
Sungmin tersenyum melihat ID penelpon yang muncul di layar handphonenya.
"Yeoboseo."
"Noonaaaa. Kau tahu, aku sudah mulai mendekati Soyou. Dan dia belum punya pacar. Sepertinya dia memberi respon yang baik padaku. Ah, aku senang sekali noona."
Kenapa hatiku merasa aneh mendengar Kyuhyun begini antusiasnya dengan Soyou. Aku merasa emm. cemburu? Ah. Tidak. Tidak mungkin aku cemburu.
"Noona? Kau mendengarku?"
Suara bass Kyuhyun menyadarkan Sungmin dari lamunannya. "Ah. Benarkah? Bukankah itu bagus Kyu?"
"Ne noona. Aku senang sekali. Emm. Noona. Mungkin besok aku tidak bisa menjemputmu. Karena besok aku akan menjemput Soyou. Tidak apa - apa kan?"
Lagi, hati Sungmin merasa sedih saat perhatian Kyuhyun terbagi untuk wanita lain. Namun tentu saja dia hanya bisa mengiyakan. "Gwaenchanayo Kyunie. Aku bisa mengerti. Semoga usahamu akan berjalan lancar."
"Gomawo noona. Kau memang yang terbaik. Saranghae noona."
Kenapa kau bisa mengucapkan kata - kata saranghae semudah itu Kyu. Kau membuat hatiku semakin bingung saja.
"Hmm. Annyeong Kyu."
"Annyeong noona. Jaljayo."
"Ne. Jalja."
"Sungmin?" Gadis manis itu menoleh ke arah sumber suara.
"Hei. Kau sudah datang Hae? Pagi sekali."
"Bahkan kau datang lebih pagi dariku Min." Setelah meletakkan tas di tempat duduknya, Donghae duduk di sebelah Sungmin yang masih kosong, karena Ryeowook - teman sebangku Sungmin - belum datang.
"Dimana Kyuhyun? Bukankah biasanya kau datang bersamanya." Donghae memiringkan badannya menghadap Sungmin.
"Ah. Dia menjemput orang lain pagi ini."
"Oh. Biar kutebak. Kyuhyun pasti menemukan incaran baru, lalu kau dilupakan."
Ucapan Donghae sangat menohok hati Sungmin. "Bagaimana kau bisa bicara seperti itu, Hae. Kyuhyun tidak seperti itu. Ya, dia memang sedang mengincar seseorang. Dan aku rasa wajar saja jika pagi ini dia menjemputnya. Dan itu sama sekali bukan masalah untukku."
"Haha, baiklah baiklah. Kau sangat menyayangi dia ya? Sampai membelanya mati - matian begini."
"Tentu saja. Dia sahabatku, Hae." Sungmin menjawabnya dengan mantab.
"Yaya. Emm. Bagaimana kalau mulai besok aku yang akan menjemputmu?"
Sungmin sedikit kaget mendengar tawaran Donghae, seketika menoleh ke arah pria berambut hitam itu.
"Eh? Tidak perlu Hae. Itu akan merepotkanmu."
"Tidak perlu Sungkan. Baiklah mulai besok aku yang akan menjemputmu."
"Tapi, Hae."
"Besok jam 6.15." Donghae mengedipkan satu matanya lalu keluar dari kelas yang masih sepi itu.
"Heuuh. Dasar lelaki. Selalu menang sendiri."
Teeeet.
Suara nyaring itu terdengar di seluruh sekolah, menandakan waktu istirahat sudah tiba.
Baru saja Lee Songsaengnim keluar dari pintu kelas, Kyuhyun sudah menarik tangan Sungmin. Membawanya entah kemana.
"Kyu? Mau kemana?"
"Ikut saja noona. Nanti kau juga tahu."
Ternyata Kyuhyun membawa Sungmin ke kantin. Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun saat lelaki itu melambaikan tangannya pada seseorang.
Bukankah itu Soyou. Untuk apa Kyuhyun membawaku ke sini kalau dia mau berduaan dengan Soyou.
Kyuhyun membimbing Sungmin untuk berjalan bersamanya ke arah meja di mana Soyou sedang duduk sekarang. Setelah itu Kyuhyun dan Sungmin duduk di depan Soyou.
"Apakah sudah lama menunggu?" Kyuhyun berbasa basi.
"Tidak oppa. Baru sekitar 5 menit." Jawab Soyou diiringi dengan senyum cantiknya.
"Ah. Perkenalkan ini noonaku. Ya, meski pun bukan noona kandungku, tapi aku sudah menganggapnya seperti noonaku sendiri."
Merasa dikenalkan, Sungmin segera mengulurkan tangannya. "Sungmin imnida."
"Ah. Soyou imnida, eonni."
Setelah itu obrolan - obrolan kecil terjadi diantara mereka bertiga. Kyuhyunlah yang sepertinya memimpin obrolan itu. Ya, mungkin karena Sungmin dan Soyou masih baru kenal, sehingga mereka masih canggung untuk mengobrol.
"Kyu, kenapa membawaku untuk bertemu Soyou?"
Kyuhyun dan Sungmin saat ini sedang berjalan di koridor, menuju ruang kelas mereka.
"Tentu saja aku harus mengenalkanmu padanya. Bukankah noona bilang aku harus menjalin hubungan yang serius dengannya?"
"Hmm" Sungmin mengangguk.
"Nah, itu salah satu bukti bahwa aku serius menjalin hubungan dengannya. Aku ingin dia tahu bahwa kau adalah orang yang special untukku. Memberi pengertian padanya dari awal, jadi dia tidak akn cemburu padamu, noona. Kau tahu sendiri aku selalu bergantung padamu kan?"
"Haaah. Baiklah, terserah kau saja Cho."
"Gomawo noona. Saranghae."
Sungmin menghentikan langkahnya. Menatap Kyuhyun lekat. "Berhenti mengucapkan saranghae padaku. Kau harus menyimpan kata - kata itu untuk calon pacarmu. Arra?"
Setelah itu Sungmin berjalan mendahului Kyuhyun, yang sebenarnya kaget mendengar pernyataan Sungmin barusan.
"Yaa. Noona. Tunggu aku."
Ada apa dengannya? Kyuhyun membatin.
TBC or delete ?
FF GS kedua dari author, semoga ada peminatnya hehe
Author menggunakan cast Soyou dari SISTAR biar gak bosen aja, soalnya biasanya pake cast Victoria atau member SNSD sebagai orang ketiga di hubungan KyuMin.
Yang mau lanjut, dimohon reviewnya. Kalo reviewnya dikit, mungkin author akan menghapus cerita ini.
Thanks.
Regards,
pinkvirga
