THANKS

By

haruko2277

Pairing

YUNJAE

Rating

M

Genre

Romance, Family, Little Hurt

Warning

BL, INCEST, PEDOFIL, M-PREG, TYPO

Disclaimer

Terserah! Yang penting fic ini milik saya tanpa ada unsur peniruan

Summary

"Yunho oppa, aku menitipkan Jongie kepadamu ne. Meskipun dia anak yang nakal namun ia memiliki hati yang hangat. Tolong jaga dia oppa." Ucap Jihye yang setelah itu ia menutup matanya.

.

.

.

.

Brak

Kedua tangannya terkepal erat sehingga mengeluarkan otot-otot yang berada di lengannya. Namja paruh baya itu memukul keras meja yang terbuat dari kayu mahoni yang berada di depannya. Matanya melebar merah menyalang bak iblis tepatnya manusia yang kerasukan iblis. Giginya mengeluarkan bunyi seperti 'krrt' karena ia geretakkan.

"Memalukan!." Teriak namja paruh baya.

"Mimianhae appa." Ucap seorang yeoja cantik yang terisak berada di depan meja yang berseberangan dengan tempat orang yang dipanggil appa.

"Apa yang kau pikirkan Jung Jihye?." Bentakan kasar yang dikeluarkan namja paruh baya kepada yeoja yang memanggilnya appa.

"Yeobo tenanglah." Yeoja paruh baya berusaha memberikan ketenangan untuk suaminya. Ia menangis melihat keadaan suami dan anak perempuan satu-satunya yang seperti itu.

"Argh mau kau kemanakan wajah keluarga Jung hah?." Bentak lebih keras namja paruh baya yang menjadi kepala keluarga dalam keluarga Jung.

"Hiks hiks hiks." Kali ini hanya suara isakan yang terdengar dari mulut yeoja cantik bernama Jung Jihye.

"Tuan Jung mianhae saya akan mempertanggungjawabkan perbuatan saya." Ucap seorang namja bernama Kim Hyunjoong saat ini sedang memeluk Jihye yang tengah terisak.

"Apa? Apa kau bilang hah? Tanggung jawab? Cih tak sudi aku memiliki menantu sepertimu." Tuan Jung begitu marah. Sebelumnya tak pernah ia seperti ini.

"Yeyeobo" Nyonya Jung terisak.

Plak

Suara tamparan yang cukup keras telah kepala keluarga Jung berikan kepada Jung Jihye.

"Pergi dari rumah ini!. Dan jangan harap nama Jung akan menjadi nama depanmu. Aku tidak akan pernah menganggapmu ada. Terserah kau mau apa. Aku lelah denganmu." Ucap Tuan Jung seraya melangkah menjauh dari ruang tamu. Sebelumnya ia mengambil vas bunga yang terbuat dari keramik yang terletak di atas meja lalu ia pecahkan untuk menyalurkan kemurkaannya.

"Yeobo!" Nyonya Jung menangis sejadi-jadinya karena mendengar keputusan yang dilontarkan Tuan Jung. Setelah satu jam berdebat dengan Jihye akhirnya Tuan Jung memilih keputusan untuk mengusir anaknya.

Tak ada bedanya dengan eommanya, Jung Jihye tak kalah keras untuk menangis. Kenapa harus keputusan ini yang diambil appanya. Ia tahu ini adalah kesalah yang fatal, tapi apakah tak ada kata maaf yang tersedia untuknya?.

"Jihye kemarilah nak." Nyonya Jung memanggil Jihye. Menepuk tempat kosong yang berada di sebelahnya sebagai tanda untuk Jihye segera mendekat.

Nyonya Jung mengusap kepala anaknya yang saat ini berada di dekapannya.

"Ini yang terakhir kali eomma memelukmu chagi. Mianhae eomma tak bisa membantumu kali ini chagi mianhae" ucap Nyonya Jung yang terisak.

"Eeomma." Jihye tergagap tak percaya dengan perkataan eommanya.

"Pergilah chagi pergilah." Nyonya Jung kini mulai melepaskan dekapannya.

"Ta―tapi eomma"

"Pergilah!" bentak Nyonya Jung.

Jihye yang mendengar bentakan dari eommanya langsung tertegun. Baru kali ini eommanya membentak, yang berarti saat ini eommanya dilanda kecewa dan marah besar terhadap dirinya –Jihye-.

Jihye langsung beranjak pergi ke luar mansion di susul Kim Hyunjoong yang berada di belakangnya. Bukannya Jihye marah kepada eommanya karena membentaknya, hanya saja ia merasa tak sanggup jika eommanya kembali membentak, hal yang tak pernah sekalipun eommanya lakukan.

.

.

.

Sembilanbelas tahun kemudian.

.

.

.

Tap tap tap

Terdengar suara fantofel hitam mengkilap yang bertubrukan dengan keramik lantai bandara. Tubuhnya yang tegap dan tinggi telah dihiasi dengan jas hitam mahal yang pas di tubuhnya. Meskipun kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya menutupi sebagian area wajahnya, itu tak mampu menutupi ketampanannya. Langkahnya yang tegas dan cepat menambah kesan tampan dalam penampilannya.

"Maria hospital." Ucapnya pada sopir taxi yang mengangkut dirinya setelah keluar dari bandara.

.

Setengah jam cukup untuk menempuh perjalanan dari bandara menuju rumah sakit.

Yunho melangkahkan kakinya menuju ruangan VIP yang berada di rumah sakit tersebut. Ruangan yang diketahuinya melalui surat yang dikirim melalui e-mailnya.

.

Bau obat-obatan terasa menyengat dalam ruangan VIP tersebut. Hening, hanya terdengar suara lucu yang keluar dari monitor yang menampilkan garis naik turun berwarna hijau seperti rumput.

Kriet

Seorang yeoja cantik yang terbaring lemah di dalam ruangan tersebut sedikit terusik karena mendengar suara deritan pintu yang dibuka oleh seseorang.

Matanya sedikit berbinar karena melihat orang yang membuka pintu.

"Oppa." Ucapnya terdengar begitu lemah. Akibat dari sakit yang dideritanya.

"Bagaimana kabar uri Jihye? hm?." Ucap seorang yang membuka pintu ruangan VIP.

"Seperti yang kau lihat oppa." Jihye meneteskan air matanya, namun ia memamerkan deretan giginya yang tersusun rapi karena tersenyum.

Namja tersebut mengusap pelan pucuk kepala Jihye, setelah itu ia mengusap air mata yang menetes di pipi mulus milik yeoja cantik tersebut.

"Kenapa menangis hm? Kau terlihat jelek Jihye-ah" lanjutnya.

Jihye menggeleng. "Oppa bogusipeoyo." Ia merentangkan tangannya sebagai tanda ingin memeluk oppanya.

"Nado. Nado bogusipeoyo." Namja tersebut membalas pelukan hangat Jihye yang rapuh. Berbeda dengan pelukannya duapuluh tahun yang lalu.

Jihye mengeratkan pelukannya terhadap orang yang dipanggilnya oppa tersebut. Duapuluh tahun sudah ia tak pernah merasakan pelukan dari oppanya. Sekarang adalah waktunya untuk kembali merasakan. Untuk pertama dan terakhir kali setelah duapuluh tahun.

"Yunho oppa, aku menitipkan Joongie kepadamu ne. Meskipun dia anak yang nakal namun ia memiliki hati yang hangat. Tolong jaga dia oppa." Ucap Jihye yang setelah itu ia menutup matanya.

TBC

.

.

.

.

Annyeong saya bawa ff baru. Ada yang berminatkah? Kalau ada tolong bilang ya. Tapi saya akan melanjutkan ff ini setelah ff saya yang satunya udah kelar. Kalau ada yang mau saya akan nyicil ngetiknya bareng sama ngetik ff yang Samgyetang jadi update ff yang ini kelak bisa cepet.

Jika ada kesalahan tolong ingatkan saya ya.

GOMAWO