Disclaimer: Kikuta Michiyo
Warning: Terinspirasi dari lagu 'Cinta Datang Terlambat' OST Refrain oleh Maudy Ayunda. Berlatar ketika Zero tewas karena melindungi Nina yang diserang oleh Joker. Nina's POV.
.
.
Saat Cinta Datang Terlambat
by Fei Mei
.
.
Disini, di tempat ini,
Aku berdiri seorang diri,
Kiri dan kananku terasa hampa,
Orang-orang di sekitarku terasa tak nyata.
Kala itu aku terkurung,
Waktu itu aku terperangkap,
Saat itu aku tak dapat bergerak,
Tetapi ketika itu juga ia datang padaku.
Bukan sebagai yang terpandai,
Bukan sebagai yang paling rendah hati,
Bukan sebagai yang terkuat,
Bukan sebagai yang terhebat,
Tetapi cukup sebagai dirinya sendiri,
Hanya menjadi dirinya sudah cukup.
Dan aku bodoh,
Aku naif,
Aku polos,
Menganggap indahnya cinta sama seperti dalam dongeng.
Tetapi ternyata jalanku berliku,
Jalannya berkelok,
Takdir kami tidak lurus.
Walau memang kami berada di garis takdir yang sama,
Meski memang kami memiliki perasaan yang sama,
Tetapi hal ini kenyataan.
Kenyataan dimana aku tidak bisa meraihnya,
Kenyataan bahwa aku tidak bisa lagi melihat senyumnya,
Kenyataan tentang ia tidak sanggup menghembuskan nafasnya lagi,
Dan itu semua hanya untukku,
Hanya untuk melindungiku seorang.
Dulu kuingin orang yang kuat,
Orang yang baik,
Orang yang tampan,
Tetapi kini bukan itu yang kuinginkan.
Hanya dia,
Dia yang kuinginkan,
Dia yang bahkan mengorbankan dirinya untukku seorang,
Dia yang harus kehilangan nyawa untukku.
Dia saja.
Tetapi penyesalan selalu datang terlambat,
Berkali-kali potongan memori itu datang,
Berkali-kali itu jugalah aku menyesalinya.
Kala itu aku terus mencari,
Tetapi aku tidak sadar bahwa yang kucari sudah ada bersamaku.
Saat itu aku terus berharap,
Tetapi aku tidak tahu bahwa yang kuharapkan telah datang.
Waktu itu aku terus berdoa dan meminta,
Sayangnya aku terlalu buta untuk melihat bahwa aku sudah mendapatkan apa yang kuminta.
Cinta.
Cinta, cinta, dan cinta.
Aku selalu mencari cinta,
Padahal cinta itu sudah ada di depan mataku.
Bodohnya, aku terlalu sibuk mencari,
Saking sibuknya kucari, aku tidak sadar bahwa aku telah menemukannya.
Naas, kusadari tentang cinta ini disaat yang salah.
Sayang, kusadari rasa ini di penghujung waktunya.
Mengapa?
Apakah ini hukuman untukku yang lamban,
Lamban untuk mengenali perasaanku sendiri?
Tetapi mengapa begini?
Di saat ia mulai mempertaruhkan nyawanya,
Mengapa aku baru sadar?
Mengapa rasa cinta ini tiba-tiba meluap?
Mengapa baru sekarang?
Mengapa?
Cinta.
Datang dan pergi sesuka hati,
Tanpa mengetuk pintu hati,
Tidak peduli apakah si empunya hati menyadari keberadaannya,
Lalu tahu-tahu menghilang begitu saja.
Hai cinta,
Izinkan kubertanya suatu hal padamu.
Cinta,
Mengapa pada kasusku,
Pada jalan hidupku,
Kau datang terlambat?
Tunggu.
Kau yang terlambat?
Atau dia yang terlambat?
Atau...malah aku yang terlambat?
.
.
~FIN~
.
.
Parah, ini sih namanya Fei nekad banget bikin fict tipe puisi kalo hasilnya super duper gaje gini ==
REVIEW!
