.
.
.
A Sky Full of Stars © mochijm
BTS belong to God, their parents, and Bighit.
Warning: incest, fluffy, hurt/comfort.
Terinspirasi dari manga Not Equal.
Enjoy!
.
.
.
Prologue
Jungkook itu pengelana waktu.
Bukan hal yang bisa ia banggakan, namun kunjungannya ke rumah ayahnya di libur musim panas mengubah seluruh hidupnya.
Jungkook berusia 17 tahun, kelas 2 menengah atas. Selama hidupnya, tak pernah dirinya bertatap wajah langsung dengan sang ayah. Ibu dan ayahnya bercerai saat Jungkook berusia 2 tahun. Ia selalu tahu bahwa ibunya, Jeon Joohyun selalu menyembunyikan keberadaan ayahnya darinya. Maka dari itu, saat ia merasa telah mampu menjaga diri dan meyakinkan ibunya, keputusannya mantap untuk menemui sang ayah yang ia dambakan sosoknya.
Dengan berat hati Joohyun mengiyakan. Maka dari itu sehari setelah libur musim panasnya dimulai, Jungkook segera bergegas menuju Daegu dengan semangat membara. Tak memerdulikan teriknya panas yang terjadi diluar batas normal membuat peluh tak kunjung habis datang dari pelipisnya. Hal itu tetap tak memadamkan semangatnya.
Saat itu, saat ia mengetuk pintu rumah ayahnya dengan gugup, Jungkook dikejutkan oleh seseorang berwajah kusut dengan rambut acak-acakan, dan jambang yang belum dicukur. Namun tak menghilangkan karisma serta ketampanan yang ia yakini menurun padanya. Jungkook tak pernah tahu jika ayahnya setampan ini walau dengan kumis lebat.
Ayahnya terkejut bukan main. Jungkook bisa melihat dari tatapan dan gestur tubuhnya. Bahkan saat mengucapkan namanya, ayahnya itu terbata-bata. Namun satu hal yang Jungkook tak sadari adalah bahwa ada sesuatu yang berbeda dari pandangan matanya. Sesuatu seperti rindu yang membuncah dan kekecewaan yang mendalam.
"Jungkook, kau bisa menggunakan kamar mandi disebelah sana. Aku akan menunggumu di dapur untuk makan malam,"
Sejak itu, meski dengan kecanggungan yang kentara terlalu jelas, ia dan ayahnya mendekat seiring waktu. Merasa lucu ketika ayahnya gelagapan saat Jungkook memanggilnya 'appa'. Mungkin tak terbiasa?
Dihari keduanya menginap disana ayahnya bilang, ia boleh melakukan apa saja dirumah ini sedangkan ia keluar untuk bekerja. Ayahnya tak akan lama, dan ia dengan bahagia menyusuri seisi rumah. Menyelinap ke kamar ayahnya, dan menemukan satu frame foto dirinya yang masih bayi dalam gendongan sang ayah. Ia tersenyum lebar melihatnya.
Kemudian Jungkook keluar ke halaman samping rumah ayahnya yang ditumbuhi banyak bunga, ia memakai sendal dan tanpa berhati-hati berlari keluar. Saat itu, ia terpeleset ketika ayahnya membuka pintu rumah. Wajahnya tak menunjukkan kesakitan, namun ketakutan ketika kakinya perlahan menghilang entah ditelan apa. Sekelilingnya seketika berubah putih dan ia meraung-raung menggapai tanah.
Ayahnya berlari, mengulurkan tangan ketika melihat anaknya tertelan waktu di depan matanya sendiri. Ia berteriak frustasi ketika dirinya gagal menggapai tangan Jungkook. Kim Taehyung, ayah Jeon Jungkook, terduduk lemas sembari melihati tanah yang menelan anaknya barusan. Seperti menyadari sesuatu yang membuatnya tersiksa.
Dan sejak saat itu, Jungkook memulai perjalanan waktunya ke masa lalu. Ke masa dimana saat ayahnya masih berusia 17 tahun.
tbc.
twitter rame bgt semalem :") bisa bayangin kan gimana muka tae pake jambang sm kumis? wkwkwk
dan tbh, fik ini aku tulis tahun kemarin. Baru keturutan publish sekarang. Ini bakal short aja ya, mungkin kalo ga 1 ya 2 chapter udah kelar lmao. Dan karena aku udah selesai sebenernya nulis ini, kyaknya ga bakal lama. Aku cuma perlu edit dan nambah2in yg ada.
Buut, karena minggu depan aku UN, jadi sabar sampe UN aku kelar ya XD
Makasih udah baca! Jgn lupa tinggalkan jejak^^
