Assassination Classroom © Yuusei Matsui
.
Warning : OOC, Typo(s), Gaje, Humor Garing.
.
Happy reading!
"Maehara."
"Hm?"
"Sebenarnya ada hal yang kusembunyikan darimu," lanjut Isogai.
Maehara menghentikan kegiatan stalkingnya dan fokus memperhatikan Isogai. "Apa yang kau sembunyikan Isogai?"
"Sebenarnya aku berkencan dengan kepala sekolah."
Maehara langsung tersedak mendengarnya. Ia melotot tidak percaya. "Tidak mungkin? Bagaimana? Se...sejak k-kapan?"
Isogai menatap ke dalam mata Maehara dengan serius. "Kau orang pertama yang kuberitahu ini...
...april mop."
Isogai mengakhirinya dengan cengiran lebar tanpa rasa bersalah.
BUGH!
BRAK!
Akibatnya Isogai terpental dari kursinya.
.
Maehara berjalan kesal. Ia sudah tertipu mentah-mentah oleh Isogai. Hei, siapa yang menyangka Isogai melakukan april mop?
"Putus dengan pacar? Wajahmu kusut sekali."
Maehara menoleh pada Okano yang besender di tembok. "Lebih buruk dari itu. Aku ingin mengungkapkan perasaanku pada seseorang."
"Hah? Apa sulitnya? Kau melakukannya hampir dua minggu sekali."
Maehara berjalan mendekat. Ia meng-kabe don Okano.
"Sulit, karena itu kau Okano. Aku mencintaimu. Maukah kau menerima...
...kalau ini hanya april mop?"
BUGH!
BRUKH!
BRAK!
Poor Maehara...
.
"Ah, Okajima! Kebetulan sekali."
"Ada apa Okano?"
"Majalah dewasamu dirazia Asano."
"Tidaaak!"
Okajima langsung berlari ke kelas dengan kecepatan kilat.
Okano tersenyum menang. "April mop..." kekehnya.
"Okano kau bohong! Lihatlah! Ini majalahku! Lihat! Lihat!"
Okano menahan muntah karena matanya disuguhkan pemandangan tidak senonoh oleh Okajima Taiga.
.
"Itona."
"Hm?"
"Aku hanya ingin kau mengetahui kebenaran ini karena kita sama-sama pecinta *****. Alasan sebenarnya Terasaka mau menerimamu adalah karena dia itu belok. Dia menjadikanmu targetnya."
Meski tetap berwajah datar Itona mendadak muntah di tempat. Okajima tertawa terbahak-bahak sambil berseru april mop-nya berhasil.
Itona mengambil tali tambang di dekat sana untuk memecut(?) Okajima. Ia menerapkan pepatah, tiada tentakel tali tambang pun jadi.
.
"Terasaka aku mencintaimu."
Bruuuuush!
Terasaka megap-megap karena baru saja menyemburkan sekaleng cola dari mulutnya. Ia menatap Itona tidak percaya.
"April mop!"
CTAK! KLONTANG!
Lemparan kaleng dari Terasaka tepat mengenai dahi Itona yang langsung memerah.
.
"Akabane."
"He.. ada apa?"
"Okuda-san meledak di lab IPA," ucap Terasaka.
Karma langsung berlari.
"April mop! Bwahahaha—akh!"
Terasaka diduga mengalami percobaan pembunuhan dengan cara dicekik.
.
"Nagisa—"
"Ah Karma-kun, kebetulan sekali. Ada yang mau kubicarakan denganmu."
"Eh, apa? Padahal aku duluan yang ingin bicara."
"Ini penting."
"Baiklah... apa?"
"Jangan tertawa! Aku ingin mengubah genderku."
Oke, Karma memang mati-matian menahan tawanya.
"Ini karena aku mencintaimu Karma-kun. Aku ingin jadi istrimu dan memiliki anak darimu."
Rasanya Karma tahu apa yang dirasakan Terasaka saat ia mencekiknya tadi. Tenggorokannya tercekat.
"Na-Nagisa... kau tahu, aku masih lurus. Aku menghargai keinginanmu itu, tapi aku tidak bisa mewujudkannya—"
"Karma-kun, aku benar-benar serius—
Karma panik.
—ini april mop!"
Adegan selanjutnya adalah Karma yang menyeret Nagisa dengan memiting lehernya.
.
"Bad mood Akabane?"
"Pernah mengalami hari yang lebih baik."
"Kau tertipu dengan april mop Nagisa? Aku juga. Apa yang dia bilang? Kalau ternyata Nagisa akan menembak Okuda-san lalu pindah sekolah jika tidak diterima?"
Karma memandang Nakamura horor.
"Bukan itu? Ah, berarti yang dikatakannya tadi benar. Pasti yang mengubah gender yang jadi candaan bukan yang itu. Aku terbalik."
"Apa maksudmu Nakamura?"
"Artinya Nagisa akan mengatakan perasaannya pada Okuda, jika dia ditolak dia akan pindah sekolah. Ah, yang manapun itu sama-sama buruk kan?"
Set.
"Eh, Karma? Kau mau kemana?"
"Bicara pada Nagisa."
Rio berdiri di hadapan Karma dan menahan pemuda itu. "Percuma saja Karma. Karena ini adalah april mop!"
"Akh! Le-lepaskan Bakabane!"
Karma mencengkeram wajah Nakamura dengan tangannya.
.
Karma mendengus di bangkunya. Ia benar-benar kesal. Dalam satu hari ia sudah kena tiga april mop. Rencana mengerjai Nagisa gagal karena pemuda itu lebih dulu mengerjainya.
"Karma-kun, kau pasti kesal karena april mop. Ambilah, susu strawberry."
"Okuda-san, arigato. Kau sangat baik padaku."
"Karena aku menyukaimu."
"Eh?"
"Aku menyukaimu Karma-kun."
"Tu-tunggu... O-Okuda-san maksudmu adalah—"
"April mop!"
Oke. Cukup sudah.
"AKU BENCI APRIL MOOOOP! SIAPAPUN YANG MENCIPTAKAN ITU AKAN KUKUTUK!"
Karma memelototi teman sekelasnya. Terutama Terasaka, Nagisa, Nakamura dan Okuda. Ah, kecuali untuk gadis itu ia hanya menatapnya sambil nyengir.
Owari
.
.
.
.
.
Omake
.
.
.
"Wow... siapa sangka bahkan Okuda melakukannya," ujar Maehara.
"Dan dia cukup beruntung karena tidak mendapat kesengsaraan setelahnya," lanjut Rio.
"Ano... maaf mengganggu kesenangan kalian teman-teman, tapi ada yang salah dengan tubuhku," ucap Ritsu di pojok kelas.
Mereka semua menoleh dan terkejut.
"B-bom?"
"Aku dan Takebayashi-kun sedang mencoba program baru tapi malah mengaktifkan ini."
"Gawat! Waktunya kurang dari semenit akan meledak!"
"Apa yang bisa kita lakukan?!"
"Lari!"
"Ah, iya lari!
"Lari!"
Hanya tersisa Ritsu dan Takebayashi saja di kelas itu. Mereka berdua menyeringai.
"April mop!"
.
Koro-sensei mendadak berwajah putih datar setelah mengamati kelas E seharian ini. Kesimpulan yang didapat Koro-sensei adalah jangan bermain April Mop dengan kelas E atau berakhir insiden.
Koro-sensei mengingat itu baik-baik.
