disclaimer: boku no hero academia © kouhei horikoshi
bakugou katsuki x uraraka ochako
a/n: hanya fik anuin dan saya mau menjorokan diri ke laut sekarang /poof!/
secangkir cup
Saya tidak mengambil keuntungan materiil apapun dari fanfik ini. Semua chara di sini punyanya Kouhei Horikoshi-sensei
~oOo~
Katsuki selonjoran di atas sofa hanya memakai boxer ketat keluaran brand ternama yang lembut membalut daerah intimnya dan kaos hitam pekat. Ia membuka koran dan menyeruput kopi hitam racikan yang ia seduh sendiri. Cahaya menerpa seperempat ruangan, menerobos gorden tipis yang tersibak angin sepoi dari luar. Bau laut tercium dan deburan ombak yang memilin-milin menyapu bibir pantai terdengar. Bola mata merah Katsuki menaikkan kesiagaaannya seiring kaki-kaki telanjang perempuan berambut coklat melangkah dengan agak tertatih ke arahnya. Katsuki mendongak, mendapati muka bantal, rambut singa dan ringisan kecil.
Selimut membungkus badan telanjang Ochako, menyisakan bagian dada dan bahu yang seputih susu. Katsuki diam tidak berbicara dan meneruskan hanca bacaan. Ochako merangkak, naik ke atas sofa dengan hati-hati.
"Kopi terlalu mewah untuk lambung kampunganmu," Katsuki berkata sambil menjauhkan mug ke atas udara saat perempuan itu masih dengan mata mengantuk, mencoba meraihnya. Ia merasakan empuk payudara Ochako berdempet ke dadanya. Bibir yang polos tanpa gincu hanya beberapa mili meter.
"Aku tidak akan meminumnya," rengek Ochako dengan serak. Katsuki menghela napas lalu mendapati beberapa bercak merah semi ungu di sekitar bahu dan perpotongan leher Ochako. Sisa hisapan kuat yang pria itu lakukan tadi malam, yang membuat kepalanya diremas sensual oleh jemari bantet lucu yang kutek di kukunya sudah mengelupas.
Katsuki menurunkan mug ke atas pangkuan. Di lain sisi, Ochako menarik tangannya dengan pelan lalu ia menempelkan sisi mug itu pada mulutnya dan Katsuki lihat dengan cermat bibir kecil Ochako mengabsen dengan kecupan, seluruh bagian atas beling berwarna putih yang dipegangnya. Hembus napasnya beradu dengan tangan besar pria tersebut.
Ochako terkekeh dengan mata merem melek, memberikan pemandangan berupa sederet gigi rapi cantiknya pada Katsuki yang menaikan sebelah alisnya. Ia sangat manis.
"Indirect kiss di pagi hari."
"Hah?"
Katsuki melongo untuk beberapa detik, merasakan desiran kuat yang tiba-tiba datang seperti gelebuk angin pantai yang menerjang daun kelapa. Ochako dengan langkah masih tertatih, berjalan menuju kamar mandi, mengeluhkan badannya yang lengket dan pinggulnya yang sakit, tidak tahu menahu mengenai Katsuki dan sesuatu yang mengeras dibalik fabrik hitamya.
"Fuck."
~oOo~
