CHAPTER 1
.
.
HAPPY READING
.
.
TOLONG RIVIEW
.
.
"eunhyuk ah jangan lari" teriak sosok namja paruh baya pada sosok namja manis berambut blonde yang tengah berlari menggunakan pakaian pengantin tanpa lengan berwarna putih membuat sang namja manis terlihat cantik. baiklah ayo kita berkenalan dengan namja manis aka kim eunhyuk tersebut.
yak author gila apa kau tidak lihat kalo aku tengah kejar kejaran begini, ah sudahlah anyeong haseo naneun kim eunhyuk imnidah kalian cukup panggil aku eunhyuk saja ne. hari ini adalah hari pernikahanku dan kalian tau? aku tengah kaburrr sekarang ini, kenapa kalian ingin tahu? oh baiklah salahkan saja appaku yang banyak hutang dan dengan sangat kurang ajarnya dia menjualku, bukan menjual dalam arti negatif tapi lebih tepatnya dia menikahkanku denangan anak teman appaku agar hutangnya lunas. walau berat akhirnya aku setuju, tapi kau tahu? ternyata namja yang akan menikah denganku adalah lee donghae, namja sombong dan juga rivalku di klub dance, tentu saja aku menolak dan kabur. dasar memang nasibku yang tegah sial sebelum aku berhasil kabur aku ketahuan oh my... dan akhirnya terjadilah kejar, mengejar dan menghindar ala pengantin ini.
aku terus berlari sampai tiba tiba tanganku di tarik seseorang berjas putih dan menyeretku
"yak lepaskan aku, lepas palli aku harus pergi" marahku, namja tersebut berhenti menyeretku dan terdiam aku tidak bisa melihat wajahnya karna dia membelakangiku, dengan gerakan apa itu dalam bahasa inggris selow moseon namja tersebut membalikan wajahnya dan doeng namja ini dasar kurang ajar batinku
"yak lee donghae lepaskan tanganku" bentakku donghae menatapku datar dan kembali menyeretku menuju altar, apa dia sudah gila? kenapa dia membawaku kemari. donghae terus menyeretku tepat di hadapan sang pastur dan menatapku dingin
"kalo kau pikir aku suka pernikahan ini jawabannya tidak, aku juga tidak mau menikah denganmu" ucap donghae masih setia dengan wajah datarnya, kalo kau tidak suka kenapa menyeretku ke mari dasar idiot. seolah tahu apa yang aku pikirkan donghae menghelang nafas pelan dan kembali menatapku
"umma ku sakit, dan dia ingin aku menikah dengan mu. aku tidak mungki menolknya mengingat keadaan umma saat itu, lagi pula bukankah kau harus membayar hutang appa mu, apa kau tidak kasian padanya?" tanya donghae panjang lebar, aku terdiam memiirkan ucapan donghae barusan mungkin memang aku harus mengalah untuk sekarang pikirku, aku mengangguk tanda mengerti pada donghae. selanjutnya yangkudengar adalah kata kata pastur dan donghae yang mungucapkan
"ya saya bersedia bla bla bla entah berapa lama aku berpikir sampai ucapan sang pastur menyadarkan ku
"kau boleh mencium istrimu" aku kaget tentu saja apa katanya mencium? nugu, aku dan donghae? ohh yang benar saja aku semakin kaget saat donghae menangkup wajahku dan mendekatkan wajahnya aku menutup rapat mataku bisa kurasakan hembusan nafasnya di wajah ku, detik berikutnya yang kurasakan adalah bibirku di lumatnya lembut membuatku kaget dan membuka mataku, donghae mengakhiri ciumannya dan tersenyum lebih tepatnya menyeringai ke arahku
"mulai hari ini kau adalah istriku, jadi bersikaplah yang patuh dan turuti semua keinginanku ne chagiya" glup aku meneguk air liurku dengan susah payah mendengar ucapannya ohh tuhan tolong selamatkan aku batinku.
.
.
.
(seminggu sebelum pernikahan)
.
.
"aku pulang' teriak eunhyuk saat sampai di rumah sederhana miliknya, eunhyuk melangkahkan kakinya menyusuri ruangan rumahnya dan mencari sosok sang appa, dahi eunhyuk mengerut saat tidak mendapati sosok appa nya kangin.
'appa.. kau di mana" panggil eunhyuk khawatir karna tidak menemukan sang appa di ruangan tengah. eunhyuk melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu bercat coklat di mana kamar kangin berada.
eunhyuk membuka pintunya dan menghelang nafas lega mendapati sosok sang appa yang tengah berdiri memunggunginya.
"appa, kau sedang apa di situ" tanya eunhyuk dan menghampiri kangin yang tengah menatap keluar jendela kamarnya, kangin membalikan wajahnya dan menatap wajah cantik eunhyuk lalu memeluknya erat.
"omo apa kenapa wajah appa" tanya eunhyuk kaget saat mendapati wajah kangin penuh luka lembap
"hyukkie tolong apa, para penagih hutang itu datang lagi dan memukuli appa, mereka mengancam kalo appa tidak segera membayar hutang mereka akan membunuh appa" kangin memeluk tubuh kurus eunhyuk erat membuat eunhyuk kesusahan untuk bernafas. eunhyuk mengelus punggug kangin menenangkan yang tanpa eunhyuk sadari kangin tengah meneteskan obat mata agar terlihat meyakinkan -_- #modus ini appa kangin.
"ne appa memangnya apa yang bisa hyukkie bantu?" tanya eunhyuk tulus. kangin langsung melepaskan pelukannya dan memegang pundak eunhyuk erat
"benar hyukkie mau membantu appa" tanya kangin, eunhyuk yang memang polos dan penurut mengangguk mengiyakan
"hyukkie bisa membantu appa melunasi semuaaa hutang apa dengan cara..." kangin menggantungkan kalimatnya membuat eunhyuk penasaran
"menikah" lanjut kangin, eunhyuk membulatkan matanya tidak percaya mwo menikah? yang benar saja batin eunhyuk.
"MWO MENIKAH? siro jinja siro" tolak eunhyuk dan melepaskan tangan kangin di pundaknya, kangin menundukan wajahnya dan terisak membuat eunhyuk bingung,sekaligus merasa bersalah sudah meneriaki kangin.
"jadi hyukkie rela melihat appa di pukuli setiap hari dan di bunuh ne?" ucap kangin berlebihan, eunhyuk gelagapan dan mengacak rambutnya prustasi
"ck tapi kenapa harus menikah appa, lagi pula siapa yang mau menikah denganku" kangin langsung menatap eunhyuk senang
"kau akan menikah dengan anak teman appa, dia namja yang tampan, baik, juga seumuran denganmu hyukkie, kalo kau mau menikah dengannya teman appa bersedia melunasi semua hutanghutang appa ottokhe" jelas kangi panjang lebar, eunhyuk akan kembali protes tapi di urungkannya melihat ekspresi kangin dan wajahnya yang penuh luka lembap
"hahhh~ ne baiklah aku mau" jawab eunhyuk membuat kangin bersorak dan memeluk eunhyuk erat
"gomawo chagiya, kau memang anak appa yang terbaik" eunhyuk hanya mengangguk sebagai jawaban tanpa menyadari seringai jahil kangi sang appa
.
.
,.
TBC
.
. ottoke patut di lanjutkah? tolong kasih masukan dan rivie gomawo
