Title: Why Don't You Kiss Him?
Chapter : 1 / ?
Author: Annies Kira
Cast : Kris, Lay, Luhan and other EXO's member
Rating : PG – 18
Genre : Romance, hurt/comfort, boys love
a.n : satu lagi FF KRAY.. Kali ini terinspirasi dari lagunya Jesse McCartney yang judulnya Why Don't You Kiss Her?
Happy Reading Everyone ^^
Why Don't You Kiss Him?
Di kantin sebuah sekolah tampak ramai siswa-siswa yang sedang beristirahat. Beberapa siswa memilih untuk menyantap makanan di hadapannya dan ada siswa yang bercanda dengan teman-teman lainnya. Begitu pula dengan seorang namja tampan dengan tinggi di atas rata-rata yang merupakan kapten tim basket sekolah, Yifan yang sedang duduk di sebuah bangku di kantin itu. Yifan sedang menikmati makanannya, semangkuk ramen.
"Yifan Hyung!" seru seorang namja manis dengan senyum ceria hingga membuat dimple di pipi kanannya terlihat dan membuatnya lebih terlihat manis. Namja itu adalah Yixing, adik kelas sekaligus sahabat dari Yifan.
"Hmm," balas Yifan singkat dan masih santai menyantap ramen-nya.
Dia tidak perlu menengok hanya untuk mengetahui siapa namja yang sedang memanggilnya. Sikap Yifan yang acuh mengasilkan sebuah pukulan di bahu namja tampan itu dari si namja manis.
"Yak, Yixing!" seru Yifan yang merasa terganggu acara makannya diganggu oleh pukulan kecil dari Yixing.
"Itu balasan karena kau mengacuhkanku hanya untuk ramen itu," balas Yixing santai lalu duduk di kursi berhadapan dengan Yifan.
"Ck.. dasar anak kecil," cibir Yifan dan mulai melanjutkan menyantap ramen-nya.
"Jangan panggil aku anak kecil, dan berhentilah makan. Aku ingin bercerita sesuatu padamu," seru Yixing sambil merebut ramen di hadapan Yifan dan menjauhkannya dari jangkauan namja tampan itu.
"Kau sungguh membuatku kehilangan selera makan," komentar Yifan sambil menghela napasnya karena kelakuan Yixing. "Jadi apa yang ingin kau ceritakan?" tanya Yifan yang mulai menyerah pada Yixing.
"Aku, Kai, dan Sehun,.."
"Terpilih untuk ikut kontes dance antarsekolah. Aku sudah tahu itu," potong Yifan yang dihadiahi tatapan kesal dari Yixing.
"Jangan memotong ucapanku, Hyung. Kau ini tidak bisa menyenangkan orang lain," ucap Yixing kesal. "Lagi pula darimana kau tahu?" tanya Yixing masih dengan nada kesal.
"Aku sudah melihat pengumumannya," jawab Yifan santai.
"Ck.. tak bisakah kau menunggu hingga aku sendiri yang memberitahumu?" omel Yixing. "Ini untukmu," tambah namja manis itu sambil melemparkan amplop kecil berwarna biru.
"Hmm? Surat lagi?" tanya Yifan.
"Iya. Kali ini dari Victoria," jawab Yixing.
"Huhff.. merepotkan sekali. Aku tidak tertarik," seru Yifan santai.
"Selalu saja acuh. Apa kau tidak mau mencoba membuka hatimu untuk salah satu dari mereka?" tanya Yixing.
Bukan hal aneh jika seorang kapten tim basket sekolah setampan Yifan memiliki banyak penggemar yang menginginkannya sebagai kekasih. Namun, entah apa yang membuat Yifan tidak pernah menerima semua pernyataan cinta yang ia dapatkan. Yixing hanya tahu jika Yifan merasa terganggu dengan hal itu. Yifan bukan orang yang mudah tertarik untuk menjalin hubungan dengan seseorang.
"Aku tidak tertarik dengan mereka semua. Aku bukan kau yang mudah dilemahkan oleh cinta," jawab Yifan yang menyiratkan ejekan untuk namja manis di hadapannya.
"Dan jangan samakan aku dengan namja dingin tak berperasaan sepertimu. Cinta itu indah jika kau bisa merasakannya," balas Yixing.
"Owh ya? Apa kehilangan nafsu makan selama seminggu karena putus dari pacar itu termasuk hal yang indah?" tanya Yifan yang bertujuan untuk mengejek Yixing.
"It..itu tidak masuk hitungan, Hyung," balas Yixing gelagapan.
Ya. Yixing pernah kehilangan nafsu makannya saat ia patah hati saat putus dari kekasih pertamanya. Tidak ada yang bisa membujuk namja manis itu agar mau makan saat itu termasuk orang tuanya. Namun, entah apa yang dilakukan Yifan untuk membujuk Yixing hingga namja manis itu akhirnya mau makan walau hanya 4 sendok bubur ayam buatan ibunya.
"Itu karena kalian tidak sungguh-sungguh saling mencintai. Gadis itu hanya memanfaatkanmu untuk bisa kembali pada mantan kekasihnya. Dengan kata lain kau itu hanya sebagai pelampiasannya saja," kata Yifan memojokkan Yixing.
"Sudahlah, Hyung. Jangan membahas yang dulu. Lagipula aku sekarang sudah punya kekasih baru," kata Yixing santai.
"Apa? Kekasih baru?" tanya Yifan terkejut.
"Yapp.. Tadi malam aku baru saja resmi menjadi kekasih Krystal," jawab Yixing dengan senyum ceria.
"Krystal?" ulang Yifan dan dibalas anggukan oleh Yixing. "Kau sedang menggali kuburmu sendiri ya? Kali ini kau pun akan terluka," tambah Yifan dengan nada sedikit terganggu.
"Bilang saja kau iri karena aku sudah punya kekasih baru dan kau masih saja sendiri," ejek Yixing.
"Pikirkan baik-baik kata-kataku! Menjauhlah dari Krystal jika kau tidak ingin terluka lagi karena aku tidak akan membujukmu jika kau sampai kehilangan napsu makan lagi," kata Yifan memperingatkan.
"Percayalah padaku, Hyung. Krystal adalah gadis yang baik," balas Yixing.
"Kalu begitu lakukan saja sesukamu," kata Yifan. Kapten tim basket itu kemudian pergi meninggalkan sahabatnya, Yixing.
"Carilah kekasih agar kau tidak kesepian, Hyung!" seru Yixing sedikit berteriak agar Yifan yang melangkah menjauhinya dapat mendengar suaranya.
"Aku tidak tertarik," balas Yifan tanpa menengok ke arah Yixing. Namja tampan itu bertujuan untuk pergi ke lapangan basket.
Why Don't You Kiss Him?
Yifan terlihat tengah berbaring sambil memejamkan matanya di tengah lapangan basket. Seragam sekolah yang ia kenakan terlihat basah oleh keringat karena bermain basket sekitar 2 jam hingga melewatkan pelajarannya.
Yifan sebenarnya bukanlah anak yang memiliki image buruk. Ia bahkan terkenal tidak hanya karena dia kapten tim basket yang tampan, tapi juga karena kecerdasan otaknya. Namja tampan itu selalu berada di lima besar siswa terpandai di sekolah. Namun, jika ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, ia kan lebih memilih membolos pelajaran dan bermain basket hingga kelelahan.
Beruntung baginya karena lapangan basket berada di pojok sekolah dan jauh dari area kelas ataupun ruang guru sehingga tidak akan ada yang melihatnya bermain basket saat jam pelajaran berlangsung. Namun, ada satu orang yang selalu tahu jika dia sedang membolos, Yixing, adik kelas sekaligus sahabatnya.
"Kau membolos pelajaran lagi?"
Yifan tak merasa terganggu dengan suara sesorang yang bertanya padanya. Tanpa membuka mata pun dia tahu siapa orang tersebut, Yixing, sahabatnya.
Yixing mendudukan dirinya di samping tubuh Yifan yang sedang berbaring. Namja manis itu menaruh handuk kecil di atas wajah tampan Yifan. Hal itu membuat Yifan membuka matanya dan mendudukan dirinya. Kapten tim basket itu mengambil handuk tersebut kemudian membesihkan keringat yang mengalir di wajah dan lehernya.
"Kau memang terkenal dan juga salah satu siswa terpandai di sekolah, tapi bukan berarti kau boleh bolos pelajaran terus, Hyung. Itu akan merusak image-mu," komentar Yixing.
"Terima kasih atas pujiannya" balas Yifan sambil terkekeh.
"Aku sedang tidak memujimu, Hyung," kata Yixing kesal.
"Aku hanya sedang malas mengikuti pelajaran," jawab Yifan akhirnya.
Dia tidak ingin membuat namja manis di sebelahnya marah padanya. Sejak pagi tadi, ia sudah beberapa kali membuatnya kesal. Yifan tidak suka jika sahabatnya yang manis itu sampai marah padanya.
"Ceritakan padaku," pinta Yixing.
"Ceritakan apa?" tanya Yifan pura-pura tidak tahu maksud Yixing.
"Jika kau sampai membolos, pasti sedang ada yang kau pikirkan," jawab Yixing. Yifan hanya diam, Yixing selalu tahu jika terjadi sesuatu dengan namja tampan itu. "Jadi, apa yang sedang mengganggu pikiranmu, Hyung?" tanya Yixing lagi.
"Apa yang membuatmu menjadikan Krystal kekasihmu?" Yifan balik bertanya tanpa melihat Yixing.
"Krystal cantik dan dia juga pintar," jawab Yixing. "Memangnya kenapa?" tanya Yixing lagi.
"Apa kau mencintainya? Atau hanya sekedar kagum padanya karena dia cantik?" tanya Yifan lagi tanpa menjawab satu pun pertanyaan Yixing.
"Kalau itu, entahlah," jawab Yixing lemah.
Yixing sendiri juga tidak tahu apa yang membuatnya memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Krystal yang merupakan adik kelasnya. Padahal selama ini mereka tidak terlalu dekat. Mereka hanya saling mengenal sejak Krystal masuk ke club music sekolah sebagai salah satu vocalis. Itu karena selain menjadi anggota club dance, Yixing juga anggota club music. Selain hebat dalam dancing, Yixing juga sangat pandai memainkan gitar dan piano. Entah apa yang membuat Krystal tiba-tiba ikut dalam club yang sama dengan Yixing. Namun, yang jelas dua minggu belakangan Krystal berusaha mendekati Yixing hingga kini ia menjadi kekasih namja manis itu.
"Hyung, kau bahkan belum menjawab satu pun pertanyaanku," kata Yixing protes. Yifan hanya diam dan kembali berbaring di lapangan basket sambil menutup matanya.
Yixing menghela napasnya kesal. Yifan selalu memilih diam jika namja tampan itu sedang berfikir. Yixing hanya heran dengan apa yang sedang dipikirkan Yifan hingga membuat namja tampan itu terlihat gelisah. Namja manis itu juga heran kenapa Yifan bertanya tentang Krystal.
Yixing ikut merebahkan tubuhnya di samping Yifan. "Hyung, apa kau mengenal Krystal?" tanya Yixing penasaran.
"Tidak," jawab Yifan singkat tanpa membuka matanya.
"Apa kau tidak suka aku berhubungan dengan Krystal?" tanya Yixing lagi.
Mendengar pertanyaan Yixing, Yifan kemudian membuka matanya. "Aku hanya ingin kau mendapatkan yang terbaik. Itu saja," jawab Yifan.
"Apa menurutmu, Krystal bukan orang yang baik?" Yixing terus bertanya pada Yifan.
"Kau harus mencari tahu sendiri apakah Krystal gadis yang baik atau tidak," jawab Yifan kembali menutup matanya. "By the way, kau tidak mau masuk ke kelasmu lagi?" tanya Yifan yang menyadari Yixing justru ikut berbaring di sampingnya.
"Aku akan menemanimu membolos hari ini," jawab Yixing ikut memejamkan matanya.
"Lebih baik kau masuk ke kelasmu. Jika Luhan tahu kau membolos, dia pasti akan memarahiku dan menganggapku sebagai orang yang memberikan pengaruh buruk padamu," bujuk Yifan.
"Tenang saja. Aku akan mengatakan kalau ini adalah keinginanku sendiri," balas Yixing.
"Terserah kau sajalah," kata Yifan pasrah.
Kedua namja itu kemudian menghabiskan jam terakhir pelajaran mereka dengan membolos. Mereka memang tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya berbaring di lapangan basket. Walau hanya seperti itu, Yixing dan Yifan merasa lebih nyaman. Mereka tidak butuh kata-kata. Keberadaan Yixing di samping Yifan atau sebaliknya sudah mampu membuat kegundahan hati mereka sedikit terobati.
Why Don't You Kiss Him?
"Sudah ku duga kalian ada di sini," kata seorang namja manly, tapi berwajah cute, Luhan. Luhan adalah teman sekelas Yifan dan sepupu dari Yixing.
Mendengar suara Luhan membuat kedua namja itu membuka matanya terganggu. Keduanya kemudan mendudukan tubuh mereka.
"Yifan, kalau kau mau membolos jangan ajak Yixing. Aku tidak mau Yixing mendapat masalahh karena membolos pelajaran," omel Luhan sambil melemparkan tas hitam milik Yifan yang ia bawa dari kelas. Sedangkan yang mendapat omelan hanya memungut tas yang dilempar Luhan dan membuang muka.
"Luhan hyung, aku sendiri yang ingin membolos. Jadi, jangan salahkan Yifan hyung," bela Yixing.
"Yifan, lihat apa yang sudah kau ajarkan pada Yixing," lagi, Luhan mengomel pada Yifan. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, Luhan pasti akan memarahi Yifan.
Luhan kemudian menyerahkan tas coklat pada Yixing. "Dan kau, Yixing. Aku tahu kau berteman dengan Yifan, tapi bisakah kebiasaan buruknya tidak kau ikuti," tambah Luhan. Yixing hanya mengangguk menanggapi omelan Luhan.
Luhan bukannya tidak suka dengan Yifan. Luhan hanya tidak terlalu suka dengan kelakuan Yifan yang kadang seenaknya sendiri itu. Yifan, Luhan dan Yixing tumbuh besar bersama sehingga mereka tahu kebiasaan-kebiasaan masing-masing. Bagi Luhan, Yixing adalah adiknya yang polos yang harus dia jaga. Luhan tidak ingin Yixing menjadi adik yang mempunyai tabiat buruk seperti Yifan.
"Owh ya, tadi Kai pesan agar kau tidak membolos latihan dance. Kompetesinya akan dilaksanakan satu minggu lagi, jadi kau harus berlatih dengan giat," tambah Luhan ikut mendudukan dirinya di lapangan basket.
"Satu minggu lagi? Kalau begitu aku akan ke ruang latihan sekarang," seru Yixing terkejut kemudian mulai beranjak dari posisi duduknya. "Luhan hyung, Yifan hyung, aku latihan dulu ya, bye," pamit Yixing yang kemudian berlari menjauhi dua hyung-nya itu.
"Kau terlihat tidak senang hari ini," komentar Luhan pada Yifan. Yifan bukannya menjawab malah beranjak dari posisinya dan mulai memainkan bola basket yang sejak tadi menganggur. "Yak! Wu Yifan! Aku sedang bicara padamu," seru Luhan kesal.
Yifan melempar bola di tangannya ke arah ring. As expected, bola itu masuk ke dalam ring. Yifan melihat datar ke arah bola yang memantul di lapangan. "Kau ingat gadis bernama Krystal?" tanya Yifan membuka suaranya.
Luhan terdiam mencoba mengingat nama itu. "Krystal,.. Hmm.. Ach, dia gadis yang pernah merayumu dengan membuka kancing bajunya di depanmu kan," jawab Luhan.
"Iya," jawab Yifan pelan.
"Memangnya ada apa dengannya? Apa kau mulai menyukainya?" tanya Luhan penasaran.
"Gadis tidak punya rasa malu sepertinya bukanlah tipeku," jawab Yifan kemudian berbalik dan berjalan mendekati Luhan yang masih duduk di lapangan.
"Yixing,." Yifan memberi jeda ucapannya dengan menghela napas. " Yixing bilang dia dan Krystal sekarang adalah sepasang kekasih," jawab Yifan membuat Luhan terkejut.
"Tidak mungkin," elak Luhan.
"Yixing sendiri yang mengatakannya padaku," kata Yifan datar.
"Dan kau diam saja? Kenapa kau tidak memberitahunya?" tanya Luhan.
"Memangnya apa yang harus aku lakukan? Mengatakan kalau Krystal pernah merayuku dengan sikap tidak sopan? Menyuruhnya memutuskan hubungan dengan Krystal? Dan kau ingin agar Yixing menganggapku teman yang buruk karena telah merusak kebahagiaanya?" balas Yifan sarkas.
"Lalu bagaimana sekarang? Yixing terlalu baik untuk dipermainkan oleh yeoja tak punya malu seperti Krystal," keluh Luhan.
"Aku sudah memikirkannya, biarkan dia tahu sendiri seperti apa Krystal itu. " balas Yifan yang kemudian mengambil tasnya yang tergeletak di samping Luhan.
"Bagaimana kalau Yixing patah hati lagi?" tanya Luhan khawatir.
"Setidaknya masih ada kita yang akan menghiburnya," jawab Yifan.
"Yach, mungkin kau benar," balas Luhan. "Sepertinya aku harus pergi. Aku ada jadwal latihan futsal hari ini. Aku akan mencoba berbicara pada Yixing nanti," kata Luhan setelah mereka terdiam beberapa saat.
"Aku juga punya jadwal latihan. Sebentar lagi akan ada turnamen," balas Yifan.
"Okay. Kalau begitu aku pergi dulu. Bye Yifan," pamit Luhan kemudian pergi meninggalkan Yifan di lapangan basket.
Yifan memungut bola basket yang berada di bawah tiang ring basket. Namja tampan itu mulai mendribble bola di tangannya. Dia mungkin terlihat berkonsentrasi saat melakukan dribble. Namun, hatinya tahu bahwa konsentrasinya bukan untuk memainkan bola di tangannya. Konsentrasi Yifan sedang terfokus pada namja manis sahabatnya yang kini mungkin berlatih dance bersama teman-temannya, Yixing.
Why Don't You Kiss Him?
Di tempat lain, tepatnya di ruang dance tiga namja tengah berlatih dance dengan semangat, Kai, Sehun dan Yixing. Gerakan yang penuh passion mereka lakukan dengan sangat baik. Mimik muka yang mereka perlihatkan juga menjadi poin penting yang membuat ketiganya terlihat awesome. Gerakan-gerakan yang powerful membuat ketiganya bercucuran keringat. Namun, justru membuat mereka terlihat sangat keren.
Setelah gerakan terakhir, ketiga namja itu saling berhigh five sebagai bentuk support. Dancer sekolah tersebut kemudian duduk bersandar pada dinding sambil membersihkan keringat mereka dengan handuk kecil.
"Hyung, tadi kau kemana? Saat aku mencarimu di kelas, teman-teman sekelasmu bilang kau membolos pelajaran," tanya Kai, ketua klub dance.
Tanpa menyebut nama pun, Yixing tahu jika pertanyaan itu untuknya. Hal itu karena hanya dia yang usianya lebih tua dari Kai. "Aku di lapangan basket bersama Yifan hyung," jawab Yixing santai masih dengan mengembersihkan keringat di tubuhnya.
"Sejak kapan kau menjadi suka membolos, Hyung?" tanya maknae Sehun.
"Aku bukannya suka membolos. Itu sama sekali bukan gayaku. Tadi hanya karena aku sedang ingin menenangkan diri," jawab Yixing dengan nada biasa saja seolah itu bukanlah hal yang perlu diherankan.
"Kau pasti sudah terkena pengaruh buruk dari Yifan hyung," komentar Sehun.
"Yifan hyung tidak pernah mempengaruhiku untuk membolos Sehunnie," balas Yixing.
"Percuma kau menjelek-jelekkan Yifan hyung di depan Yixing hyung, Sehun-ah, karena Yixing hyung pasti akan selalu membela sahabatnya itu," kata Kai pada Sehun.
"Itu karena aku mengenal Yifan hyung dengan baik," kata Yixing membela diri.
"Kadang aku heran, bagaimana kalian bisa berteman baik dengan kepribadian kalian yang sangat berbeda," kata Kai.
"Itu karena Yifan hyung tidak seburuk yang kalian pikirkan. Sebenarnya dia sangat berbeda dari image-nya yang selalu ia tampilkan di depan orang-orang," jawab Yixing.
"Sepertinya kau memang mengenal Yifan hyung dengan sangat baik, hyung," komentar Sehun.
"Aku sudah mengenalnya sejak kecil. Tentu saja aku tahu banyak tentangnya," balas Yising. "Sudahlah, daripada kita hanya mengobrol, lebih baik lanjutkan latihannya," ajak Yixing.
"Sebenarnya siapa ketua di sini," komentar Kai. Namun, namja berjuluk Kkamjong itu ikut berdiri bersama Sehun dan Yixing untuk memulai latihannya lagi.
Setelah jam menunjukan pukul 17.00 KST, ketiga dancer itu menyudahi latihan mereka. Mereka mulai membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka dengan baju yang bersih. Yixing yang telah selesai ganti baju kemudian duduk bersandar pada dinding untuk beristirahat sambil menunggu dua dongsaengnya yang masih berada di ruang ganti. Namja manis itu merogoh tas miliknya untuk mengecek handphone-nya.
10 misscall
5 misscall dari Yifan, 2 misscall dari Luhan, dan 3 misscall dari Krystal
Yixing tersenyum saat membaca nama Krystal menjadi salah satu orang yang menelponnya. Namja manis itu kemudian mengecek pesan di handphone-nya.
6 unread message
From : Yifan hyung
Yixing, kau selesai latihan jam berapa?
From : Krystal
Oppa, Ayo kita pulang bersama ^^
From : Yifan hyung
Aku latihan basket sampai sekitar jam 5pm. Mau pulang bersama?
From : Krystal
Oppa, kenapa tidak membalas pesanku? aku telpon juga tidak dijawab. Oppa dimana sekarang?
From : Yifan hyung
Aku tunggu di depan gerbang sekolah.
From : Luhan hyung
Kau berhutang penjelasan padaku!
Yixing mengernyitkan dahinya saat membaca pesan dari Luhan. 'Penjelasan apa yang dimaksud Luhan hyung' batin namja manis itu. Namun, dia tidak terlalu memperdulikannya. Namja manis itu kemudian mengemasi barang-barangnya.
"Kau sudah mau pulang hyung?" tanya Sehun yang baru saja keluar dari ruang ganti yang disusul oleh Kai.
"Iya. Yifan hyung sudah menungguku di depan gerbang sekolah," jawab Yixing sambil menutup tasnya. "Aku pulang dulu ya," pamit Yixing kemudian berjalan meninggalkan ruang latihan.
Why Don't You Kiss Him?
Di gerbang sekolah, Yifan berdiri sambil bersandar pada gerbang. Dia tampak sedang asyik dengan game di handphone-nya hingga seseorang mengusik aktivitasnya.
"Yifan oppa," seru seorang gadis membuat Yifan menolehkan pandangannya.
Gadis itu adalah gadis yang tinggi semampai, kulit putih, dan rambut panjang yang sedikit bergelombang. Dia adalah Krystal, kekasih Yixing dan gadis yang merayu Yifan dengan memamerkan tubuhnya di depan kapten tim basket sekolah itu. Setiap orang pasti akan mengakuinya jika dia adalah gadis yang cantik.
Namun, kecantikan parasnya tidak mampu membuat seorang Yifan tertarik. Terlihat dari apa yang dilakukan Yifan saat ini. Namja tampan itu lebih memperhatikan game di handphone-nya daripada meladeni gadis itu. Yifan tahu betapa buruknya hati Krystal sehingga namja tampan itu jengah dengan gadis itu.
"Oppa, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Krystal yang kini berada di samping Yifan. Sedangkan, yang ditanya malah asyik bermain game seolah tak mendengar pertanyaan si gadis.
"Oppa, aku sedang bertanya padamu," kata Krystal merajuk.
"Jauhi Yixing!" seru Yifan tegas, tapi masih tak mengalihkan pandangannya dari handphone di tangannya.
Krystal menyunggingkan sebuah evil smile. "Apa kau cemburu karena aku mendekati sahabatmu?" tanya Krystal masih dengan evil smile-nya. Gadis itu mulai mendekati Yifan dengan gerakan seductive.
"Aaghh," rintih Krystal saat Yifan mendorongnya.
"Dengar! Kalau kau berani mempermainkan Yixing, maka aku orang pertama yang akan membencimu dan akan memberimu perhitungan," ancam Yifan geram.
"Kenapa kau begitu membelanya?" tanya Krystal mulai kesal.
"Itu kar.."
"Yifan hyung! Krystal!" seru Yixing dari tempat yang tidak jauh dari namja dan yoeja yang sedang adu mulut tersebut.
"Yixing oppa," seru Krystal kemudian mendekati Yixing dengan senyum yang dibuat-buat. Hal itu membuat Yifan merutuk dalam hati. Sungguh gadis yang licik.
"Oppa, kau belum pulang?" tanya Krystal pura-pura perhatian.
"Aku baru saja selesai latihan," jawab Yixing. "Kenapa kau belum pulang? Dan apa yang kau lakukan di sini dengan Yifan hyung?" tanya Yixing.
"Aku ada urusan sebentar tadi dengan teman-temanku, dan tidak sengaja bertemu Yifan oppa di sini. Aku baru saja mau bertanya tentang Yixing oppa padanya," jawab Krystal berbohong.
Hal itu membuat Yifan semakin geram dengan gadis centil itu. Yifan yang mulai kehilangan kesabarannya menarik tangan Yixing agar namja manis itu menjauh dari Krystal.
"Ayo kita pulang," ajak Yifan dengan nada dingin.
"Hyung, tapi Krystal sendirian," seru Yixing melepaskan tangannya dari genggaman Yifan. Yifan pun menghentikan langkahnya. "Aku akan mengantar Krystal pulang. Hyung pulang saja dulu," tambah Yixing kemudian menghampiri Krystal.
Yifan terdiam melihat Yixing menggandeng tangan Krystal. Krystal yang tahu jika Yifan sedang mengamatinya, membalas tatapan Yifan dengan seringaian. Namja tampan itu mengepalkan tangannya marah. Dia hanya bisa menatap kepergian Yixing dan Krystal dari hadapannya.
Krystal sungguh membuatnya naik darah dengan semua kelakuannya. Yifan bahkan heran, apa tujuan Krystal mendekati Yixing. Ingin rasanya Yifan membongkar semua kedok gadis centil itu. Namun, membongkar kedok Krystal secara tidak langsung akan mengatakan bahwa Yifan adalah namja yang disukai Krystal bukan Yixing. Yifan tidak ingin Yixing memiliki pikiran buruk tentangnya. Namja tampan itu tidak akan bisa menerima kemarahan Yixing. Jadi, dia akan biarkan Krystal melakukan apa yang ia inginkan. Namun, cepat atau lambat kebusukan gadis itu pasti akan terbongkar dengan sendirinya.
Why Don't You Kiss Him?
"Apa Yifan oppa selalu perhatian padamu?" tanya Krystal pada Yixing. Keduanya kini tengah berada di bus.
"Itu karena sejak kecil, Yifan hyung selalu menganggapku adiknya," jawab Yixing.
"Yang aku tahu Yifan oppa memiliki image buruk di sekolah. Seenaknya sendiri, suka membolos, dan sifatnya juga sangat dingin," komentar Krystal.
"Itu hanya karena dia tidak suka memperlihatkan sisi baiknya di depan orang. Dia bilang itu kan membuatnya repot," balas Yixing.
"Kau tahu banyak tentang Yifan oppa. Aku tidak meragukan kalau kalian sangat dekat," kata Krystal dengan senyum palsu yang seolah gadis itu tengah merencanakan sesuatu yang jahat. Sayangnya hal itu tidak dilihat oleh Yixing.
Setelah beberapa lama, Yixing dan Krystal akhirnya sampai di halte bus dekat rumah Krystal. Mereka berdua turun dari bus. "Oppa tidak perlu mengantarku sampai rumah. Rumahku sudah dekat kok," kata Krystal.
"Tapi ini sudah menjelang malam," balas Yixing.
"Aku sudah biasa kok. Justru aku menghawatirkan oppa. Bus menuju rumah Yixing oppa sebentar lagi datang, jika sampai terlewat oppa harus menunggu sekitar 4 jam lagi. Aku tidak ingin oppa telat pulang ke rumah," kata Krystal pura-pura perhatian.
"Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu. Sampai ketemu di sekolah," pamit Yixing saat melihat bus yang akan membawanya pulang telah sampai di depan halte. Namja manis itu kemudian menaiki bus itu dan melambaikan tangan pada Krystal.
"Aku tidak salah memilihmu, Oppa. Kau yang akan membuatku mendapatkan Yifan oppa," kata Krystal dengan seringaian saat bus yang membawa Yixing sudah berlalu dari halte tempatnya berdiri. Yixing sepertinya akan berada dalam masalah karena berhubungan dengan gadis bermuka dua seperti Krystal.
Why Don't You Kiss Him?
"Apa ini?" tanya Yixing pada diri sendiri saat ia menemukan sebuah amplop coklat di atas meja yang berada di kamarnya. Yixing baru saja sampai rumah dan langsung mmenuju kamarnya. Dia terkejut saat menemukan sebuah amplop tergeletak di mejanya.
"Lihat saja isinya dan kau akan tahu," balas Luhan tiba-tiba hingga mmembuat Yixing terkejut. Namja yang lebih tua satu tahun dari Yixing itu tengah berbaring di ranjang sepupunya itu.
"Sejak kapan Luhan hyung ada di kamarku?" tanya Yixing polos.
"Sejak tadi sore aku di sini hingga ketiduran karena menunggumu," jawab Luhan.
"Apa amplop ini dari mu?" tanya Yixing lagi.
"Iya, jadi cepat buka dan lihatlah," jawab Luhan.
Yixing kemudian membuka amplop yang ternyata berisi beberapa lembar foto. Mata Yixing lalu membulat tak percaya saat melihat siapa yang berada di dalam foto itu.
"Hyung, apa maksudnya ini?" tanya Yixing dengan nada tinggi.
"Kenapa tidak kau tanyakan saja pada orang di dalam foto itu. setelah itu aku akan menjelaskannya padamu. Aku ingin tahu apa jawabannya sama dengan jawabanku. Kalau tidak harusnya kau tahu apa yang harus kau lakukan," jawab Luhan yang masih menyisakan pertanyaan di benak Yixing. Namun, belum sempat Yixing bertanya lagi Luhan sudah pergi begitu saja dari kamarnya.
Yixing kemudian mengejar Luhan hingga halaman rumahnya. "Luhan hyung, tunggu!" panggil Yixing. Luhan kemudian menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Apa tujuanmu memberikan foto itu padaku? Dan darimana kau mendapatkannya?" tanya Yixing.
"Tujuanku agar kau bisa mempertimbangkan keputusanmu dengan baik dan aku mendapatkannya dari teman-teman sekelasku," jawab Luhan. "Sudahlah, pikirkan saja dulu baik-baik, setelah itu8 datanglah padaku lagi," saran Luhan yang kemudian melanjutkan langkahnya yang terhenti untuk meninggalkan rumah Yixing.
Yixing terlihat bingung dengan semua yang tiba-tiba terjadi. Yifan, Luhan dan Krystal, ketiga orang itu telah menyita konsentrasi Yixing. Namja manis itu tidak tahu harus bersikap bagaimana. Namun, yang pasti Yixing akan menemui ketiganya besok. Dia benci menjadi satu-satunya yang tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang sebenarnya.
.
.
.
.
TBC
a.n : aku sebenernya bingung kalau mau bikin school life. Maklum, sudah lama lulus SMA.. Ini ff school life pertama ku semoga saja mendekati kehidupan sekolah yang sebenarnya.
Reader please give me comment.. your comment is my payment..
-Annies Kira yang hatinya dicuri oleh Xiumin ge-
