Tittle: Kita berbeda, Sasuke

Rated : T / T+

Disclaimer : Semuanya punya Masashi Kishimoto, kecuali cerita ini asli punya Khio

Genre : Romance, Friendship, dan banyaklagi

Author : Khioneizys

Cast : Sasuke Uchiha, FEM! Naruto Uzumaki, Itachi Uchiha, Human! Kyuubi, and many more.

Summary : Ramen dan Tomat/ Blonde dan Raven/ Sapphire dan Onyx/ Ceria dan Pendiam/ Hangat dan Dingin. Semua itu perbedaan yang kami miliki. Ada satu kesamaan di antara kami. Ialah kasih sayang orang tua. Kami sama-sama haus kasih sayang.

WARNING : FEM! Naruto, cerita suka-suka author, EYD pecah-pecah, Typo yang disebar, bisa menyebabkan kantuk berlebih, syaraf Anda terganggu, mata berair, serangan flu, dan kantong kering!

Don't Like Don't Read

Happy Reading, Minna-san

Chapter 1 : Ramen and Tomato

Naruto's POV

Ramen, adalah makanan kesukaanku. Walaupun, kehidupanku sangat sangat susah aku rela menyerahkan beberapa ratus yen hanya demi satu cup ramen instan. Aku berusaha melawan kerasnya hidup dijalan, mencari makan dengan cara bekerja jadi tukang cuci piring di beberapa restoran. Tidur dimana saja asalkan aman, tak peduli tulangku mengigil kedinginan.

Orang tua? Jangan tanyakan itu, mereka telah pergi meninggalkanku sendirian dan kesepian... Dikehidupanku yang susah ini, aku masih memiliki satu-satunya mimpi. Mimpi yang kurasa tidak akan kucapai. Mimpi yang terlalu konyol menurut orang yang mendengarkannya. Namun, aku percaya mimpiku akan terkabul suatu hari nanti,entah kapan? Akupun tidak tau..

Doa? Kalian harap aku berdoa agar mimpiku terkabul? Tidak. Hal itu pernah kulakukan namun tidak berhasil. Aku berdoa pada Tuhan agar orangtuaku kembali, agar mereka bisa memelukku lagi, agar mereka bisa menyangiku lagi, agar aku bisa memberi mereka sebuah senyuman yang merekah dibibir mereka hanya untukku. Nyatanya, Tuhan tetap mengambil mereka dari sisiku. Membiarkan aku sendirian dan kesepian. Menyambung hidup dengan cara apapun asal perut ini kenyang.

End of Naruto's POV

Sasuke's POV

Tomat, buah yang sering digunakan sebagai sayur. Buah yang paling enak. Buah yang memiliki warna merah cerah dan rasa yang sangat segar ketika menyapa kerongkonganku. Aku bisa mendapatkan tomat jenis apa saja dengan kualitas paling baik sekalipun. Hidupku sangat berkecukupan namun, kasih sayang yang kurasakan sungguh sangat kurang.

Orang tua? Mereka terlalu sibuk pindah kota yang satu ke kota yang lain, pindah-pindah negara hanya demi mengurusi perusahaan. Sehingga aku tak pernah mendapatkan kasih sayang mereka. Tak tau seperti apa rasanya pulang lalu disambut oleh senyuman seorang Ibu, lalu ditanyakan "Bagaimana harimu?" dan pelukkan seorang Ayah, yang seharusnya menemanimu ketika kau merasa sedih.

Tapi, aku bersyukur. Tuhan masih memberiku seorang kakak yang sangat menyayangiku. Aniki satu-satunya yang aku punya. Seorang kakak yang menjadi sosok Ayah sekaligus sosok Ibu dimataku. Sosok yang selalu merangkulmu ketika kau bersedih, dan menanyakan "Bagaimana harimu?" setiap harinya dengan senyum yang sangat teduh. Terimakasih Tuhan, Kau telah memberikan Aku seorang kakak yang sangat menyayangiku. Dan aku akan terus mendoakan kebahagiaan kakak, ayah, dan ibu.

End of Sasuke's POV

Pasar Konoha, pagi harinya...

Burung-burung bersiul saling menyahut satu dengan yang lain. Menyambut sinar mentari pagi yang menyehatkan badan. Seorang gadis datang ke pasar ini sebelum mentari menyinari Konoha. Nampaknya dia bekerja disana, disalah satu warung yang menjajahkan sayuran.

"Berapa harga bayam ini?" tanya seorang ibu yang sedang mengangkat seikat bayam kearah Naruto, gadis yang bekerja di warung tersebut. "Satu ikatnya 20 yen"(A/N: anggap aja 1 yen setara dengan 100 rupiah biar kalian gampang ngitungnya) jawab Naruto. "Aku ingin 4 ikat ya.. sama tomat ini ½ kg nya berapa?" tanya ibu itu lagi. " ½ kg nya 80 yen, Nyonya. Akan saya bungkuskan" jawab Naruto lagi sambil tersenyum.

"Ini, Nyonya. Jadi, 160 yen" ucap Naruto seraya menyerahlan kantung belanjaan yang isinya milik ibu tersebut. "Terimakasih, datanglah kemari lagi" kta Naruto setelah didapatkanya uang lembaran 160 yen.

"Apa tomatnya masih ada?" tanya seorang pelanggan yang tidak biasa, kenapa? Karena pelanggannya seorang pemuda yang kira-kira 2 tahun lebih tua dari Naruto, berwajah tampan rupawan, kulit porselen yang indah, rambut biru dongker bermodelkan mencuat keatas, serta sepasang onyx yang menghipnotis siapa saja. "Hm, sebentar... sepertinya hanya tinggal ¼ kg saja" Naruto bekata sambil memperkirakan berat tomat-tomat yang tersisa. "Aku mau semuanya" kata pelanggan itu. "Baiklah, tunggu sebentar ya" pelanggan yang melihat tingkah Naruto hanya bisa menyeringai kecil, 'tak salah kau Aniki menyuruhku berbelanja. Ternyata Tuhan memang berpihak kepadaku' batin pelanggan tersebut.

"Ini, Tuan. Cukup bayar 15 yen saja karena sudah terakhir, hehehe" kata Naruto, menyerahkan bungkusan berisi tomat-tomat yang cantik dimata pelanggan dengan sedikit kekehan dan cengiran yang lebar. "Oh iya, ada bahan bahan untuk sup miso tidak?" tanya pelanggan lagi. "Ada, Tuan. Anda ingin beli untuk berapa porsi?" Naruto bertanya balik.

"2 saja.."si pelanggan menggunakan jarinya untuk mendeskripsikan apa yan ia mau. "Yup, ini dia Tuan, semuanya jadi 235 yen"

"Terimakasih, silahkan kembali lagi jika Anda suka..." teriak Naruto kepada pelanggannya yang telah melenggang pergi. 'Pasti' batin si pelanggan.

"Naru? Apakah laris hari ini?"tanya seorang lelaki yang memiliki luka mmelintang di hidungnya. "Laris, paman Iruka tenang saja. Selama ada Naru semua pelanggan akan memborong habis dagangan paman" ucap Naruto bangga. "Malam ini tidurlah di rumah paman, walaupun sempit itu lebih baik daripada harus tidur di pinggir emperan, Naru" tawar Iruka. "Hmm, aku akan tidur di rumah paman deh... abis paman maksa, hehe" sahut Naruto "Oiya paman, Naru harus kerja di restoran depan, jaaa ne~" sambungnya lalu pergi meninggalkan Iruka yang geleng-geleng kepala melihat sikap dan sifat Naruto. "Anak itu~"

Ichiraku Ramen Resto, 3 jam setelah waktu yang diatas

Restoran sederhana milik Teuchi sebagai pemilik sekaligus kokinya dibantu oleh anak semata wayangnya, Ayame. Dan Naruto, sebagai tukang cuci piring dan juga pelayan. Naruto bekerja dari sekarang jam 10:00 sampai 20:00, dengan gaji 500 yen dan 2 mangkuk ramen sebagai makan siang dan makan malamnya.

Karena, Ramen pula Naruto sangat betah bekerja disini, walau harus mencuci setiap 5 menit sekali dengan 6 tumpuk mangkuk, dirinya tidak peduli. Yang penting aku dapat ramen. Apapun demi Ramen. 2 pinsip hidup Naruto. Ramen dan Semangat.

"Naru-chan, bisa bantu antar ini ke meja no 2 tidak?" Ayame meminta bantuan Naruto karena dirinya sendiri sudah kerepotan dengan mangkuk-mangkuk yang belum di cuci. "Baiklah, sini biar kuantar" katanya riang seakan tak ada beban hidup yang bergelayut manja dipundaknya, kenyataanya beban itu ratusan kali lipat lebih berat daripada berat Naruto yang hanya 45 kg saja.

Diantarkannya ramen tersebut ke meja pelanggan. Setelah mengantarkan ramen, seorang pelanggan tidak jauh darinya mengangkat tangan. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Naruto sopan. "Kau tidak mengenaliku ya?" tanya pelanggan itu. "Oh, maaf. Kau kan yang beli tomat tadi bukan?" tanya balik Naruto. Kenapa mereka main tanya-tanyaan bukan tanya-jawaban.

"Hn, namaku Sasuke, kau?" Hoo, pelanggan tadi namanya Sasuke toh. "Naruto, salam kenal. Hm, Kau ingin pesan apa?"

"Dua ramen dengan ekstra tomat dibungkus" pesan Sasuke. "Hiieeee, mana ada menu itu disini, kau pikir ini rumah nenekmu?" protes Naruto. "Hn, pokoknya harus ada aku akan membayar lebih untuk itu" kata Sasuke keukeuh."Yasudah, bentar ya"

15 menit kemudian...

"Ini pesanan Anda, 2 Ramen dengan ekstra tomat dibungkus~" kata Naruto, menyerahkan bungkusan berisi pesanan Sasuke. "Hn, ambil saja kembaliannya, Terimakasih, Dobe" ucap Sasuke, menyerahkan beberapa lembaran uang dan pergi sambil mengacak-acak rambut pirang Naruto. Hal itu, menimbulkan semburat merah jambu yang nangkir di pipi tan Naruto

"Teme!" maki Naruto sebelum siluet Sasuke ditelan kerumunanan pejalan kaki.

Mansion Uchiha, 10:30 waktu setempat

"Aniki, aku bawa ramen nih... mau tidak? Kalau tidak ya... buat aku semuannya" tawar seseorang bernama Sasuke kepada kakaknya yang bernama Uchiha Itachi. "Dengan ekstra tomat?" tanya Itachi. "Tentu saja, kaupikir aku mau makan tanpa tomat?" balas sang adik, Sasuke Uchiha.

"Memang ada menu seperti itu?" tanya Itachi heran, mana ada restoran ramen yang memasukkan ramen tomat. "Ada, jika sama- hn, tidak jadi... sudah makan saja" ucap Sasuke setengah-setengah. "Hn, ada yang menarik perhatianmu, ototou?" tanya Itachi jahil. "Siapakah dia? Apakah seorang gadis, hn?" tambah Itachi lagi.

"Ceritakan, ayo.. ayo" bujuk Itachi dengan muka memelas. "Aniki, mukamu itu, sudah akan kuceritakan setelah makan ramen, nanti dingin kan tidak enak"

Setelah makan ramen, Itachi buru-buru menagih janji Sasuke. Sasuke akhirnya menceritakan semuanya secara detail untuk mengurangi sesi introgasi. Lebih baik dia cerewet, pikir Sasuke. Itachi mendengarkan dengan baik, dia jadi penasaran seperti apa gadis yang bernama Naruto itu. Seberapa besar pesonanya hingga mencairkan hati seorang Sasuke.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 siang, Sasuke harus segera berangkat kuliah, ada kelas siang dan sore yang harus ia datangi. Demi tugas akhir.

Kembali ke Naruto, 12:09 waktu setempat

Akhirnya tiba juga jam istirahatku, sambil menikmati semangkuk ramen yang diberikan sebagai jatah makan siang. Setelah memakan ramen pasti tenagaku akan kembali. Aku sebenarnya sedikit bingung dengan seorang pria bernama Sasuke yang pagi tadi dua kali menjadi pelangganku. Pertama, dia menjadi pelnangganku di tempat aku membantu paman Iruka berjualan pasar. Kedua, dia menjadi pelanggan paman Teuchi dan aku bekerja disini dan melayaninya, lalu dia dia meminta menu Ramen ekstra Tomat. Mana ada menu yang kayak gitu.

Untungnya, paman Teuchi mengabulkan menu yang aneh itu. Ngomong-ngomong apakah enak ramen dengan tomat?

Mungkin hanya dia saja yang menyukai itu. Kenapa aku selalu memanggil orang itu dia? Siapa ya namanya, kok aku lupa.

Huh... kurasa dia pantas memanggilku Dobe.

TBC...

Khio is back... with a new shortfic tapi berchapter, apa itu namanya?.. Apa kabar readers semua? Masih mau baca fic Khio? Kalo mau Khio bikinin lanjutannya...

Caranya?

Tulislah kritik dan saran kalian pada kotak riview dibawah ini *tunjuk2 ke bawah* (biar kayak yg di tipi tipi) lalu.. klik tombol riview...

Pastikan saran dan kritikan kalian terkirim, jangan lupa "Klik RIVIEW" ya...^^

Jaaa, ne~~~~~

With Love,

Khioneizys