Naruto - Masashi Kishimoto

Author - PichaChan

Disclaimer - Naruto milik Kishimoto-sensei, PichaChan cuman meminjam untuk Fic ini

Rated T

Pairing - SasuNaru

Warning - Typo, Alur berantakan, GaJe, Masih kaku, Shonen-Ai, DLL

DON'T LIKE! DON'T READ!


"Maaf Sasuke, tapi aku ingin berpisah darimu,"

Pemuda bersurai pirang yang tengah menahan tangisnya saat mengucapkan satu kalimat tersebut kepada kekasihnya yang bediri tepat dihadapannya. Wajah sang kekasih yang terlihat terkejut -sangat terkejut- kenapa? Yang benar saja, kalimat yang tidak ingin ia dengar dan dianggap tabu baginya, sekarang diucapkan dengan pasti oleh kekasih pirangnya.

"K-Kau bohong 'kan? Kau bohong 'kan, Naruto?!" Sasuke meninggikan suaranya, rasa tidak terima akan pernyataan sang kekasih membuat Sasuke hilang kendali.

"Maaf…Maaf…" Naruto hanya dapat mengatakan kata 'Maaf' berulang-ulang, wajah manisnya telah berlinang air mata tepat saat ia telah mengatakan kalimat tabu itu.

"Kenapa? Apa aku telah berbuat salah? Kalau benar, aku minta maaf. Akan kulakukan apapun, asalkan kau menarik kembali kalimat itu, Naruto," tidak kuat menahan tubuhnya lagi, Sasuke menjatuhkan dirinya ke atas rerumputan dibawahnya.

"…"

Naruto tidak menjawab. Saat itupun Sasuke sudah mengerti bahwa saat ini juga, ia dan Naruto sudah tidak menjadi sepasang kekasih lagi. Bersamaan akan hal itu, ternyata hari itupun seharusnya menjadi hari anniversary mereka. Sasuke tidak bergeming dari posisinya, sedangkan Naruto, ia telah meninggalkan tempat itu sekaligus meninggalkan Sasuke sendirian.

"…Naruto"

.

.

.

.

.

Pip…Pip…Pip…Pip

"..Eghh…"

Selimut masih menutupi tubuh pemuda bersurai raven itu dengan rapi. Pemuda raven itupun tidak menghiraukan suara alarm yang sudah lama berbunyi, berusaha mengusik ketenangannya. Tidak biasa baginya bangun siang, tetapi tidak tahu kenapa sekarang ia malah tidak bisa meninggalkan ranjang miliknya seperti biasa. Tidak melihat sang adik keluar dari kamarnya, sang Itachi menghampiri untuk melihat apa yang terjadi dibalik pintu kamar yang seharusnya telah terbuka, bahkan sebelum ia terbangun.

Cleck!

"..Sasuke?" ucap Itachi dengan lembut.

"…"

Tidak mendengar jawaban dari sang adik. Ia segera memikirkan cara agar sang adik mau berbicara dan menceritakan apa yang terjadi padanya. Namun, sangat disayangkan. Tidak ada satupun ide yang terlintas dipikiran Itachi yang cerdas itu. Jika telah menyangkut orang yang paling disayangi dan sangat ia lindungi, pikirannya menjadi buntu dan ia mudah panik. Akhirnya, Itachi berjalan mendekati ranjang kepunyaan adiknya yang tak lain adalah Sasuke. Duduk ditepi ranjang, dan secara perlahan menarik selimut yang masih senantiasa menutupi tubuh adiknya itu dengan rapi.

"…Sasuke?" sahutnya kembali sembari membelai surai raven adiknya tersebut.

"..Mmnh.." erangan kecil dari sang adik terdengar oleh Itachi.

"…Hei, bangunlah, ini sudah pagi, Sasuke.." ujar Itachi lembut.

"..Ru.." Itachi menatap bingung adiknya. "Ru?" batin Itachi berbicara.

"..Naru….Naruto….Kumohon…." Sasuke mulai bergerak gelisah.

"..Kumohon…kembali…Jangan pergi…"

"NARUTOO!" Sasuke membuka paksa matanya, ia sudah tidak tahan dengan mimpinya. Mimpi buruk yang sangat buruk, sayangnya mimpi buruk itu telah menjadi kenyataan.

"Sasuke? Apa yang terjadi?" ucap Itachi yang sedaritadi sudah khawatir.

Sasuke hanya menggeleng, sesekali mengacak rambutnya frustasi. Sasuke meminta Itachi untuk meninggalkan kamarnya, karena Itachi tahu adiknya butuh waktu untuk sendiri, maka ia menuruti permintaan sang adik. Setelah melihat Itachi keluar, Sasuke berdiri dari ranjangnya, berjalan lemas menuju kamar mandi.

Crsss…Crsss…Crsss…

Hening. Yang terdengar hanyalah suara gemericik air kran yang terus mengalir, memenuhi wastafel. Sasuke menatap bayangan dirinya yang terpantul dicermin dalam diam, matanya menerawang jauh kedalam bayangannya itu. Pikirannya sedang hancur, begitu pula dengan hatinya yang telah hancur berkeping-keping. Sasuke masih tidak terima dengan kenyataan yang dialaminya. Sama sekali tidak terima.

"…Naruto"

.

.

.

.

.

TBC

Yooo~ Picha muncul lagi nih~ Picha juga membawa sebuah Fic baru yang Picha buat beberapa jam lalu. Sengaja Picha buat pendek Fic-nya, karena awalnya Picha membuat Fic ini cuman ingin membuang rasa bosan. Tapi, saat Picha pikir-pikir, 'Kenapa gak dipublish aja?' Jadi, akhirnya Picha publish deh~ Hmm..Picha rasa gak perlu panjang-panjang lagi..Silakan di ReviewReview~ Tenang, Picha juga terima Kritik/Saran/Bahkan kalau ada yang mau Flame silakan, Picha akan anggap itu sebagai dorongan untuk membuat Picha jadi lebih baik~ Dan bagi yang mau tanya-tanya juga boleh ( Reader : ...Pengen banget ditanya... ) Terakhir, ReviewReview~