Ini adalah akun terbaru dari akun onimaru miki yang sebelumnya. Saya meremake ffn Fall karena kehilangan chapter pertamanya karena hp saya pecah, dan tidak bisa membuka akun lama juga. Semoga kalian tetap suka,, selamat menikmati x3

Naruto milik Mashashi Kishimoto-sensei

Curse adalah milikku~~


Kesialan.

Hal yang tampaknya harus dibayar oleh Sasuke sebagai ganti apa yang dimilikinya. Sasuke Uchiha sempurna. Terlahir di keluarga kaya raya, memiliki paras yang sangat tampan, kejeniusan yang tak dapat dibantah, dan kesuksesan dalam karir.

Tapi semua itu harus dibayar mahal oleh Sasuke.

Pertukaran setara. Sasuke tahu bahwa tak mungkin ada akibat tanpa sebab. Semua yang dimilikinya harus dibayar.

Sasuke tidak pernah sukses dalam pernikahannya. Sasuke yang seorang Dokter muda akhirnya jatuh cinta, perasaan yang selalu menggelitiknya. Ia jatuh cinta pada seorang gadis biasa. Hinata Hyuuga.

Dua tahun berpacaran tanpa adanya restu dari orang tua Sasuke, dirinya memberanikan diri tetap menikahi Hinata.

Tapi pernikahan itu hanya bertahan selama tiga tahun. Hinata tak juga mengandung. Sangat terpaksa, Sasuke menceraikan Hinata. Bukan mau Sasuke, tapi ada hal gila yang baru ia sepakati dan lakukan dengan orang tuanya.

Sakura Haruno, gadis yang dipilihkan oleh orang tua Sasuke hamil. Anaknya Sasuke tentu saja, meski hari itu Sasuke tahu bahwa ia mabuk. Tapi potongan ingatan itu dapat diingat Sasuke.

"Ini bohong kan, Sasuke?"

Kilasan wajah terluka Hinata membuat dada Sasuke sesak seketika.

Malam di mana Sakura dan dirinya harus memperjelas status hubungan mereka. Di mana Sasuke memilih, pilihan yang merobek dirinya jadi dua.

Di satu sisi, Sasuke tak rela kehilangan Hinata. Tapi Sakura juga tak dapat Sasuke abaikan. Ada darah dagingnya di rahim Sakura. Belum lagi tekanan dari orang tuanya. Sasuke tak dapat berbuat banyak.

"Maaf..." Hanya satu kata yang dapat diucapkan Sasuke.

Kilatan kemarahan tercermin di iris batu bulan Hinata. Dengan air mata berderai, Hinata mengambil secarik kertas yang berisi perceraiannya dengan bungsu Uchiha itu. Menandatanganinya, melepaskan cincin pernikahan yang selama ini mengikatnya.

"Hinata, kau bisa mendapatkan semua harta gono-gini..."

"Aku tidak membutuhkannya Sasuke." Potong Hinata cepat. Hatinya terluka, pun terhina. Perasaannya tersayat kala melihat lengan kiri Sasuke dipeluk erat oleh wanita lain. Wanita yang akan menggantikan posisinya.

"Aku benar-benar minta maaf..."

Hinata menghela nafas, menghapus air matanya dengan punggung tangan. "Aku tidak membutuhkan kata maaf darimu Sasuke. Tapi aku harap, kau mendapatkan balasannya Sasuke." Desis Hinata marah.

"Aku tahu..."

###

"Kau harus tabah, Sasuke."

Sasuke menoleh, melihat sang kakak Uchiha Itachi mendekatinya. Sang kakak menepukkan punggungnya yang lelah.

Dua peti mati ada di hadapan Sasuke. Ada tubuh dingin istrinya Sakura di sana. Juga sosok bayi mungil di peti lainnya.

Ini yang kedua kalinya, Sasuke kehilangan sosok darah dangingnya. Dalam hati kecilnya, dua perasaan bercampur aduk.

Ia bersedih karena kedua putrinya telah berpulang. Namun di sisi lain ia bersyukur. Perasaan yang tak dapat ia pungkiri.

Putri pertamanya lahir tak sempurna, begitu pun putri keduanya. Namun kali ini, Sakura pun ikut meninggalkannya.

"Apa ini kutukan untukku Itachi?" Tanya Sasuke lemah pada sang kakak.

Itachi diam, ia tahu ke mana arah pembicaraan Sasuke. Hinata. Mungkin ini balasan karena menyakiti dan mengkhianati istri pertamanya itu. Meski Itachi tahu, hal itu kecelakaan, Sasuke mabuk dan tanpa sadar mengkhianati Hinata.

"Bagaimana kabar Hinata sekarang?" Sasuke termenung, kilasan kekecewaan Hinata melintas di otaknya. "Dia pasti senang, aku sudah mendapatkan karmaku, Itachi."

"Sudah Sasuke." Itachi memeluk Sasuke yang pandangannya kosong. "Itu sudah lama berlalu. Lupakan."

Sasuke ingin melupakannya, namun kejadian sebulan lalu tak mungkin dilupakan. Kenangan masa lalunya meluap ke permukaan. Kenangan yang seharusnya dibiarkan terkubur selamanya.

Satu bulan lalu ia baru saja mendapatkan libur setelah tiga hari ia menangani pasien di rumah sakit.

Sasuke pergi ke cafetaria rumah sakit, duduk di bangku yang kosong. Menunggu omelet pesanannya sambil meminum sekaleng jus yang ia beli dari mesin minuman di ujung lorong ruang kerjanya.

Sasuke menangkap sebuah bayangan ketika iris onixnya sedang menikmati suasana cafe.

Ada sosok Hinata Hyuuga, mantan istri yang ia ceraikan lima tahun lalu. Wanita yang tampak tak banyak berubah itu tengah menebar senyum, melambaikan tangannya.

Saat itu Sasuke tidak menampik bahwa ada perasaan menggelitik di dadanya. Sasuke baru saja akan melambaikan tangannya, tapi suara teriakan dan sosok yang berlari ke arah Hinata membuat Sasuke terdiam.

Sasuke melihat punggung kecil anak lelaki menjauhinya, berteriak dan langsung memeluk kaki Hinata. Juga ada sosok pria dengan tubuh tegap menghampiri Hinata. Dengan seorang anak perempuan yang wajahnya terlihat terlelap di bahu sang pria.

"Mama lama sekali!"

Samar-samar Sasuke dapat mendengar pembicaraan mereka.

"Maaf sayang," Hinata mengelus sayang anak lelaki dengan rambut sewarna Hinata itu. "Bagaimana dengan check up-nya Anata?"

"Baik-baik saja, ayo kita pulang."

Entah bagaimana dada Sasuke mencelos. Ia melihat mantan istrinya itu sudah menikah lagi. Lucu sekali, tadinya Sasuke berharap bahwa Hinata akan terus sendiri. Tapi rupanya tidak.

Bahkan Hinata tampak bahagia, dengan dua anak yang sehat dan sempurna.

###

"Itachi, dia hidup bahagia. Hinata bahkan memiliki dua anak yang sehat dan sempurna."

Itachi menghela nafasnya. Sudah satu tahun lamanya Sakura dan anak Sasuke tiada. Dan hampir tiap minggu ia mendapatkan telfon bahwa adiknya yang seorang Dokter itu mabuk berat dan harus pulang.

Yang membuat Itachi tak habis fikir, selalu saja Hinata. Nama dan sosok itu yang dibicarakan Sasuke dalam racauannya.

"Kau harus berhenti minum Sasuke, kau Dokter. Kau lebih tahu bahwa alkohol dapat merusak tubuhmu!"

Sasuke mengerang, menjauhkan tangan Itachi yang hendak memapahnya pulang.

"Biarkan aku di sini!" Sasuke meminum lagi segelas minuman keras yang tersisa.

"Biarkan aku luapkan kemarahanku! Tak adil! Hinata bahagia! Dia punya dua anak dari lelaki lain! Tapi aku? Seharusnya dia melahirkan anakku! Kenapa dia tidak mengandung anakku?! Kenapa malah anak lelaki lain?!"

Sasuke marah, dia benar-benar marah.

"Seharusnya, dia menjadi ibu dari anak-anakku..."

Tbc

Mind to RnR

Ini adalah remake dari ffn sebelumnya berjudul "Fall" semoga kalian suka ya? Salam sayang, Miki x3