KUE

Aku terkekeh menatap dirimu dari tempatku duduk sekarang. Kau mengacuhkanku, sibuk dengan duniamu sehingga tak mempedulikan yang lain, termasuk aku. Begitupun denganku yang sedari tadi tak bisa melepas senyum melihat tingkahmu yang begitu menggemaskan dan lucu.

"Taeyong-hyung, sudahlah… tak usah memaksakan diri begitu," ujarku sedikit membujuk sambil menggelengkan kepala meski dengan begitu tak bisa menahan senyuman geliku. "Aku tidak memaksamu untuk melakukannya, hyung," ujarku lagi. Menyakinkanmu.

Mendengar itu, kau yang sedari tadi memunggungiku pun berbalik cepat. Menampikkan sosokmu dengan memakai apron merah dan muka coreng moreng penuh tepung. Tak lupa sebuah sendok pengaduk di tangan dan cemberut menggemaskan di wajah manismu.

Kau tahu, hyung? Rasanya aku ingin memakanmu sekarang juga.

"Aku tahu. Aku hanya ingin mencobanya, Jaehyunnie~" katamu bersikeras.

Aku tergelak.

Bukan, bukan karena kalimatmu barusan. Melainkan karena melihat tampilanmu yang begitu berantakan serta lucu. Sudah seperti adonan kue.

"Yak Jangan tertawa!"

Segera kusudahi tawa itu kala melihat tatapan tak suka dan pukulan darimu di bahuku. Hei? Kemana tatapan penuh cinta yang biasa kau berikan, hyung?

"Maaf," ujarku cepat tak ingin membuatmu marah lagi. Meski jujur, aku sangat menyukai ekspresi dan cara pipi serta bibirmu mengerucut kala marah. Aku tak mau ambil risiko tidur sendirian malam ini. Segera bangkit dari tempat duduk, aku menghampirimu, kali ini dengan senyuman yang lebih mempesona. Ah, aku memang selalu mempesona 'kan? Kau selalu bilang jika kau sangat menyukai dimpleku yang muncul saat aku tersenyum.

"Kau tidak usah repot-repot, hyung. Kita bisa membelinya," usulku sambil mencoba menghapus butiran putih dari tepung di pipi serta rambutmu dengan sebelah tangan.

Kau manis sekali, meski dalam keadaan begini.

"Tapi beli dan membuat itu dua hal berbeda, Jaehyunnie." rengekmu tak mau kalah. Sedetik sebelum kau berbalik dan melanjutkan aktifitasmu yang sedari tadi kau lakukan. Mengacuhkanku. Membuat adonan kue.

Untukku.

Yongyongieku memang menggemaskan.

Tersenyum. Kuangkat tanganku untuk melingkari pinggangmu, memelukmu dari belakang. "Tae-hyung," panggilku. "Kau tak perlu melakukan apapun untuk membuatku senang. Tidak juga dengan kue itu."

Kutahu alismu terangkat heran saat bertanya. "Kenapa?"

"Kau mau tahu, hyung?" godaku jahil. Kau mengangguk. "Karena cukup dengan kau berada di sampingku. Aku sudah merasa bahagia."

Dan kau terdiam.

Kau berbalik dan menatap mataku. Akhirnya mengalah padaku.

"Baiklah," katamu.

Aku tersenyum lagi sebelum mencuri sebuah ciuman dari bibirmu.

CHU~~

.

.

.

.

.

.

.

"Tapi, Jaehyunnie," Rengekmu lagi setelah melepas ciuman singkat itu.

"Ya?"

Kau memasang tampang cemberut sebelum bekata, "Bilang pada fans-fansmu itu agar jangan mengirim kue lagi padamu, ya?"

Aku terbahak.

Rupanya kau cemburu.

SELESAI

Terimakasih yang sudah review di cerita sebelumnya yang judulnya payung. Untuk senpai-senpai LOVEJaeYong, dtime, anmeostfire , restiana, troalle, Kyunie makasih udah mau ninggalin jejak!

Ditunggu cerita lainnya ya!

Jangan lupa REVIEW!