Ini dia! Author yang suka bikin pemainnya jadi ga jelas! JENG JENG!.

Hahahahahaha...

Okeeeeehhh ini dibuat dari sebagian adalah pengalaman asli . mohon maaf apa bila tidak ada kesalahan (?)

PAIR : RikuXYuki, SenaxSuzuna,dan HirumaxMamori

WARNING!: GAJE TINGKAT TINGGI!

LOVE

Suatu hari di SMA Deimon terdengar bunyi ledakan yang cukup keras. Yaaa itu adalah ledakan dari salah satu senjata milik Ketua DDB.

"YAAAAHHHAAA..!" ucap Si Setan Bermuka 1000 itu.

"Pagi!" ucap gadis kecil berambut dark blue sambil melambaikan tangan.

"Pagi! You-nii!" ucap gadis bernama Suzuna Taki itu kepada Hiruma.

"Pagi CHEER SIALAN!" ucap Hiruma sambil meniup permen karetnya.

"Aku tidak terlambat kok! Jadi jangan panggil aku pake embel-embel SIALAN! Hari ini dia datang loh!" ucap Suzuna sambil berlari menuju lapangan.

"Aku tahu," ucap Hiruma pelan.

"Pagi!" ucap Suzuna sambil melambaikan tangan ke arah anggota DDB yang sedang bersiap-siap untuk latihan.

"Pagi juga Suzuna-chan," ucap lelaki berambut cokelat caramel dengan seragam DDBnya.

"Hehehehehe," balas Suzuna kepada lelaki bernama Sena Kobayakawa.

"Kau lagi senang Suzuna-chan?" tanya lelaki berambut cokelat caramel itu #jadi laper nihh caramel caramel.

"Iya! Soalnya Yuki-kun akan datang! Harus siap-siap nih!" kata Suzuna santai.

"Yuki-kun? Siapa dia?" tanya Sena.

"Dia adalah temanku. Wajahnya ganteng! Baik! Dan juga..., COOL!" ucap Suzuna riang.

"Ohw.. hehehe," kata Sena dengan lemas

SENA POV..

Siapa sih YUKI-KUN itu? Kenapa Suzuna sangat gembira dengan kehadiran orang itu? Padahal aku sudah mempunyai saingan yang cukup berat yaitu Kaitani Riku. Masa mau ada saingan lagi?.

"Eh.., Suzuna?"tanyaku kepada Suzuna.

"Apa Sena?" tanyanya balik.

"Yuki-kun itu datang dari mana?" tanyaku memberanikan diri.

"Dia datang dari Indonesia! Sekolah di Amerika! Kami berteman sangat baik! Nanti kukenalkan kau pada Yuki-Kun," ucap Suzuna dengan semangat 45.

"Ah! Ohw... begitu.. kapan dia datang?" tanyaku lagi.

"Dua hari lagi! Dia akan masuk DEIMON loh! Hahahaha..., andai waktu itu bisa bertemu," ucap Suzuna dengan lirih.

"Eh?" .

"Sudahlah! Pokoknya nanti kau harus ikut denganku ke bandara!" kata Suzuna sambil mengacungkan jari telunjuk kehidungku.

"I..iya!" ucapku dengan muka memerah.

NORMAL POV..

"Hei CHEER SIALAN! Kesini!" teriak Hiruma dengan SANGAT AMAT LANTANG.

"Iya? Ada apa YOU-CHAN?" ucap Suzuna yang setengah mengejek.

"Cari mati kau dengan ku! HAH?" ucap Hiruma kesal.

"Maaf," ucap Suzuna sambil memalingkan muka.

"Sini kau.., lihat ini," ucap Hiruma sambil menyodorkan Laptopnya.

"Akh! Ini..., ini..., dari mana You-Nii mendapatkannya? BERITAHU AKU!" ucap Suzuna dengan lantang. Alhasil semua anggota DDB pada melihat ke arah Suzuna.

"SUKA-SUKA GUE MAU DAPET DARI MANA! yang penting.., JAGA DIA BAIK-BAIK! KARENA ITU SEMUA KAU YANG MEMULAI CHEER SIALAN!" ucap Hiruma dengan SANGAT KERAS hingga semua orang disekitarnya berubah jadi patung.

Suzuna hanya terjatuh dan terdiam. Sementara itu Hiruma pergi meninggalkan Suzuna. Kak Mamori mengejar Hiruma.

"Hi.., Ru.., Ma.., apakah ada cara lain untuk menyelamatkannya?" tanya Suzuna pelan.

"ck," ucap Hiruma sambil mulai mempercepat langkahnya.

Semua yang ada disitu bingung dengan situasi yang terjadi. Suzuna mulai berdiri dan berjalan menuju pintu gerbang SMU DEIMON dengan langkah kaki yang bergetar.

"Suzuna?" ucap Sena sambil memegang tangan Suzuna.

"Eh?" ucap Suzuna sambil menoleh melihat Sena.

Sena melihat wajah Suzuna yang mulai dibanjiri air mata. Tangan Suzuna masih bergetar. Saat itu juga Suzuna tersenyum dan berkata "sampai ketemu 2 hari lagi Sena,".

SENA POV

2 HARI KEMUDIAN

Suzuna tidak datang ke tempat latihan dan juga tidak me-emailku. Hanya satu email yang kudapat dari Suzuna tadi pagi.. "SENA! CEPAT KERUMAHKU! Aku sudah siap ke bandara," begitulah pesannya. Aku berdiri didepan rumah Suzuna sambil memikirkan 'siapa sih sebenarnya YUKI-KUN itu?' dan 'kenapa 2 hari yang lalu Hiruma dan Suzuna bertengkar ga jelas?'.

"KREK.." terdengat bunyi pintu terbuka.

Kulihat gadis mungil nan manis berdiri mengenakan baju terusan panjang selutut berwarna putih dengan sedikit renda dipagian bawahnya dan juga tak lupa jaket pendek rajutan berwarna putih dengan pita biru, celana jeans panjang yang warnanya sudah pasti dark blue, rambut yang dijepit biru, dan tak lupa tas selempang kecil dan mungil.
"Sena? Ada apa?" ucap Suzuna sambil melambaikan tangan ke mukaku.

"Akh! Tidak ada apa-apa! Hanya saja kau sangat manis," ucapku yang tidak sadarkan diri itu.

"Sudahlah ayo kita ke bandara!" ucapnya dengan senyum malaikat.

SUZUNA POV

Aku keluar dari rumah, kulihat lelaki berambut cokelat itu dengan kaos putih yang didobel kemeja cokelat, dan juga celana berwarna hijau tua #lebih ke hijau lumut. Aku terdiam.., dia pun terdiam. Akhirnya kucoba untuk mendekatinya 'betapa tampannya kau Sena' batinku.

"Sena? Ada apa?" ucapku sambil melambaikan tangan ke muka Sena.

"Akh! Tidak ada apa-apa! Hanya saja kau sangat manis," ucap Sena padaku.

'JLEB!' Sena! Kau tau? Itu bisa membuatku GR tau ga?

"Sudahlah ayo kita ke bandara!" ucapku sambil tersenyum kepada Sena.

NORMAL POV

Suzuna dan Sena sampai dibandara. Tapi siapa sangka? Seorang HIRUMA bisa duduk dengan muka gelisah di bangku yang tersedia di bandara.

"Itu You-nii..., " ucap Suzuna.

"Ngapain dia disini?" tanya Sena.

"Tap.., tap.., " langkah kaki seseorang mulai terdengar. Orang itu keluar dari dalam bandara menuju ke arah tempat hiruma dan Suzuna. Orang itu mengenakan jaket berwarna hitam dan juga kacamata hitam, dengan celana jenas hitam. Orang itu menderek kopernya dan mulai melepas topi yang ia pakai. Suzuna, Hiruma , dan Sena hanya terdiam. Melihat seseorang berubuh ramping dan muka cool itu berjalan ke arah mereka. Suara sepatu Nike itu makin terdengar jelas.

"Yu...ki?" ucap Suzuna dengan nada tidak percaya.

"Ah! Suzuna!" ucap orang berambut sebahu namun tipis itu dengan poni miringnya.

"Yuki!" ucap Hiruma yang langsung mendekati seseorang bernama Yuki itu.

"Akh! Hiruma-san?" ucap Yuki tak percaya.

Suzuna langsung berlari dan memeluk orang itu. Hiruma langsung membawakan kopernya.

"Siapa dia?" ucap Yuki sambil membuka kacamata hitamnya dan menatap Sena.

Bola mata cokelat itu.., sangatlah murni bahkan tak ada yang dapat berkata-kata jika bertatapan dengan bola mata itu. Sesaat Sena terpanah dengan mata itu.

"Sena?" ucap Suzuna yang masih menggandeng Yuki.

"Ah! Saya Kobayakawa Sena! Teman Suzuna sekaligus anggota dari tim DDB! Salam kenal," ucap Sena dengan gugup.

"Aku Satsuki Yuki. Salam kenal, maaf kalau namaku aneh atau mungkin sebagainya," ucap Yuki dengan sopan.

"Ada yang harus DIRALAT! Dia bukan temanku tapi PACARKU!" ucap Suzuna kepada Yuki.

"Oh ya? Selamat kalau begitu," ucap Yuki kepada Suzuna sambil tersenyum.

"Ah.., " Sena tak dapat berkata-kata dan mukanya memerah sesaat. Orang yang dipanggil Yuki-Kun oleh Suzuna ini memiliki senyum yang menenangkan hati. Tak heran Hiruma bisa diam didekatnya.

"Yuki.., gimana kabar mu?" tanya Hiruma sambil memalingkan muka.

"Kabarku baik Hiruma," jawab Yuki sopan.

"Ohh.., begitu," ucap Hiruma dengan nada lega.

"Terimakasih Hiruma," ucap Yuki sambil tersenyum kepada Hiruma.

Seketika muka Hiruma memerah dan iapun hanya bisa memalingkan muka dari Yuki.

"Yuki.., besok kau sudah masuk DEIMON kan?" tanya Suzuna yang masih tetap memeluk tangan Yuki.

"Iya," jawab Yuki singkat.

"Naaahh.., bocah-bocah kalian pulang sendiri! Aku akan mengantar tamu sialan ini ke rumah yang sudah kusewakan untuknya!" kata Hiruma sambil menahan muka Suzuna dengan tangannya.

"Ukh! Dasar YOU-NII! P-E-L-I-T!" protes Suzuna.

"Apa katamu Cheer Sialan?" kata Hiruma sambil mulai menatapnya tajam.

"Sudah Hiruma.., ayo kita jalan. Sampai jumpa Suzuna.. Sena jaga dia baik-baik," ucap Yuki sambil menyeret Hiruma pergi.

"Sampai jumpa YUKI!" ucap Suzuna sambil melambaikan tangan.

Senapun juga melambaikan tangan.

SENA POV

Suzuna tampak senang memeluk tangan Yuki. Aku tak ia pedulikan. Ingin aku memeluk... Suzu..

"SENA! PULANG YUK!" ucap Suzuna sambil menggenggam tangan Sena.

"Eh.., i.., iya," ucapku gugup.

Aduuhh Suzuna! Aku benar-benar merasa bersalah padamu! Aku sudah cemburu yang tidak-tidak.

"Sena.., Sena..,Sena..,Sena.., Sena..," ucap Suzuna selama perjalanan.

"Hei.. Suzuna., apakah kau menyekuai Yuki?" tanya Sena.

"Iya! Dia sudah kaya kakakku sendiri," kata Suzuna sambil berjalan dengan riang.

"Kakak?" ucapku yang sedang bingung.

"Iya! Waktu aku di Amerika disanalah pertemuan pertamaku dengan dia! Aku melihat seseorang berambut cokelat tipis. Dia berdiri didepan gedung pertunjukan. Ia menatap gedung itu walau ia ditabrak pejalan kaki lainnya. Saat ia melihatku .., aku terpanah dengan mata cokelatnya yang bening itu. Lalu saat itulah aku berpikir.., 'darimana datangnya lelaki tampan itu?' tapi aku salah..., " ucap Suzuna.

"Eh? Salah? Apanya yang salah?" tanya Sena.

NORMAL POV

"SUZUNA! SENA!" ucap seseorang yang suaranya sudah tak asing lagi.

"Riku? Ada apa?" tanya Suzuna polos.

"Maaf mengganggu. Aku Cuma mau bareng kalian saja," ucap Riku sambil tersenyum pada Suzuna.

"Eh.., ano.., Riku.. Suzuna itu miliku, maaf ya," ucap Sena dengan suara kecil sambil memeluk Suzuna.

"Iya.., tau tau!" ucap Riku sambil memasang raut muka sebal.

Diantara kedua orang lelaki yang merebutkan Suzuna, Suzuna sendiri masih memasang muka merah padam.

ESOKNYA..,

"Hai! You-Nii! Gimana YUKI?" ucap Suzuna dengan suara gembira.

"Dia sudah aman dalam pengawasanku khekhekhekhe," ucap Hiruma sambil memainkan laptopnya.

"Yuki? Siapa Yuki?" tanya Kak Mamori.

"Kau tak perlu tahu manager SIALAN!" kata Hiruma sambil menutup laptop dan pergi.

"Tunggu HIRUMA! Hooy!" teriak Kak Mamori dengan wajah sebal.

"Tenang saja Kak Mamori, Yuki adalah salah satu saudara jauh Hiruma," ucap Suzuna.

"APA? SAUDARA JAUH?" ucap seluruh anggota DDB.

"Eh, iya..," ucap Suzuna yang kaget.

"Tak kusangka Satsuki-san adalah saudara jauh Hiruma," kata Sena.

"Apa MAX! Hiruma punya saudara jauh?" ucap Monta yang kaget sambil loncat-loncat ga jelas.

"Tak kusangka aku tak tahu," ucap Musashi sambil mengangguk angguk.

"DIAM KALIAN SEMUA!" teriak Hiruma yang berlari kearah anggota DDB.

"Tunggu Hiruma! Sakit tau!" ucap Yuki yang tangannya digandeng Hiruma berlari.

Seluruh anggota DDB terdiam. Melihat seseorang berseragam laki-laki berlari bersama dengan Hiruma. Rambut cokelatnya yang berkibar-kibar, mata yang bening berwarna cokelat, tubung yang ramping, dan juga... muka yang entahlah.., mau dibilang ganteng bisa.., cantik juga bisa.

"YUKI! Kenapa se..," ucapan Suzunaterpotong oleh tangan Yuki yang membekap mulutnya.

"YAAAA~~~~~~~~~ HAAAAA! Ini adalah SATSUKI YUKI! DIA AKAN MENJADI ANGGOTA DDB!" ucap Hiruma kencang.

"You-nii! Tapi Yukikan?" muka Suzuna menjadi cemas.

"Tenang saja.., aku tak apa-apa," kata Yuki sambil mengelus-ngelus rambut Suzuna.

"Serius?" tanya Suzuna cemas sambil menatap Yuki.

"Hey CHEER SIALAN! Kalau dia bilang TIDAK APA-APA biarkan saja DIA!" ucap Hiruma sambil duduk dibangku cadangan lagi.

"Eh.., namaku Satsuki Yuki mohon bantuannya," ucap Yuki dengan suara yang lembut namun tegas.., dan juga tatapan yang jernih.

Semua anggota DDB terdiam dan hanya bisa terpaku melihat Yuki.

"Halo! " ucap Riku yang tiba-tiba datang. Mata Riku dan Yuki bertemu.. dan terjadilah keheningan yang tak bisa dipecahkan.

"Ah! Eh.., siapa dia Mamo-nee?" tanya Riku dengan nada berbisik-bisik.

"Namaku adalah Satsuki Yuki. Anggota baru DDB. Saudara jauh Hiruma dan teman Suzuna. Salam kenal," ucap Yuki sambil menatap Riku.
"Ah.., namaku Kaitani Riku, salam kenal," ucap Riku yang gugup dengan tatapan mata jernih itu.

RIKU POV..

Mataku seakan tertelan oleh mata cokelat yang jernih itu.. mukanya yang polos dan juga mata sayunya aku merasakan debaran yang amat damat. Aku ingin tahu lebih banyak tentang dia.., dia.., dia.., dia.., dia Satsuki Yuki. Suaranya itu membuatku tenggelam dalam kahyalanku. Mungkin dia bisa jadi teman/sahabatku.

"Eh.., ano.., Satsuki.. kau berasal dari mana?" tanyaku memberanikan diri.

"Dari Amerika.. tapi asalku dari Indonesia," ucapnya sambil berjalan menuju markas DDB.

"Ohh..., begituh," ucapku yang masih bingung mau bertanya apa.

"Kau sendiri?sepertinya kau bukan anggota ataupun siswa sini? Kenapa kau bisa disini?" tanyanya sambil menatapku dan terus berjalan.

"Aku.., memang bukan siswa sini. Aku juga merupakan anggota tim lain yang dulu pernah bertanding dengan tim ini. Aku adalah sahabat Sena," ucapku sambil mengkuti langkah kakinya.

"Oh.., Sena pacarnya Suzuna itu ya," ucapnya singkat sambil mau mebuka pintu markas DDB itu.

"BRAAAK" dibukanya pintu markas itu. Disana ada 3 bersaudara yang sedang mau memakai baju.

"BLAM!" ditutupnya pintu markas. Ia hanya berjalan menuju bangku cadangan. Kulihatnya wajah si 3 bersaudara itu kebingungan. Aku segera menyusul Satsuki. Saat aku melihat wajahnya.., wajahnya merah padam. Sangat merah.., sampai-sampai ia jadi terlihat sangat manis. Mukaku ikut-ikutan memerah melihat wajah Satsuki itu.

"Ka.. kau kenapa?" tanyaku yang melihat wajah Satsuki memerah.

"Ti.. tidak papa!" ucapnya dengan nada keras.

"Hoy Yuki! Itu bajumu! Cepat ganti! Makanya jangan ceroboh!" ucap Hiruma yang menyodorkan baju tim DDB yang bernomor punggung 2. #belum adakan nomer punggung 2?

"Iya.., maaf," ucapnya sambil mengambil baju itu.

"Aku pergi dulu.. Kaitani," ucapnya sambil menuju arah gedung sekolah.

"I..iya" ucapku gugup.

YUKI POV

Menyebalkan.., Hiruma menarik tanganku dengan keras hingga tanganku merah. Dia juga memaksa ku ikut tim DDB, ditambah lagi aku bertemu dengan anak bernama Kaitani Riku yang mengkutiku. Haaah.., aku hanya bisa menghela nafas sambil bertanya-tanya 'kapan rahasiaku ini terbongkar?'.

NORMAL POV..

"Maaf telat," ucap Yuki yang memakai seragam DDB.

"Waaaah cocok MAX!" ucap Monta sambil mengacungkan jempol.

"Akhirnya anggota kita bertambah!" ucap Kurita senang.

"Yuki-kun.., coba kau lari biar aku yang menghintung berapa detik. Lari keliling lapangan ini saja," ucap Kak Mamori.

"Ah.. baik," ucap Yuki.

Yuki mengambil ancang-ancang dan... ia mulai berlari. Ia berlari dengan sangat cepat.., bahkan hampir setara dengan larinya Sena.

"Berapa?" tanya Yuki yang sudah selesai lari. Tubuhnya masih terlihat fit.., hanya sedikit keringat yang mengucur dari tubuhnya.

"Eh.., 4,98 detik," ucap kak mamori kagum.

"Hebat! Yuki emang hebat!" ucap Suzuna memeluk Yuki.

"Sudah Suzuna...," ucap Yuki sambil melepaskan pelukan itu.

"Ano., Hiruma.. kata," ucapan Kak Mamori terputus. Hiruma berjalan ke arah Yuki.

"Hebat juga kau Bodoh!" ucap Hiruma sambil mengelus-elus rambut Yuki

"Ukh!" ucap Yuki tak berkata-kata.

Sena hanya diam melihat sambil meremas pukulannya itu. Rasa cemburu Sena hampir mencapai batasnya begitu juga Kak Mamori dan Riku. Walaupun Yuki adalah saudara jauh Hiruma namun ia merasa diabaikan. Sedangkan Riku.., ia tak suka dengan Hiruma yang bisa tersenyum polos didepan Yuki.

"AKU PULANG DULU!" ucap Kak Mamori,Sena,dan Riku berbarengan.

Semua anggota DDB hanya bingung melihat tingkah mereka. Suzuna mengikuti Sena dan melambaikan tangan ke arah anggota DDB yang berarti ia akan pulang. Sedangkan Hiruma langsung mengabil hpnya dan meng-email Kak Mamori. Yuki langsung menuju markas DDB dan mengunci markas itu. Namun siapa sangka? Didalam lemari loker itu ada Riku yang mau mengambil hpnya yang tertinggal. Tapi Riku malah bersembunyi di loker itu begitu tau kalau Yuki masuk.

RIKU POV

Dia.. dia ada disini! Apa aku keluar saja? Akukan cowo., dan dia juga cowo. Mungkin aku harus kelu..,

"Haaaah..., sampai kapan aku bisa begini?" ucap Yuki yang berbicara sendiri.

Ah? Apa maksudnya

"Mana mungkin aku bisa mengikuti latihan selama tubuhku masih tidak bisa diajak kerja sama?" ucap Yuki lagi.

Apa yang ia bicarakan?

"Capek.., benar-benar capek.. 4,98? Kecepatanku menurun! Baru segitu saja kakiku sudah hampir mati rasa.. gara-gara Hiruma!" ucap yuki lagi,, dan lagi.

Tunggu dulu? Apa yang sebenarnya dia bicarakan?

"Akh! Menyebalkan! Harus menyembunyikan semua ini!" ucapnya lagi, lagi, dan lagi.

Menyembunyikan apa? Aku mencoba mengintipnya dan... betapa TERKEJUTNYA aku! Dia membuka seragam tim DDB dan hanya memakai celana panjang dan kaos putih. Tapi..., apa itu? Yuki memiliki dada? Berarti dia adalah perempuan! Badannya yang langsing itu! Pantas saja aku berdebar ketika melihat dia!. Tapi.. kenapa dia menyembunyikan ini?

"Uhuk.! " yuki tiba-tiba batuk.

Ada apa? Apa ia baik-baik saja?.. i..., i.. itu! Darah! Dia batuk berdarah! Ba.., ba.., bagaimana ini?.

"Aku harus cepat-cepat ganti pakaian dan minta obat ke Hiruma. Ck.., obat-obatanku disita Hiruma.., padahal dia yang bilang kalau aku harus rajin minum obat," ucapnya sambil membersihkan tangan dan mulut bekas batuk itu dengan tisu dan membakarnya.

"Haaah.., benar-benar deh," ucapnya lagi.

Ter.., ternyata Satsuki sakit! Tapi sakit apa dia sebenarnya..? sampai Hiruma sangat peduli begituh?.

YUKI POV

"Hi...," ucapanku tiba-tiba terpotong.

Bagaimana bisa aku mengganggu Hiruma yang sedang berduaan dengan manager di belakang markas? Sudahlah lupakan saja tentang penyakit ini. Aku berjalan keluar sekolah saat itu.. aku melihat Sena dan Suzuna sedang berduan. Aku tak ingin mengganggu suasana itu. Sudah cukup aku melihat Suzuna menangis waktu itu. Ya.. waktu itu. Tak terasa sudah mau hujan. Akhirnya hujanpun mulai merintikan airnya. Tubuhku dibasahi air hujan. Aku hanya bisa diam, berdiri terpaku sambil melihat langit.

"Uhuk!" .

Aku batuk berdarah lagi, ini pasti efek samping dari lari keliling lapangan tadi. Aku sungguh bodoh. Harusnya aku diam dan tidur di rumah sakit.., bukannya lari-lari seperti tadi. Tubuhku berat..., bajuku sudah basah semua tapi aku tetap berada didepan SMU DEIMON. Betapa bodohnya aku jika rahasiaku terbongkar.

"Baiklah ayo kita pu..," ucapanku terputus.

Kakiku tak bisa digerakan. Benar-benar mati rasa atau lumpuh. Aku tau ini adalah lumpuh sesaat tapi..., ini sangat berbahaya! Tubuhku tiba-tiba lemas.., tak berdaya. Akupun jatuh dan.. "BRUK!" tubuhku jatuh total. Kepalaku terbentur tanah/aspal sehingga kesadaranku menghilang.

NORMAL POV

Di tempat Sena Suzuna.

"Sena.. kau marah?" tanya Suzuna lembut.

"Tidak.., aku hanya cemburu!" ucap Sena dengan muka memerah.

"Ah! Hujan..," ucap Suzuna.

"Ini,, pakai jas ku untuk menutupi kepalamu!" ucap Sena sambil memberikan jasnya.

"Eh? Tu.. tunggu!" ucap Suzuna panik.

"Ada apa?" tanya Sena.

"Dompetku ketinggalan di SMU Deimon! Aku harus kembali!" ucap Suzuna panik.

"Aku antar ayoo cepat," ujar Sena sambil hujan-hujanan.

"Iya., terimakasih Sena," Ucap Suzuna sambil menggandeng Sena.

Muka Sena memerah semerah apel. Mereka berjalan kembali ke SMU Deimon namun., apa yang terjadi? Disana sudah ada Riku yang berusaha mengangkar Yuki.

"YUKI!" teriak Suzuna sambil berlari menuju Yuki meninggalkan Sena.

"Apa? Apa yang terjadi?" ucap Suzuna sambil memegangi tangan Yuki.

"Dia pingsan sepertinya.," ucap Riku sambil menggendong Yuki.

"Ada apa ini?" tanya Sena dengan muka heran.

Heran? Sudah pastilah heran melihat Kaitani Riku seorang laki-laki menggendong Satsuki Yuki yang dikira Sena juga laki-laki.

"You-nii! Mana You-nii?"tanya Suzuna panik.

"Dia sepertinya ada dibelakang markas. Aku akan membawa dia keruangan klub" ucap Riku sambil menggendong Yuki dengan penuh rasa kahwatir.

HIRUMA POV.

"Kau kenapa MANAGER SIALAN?" tanyaku kepada cewek manis ini.

"Tidak kenapa-napa!" ucapnya dengan muka kesal.

"OKEH! GUE TAU LO PASTI KESEL GARA-GARA GUE DEKET SAMA YUKI KAN?" ucap gue TO THE POINT.

"IYA! NAPA! GA SUKA?" bentak gadis bernama Mamori itu ke gue.

"YUKI ITU...," ucapan gue kepotong karena datangnya seorang gadis berambut dark blue.

YOU-NII! KAU!" ucap Suzuna sambil menarik kerah baju gue.

TBC

apa yang dilakukan SUZUNA? BAGAIMANA KELANJUTANNYA? tetap saksikan ya~

Ruang Author:

Author : akhirnya bikin yang perchapter.,

Hiruma : KAU NIAT DIBUNUH YA?

Riku : aku senang akhirnya aku mucul.

Sena: ekh? #bingung.

Suzuna : sapa tuh YUKI? kaga kenal.

Mamori: NGAPAIN AKU CEMBURU! GA BANGET!.

Author: Suka2 GUE DONG MAU NGAPAIN NI CERITA!

Hiruma: BUNUH AUTHOR!

#Author lari secepat kilat