Pianika Nokio Presents
*Housekeeper*
Desclaimer: Semua tokoh Naruto milik Kishimoto senpai kecuali Gaara (digemplang)
Rated: T
Pair: Sakura/Gaara
Genre: Romance/Humor
A/N: Ini fic yang kubuat untuk melunasi hutangku pada Kucingperak senpai yang sempat merequest 1 chapter yang banyak Gaaranya di MXIT geto lowh. Maaf baru bisa bikin sekarang soalnya lagi gak ada ide buat ngelanjutin MXIT geto lowh. Bahkan di fic ini Gaara banyak tampil (berbahagialah bagi Gaara fans XD).
*Housekeeper*
Chapter 1
Friday, 13 January at 06.45 AM
Sakura melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah Konoha Business High School. Rambutnya yang berwarna pink dikepang dua dengan rapi. Sebuah jepit rambut berbentuk hati menjepit rapi poni sebelah kanannya agar tidak terjulur menutupi mata hijaunya. Sementara poni sebelah kiri ia biarkan tergerai kebelakang telinga. Sakura terus melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya hingga suatu pemandangan yang mencolok menghentikan langkahnya.
"I..ini terimalah" ujar suara lembut seorang wanita berambut panjang indigo. Rona merah menghiasi pipinya. Tangannya terjulur kedepan untuk menyerahkan sebuah surat kepada seseorang yang berdiri di depannya. Orang itu menatap surat yang tertulis namanya dengan tersenyum mengejek.
"Gue Sabaku Gaara, bukan Rei Gaara" ujar orang itu yang bernama Gaara dengan ekspresi dingin. Wanita yang menyerahkan surat kepada Gaara pun sontak menarik kembali suratnya.
"Apa lo gak bisa membaca dengan benar? Seperti anak TK saja" ujar Gaara lagi tak menghiraukan bahwa wanita itu sudah berlari meninggalkannya sambil menangis.
"Hei, Sakura!" ujar seseorang yang menepuk Sakura dari belakang mengakibatkan yang bersangkutan terlonjak kaget.
"Ino! Bikin kaget saja!" ujar Sakura sambil memelototi sang penepuk pundak yang tak lain adalah sahabat karibnya sendiri, Ino.
"Lo lihat aksi Gaara tadi? Sombong sekali dia! Mentang-mentang keluarganya punya usaha besar! Duduk di kelas termahal dan termewah! Seenaknya saja dia menghina yang berada dibawahnya!" ujar Ino sewot.
"Kasihan Hinata" tambah Sakura yang segera memasuki ruangan kelasnya begitu bel tanda masuk berdering.
_-_
Sakura mengambil handuk kesayangannya dan segera masuk ke kamar mandi. Ia sudah tak sabar untuk menghilangkan bau keringat yang menempel ditubuhnya. Siang ini benar-benar panas dan parahnya lagi ia mendapat hukuman hormat kepada tiang bendera selama 1 jam karena tertidur selama pelajaran berlangsung. Hukuman tadi benar-benar membuat Sakura frustasi lantaran kulit putihnya kini berkurang menjadi 88% dari 90% kulitnya yang dulu.
"Harus beli 10 macam lulur lagi nih!" gumam Sakura belum selesai ia melepas seragamnya, tiba-tiba terdengar suara dobrakan pintu dari arah ruang tamu rumahnya.
"Sial! Siapa yang berani mengganggu waktu mandi gue?!" protes Sakura yang kini berlari menuju ruang tamu. Raut muka Sakura seketika berubah memucat begitu melihat sesosok makhluk di depannya yang kini tengah asyik mengobrak-abrik lemari sepatu keluarganya.
"Lo kan..Gaa..Gaara? Apa yan lo lakuin?" tanya Sakura mematung.
Makhluk yang dipanggilnya pun menengok ke arah sumber suara.
"Merapikan sepatu dan sandal yang berantakan" jawab Gaara datar.
"Untuk?"
Gaara menghela napas "Orang tua lo dinas keluar kota selama seminggu. Mereka meminta perusahaan keluarga gue untuk mengurus Rumah ini. Kebetulan gue sekelas dengan lo dan jadilah gue yang ditugaskan"
"Heh? Memang keluarga lo usaha apaan? Tanya Sakura masih terbengong-bengong.
"Housekeeper"
"WHAT?!"
Tbc
Pianika: "Hanya ingin berkata satu hal, review please karena Gaara dan Sakura tak kan mau melanjutkan cerita kalau tak ada yang review"
GaaSaku: "Kenapa malah kita yang jadi.."
Pianika: "Readers dipersilahkan review"
Gaara: "Hei! Bukannya kamu yang.."
Pianika: "Review please"
Sakura: "Aku tidak pernah berkata.."
Pianika: "Review please kuadrat"
GaaSaku: "&*^%^$%$!!"
