Happy Reading
Hyuuga Hinata, seorang siswi kelas 2 di SMU Shibuka. Seorang gadis bersurai indigo dan bermata bening seperti sinar rembulan. Bagi pengagumnya, hinata adalah sosok wanita anggun yang tidak hanya cantik, namun juga ramah dan santun. Namun bagi sahabat dekatnya, dia seorang gadis cerewet yang polos dan sedikit temperamental. Meski begitu Hinata adalah sosok perempuan yang peduli pada teman-temannya.
Hari ini, di SMU Shibuka tengah diselenggarakan festival tanjoubi SMU Shibuka. Dalam festival ini digelar bazar yang menjual aneka macam benda dan makanan sesuai kreasi siswanya. Tiap kelas diwajibkan menjual sesuatu atau melakukan pertunjukan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Kelas dengan penghasilan terbanyak akan menjadi pemenang dan mendapatkan throphy beserta tiket makan gratis paket 1 untuk 40 orang di Ichiraku Ramen. Di SMU Shibuka, tiap kelas terdiri dari 40 siswa/siswi.
Kelas Hinata menjual aneka jajanan jepang seperti takoyaki, green tea, doreyaki, okonomiyaki, sushi, dll. Dalam event kali ini hinata ditunjuk sebagai ketua karena kemahirannya dalam memasak. Hinata membagi kelasnya menjadi beberapa kelompok antara lain kelompok yang bertugas menjaga stand, kelompok yang bertugas mempromosikan stand mereka dengan mendekati dan mengajak pengunjung mampir ke stand mereka, kelompok yang bertugas mempersiapkan perlengkapan dan menjaga kebersihan di area sekitar stand dan kelompok yang bertugas di dapur kecil di bagian belakang stand. Hinata dan Sakura termasuk ke dalam tim penjaga stand yang bertugas menerima pesanan.
"Ayo silahkan di coba! Jajanan khas Jepang dijamin enak rasanya dan tidak mengecewakan..." itulah yang selalu di serukan teman-teman kelas hinata yang bertugas mempromosikan stand mereka.
Siang hari di hari itu, ada seorang pemuda bersurai pirang berantakan bermata Safir dengan kulit berwarna tan mendekati stand kelas Hinata. Ada tiga garis menyerupai kumis kucing yang menghiasi kedua pipinya. Sepertinya itu adalah tanda lahirnya. Ia memakai seragam SMA lain berwarna putih yang tidak dimasukkan ke dalam celana berwarna hitam legam dengan dilapisi jaket hitam berbahan jeans. Kedua lengan jaketnya digulung sampai ke siku membuat penampilannya seperti seorang preman. Saat berada di depan stand kelas Hinata, ia mengeluarkan senyum meremehkan sambil berkata, " Apa benar rasanya enak? Jaminannya apa?"
" Tentu sa...ja..." kata hinata yang seketika terbata-bata saat tahu siapa lawan bicara yang kini berdiri di hadapannya.
"Na..ru..to..." gumam hinata lirih hampir tak terdengar suaranya.
"Kau mengenalnya hinata?" tanya sakura yang berada di samping hinata dengan berbisik.
Hinata mengangguk pelan. Ia sangat mengenal laki-laki ini. Dia adalah teman sekelasnya semasa SMP dulu. Namanya adalah Naruto. Uzumaki Naruto. Seingat hinata Naruto adalah anak yang suka membuat keributan, berkelahi, dan mengganggu orang lain. Ia tidak pernah serius saat pelajaran bahkan seringkali malah tidur di kelas saat pelajaran berlangsung. Kabar yang didengar hinata dari teman-temannya, Naruto melanggar banyak aturan sekolah namun karena dia anak dari Kepala Sekolah SMP nya, jadi tidak ada yang berani mengeluarkannya dari sekolah. Paling hanya dihukum membersihkan halaman, berdiri di luar kelas atau paling banter di skorsing.
"Ehm!" tegur Naruto yang membuat lamunan Hinata buyar.
"Apa seperti ini cara kalian melayani pelanggan? membiarkan pelanggan berdiri menunggu tanpa menawarkan apapun?" tanya Naruto sinis.
"Gomenasai... kau mau pesan apa?" tanya hinata sambil sedikit tersenyum berusaha bersikap ramah. Walau sebenarnya hinata tidak tulus meminta maaf dan dalam hati ia kesal dengan sikap naruto yang seperti meremehkan.
"Tadi aku tanya, apa benar rasanya enak?" kata Naruto dengan sedikit jengkel
"tentu saja! silahkan coba sendiri kalau tidak percaya." jawab Hinata dengan sedikit geram
"Sombong sekali! Apa jaminannya kalau rasanya benar-benar lezat? " ejek Naruto
"Maksud kamu apa?" tanya hinata dengan nada meninggi.
"Di lihat dari cara bicara kamu,sepertinya kamu merasa kamu yang paling baik! Aku yakin kebanyakan orang di sini setuju dengan pendapatku. kamu terlalu mnganggap remeh lawan-lawanmu!"kta naruto dengan nada tenang
Orang-orang yang entah sejak kapan berkumpul di sekitar mereka berdua mulai terlihat berbisik-bisik. Di pikiran hinata, mereka pasti sedang menyetujui pendapat Naruto! Hinata mulai emosi.
Ia pun berkata sambil sedikit membentak, "Tujuan kamu ke sini apa sih? cuma mau njelek-njelekin kelasku? Kalau mau cari ribut, ku rasa kamu salah tempat! Lebih baik kamu pergi!"
"Wow! Dan sekarang kamu ngusir pelanggan? aku ke sini karena aku gak suka dengan cara bicara kamu! berani taruhan? kalo kamu berhasil menangin trophy itu, aku bakal ngembaliin semua modal yang udah kelasmu keluarin buat bazar ini..tapi kalau kamu kalah.." kata Naruto sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana
"aku gak mau! aku gak suka taruhan! gak ada manfaatnya!"kata hinata menyela.
"huh..! kamu takut kaan?" kata naruto mengejek.
"siapa bilang aku takut?! aku cuma gak suka taruhan!" bantah Hinata yang tidak terima. Sementara Sakura hanya diam dan tidak berani menyela
"Itu kan cuma alasanmu aja! Padahal sebenernya kamu takut kalo kalah kan?!" ledek Naruto yang masih terlihat santai
"Oke! aku terima tantangan kamu!" jawab Hinata tanpa pikir panjang
"kalau kamu kalah,kamu harus nurutin semua yang aku katakan! gimana?" kata Naruto
"siapa takut!"kata hinata yang sudah naik darah sehingga tidak dapat berpikir jernih.
"kamu yakin hinata?"tanya sakura sambil menepuk pelan bahu Hinata
"ya! Aku yakin kita pasti menang!"kata hinata Optimis. Ia yakin karna sampai saat ini perolehan keuntungan kelas hinata masih memimpin diurutan pertama. Keunggulannya jauh dibanding kelas lainnya. Sementara waktu bazar tinggal sekitar 3 jam lagi. Perolehan keuntungan di tampilkan di layar besar yang di pasang di depan gedung sekolah. Hasil perolehan di update 3 kali dalam sehari. Saat pagi jam 9, siang hari jam 13 dan finalnya ditampilkan saat pengumuman sore nanti jam 16.
"deal?" tanya Naruto sambil mengulurkan tangan.
"deal!"kata Hinata sambil menjabat tangan naruto. Tanpa Hinata sadari, Naruto tersenyum puas saat berbalik meninggalkan stand kelasnya.
Tiba saatnya pengumuman pemenang. Masing-masing kelas di data perolehan akhir keuntungan mereka lalu panitia akan merekap datanya dan mengumumkan siapa pemenangnya.
"Kalian pasti udah gak sabar kan? Pengen tau siapa pemenangnya?" tanya MC basa basi. Setelah beberapa saat berbasa basi,
"Langsung saja! Pemenang event kali ini adalah..."kata MC dengan memberi kan jeda agar semua siswa semakin penasaran.
Hinata menanti ucapan MC dengan jantung berdebar kencang. Sementara Naruto yang berdiri tak jauh darinya sedikit tersenyum senang.
"11-4! 11-4! 11-4!"itulah yang di serukan hati hinata berharap kelasnya yang menang.
"Sebelaaas..." lanjut MC masih tetap memberikan sedikit jeda
Hinata sedikit lega karena pemenangnya kelas sebelas, berarti ada kemungkinan kelas hinata akan menang.
"E..."kata MC terbata-bata agar semua penasaran.
Hinata pun merasa senang. Matanya berbinar dengan senyum yang mulai terkembang. Ia yakin yang di maksud adalah EMPAT.
"..Nam.." kata MC bersamaan dengan munculnya rangking perolehan keuntungan tiap kelas. Kelas XI-6 selisih 5 yen dari kelas Hinata. Seketika senyum Hinata lenyap. Matanya sedikit terbelalak tidak percaya dengan selisih yang hanya sedikit itu. Kemudian ia terduduk lemas.
"hinata, kamu gapapa? Tidak usah sedih. Ku dengar juara dua juga dapat hadiah kok. Memang tidak dapat thropy. Tapi setidaknya kan kita tetep dapat hadiah" kata kiba. salah seorang teman dekat Hinata yang juga teman sekelas Hinata dan Sakura. Dia termasuk ke dalam tim yang bertugas mempromosikan stand kelasnya jadi Kiba tidak tahu dengan taruhan Hinata dan Naruto.
"Hinata kalah taruhan.."kata sakura.
"Hinata ikut taruhan? bukanny kamu anti taruhan?" tanya Kiba tidak percaya
Hinata hanya diam.
"Kamu satu SMP dengan Hinata kan? kamu kenal Naruto Uzumaki?" tanya Sakura
"Kenal. Memangnya knp?" tanya Kiba
"hinata taruhan dengannya." jawab sakura. Seketika mata Kiba terbelalak.
Perlahan Naruto mendekat ke arah Hinata diikuti pandangan tidak suka dari kiba dan sakura. Langkahnya terhenti saat ia berdiri tepat di depan Hinata. Perlahan hinata mendongakkan wajahnya dan melihat senyum kemenangan di wajah naruto.
"Kau kalah. Sekarang kau harus menuruti kata-kataku." kata Naruto sementara Hinata hanya bisa diam.
To be continue
Emina
