Permata dari Bumi Konoha

Tirai cahaya menerobos rimbunnya hutan Nara

Semburat emasnya menyorot tanduk-tanduk kokoh para rusa

Para kuku belah pelan melangkah

Menerobos hangatnya pagi nan cerah

Anak kecil berkucir tinggi, lincah berlari

Tawanya menggema di antara paku-paku berdaun pita

Lengan mungilnya lekas memeluk rusa terdekat tanpa aba-aba

Si rusa menunduk hormat, seakan tahu siapa si kecil di hadapannya

Matanya hijau, bulat jernih berkilau

Senyumnya menawan, manis menyenangkan

Dia terlihat imut meski usianya sudah hampir delapan

Penduduk desa memanggil si kecil ini Shikadai Nara

Buah cinta suci dari klan tercerdas di desanya

Shikadai, sekali lagi namanya Shikadai

Dari garis Ayahanda, dia cucu seorang intelejen negara

Dari garis Ibunda, dia cucu penguasa tertinggi desa pasir tersembunyi

Dari garis Ayahanda, dia putra penasehat hokage yang sekarang bertahta

Dari garis Ibunya, dia keponakan kazekage yang berkuasa saat ini

Dari tangannya, lahir jutsu warisan yang luar biasa

Dari kepalanya, lahir berjuta strategi untuk bertarung di medan laga

Satu permata dari bumi Konoha

Yang kini mengelus tengkuk rusa-rusa sucinya

"Shikadai, hati-hati!" seorang wanita bersuara

Pemilik kucir empat yang menyandang senjata kipas raksasa

Putri negara Kaze, bangsawan Suna yang kini bermarga Nara

Meninggalkan tanah kelahiran karena hatinya jatuh pada pria cerdas dari negara tetangga

Pria yang memporakporandakan keangkuhannya, lalu menggantinya dengan cinta

Yang dari cinta itu lahir Shikadai kecil yang lucu dan ceria

Yang eksistensinya digadang-gadang sebagai penerus utama keluarga yang luar biasa

Juga sebagai intel dalam formasi Inoshikacho yang melegenda

"Ibu, rusanya jinak ya!"

"Hati-hati, jangan rusak tanduknya."

"Ya, tanduk ini kan, obat yang berharga untuk menyelamatkan nyawa shinobi yang terluka!"

"Kau pintar sekali, Anakku!"

Tirai cahaya menerobos rimbunnya hutan Nara

Semburat emasnya menyorot tanduk-tanduk kokoh para rusa

Pasangan ibu dan anak ini pelan melangkah

Menerobos kehangatan hutan di pagi yang luar biasa indah

Sementara di ujung sana, pria berkucir tinggi menunggu mereka

Fenotipnya nampak bagai Shikadai versi dewasa

Tubuhnya tegap, berjubah putih penuh kharisma

"Shikamaru, apakah aman Shikadai menunggang rusa-rusa ini?"

"Aman. Mereka ramah dan baik-baik saja, Temari."

Shikadai melepas elusannya dari sang rusa, lalu berlari menyongsong sang pria

Shikamaru Nara, penasehat hokage, kini tangannya terbuka

Menyambut sang anak dalam peluknya

"Senang kan bermain di hutan Nara?"

"Iya, senang sekali! Ayah kapan lagi kau akan mengajakku ke sini?"

"Besok, ketika kau dewasa nanti, kau lah yang harus menjaga hutan ini."

Shikadai mengangguk, lalu tersenyum bahagia

Permata dari bumi Konoha

Yang kini berjalan menembus hutan dengan tangan digandeng Ayah dan Ibu tercinta