disclaimer

tonari no kaibutsu-kun belongs to robico

xx

"Shizuku."

Seorang laki-laki yang duduk tepat di belakangnya memanggilnya.

Shizuku merasakan kakinya ditendang dan kursinya digoyang-goyang. Tapi dia tidak mau menggubris.

Karena pasti hal yang dilakukan orang itu sia-sia.

"Mizutani Shizuku!"

Sekarang dia merasa punggungnya ditusuk-tusuk.

"Mizutani Shizuku, jarak kurang dari satu meter nggak membuat kamu jadi budeg kan?"

Sial, laki-laki itu mengejeknya lagi. Dengan berat hati Shizuku membalikkan badan.

"Dalam hitungan tiga kalau kamu ngomongin hal yang nggak bermanfaat, aku gak bakal ngegubris kamu selamanya. Satu—"

"Minjem pulpen!" cowok itu buru-buru memotong ucapan Shizuku.

"Maaf, pulpenku tinggal dua."

"Kayak gigi aja tinggal dua. Lagian kamu nggak bakal mungkin pake dua duanya sekaligus kan?"

"Haru, kamu tau artinya kalau pulpen dipinjem anak cowok?"

"Apa?"

"It will be gone," jawab Shizuku santai.

"Tapi aku bukan Sasayan!" Haru membela diri dengan membawa-bawa nama Sasayan yang hobinya menghilangkan alat tulis yang dipinjemnya.

Shizuku memutar bola matanya. "Halah, semua cowok sama saja."

"Jangan pukul rata gitu dong Shi."

Shizuku melotot. "Kamu inget gak ngilangin pensil mekanik aku yang harganya 30 ribu?" Shizuku tersenyum creepy. Haru buru-buru mengalihkan pandangannya.

"Yaaa itu sih dulu, jangan diungkit!"

Shizuku mencibir. "Masalahnya kamu nggak pernah ngegantiin dan abis itu kamu ngilangin penghapus, pengserut, penggaris dan kamu jatuhin isi pensil aku sampai semuanya patah. Dah ah, pinjem aja ke yang lain aja ya." Shizuku membalikkan badannya dan mulai mengerjakan tugasnya yang sempat tertunda.

"Dasar pelit."

Haru menendang kursi di depannya.

"Sombong."

Shizuku memutar bola matanya.

"Dan galak."

Rasanya kalau Haru bicara sekali lagi, Shizuku tidak segan melayangkan bogem mentahnya ke wajah Haru.

"Tapi kenapa aku bisa suka ya?"

Sayangnya kalimat yang terakhir tidak terdengar oleh Shizuku.

fin