Summary : Bagaimana jika Tsuna adalah murid yang sangat dingin. Akankah Vongola kembali seperti masa Primo. Mari kita harap semoga hitman kita dapat merubah sikapnya. AU. Super OOC!Tsuna
Warning : Super OOC!Tsuna. Semi-AU mungkin...
The Sky
Chapter 1
I'm a Mafia Boss
.
.
"Tsu-kun, ayo bangun!" Ucap Sawada Nana nampak menengok dari bawah tangga "Tsu-kun." Panggilnya lagi dan berjalan naik kearah kamar putranya, Sawada Tsunayoshi "Tsu-kun." Nana mengetok pintu tersebut.
"Mnn, Iya kaa-san." Ucap Tsuna dari dalam dan terdengar suara langkah kaki.
"Berpakaianlah dan cepat kebawah ya. Nanti kau terlambat." Ucap Nana dan nampak turun kebawah. Tak lama kemudian terlihat Tsuna turun kebawah dengan kancingnya yang hanya dipasang sebagian dan bajunya dikeluarkan "Mou~ kau harus berpakaian yang rapi Tsu-kun." Ucap Nana.
"Begini juga tidak apa-apa kaa-san." Ucap Tsuna dan nampak duduk dikursi, Nana tersenyum "Selamat makan." Ucap Tsuna dan memakan makanannya.
"Selamat makan." Ucap Nana dan memakan makanannya "Tsu-kun, kau tau. Mulai hari ini seorang tutor akan datang kesini. Lihat, kaa-san mendapatkannya di kotak surat." Ucap Nana sembari memperlihatkan sebuah kertas.
"Kaa-san, aku tidak butuh seorang tutor." Ucap Tsuna.
"Aku akan menjadikan anakmu sebagai pemimpin dari generasi selanjutnya. Aku masih muda dan tampan." Ucap Nana sembari membacakan surat tersebut "Dan selama mereka mempunyai tempat untuk tidur dan makan, mereka akan mengajarinya 24 geratis." Ucap Nana "Bukankah itu bagus Tsu-kun."
"Terdengar seperti penipuan untukku kaa-san." Ucap Tsuna sembari melanjutkan makannya "Lagi pula, aku tidak perlu seorang tutor." Lanjutnya.
"Ah, jadi kau ingi-." Perkataan Nana terpotong dengan bel pintu "Tsu-kun, bisakah kau membukakan pintu." Ucap Nana.
"Kaa-san."
"Tolong." Ucap Nana dengan nada suara lebih lembut.
"Baiklah." Ucap Tsuna dan berjalan kearah pintu lalu membukanya, terlihat seorang bayi bertopi fandora dibawah dan memkai jas.
"Ciaossu." Ucap bayi tersebut.
"Oy, bocah. Kau tersesat?" Tanya Tsuna dengan nada intimidasi.
"Baka-Iemitsu tidak menyebutkan tentang hal ini." Batin bayi tersebut.
"Tsu-kun, siapa itu?" Tanya Nana dan nampak bergerak kesana.
"Ada bocah yang tersesat kaa-san." Ucap Tsuna.
"Maa~ kau tidak boleh berkata seperti itu Tsu-kun." Ucap Nana dan menengok kearah boch-ehem- bayi tersebut "Siapa namamu?"
"Aku adalah Home Tutor, Reborn." Ucap Reborn kemudian semua menjadi sunyi, Nana nampak tertawa pelan sedangkan Tsuna nampak memutar bola matanya.
"Kau bisa pergi kerumah lain saja, bocah." Ucap Tsuna dan tiba-tiba saja perutnya ditendang Reborn "HIE! Untuk apa itu bocah!" Ucap Tsuna mengeram kesal.
"Uh-oh, Tsu-kun, aku yakin Reborn-chan tidak sengaja." Ucap Nana.
"Aku tidak bercanda, dan berhentilah memanggilku bocah, Dame-Tsuna." Ucap Reborn.
"Jangan memanggilku Dame-Tsuna." Gerutu Tsuna kesal dengan perempatan dikepalanya.
"Hmmp." Guman Reborn "Semuanya tidak sesuai perkataan Baka-Iemitsu, mungkinkah dia mengasih data yang salah?"
"Ah, Tsu-kun. Jika kau tidak pergi sekarang kau akan terlambat." Ucap Nana.
"Cih, kau membuatku terlambat bocah." Ucap Tsuna dan nampak mengambil tasnya memakai sepatunya dan berlari kearah sekolahnya.
"Maafkan Tsu-kun ya Reborn-chan, dia memang sedikit dingin." Ucap Nana dan melihat tidak ada Reborn "Hu? Reborn-chan?" Nana nampak keluar dan melihat Reborn yang mengikuti Tsuna kemudian masuk kembali kedalam.
.xXx.
"Dasar bocah bodoh, dia kira aku percaya apa. Lagi pula untuk apa juga dia berbohong, ditempatku lagi." Ucap Tsuna.
"Itu karena aku memang akan menjadi Tutormu." Ucap Reborn.
"Hah, se-." Tsuna segera melirik kearah sampingnya dan melihat Reborn berjalan diatas panggar "HI-! Kenapa kau mengikutiku!" Ucap Tsuna dengan nada setengah marah setengah dingin.
"Tentu saja mengikutimu, aku adalah tutormu." Ucap Reborn dan nampak lompat kebawah.
"Kau tidak mau berhenti tentang lelu-." Belum sempat Tsuna menyelesaikan perkataannya, sebuah suara memotongnya.
"Kyaa~, apakah anak ini adikmu, Sawada-san?" Tanya salah satu idola sekolahnya, Kyoko Sasagawa.
"Sasagawa-san." Guman Tsuna "Tidak, aku saja baru bertemu dengannya." Ucap Tsuna.
"Ohh..jadi siapa namamu?" Tanya Kyoko sembari berjongkok didepan Reborn.
"Reborn." Ucap Reborn.
"Kenapa kau memakai jas?" Tanya Kyoko.
"Karena aku adalah seorang mafia." Ucap Reborn.
"Kalau begitu sampai jumpa disekolah, Sawada-san." Ucap Kyoko dan nampak berlari kearah sekolahnya, dengan mukanya yang merah merona begitu melihat wajah Tsuna yang memandangnya "Jangan bodoh Sasagawa Kyoko, dia tidak menyukaimu." Guman Kyoko.
"Kau suka padanya." Ucap Reborn yang melihat sikap Tsuna sedikit berubah seperti tadi berbicara dengan ibunya, walaupun hanya sedikit.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan bocah. Semua orang pasti menyukainya, dia adalah idola sekolahku, Sasagawa Kyoko." Ucap Tsuna dengan nada dingin.
"Hmm, kalau begitu aku akan membantumu menyatakan perasaanmu." Ucap Reborn dan Tsuna menatapnya seolah Reborn sudah kehilangan akal sehatnya begitu mendongkan pistol kearahnya "Matilah!" Ucap Reborn dan menembak tepat mengenai Tsuna.
"Aku akan mati. Andai saja aku mempunyai kesempatan hidup kembali, aku akan memberitahukan kepada Kyoko bahwa aku menyukainya." Tiba-tiba saja mata Tsuna berubah menjadi oren dan mempunyai api dikepalanya "REBORN!" Serunya dan pakaiannya robek, kecuali untuk boxernya "AKU AKAN MENYATAKAN PERASAANKU KEPADA KYOKO DENGAN DYLING WILL KU!" Seru Tsuna dan berlari kencang.
"HUAH! Siapa itu?!" Semua menengok kearah jalan termaksud Kyoko dan juga Mochida Kensuke yang berjalan beriringan bersamanya, Tsuna berhenti didepannya.
"SASAGAWA KYOKO! MAUKAH KAU KELUAR BERSAMAKU!" Seru Tsuna dan saat itu dunia serasa berhenti bagi Kyoko.
"KYYYAAA! Tsuna mengajakiku kencan!" Batin Kyoko senang, dia ingin bilang iya tapi yang keluar dari mulutnya adalah "DASAR MESUM!" Seru Kyoko dan terlihat Mochida menghajar Tsuna.
"Berani sekali kau mengatakan itu kepada Kyoko!" Seru Mochida dan Kyoko nampak berlari masuk kedalam, Mochida mengekorinya.
"Sial! Padahal aku ingin bilang iya! Kenapa yang keluar kalimat itu! Kenapa! Sekarang Tsuna akan membenciku!" Batin Kyoko sembari menangis dan masih tetap berlari tidak mengidahkan teriakkan Mochida.
Sementara itu Tsuna sudah keluar dari mode Dyling Will-nya dan nampak kesal karena mendengar suara tawa lalu menatap semua murid satu-persatu dengan tatapan menakutkannya, dalam seketika semua murid berlarian kedalam.
Ada beberapa hal yang tidak ingin mereka lakukan. Yaitu membuat marah Tsunayoshi Sawada apalagi disaat dia sangat kesal.
"Hmm, itu berjalan dengan bagus." Tsuna berbalik dan menatap tajam kearah Reborn.
"Apakah maksudmu tadi, bocah! Lihat kau menghancurkan image-ku! Apa yang kau lakukan padaku?!" Tanya Tsuna, Reborn sedikit tertegu begitu mendengar suara Tsuna yang dalam dan aura ungu dibelakangnya akan tetapi dia segera kembali seperti semula.
"Itu adalah Dyling Will Bullet. Kau akan mati dan melakukan kesempatan terakhirmu dengan Dyling Willmu. Yang terjadi seperti tadi, semua pakaianmu akan robek kecuali boxermu." Ucap Reborn.
"Che. Merepotkan saja." Ucap Tsuna dan nampak berdiri.
"Dame-Tsuna, kau melupakan tasmu." Ucap Reborn dan melemparkan tas itu kearah Tsuna yang berhasil ditangkap dengan mudah.
"Kau jangan megikutiku, orang sok-jadi-carnivore tersebut akan menghabisimu." Ucap Tsuna dan nampak masuk kedalam.
.xXx.
Tsuna membuka pintu kelasnya dan melihat beberapa orang yang nampak menengok kearahnya.
"Ah! Disini dia hentai!" Ucap salah satu murid.
"Sasagawa Kyoko, maukah kau keluar bersamaku. Hahahahaha!" Semua mulai tertawa tapi Tsuna menghiraukannya.
"Kyoko, kau tau jika aku jadi kau akan akan menamparnya." Ucap salah satu cewek yang mengerumuni Kyoko.
"Sawada, Mochida-senpai menantangmu untuk duel kendo nanti setelah pulangan digedung olahraga." Ucap salah satu murid laki-laki.
"Mochida sangat tidak terima kau diperlakukan seperti itu Kyoko." Ucap sahabatnya, Kurokawa Hana.
"Huh, menyebalkan gara-gara bocah itu disini tidak bisa tenang." Batin Tsuna "Kalau kalian tidak diam aku akan bilang pada Hibari bahwa kalian berisik dan menganggu ketenangan Namimori." Ucap Tsuna dan semuanya diam dan dia menyerigai sebelum menutup matanya.
"KYYAAA! Tsuna sangat keren!" Batin Kyoko dan bersemu merah.
.xXx.
Tsuna nampak tertidur diatap tanpa rasa peduli sama sekali.
"Dame-Tsuna apa yang kau lakukan?" Tsuna membuka sebelah matanya dan melihat Reborn.
"Apa yang kau lakukan disini bocah, bukankah sudah kukatakan jangan kesini." Ucap Tsuna.
"Kau yang seharusnya jangan disini, apa yang kau lakukan. Yang lainnya menunggumu disana." Ucap Reborn.
"Che, aku tidak mau melakukan tindakkan bodoh yang bukan tindakkanku." Ucap Tsuna dan nampak berbaring kembali. Reborn nampak menendang perutnya "HIE! Apa-apaan itu bocah!"
"Kau ingin mempermalukan dirimu hah?" Tanya Reborn dan Tsuna menatapnya bingung "Kau ingin dia mengigatmu dengan sikapmu ini? Kau tau, orang yang bertarung dengan berani akan mengenang didalam pikirannya dari pada orang pengecut yang tidak berani dan penakut." Ucap Reborn lalu sebuah perempatan muncul dikepala Tsuna.
"Kau tidak berhak mengatakan itu bocah." Ucap Tsuna dengan nada dingin dan menyerigai "Aku akan datang kesana. Dan kau tidak akan memanggilku pengecut." Ucap Tsuna lalu berjalan kebawah, meninggalkan Reborn yang nampak membatu, tapi kemudian tersenyum. Sepertinya dia mengetahui cara menghadapi Tsuna sekarang.
.xXx.
Didalam gedung olahraga itu semua nampak berkumpul disana. Sementara itu, Mochida nampak memasang senyum liciknya.
"Hehe, aku pasti akan menang dalam pertarungan ini. Apapun yang terjadi tak mungkin aku kalah. Karena wasitnya adalah temanku dan juga sangat setia kepadaku, apapun yang terjadi dia tidak akan mengangkat bendera untuk Sawada."
"Eh, ada yang melihat Sawada?" Tanya salah satu siswa.
"Aku tidak melihatnya." Ucap salah satu siswa lainnya.
"Tsuna...apakah dia tidak akan datang?" Batin Kyoko "Kyoko bodoh! Seharusnya tadi pagi kau bilang iya! Sekarang lihat! Dia bahkan tidak akan pernah berbicara padamu walaupun hanya tegur-sapa! Kau bahkan membuatnya malu didalam kelas!" Batin Kyoko nampak menatap sedih.
"Hah? Dame-Tsuna tidak datang, hahaha! Kalau begitu aku menang adil!" Ucap Mochida sembari tertawa"Kyoko menjadi milikku!" Dan dengan begitu pintu terbuka dengan suara keras memperlihatkan Tsuna yang masuk kedalam.
"Tsuna! Kau datang!" Batin Kyoko dan menatap senang. Tsuna benar-benar datang, dia tidak marah pada dirinya.
"Oh kau datang Dame-Tsuna?" Ucap Mochida dan Tsuna nampak menggerutu "Apa katamu?"
"Jangan memanggilku Dame-Tsuna." Ucap Tsuna dengan nada dingin, Mochida sedikit merinding akan tetapi menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa memanggilmu Dame-Tsuna sesukaku." Ucap Mochida dan Tsuna hanya berdecak. "Baiklah Dame-Tsuna, karena ini adalah pertamanya kau bermain kendo, aku akan membuatnya mudah untukmu." Ucap Mochida dan menjelaskan.
Akan tetapi yang Tsuna dengar hanyalah, bla...bla..bla. Tsuna sama sekali tidak suka penjelasan karena itulah dia sering mendapat nilai setengah, dan sayang sekali Mochida tidak mengetahuinya dan lanjut berbicara.
"Kau mengerti Dame-Tsuna." Ucap Mochida dan melirik kearah Tsuna yang nampak menguap.
"Oh, kau sudah selesai berbicara, kau hampir membuatku bosan." Ucap Tsuna dan menguap sekali lagi, terlihat perempatan dikepala Mochida.
"Heh, kau membuatku marah hah. Tenanglah itu tidak akan terjadi." Ucap Mochida "Yang kau perlukan simpel, hanya memukulku. Walaupun kita tau bahwa itu tidak akan pernah terjadi. Dan hadiahnya tentu saja adalah, Sasagawa Kyoko!" Ucap Mochida.
"EHH! Apa katamu?!" Seru Kyoko marah begitu juga dengan Hana dan yang lainnya menyemangati, bahkan seorang Sasagawa Ryohei nampak menatap marah kearah Mochida.
"Memperlakukan seseorang bagaikan barang. Itu adalah hal paling menjijikan yang pernah kudengar. Dasar menjijikan." Ucap Tsuna dingin dengan aura ungu belakangnya, Mochida kembali merinding dan membatu akan tetapi kembali menggelengkan kepalanya.
"Akan kuhabisi kau Dame-Tsuna!" Seru Mochida dan berlari kearah Tsuna dengan pedang bambunya.
"Sawada!" Ucap Yamamoto Takeshi sembari melemparkan pedang bambu kearah Tsuna yang tentu saja dengan mudah ditangkap oleh Tsuna dan memakainya untuk melindunginya dari serangan Mochida.
"Yang kau bisakan hanyalah menghindar! Dasar lemah!" Ucap Mochida.
"Uh-oh, kau memilih kata yang salah Mochida-senpai." Batin teman sekelas Tsuna, mereka tau bagaimana sifat asli Tsuna saat harga dirinya disinggung.
"Kau." Gerutu Tsuna dan nampak menepis pedang Mochida hingga mereka saling menatap satu sama lain, Mochida kembali merinding begitu melihat mata Tsuna yang nampak dalam dan seperti ingin membunuhnya, mengigatkannya kepada salah satu carnivore yang berada disini, Hibari Kyoya.
"Berjuanglah dengan dyling willmu." Ucap Reborn yang memegang senapan leon dan menembak kearah Tsuna yang tepat mengenai kepalanya dan terjatuh kelantai.
"Aku sungguh lemah. Andai saja aku bisa mengalahkan Mochida dengan Dyling Willku." Batin Tsuna dan sebuah flame keluar dari kepalanya lalu matanya berubah menjadi oren "REBORN! AKU AKAN MENGALAHKAN MOCHIDA DENGAN DYLING WILLKU!" Seru Tsuna dan berlari kearah Mochida.
"Kau kira itu akan membuatku takut!" Seru Mochida dan menghantam Tsuna akan tetapi tidak terjadi apa-apa dan selanjutnya pedang bambu yang dipake oleh Mochida hancur "Apa?!"
"WATTA!" Seru Tsuna dan menghantam kepala Mochida hingga terjatuh lalu memukulnya, lalu dia duduk diatasnya dan mengangkat tangannya keatas.
"Posisi itukan!" Seru salah satu siswa.
"Apa yang akan dia lakukan?!"
"Itu teknik memotong!"
"Dia akan menyerang kepalanya!"
"HYYAAA!" Seru Tsuna dan menghantam Mochida hingga mencabut rambutnya "Aku mendapatkan Hyakupon!" Seru Tsuna.
"..." Semuanya terdiam tak percaya.
"Bagaimana?!" Ucap Tsuna sembari menatap kearah wasit, dia bahkan tidak menaikki bendera.
"Hahahahahah! Usaha yang bagus Dame-Tsuna!" Seru anak kelas lainnya.
"Kurang hah?! Kalau begitu! Ini! Ini! Ini!" Seru Tsuna sembari menyabuti rambut Mochida.
"Hey! Dia memukulnya!" Seru salah satu teman sekelas Tsuna.
"Angkat benderanya bodoh!"
"Angkat! Angkat! Angkat!" Seru mereka.
"HIII! M-m-m-merah!" Seru sang wasit sembari mengangkat bendera dengan ketakutan.
"YEY! KAU HEBAT SAWADA!" Seru teman sekelasnya dengan senang dan Tsuna berhenti dari DW modenya. Dia melirik untuk melihat beberapa orang mengerumbuninya dan berkata kepadanya, tapi Tsuna tidak memikirkan mereka.
"Semua ini gara-gara bocah itu. Awas saja nanti." Batin Tsuna nampak kesal.
"Arigato Sawada-kun." Ucap Kyoko dan yang lainnya memberikan keduanya ruang.
"Kau tak usah khawatir Sasagawa-san, aku hanya melakukan yang harus kulakukan. Mochida tidak seharusnya memperlakukan orang seperti barang." Ucap Tsuna tanpa ekspresi dan nampak berbalik untuk keluar setelah mengambil bajunya.
"Ano, bagaimanapun juga aku tetap berterima kasih Tsuna-kun." Ucap Kyoko dan Tsuna berhenti "Bolehkan aku memanggilmu Tsuna-kun?" Tanya Kyoko "Kumohon bilang iya!"
"Seterahmu saja. Selain itu sama-sama Kyoko-chan." Ucap Tsuna dan keluar dari sana meninggalkan Kyoko yang sudah semerah tomat.
"Tsuna memangilku Kyoko-chan?" Batin Kyoko senang dan nampak tersenyum.
.xXx.
"He? Aku akan menjadi seorang bos mafia?" Tanya Tsuna masih terlihat tenang-tenang saja.
"Dia tidak merasa terkejut." Batin Reborn "Yap. Kau akan menjadi bos mafia dari mafia terkuat yang ditakuti mafia lainnya. Vongola Famiglia." Ucap Reborn.
"Maaf, aku bisa mencari kandidat lainnya. Aku tidak tertarik dengan dunia mafia." Ucap Tsuna.
"Mau tidak mau kau akan menjadi boss mafia Dame-Tsuna." Ucap Reborn "Kau adalah keturunan dari Vongola Primo." Ucap Reborn memperlihatkan kertas yang menjejerkan silsilah keluarga dengan nama Giotto diatas dan Tsunayoshi dipaling bawah.
"Kau bercanda bukan bocah, aku tidak ingin menjadi bos mafia." Gerutu Tsuna.
"Sekarang aku akan tidur." Ucap Reborn menghiraukan ucappan Tsuna dan naik ketempat tidur Tsuna dan langsung tertidur nyenyap dengan sebuah balon keluar dari hidungnya.
"Siapa yang menyuruhmu tidur ditempat tidurku bocah." Ucap Tsuna dan mendekat kesana akan tetapi terhenti begitu merasakan sebuah benang dan Reborn bangun.
"Aku lupa bilang. Jika kau mengangguku geranat itu akan meledak." Ucap Reborn "Dan itu adalah geranat asli." Ucap Reborn.
"Che, dasar bocah." Ucap Tsuna "Dia bahkan tidur dengan mata terbuka." Tsuna menggeleng dan nampak keluar dari sana.
.xXx.
Malamnya terlihat Nana membuka pintu kamar Tsuna dan melihat Reborn yang nampak tertidur nyenyak lalu mendekat kesana dan menyelimutinya.
"Tolong jagalah Tsuna dan buatlah dia tersenyum ya, Reborn-chan." Ucap Nana kemudian keluar dari sana dengan Reborn yang nampak tersenyum.
.
To Be Continued
.
Silver : Minaa~ bagaimana menurut kalian semua?! Semoga kalian senang dengan cerita ini! Ceritanya mau dibuat Tsuna punya kembaran, akan tetapi ngak jadi deh, jadinya kayak gini..semoga saja kalian senang dengan semua ini ya! Disini Tsuna ekspresinya mirip wujud HDWnya, tapi tanpa flame dikepalanya dan matanya cokelat, jadi kelihatan kalem deh. Dan saya sengaja buat Tsuna disini jadi sedikit dingin dan juga memanggil Reborn bocah. Ehem, jangan lupa review, karena saya akan update jika direview. Di review ya!
Ciao, ciao~.
